
“Suamiku, ayo bangun jangan tidur nanti kita akan terlambat!”
“Aku sangat lelah sayang, kita akan berangkat siang nanti!”
“Tidak, aku mau berangkat pagi ini. 1 jam lagi bukankah kita harus sudah sampai bandara?”
Steven masih saja tak beranjak dari tidurnya, Azizah kesal dan terus memaksa suaminya agar bangun dari tidurnya.
“Ayo sayang, bangunlah sekarang. Cepat mandi!”
“Baiklah-baiklah, aku bangun sekarang!” ucap Steven.
Steven berjalan dengan mata yang belum terbuka sempurna, ia berjalan dengan keadaan tubuh yang tak memakai sehelai benang pun. Untungnya saja Azizah sudah terlebih dahulu membersihkan diri.
Selesai mandi Azizah menemani Steven yang memang belum sarapan, Azizah yang sudah sarapan itu akhirnya kembali makan setelah melihat suaminya makan.
Para bodyguard dan para pelayan berdiri tak jauh dari mereka, Steven sengaja mengumpulkan mereka karena untuk beberapa bulan ia dan Azizah akan pergi berlibur ke Paris sekaligus berbulan madu disana.
“Kalian mengerti!” ucap Steven setelah menjelaskan panjang lebar tentang peraturan rumah selama ia dan Azizah pergi ke Paris.
“Kami mengerti tuan muda!” seru mereka.
“Baiklah, kalau begitu kami akan pergi. Gaji kalian akan aku transfer!”
“Terima kasih tuan muda!”
Suami istri itu kemudian pergi dengan mobil yang dikendarai oleh Galih.
Sesampainya mereka di Bandara, Steven langsung memberikan amplop yang berisikan uang tunai untuk Panti asuhan Jannah.
“Berilah amplop ini kepada pemilik yayasan panti asuhan Jannah, sampaikan salam ku kepada mereka!” pesan Steven.
“Baik tuan muda, terima kasih!”
“Gajimu akan ku transfer 1 bulan penuh.”
“Tapi tuan muda saya kan baru bekerja dengan anda!”
“Tidak masalah,” sahut Steven santai.
Galih tersenyum lebar nampak jelas matanya berkaca-kaca karena kebaikan majikannya itu, Azizah yang melihat kedermawanan suaminya ikut tersentuh.
“Kami pergi!” ucap Steven.
“Hati-hati tuan muda dan nyonya muda!”
“Bye-bye Galih!” ucap Azizah.
Azizah berjalan dengan mengandeng lengan suaminya, begitupun dengan Steven yang berjalan sambil merangkul pinggang ramping Azizah.
“Ya ampun, aku merasa gugup,” ucap Azizah sambil mengusap-usap dadanya.
“Gugup kenapa sayang?” tanya Steven penasaran.
Mereka kini telah berada di dalam pesawat, seperti biasanya Steven akan memakai pesawat pribadi lengkap dengan awak pesawat serta beberapa pelayan untuk melayani mereka berdua.
“Ini pertama kalinya aku pergi ke luar negeri sayang!” seru Azizah polos.
Steven tertawa kecil dan mengecup kening istrinya.
“Kamu tinggalkan sebutkan negara mana yang mau kita kunjungi, aku akan membuatmu merasakan bagaimana dunia ini!”
“Untuk sekarang aku hanya ingin ke Paris dan mungkin ke Inggris tempat nenek dan lainnya tinggal!” seru Azizah.
__ADS_1
“Lain waktu kita ke sana!”
Azizah terus menempel pada Steven, ia begitu manja dengan suaminya.
Steven sama sekali tak risih justru ini kesempatannya untuk bisa berdekatan dengan istri tercinta.
Tiba-tiba Steven ingat akan Azizah dan Dimas.
“Dimas bicara apa saja?” tanya Steven.
“Dimas hanya memberitahukan ku bahwa anaknya telah meninggal karena keracunan obat,” jujur Azizah.
“Bayi yang malang, lalu dia mengatakan apalagi?” tanya Steven penasaran.
“Tidak ada,” ucap Azizah tak ingin panjang lebar.
“Aku tidak ingin kamu menerima teleponnya lagi!” pinta Azizah.
“Baiklah suamiku,” balas Azizah.
Perjalanan menuju Paris membutuhkan waktu kurang lebih 18 jam, Azizah dan Steven mengisi kejenuhan mereka di dalam pesawat dengan bergurau dan bermesraan di dalam pesawat.
Azizah tiba-tiba mengantuk dan ingin mengistirahatkan tubuh serta mata.
Steven pun mengajak istrinya untuk tidur bersama di kamar pesawat pribadinya.
“Selamat tidur istriku muaccch!” ucap Steven dan mengecup kening serta bibir Istrinya.
“Selamat tidur juga suamiku!” seru Azizah.
Azizah tidur dengan beralaskan bahu suaminya.
Di Magetan
Sudah dari pagi Rika masuk ke ruang operasi, Yana berharap jika sang mami bisa berhasil melewati masa kritisnya.
“Semoga operasi mami berjalan lancar Pi,
Yana tidak mau mami meninggalkan kita,” ucap Yana.
“Kita serahkan semua sama Allah nak!”
Yana benar-benar gelisah, entah berapa kali ia bolak-balik menatap ke arah kaca ruang operasi.
1 jam kemudian.
Seorang dokter pria yang terlihat banyak sekali uban di kepalanya keluar dari ruang operasi, meski rambutnya sudah beruban namun wajahnya nampak awet muda seperti umur 40 an.
Ia tersenyum kepada Danu dan yang lainnya.
“Alhamdulillah, operasi berjalan sangat lancar,” ucap dokter.
Mendengar ucapan dari sang dokter Yana langsung memeluk Danu, ia menangis harus berkali-kali ia ucapkan syukur kepada Allah SWT.
“Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah. Terima kasih telah mendengarkan do'a Yana!” ucap Yana.
Mike pun menangis haru, “Alhamdulillah.”
Rika langsung dipindahkan ke ruang rawat.
Yana terus menemani Rika, kini Yana dan yang lainnya bernafas lega.
“Sekarang kita tinggal menunggu mami sadarkan diri, kamu mau makan Yana?” tanya Mike.
__ADS_1
“Boleh, tapi kamu pergi sendiri ya Mike!
Aku masih ingin disini menemani mami!”
“Baiklah!”
“Mike, papi ikut!” seru Danu.
Danu dan calon menantunya pergi meninggalkan Yana dan Rika.
“Terima kasih Mike, kamu telah menemani kami selama ini!”
“Yana calon istri Mike, papi dan mami adalah Calon mertua Mike. Jadi sudah sepatutnya Mike disini!” seru Mike.
“Papi tidak salah memilih kamu sebagai menantu kami, meski dengan kejadian konyol kamu dan Yana,” ucap Danu sambil mengingat kejadian Yana dan Mike bertemu di Amerika.
Mike menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum tipis.
Yana terus memandangi Rika yang masih memejamkan mata.
Sekarang Yana tinggal menunggu mami tersadar, mami cepat ya!
Yana ingin menghabiskan waktu bersama mami lebih banyak lagi, Yana sayang sama mami jadi mami jangan pernah tinggalkan Yana sendirian.
Yana mencium pipi Rika berulang kali, ia berharap agar maminya cepat bangun.
******
Danu dan Mike telah kembali dengan membawa beberapa bungkus nasi dan lauk.
“Sini Yana kita makan!” ajak Mike.
Mike membuka bungkus nasi milik Yana dan memberikannya kepada Yana.
Terima kasih Mike, selama ini kamu yang menemani aku disini.
Aku sangat beruntung memiliki kamu.
“Yana kamu kenapa menatapku seperti itu apa ada yang aneh di wajahku?” tanya Mike.
“Ti...tidak ada!” seru Yana.
Danu sudah terlebih dahulu menikmati makanan, ia tak ingin mengganggu pasangan kekasih itu.
“Ini apa Mike?” tanya Yana.
“Aku tidak tahu, mereka bilang ini jamur krispi,” ucap Mike.
Yana lalu mengambil jamur krispi itu dan melahapnya.
“Renyah dan enak!” kata Yana.
“Habiskan Yana kalau kamu suka!” seru Mike.
*Syukurlah selera makan kamu kembali seperti semula dengan begini aku merasa tenang.
Cepat sadarlah mami, agar Mike juga segera menikahi Yana*.
Vote poin/koin kalian..
harus teman-teman author maksa biar tambah semangat.. 😤😤
Like ❤️ dan tambahkan favorit kalian...
__ADS_1