
“Ini tidak mungkin!” Teriakan Diandra memenuhi kamarnya.
Wanita ia berterima seperti orang kesetanan, ia mengamuk di dalam kamarnya.
Barang-barang di kamarnya semuanya berantakan seperti habis terjadi gempa bumi.
“Tidak! ini tidak mungkin!” Diandra terus berteriak-teriak di dalam kamar, hatinya begitu hancur ketika melihat postingan Steven di aplikasi Instag*** dengan foto Steven dan juga Azizah ditambah caption “Foto bersama ibu hamil.”
Wanita murahan itu benar-benar kurang ajar, beraninya di hamil anak pria yang aku cintai.
Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus segera kembali ke Jakarta dan membuat dia menyesal karena merebut Steven dariku bahkan beraninya dia hamil.
Diandra bahkan bersumpah akan membuat Azizah menyesal seumur hidupnya karena telah membuatnya menderita, cinta Diandra kepada Steven benar-benar telah membutakan hatinya. Ia begitu terobsesi dengan Steven Walker yang jelas-jelas tidak memandang Diandra sedikitpun bahkan melirik saja Steven tidak pernah.
Diandra berpikir keras bagaimana caranya ia bisa segera kembali ke Indonesia, uangnya memang sudah terkumpul cukup banyak tapi, alasan apa yang bisa membuatnya kembali ke Jakarta sementara kedua orangtuanya melarang keras Diandra untuk kembali ke Jakarta.
Sebaiknya aku kabur saja, toh buat aku berlama-lama disini karena pria yang aku sukai tidak tinggal disini.
Diandra bergegas mengemasi pakaiannya di dalam koper, kebetulan saat itu kedua orangtuanya sedang tidak berada di rumah sehingga membuat Diandra dengan leluasa kabur dari rumah itu.
Wanita itu terlebih dahulu mencari hotel untuknya menginap semalam barulah ia bisa memesan tiket pesawat untuk penerbangannya ke Indonesia.
Mami, papi. Diandra terpaksa kabur dari rumah. Ini semua Diandra lakukan agar Diandra bisa mengambil Steven kembali.
Tidak ada yang bisa memiliki Steven kecuali Diandra.
Setelah ia selesai berkemas, Diandra dengan cepat pergi dari rumah itu. Ia hanya membawa satu koper saja yang cukup besar karena setelah ia sampai di Indonesia lebih tepatnya di Jakarta ia bisa membeli kebutuhan yang lainnya.
Wanita itu menghentikan taxy yang lewat dan segera pergi ke hotel dekat bandara. Berulang kali ia menatap layar ponselnya yang bergambar foto Steven sedang tersenyum memakai jas formal membuat Diandra begitu terobsesi akan ketampanan Steven Walker.
Aku akan membuat kamu melupakan wanita kampungan itu Steven, aku berjanji.
Beberapa jam kemudian.
Akhirnya Diandra sampai di sebuah hotel yang tidak terlalu mewah. Namun, bisa menampungnya untuk tidur semalam.
***
Alex Smith dan Nirmala baru saja pulang dan melihat bahwa pintu tidak terkunci membuat mereka saling melirik satu sama lain.
__ADS_1
“Kenapa pintu depan tidak kunci ya Pi?” tanya Nirmala pada suaminya.
“Mungkin saja Diandra lupa menguncinya,” balas Alex.
“Ya sudah papi sekarang ke kamar, aku mau ke kamar Diandra dulu!”
“Jangan, biarkan saja Diandra dikamarnya. Lihat ini sudah sangat malam anak kita pasti tidur,” cegah Alex.
“Papi benar ya sudah ayo kita ke kamar, mami sangat lelah ingin rasanya segera berbaring dan tidur,” ucap Nirmala.
“Baiklah ayo kita ke kamar!”
Alex dan Nirmala dengan cepat masuk ke dalam kamar mereka tidak tahu jika putri kesayangan mereka telah meninggalkan rumah dan berencana kembali ke Jakarta untuk memisahkan Azizah dan juga Steven.
Sampai di kamar Nirmala langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan riasan diwajahnya serta mengganti pakaiannya dengan pakaian piyama.
“Papi jangan langsung tidur, ke kamar mandi terlebih dahulu kemudian mengganti pakaian,” ucap Nirmala.
Alex yang sedang berbaring akhirnya mengikuti ucapan dari sang istri, sementara Nirmala yang sudah selesai dari aktivitas membersihkan diri segera tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya.
***
Di hotel.
Ia begitu tidak sabaran ingin menemui pria blasteran itu, wanita itu selalu melihat gambar diri Steven seolah foto Steven adalah candu bagi Diandra.
Sebentar lagi Steven, sebentar lagi kamu menjadi milik Diandra selamanya. Camkan itu selamanya..
Aku tidak akan membiarkan wanita kampungan itu memilikimu apalagi sampai melahirkan anak darimu. Karena yang boleh melahirkan anak darimu adalah aku seorang yaitu Diandra.
Diandra lega karena kedua orangtuanya belum juga menghubunginya itu artinya bahwa Alex Smith dan Nirmala belum mengetahui bahwa dirinya telah pergi.
Mami dan papi kalian harus baik-baik selama Diandra pergi, Diandra akan kembali setelah Diandra mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milik Diandra.
Anak kalian ini sedang mencari kebahagiaan yang selama ini tidak pernah Diandra dapatkan.
Perlahan-lahan Diandra memejamkan matanya dan akhirnya ia tertidur pulas.
Ia tertidur dengan memeluk ponsel miliknya yang.
__ADS_1
Keesokan paginya.
Diandra pagi-pagi sekali sudah cek out dari hotel dan bergegas pergi ke bandara dekat hotel, meski jaraknya hanya sekitar 15 menit dan penerbangan Diandra masih 3 jam lagi. Tapi, wanita itu begitu tak sabaran untuk segera kembali ke Jakarta.
Aku datang Steven Walker!
Diandra pergi ke bandara dengan menggunakan taxy, tak butuh waktu lama akhirnya ia sampai di bandara.
Ia duduk di jejeran kursi sambil menunggu pesawat datang karena waktu untuk terbang pesawat masih lama yaitu 3 jam lagi.
~
Sudah jam 8 waktu setempat Diandra belum juga keluar dari kamarnya, Nirmala yang berpikir bahwa sang putri masih tidur akhirnya memutuskan untuk membangunkan Diandra. Namun, saat ia sampai kamar dan membuka pintu kamar anaknya Nirmala terkejut karena kamar yang biasanya rapi berubah seperti kapal pecah.
“Diandra!” teriak Nirmala.
Nirmala mencari-cari Diandra barangkali di kamar mandi, Namun sayangnya Diandra tak berada di kamar mandi. Wanita berumur setengah abad itu langsung menghubungi suaminya yang tengah bekerja untuk segera pulang karena Diandra tidak ada dirumah.
Sangking paniknya Diandra bahkan menghubungi polisi setempat untuk mencari keberadaan Diandra.
1 jam kemudian.
Alex Smith datang dan segera menghampiri Nirmala yang sedari tadi menangis tak henti-hentinya, ia berpikir bahwa Diandra diculik oleh orang jahat yang ingin mencelakai putrinya.
“Diandra pi, Diandra hiks... hiks..” Nirmala terus menangis dipelukan suaminya.
“Bagaimana pak?” tanya Alex pada polisi yang bertugas untuk memeriksa kamar putrinya.
Polisi itu memberitahukan bahwa kamar itu berantakan murni dari ulah Diandra dan tidak ada maling atau pencuri di dalam kamar itu.
Alex dan Nirmala terkejut dengan pemberitahuan dari polisi itu. Tapi, mereka sama sekali tidak berpikir bahwa Diandra kembali ke Jakarta melainkan mereka berpikir bahwa putri mereka sedang pergi untuk menenangkan diri.
“Kalau begitu kami pamit permisi!” ucap polisi dan juga dua rekannya.
“Terima kasih,” balas Alex.
“Hiks... hiks.. Diandra sekarang dimana Pi?” tanya Nirmala.
“Mami tenang saja, Diandra pasti berada di tempat yang aman. Hal seperti ini bukan kali pertamanya terjadi jika 2 hari ini tidak pulang kita akan menghubungi polisi untuk mencarinya,” terang Alex.
__ADS_1
“Baiklah Pi, mami harap Diandra segera pulang.”
Kedua orangtua itu tidak tahu bahwa sang putri kini sedang berada di dalam pesawat menuju Jakarta.