
Steven begitu perhatian menyuapi Azizah dengan roti panggang dan meminumkan susu vanilla ke mulut istrinya itu, sungguh perhatian dari Steven membuat Azizah tersentuh.
“Terima kasih,” ucap Azizah.
Steven membelai lembut rambut istrinya dan mengecup kening wanita yang sangat ia cintai.
“Apakah kamu ingin mandi istriku?”
Azizah menggelengkan kepalanya tanda ia tak mau.
“Kenapa sayang?” tanya Steven.
“Aku tidak bertenaga untuk mandi, biarkanlah sekali saja aku tidak mandi!” pinta Azizah.
“Karena kamu tak bertenaga, biarkanlah aku yang memandikan kamu sayang.
Kamu mau kan?” tanya Steven memastikan.
“Aku takut jika aku membangunkan adik kecilmu...” ucap Azizah lirih.
Steven langsung tertawa mendengar ucapan polos istrinya, bagaimana mungkin istrinya bisa berpikiran seperti itu.
“Berhubung istriku sedang sakit jadi tidak akan terjadi apa-apa, lagipula menstruasi mu belum selesai.”
Azizah tersipu malu, kemudian suaminya mengangkat tubuh nya menuju kamar mandi dan menaruh tubuh Azizah ke bathtub.
Steven mulai melucuti pakaian yang dikenakan oleh istrinya, meski Azizah terlihat sangat canggung dengan tenang suaminya memberi penjelasan bahwa dirinya hanya memandikan Azizah tanpa berbuat hal yang tidak-tidak.
Pria blasteran itu itu mulai menyiram tubuh istrinya dengan air hangat, memberikan sabun dan menggosok-gosokkan punggung istrinya dengan sangat lembut.
Kini tak ada rasa canggung lagi dalam diri Azizah melainkan ketenangan yang ia rasakan karena perhatian dari suaminya.
“Apakah sakit?” tanya Steven saat menggosok-gosokkan sabun di punggung Azizah.
“Tidak, kamu melakukannya dengan sangat lembut,” balas Azizah.
30 menit kemudian.
Ritual memandikan Azizah akhirnya selesai, Steven berjalan mengambil handuk dan membalutnya di tubuh istrinya.
Ia lalu menggendong Azizah keluar kamar mandi dan mendudukkan istrinya di kursi tempat biasanya Azizah merias diri.
Azizah senang segala keperluan setelah mandi di siapkan oleh suaminya bahkan pembalut dan CD tak luput dari perhatian Steven.
Kebetulan suaminya sedang berada di dekat almari entah apa yang sedang ia ambil, membuat Azizah dengan cepat memakai celana dan pakaian dalam.
Ia pun mulai memakai pakaian yang sebelumnya telah disediakan oleh suaminya.
“Loh kok sudah kamu pakai sayang?” tanya Steven datang dengan membawa bunga mawar ditangannya.
Steven ingin memakaikan pakaian untuk istrinya namun malah Azizah telah memakai pakaian itu terlebih dulu.
“Aku kedinginan sayang,” ucap Azizah.
“Maafkan aku, ini bunga untukmu!” ucap Steven sambil memberikan sepucuk bunga mawar.
Azizah tersenyum manis dan menghirup aroma bunga warna mawar.
“Terima kasih suamiku!” ucap Azizah.
__ADS_1
Steven tersenyum dan mulai menata rambut Azizah, ia menyisir rambut panjang Azizah yang sengaja tidak ia basahi karena takut istrinya kedinginan.
“Kamu terlihat sangat cantik istriku,” puji Steven.
“Benarkah?”
“Tentu, sepertinya hari ini kita habiskan waktu di dalam kamar. Tidak apa-apa kan sayang?”
“Justru aku yang harus menanyakan kepadamu suamiku, apakah tidak apa-apa kita berdiam diri dikamar?” tanya Azizah balik.
Steven mendekat dan mencium tengkuk leher sang istri dengan sangat mesra, “Yang terpenting sekarang adalah kamu sembuh istriku. Soal berdiam diri di kamar tak jadi masalah, lagipula kita masih banyak waktu di Paris.”
“Suamiku sangat perhatian dan pengertian. Aku jadi semakin cinta,” ucap Azizah.
“Aku pun begitu istriku!” seru Steven.
Setelah menyisir rambut Azizah, Steven berjalan ke arah nakas dan mengambil obat yang sebelumnya telah diberikan oleh rose. Tak lupa pula pria blasteran itu datang menghampiri istrinya dengan membawa segelas air putih untuk Azizah.
“Istriku minumlah obat ini, kamu harus segera sembuh!” pinta Steven.
Azizah menggelengkan kepalanya tanda bahwa ia menolak dan menutup rapat mulutnya dengan kedua tangannya.
“Ayolah istriku!” pinta Steven.
“Emmmmm.” Azizah masih saja menutup mulutnya rapat-rapat.
Maafkan aku sayang, aku harus melakukan cara seperti ini agar kamu bisa meminum obat!
Steven meminum air yang berada ditangannya tanpa menelan air itu, ia menarik tangan Azizah. Pada saat Azizah membuka mulutnya dengan cepat Steven memasukkan dua obat herbal ke dalam mulut istrinya dan mencium bibir istrinya sambil mengeluarkan air minum kedalam mulutnya kemudian disalurkan ke mulut istrinya.
“Uhuk....uhuk..”
Steven dengan cepat memeluk istrinya dan membisikkan, “Maafkan aku Istriku, aku hanya ingin kamu cepat sembuh. Jika aku berbuat salah, maka aku siap menerima konsekuensinya!”
Bukannya marah Azizah malah menangis terharu di dekapan suaminya, sungguh suaminya adalah pria yang begitu perhatian dan begitu baik padanya.
“Dasar pria mesum.”
“Kenapa kamu malah mengatakan aku pria mesum sayang?” tanya Steven.
Azizah mendongakkan kepalanya dan menatap lurus ke wajah suaminya yang begitu tampan, terlihat sekali air mata Azizah yang terus mengalir membuat Steven merasa sangat bersalah.
“Jangan menangis istriku! maafkan aku!” pinta Steven sedih.
“Dasar mesum, aku menangis karena semakin mencintaimu.”
Steven menghapus air mata Azizah dan mencium mesra bibir Istrinya.
Azizah pun membalas ciuman dari suaminya, tapi tidak seagresif yang kemarin-kemarin karena kondisi Azizah yang masih lemas.
“Sekarang kamu istirahat ya istriku!” pinta Steven agar istrinya segera kembali mengistirahatkan tubuhnya.
“Lalu kamu suamiku?”
“Aku akan menemanimu beristirahat!”
“Apakah aku adalah istri yang lemah suamiku?”
“Hei istriku! kenapa kamu berpikir seperti itu?”
__ADS_1
“Tidak apa-apa, aku hanya berpikir bahwa aku terlalu lemah sebagai istri,” balas Azizah.
“Kamu tidak lemah sama sekali justru kamu sangat kuat, buktinya kamu kuat menopang tubuhku saat aku sedang memakan mu,” goda Steven.
“Dasar mesum, lagi-lagi itu yang kamu bahas. Apakah kamu tidak bosan?”
“Untuk apa aku bosan? justru aku senang jika menikmati hari-hari ku bersamamu,” jujur Steven.
“Baiklah aku percaya!” seru Azizah.
Steven mengangkat tubuh istrinya dan membaringkannya ke ranjang dengan sangat lembut, ditutupi tubuh istrinya itu dengan selimut.
Steven tak langsung membaringkan tubuhnya melainkan mengambil ponselnya yang berada di ranjang empuk itu dan mematikan ponselnya agar tidak ada seorangpun yang dapat mengganggunya.
“Apakah tidak apa jika kamu mematikan ponselmu suamiku?” tanya Azizah memastikan.
“Bagiku lebih berbahaya lagi jika ada orang yang mengganggu kemesraan kita istriku, aku hanya ingin kamu cepat sembuh!”
Lagi-lagi Azizah tersentuh dengan ucapan suaminya, sungguh ia merasakan kebahagiaan yang begitu luar biasa setelah dinikahi oleh Steven Walker.
“Baiklah aku akan cepat tidur agar tubuhku sehat kembali, tapi aku ada satu permintaan,” ucap Azizah.
“Katakan saja istriku, apapun itu aku akan menurutinya!”
“Aku ingin kamu menyanyikan sebuah lagu cinta untukku!” pinta Azizah.
Steven tak pernah sama sekali bernyanyi apalagi menyanyikan lagu cinta, jika istrinya meminta untuk pergi ke negara manapun atau meminta dibelikan rumah besar, perhiasan dll.
Steven pasti dengan cepat menurutinya, namun kali ini berbeda. Meski permintaan sang istri terlihat mudah tapi tidak bagi Steven.
“Aku pernah bernyanyi sebelumnya istriku,
bisakah diganti dengan yang lain?” tanya Steven.
Azizah berpikir sejenak dan menemukan hal yang lucu.
“Baiklah, aku ingin kamu berjoget!”
Apa berjoget?
kenapa bukan hal yang lain saja.
Steven memejamkan matanya sejenak kemudian mengangguk kecil.
“Baiklah, akan aku lakukan istriku,” jawab Steven dengan wajah sedikit terpaksa.
Pria blasteran itu turun dari ranjang dan mulai berjoget menggoyangkan pinggulnya, kedua tangannya ia angkat.
Membuat Azizah tertawa senang seolah-olah ia telah sembuh, Steven terlihat seperti badut bagi istrinya.
“Ha..ha.. kamu benar-benar sangat lucu suamiku. Selain tampan suamiku ternyata bisa melucu seperti ini.”
Steven ikut tertawa sambil terus menggoyangkan pinggulnya menghibur istrinya yang sakit.
Setelah dirasa cukup, Azizah meminta agar suaminya berhenti dan naik ke ranjang untuk menemani tidur.
Vote dong!!
Like ❤️ juga..
__ADS_1