Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 200


__ADS_3

Wajah Steven terlihat sangat panik, ia bahkan terus menerus menunggu istrinya.


Saat mobil sudah memasuki kawasan perusahaan dengan cepat Steven menghampiri mobil itu dan menghentikannya.


“Buka sayang!” pinta Steven.


Azizah membuka pintu mobil lalu turun dari mobil dengan cepat Steven memeluk istrinya tubuh Steven saat itu terasa gemetar bahkan Azizah bisa merasakannya.


“Maaf sayang.” Hanya kata-kata maaf yang hanya bisa diucapkan oleh mulut sexy Azizah.


Steven belum juga merespon, pria itu masih terlihat ketakutan karena wanita yang berada di dekapannya hampir saja terluka.


Galih yang masih di dalam mobil meneruskan lajunya untuk memarkirkan mobil di rest area parkir.


“Jangan ulangi kesalahan seperti ini lagi sayang, ayo kita masuk ke dalam!” ajak Steven.


Azizah terdiam dan terus mengikuti pria yang kini merangkulnya.


“Kamu tidak marah sayang?” tanya Azizah.


“Untuk?” tanya Steven.


“Untuk hal yang tadi.”


“Tidak sayang, aku tidak bisa memarahi kamu. Siapapun mobil yang mengikuti kalian aku akan berusaha menangkapnya,” ucap Steven serius.


“Terima kasih sayang!”


Mereka berdua berjalan memasuki ruang kerja Steven Walker, para pegawai dengan cepat tersenyum dan menyapa Azizah dan Steven setiap berpapasan.


Sesampainya di ruang kerja Steven, pria itu langsung menuntun sang istri masuk ke dalam kamar.


“Kamu harus aku hukum sayang,” ucap Steven.


“Hukum?” tanya Azizah memastikan pendengarnya baik-baik saja.


Steven tak menjawab, justru ia melancarkan aksinya untuk menciumi sang istri bahkan tak segan-segan memberikan kissmark dileher putih sang istri.


Azizah tak bisa menolak. Ia pun mengikuti permainan nakal dari sang suami.


1 jam kemudian.


Steven memperbaiki pakaiannya dan meninggalkan sang istri yang sedang tertidur pulas.


“Aku pergi sebentar ya sayang,” ucap Steven membisikkan ditelinga Azizah.


Azizah menggerakkan tubuhnya sedikit. Namun, tidak sampai terbangun.


Steven keluar dari kamar dan bergegas ke ruang rapat.


“Selamat siang CEO!” sapa para pegawai yang mengikuti rapat.


Steven mengangguk kecil dan meminta mereka untuk segera menunjukkan pekerjaan mereka masing-masing.

__ADS_1


**


Rapat akhirnya selesai, Steven dengan cepat kembali menemui sang istri.


“Sayang!” panggil Steven yang telah memasuki ruangannya.


“Iya sayang,” sahut Azizah lalu menghampiri sang suami kemudian memberikan kecupan mesra di pipi sang suami.


“Kita pulang ya sayang!” ajak Steven.


“Bukankah kamu masih ada pekerjaan yang lain sayang?” tanya Azizah.


“Besok bisa aku kerjakan sayang, perasaanku entah kenapa dari tadi terasa tidak enak sayang.” Steven merasakan akan terjadi sesuatu. Namun, dengan cepat ia membuang jauh pikirannya.


“Ya sudah, aku ambil tas dulu,” ucap Azizah dan kembali ke kamar untuk mengambil tas kecil miliknya.


Tak ingin berlama-lama mereka pun turun untuk segera kembali ke rumah.


Ternyata dari kejauhan ada seorang wanita yang memperhatikan jalur keluar masuk kendaraan untuk para pegawai perusahaan.


Kita lihat saja, hari ini juga aku berjanji untuk membuatmu tak bisa lagi bersama dengan pria ku.


Mobil mereka akhirnya keluar, di dalam mobil Steven terus saja memeluk tubuh Azizah bahkan mengajak bayi mereka di dalam perut Azizah berbicara.


Ponsel milik Steven berbunyi dengan cepat pria itu menerimanya.


Cukup lama berbicara dengan penelepon, Steven memutuskan untuk mampir ke cafe.


“Galih kita berhenti di cafe lestari ya!” perintah Galih.


“Kamu mau ngapain sayang?” tanya Azizah penasaran.


“Klien ku memintaku untuk bertemu sayang, hanya sebentar saja. Kamu tunggu saja di mobil ya!”


“Baiklah!” seru Azizah dan kembali bermanja-manja dengan sang suami.


Tak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai, jarak cafe lestari memang tidak terlalu jauh.


“Aku ke dalam dulu ya sayang,” ucap Steven sambil membelai rambut Azizah.


Azizah membuka jendela kaca mobil dan melambaikan tangannya.


“Aku menunggumu sayang!” teriak Azizah dengan sangat semangat.


Steven turun dari mobil dengan tergesa-gesa, ia ingin segera menemui kliennya dan setelah itu langsung kembali ke rumah.


Dari belakang mobil berwarna hitam bersiap-siap melakukan aksinya.


Ternyata benar dugaan ku, wanita kampungan itu ikut bersama Steven.


Sekarang waktunya aku membalas dendam ku wanita sial*n.


“Bruk.. bruk...” Berulang kali mobil milik Diandra menabrak mobil yang dinaiki Azizah.

__ADS_1


“Bruk...bruk..”


Entah apa yang dipikirkan oleh Diandra hingga berani melakukan hal gila seperti itu, ia bahkan tidak memikirkan nyawanya sendiri yang bisa jadi ia juga ikut celaka.


Mobil itu bahkan terus menabrakan dengan kecepatan tinggi dan terus menabrakan dan menggiring ke jalan raya.


Di dalam mobil Azizah dan Galih sangatlah panik, Galih berusaha sekuat tenaga untuk mengindari perbuatan gila yang dilakukan oleh pemilik mobil dibelakangnya.


“Ya Allah!” teriak Azizah ketakutan bahkan tubuhnya terguncang karena tabrakan yang terus-menerus di lakukan oleh mobil yang berada di tepat dibelakang.


“Nyonya muda!” teriak Galih. Galih berusaha menghindarinya. Namun, semuanya sia-sia saja.


Karena serangan begitu kencang ditambah di depan mobil mereka ada sebuah truk dan akhirnya Galih tak sadarkan diri.


Diandra kehilangan kendali hingga ia menabrak trotoar jalan dengan begitu kencang.


“Duuuuuuaaaarrrr!” Suara ledekan kencang.


Penghuni cafe dipastikan tidak bisa mendengar karena kebetulan musik di dalam cafe cukup kencang dan Steven berada di posisi yang paling dalam.


Para pejalan kaki berteriak-teriak meminta tolong menyaksikan kejadian yang sangat mengerikan, para pria disekitar itu menolong korban yang berada di dalam mobil berharap penghuni mobil selamat.


Steven yang baru saja keluar dari cafe terkejut karena melihat kecelakaan yang terlihat sangat disengaja.


“Sayang!” teriak Steven.


Steven benar-benar terkejut karena mobil miliknya sudah tidak berada di posisi sebelumnya bahkan cukup jauh dan terlihat hancur di bagian belakang mobil.


Pria blasteran itu berlari dengan sekuat tenaga memastikan bahwa Galih, istrinya dan calon anak mereka baik-baik saja.


Sementara Mobil yang dikendarai oleh Diandra sudah tidak seperti mobil lagi, api terus membesar memastikan bahwa penghuni di dalam sudah mati terpangg*ng.


2 mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api yang telah membakar mobil.


Azizah dan Galih berhasil dikeluarkan dari mobil, dengan cepat ambulans datang dan membawa mereka ke rumah sakit terdekat.


Steven tak henti-hentinya menangis melihat kondisi sang istri. Bagian punggung serta kepala sang istri berlumuran darah.


Galih yang juga menjadi korban dari ulah Diandra terlihat sangat memprihatikan.


“Sayang, maafkan aku sayang. Tolong bangunlah!” Berulang kali Steven meminta sang istri untuk bangun.


Ia sudah tidak bisa berpikir apa-apa lagi saat itu, keadaan Steven benar-benar berantakan.


Pemberitaan sudah tersebar dimana-mana karena insiden tersebut.


Adam dan orang rumah panik saat mengetahui kecelakaan yang menimpa menantu mereka dan juga sang sopir.


“Ya Allah menantu kita!” teriak Yuli panik.


Adam tidak bisa berkata apa-apa lagi, ia berusaha fokus menyetir mobil menuju rumah sakit tempat menantu dan juga sopirnya di rawat.


Ya Allah tolong selamatkan Kak Azizah, keponakan aku dan juga Galih.

__ADS_1


Mariska juga ikut menangis, ia sangat takut jika terjadi sesuatu yang tidak-tidak terhadap mereka.


__ADS_2