Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 78


__ADS_3

Waktu telah menunjukkan pukul. 21.00 wib.


Namun Steven belum juga pulang, Azizah bahkan menunggu Steven di ruang tamu hingga akhirnya ia tertidur.


Para pelayan tak berani membangunkan Azizah apalagi jam kerja mereka telah berakhir, mereka bekerja dari jam 3 pagi sama jam 8 malam. Kalaupun mereka bekerja lebih dari waktu yang ditentukan maka itu sudah terhitung lembur, gaji mereka tentu saja tidak tanggung-tanggung perbulan mereka akan digaji dengan bayaran pokok Rp. 4.000.000,- belum termasuk kebutuhan mereka lainnya.


Itu semua sebanding dengan pekerjaan mereka yang mengurus rumah Steven bak istana itu. Kamar saja mencapai 10 kamar itu baru dilantai dasar, belum lagi kamar-kamar yang lain yang berada di lantai atas.


Steven akhirnya sampai rumah saat membuka pintu ia melihat Azizah yang terlelap.


Apa dia menungguku pulang?


Perlahan Steven mendekat ke arah istrinya itu dan mengangkat tubuh Azizah, Steven tak berjalan menggunakan anak tangga ia menggunakan lift karena dirasa cepat dan agar Azizah tidak terbangun.


Sampailah mereka dikamar, Steven merebahkan tubuh Azizah m Kemudian Steven berjalan mendekati almari untuk mengganti pakaian dengan piyama.


Sepertinya malam ini aku dan Azizah tidur seperti biasa, ingin sekali aku memintanya tapi melihat ia yang sudah terlelap membuatku tidak tega untuk membangunkannya.


Steven pun merebahkan tubuhnya dan memeluk tubuh Azizah dari belakang tak lupa ia mencium bibir Azizah terlebih dahulu.


“Aku mencintaimu Azizah, selamanya kita akan bersama itu janjiku sebelum kita menikah dan sesudah menikah janjiku tak akan pernah berubah,” ucap Steven sambil membisikkan kata-kata itu ditelinga Azizah.


🌻🌻🌻


Pagi yang cerah membangunkan Azizah ia mencoba bangun namun tubuhnya tak bisa bergerak sedikitpun dikarenakan tangan kekar Steven memeluk Azizah begitu erat.


Steven sudah pulang tapi kenapa tidak membangunkan aku? Pulang jam berapa dia semalam?


Berbagai pertanyaan melintas dipikiran Azizah.


“Selamat pagi istriku sayang!” sapa Steven dan makin memeluk tubuh Azizah erat.


“Selamat pagi juga mas sayang sekaligus suamiku sayang, bisa tolong lepaskan!” pinta Azizah.


Bukannya melepaskan Steven malah mengubah posisi dengan tubuh Azizah yang kini berada diatas tubuh Steven.


“Steven apa yang kamu lakukan, lepaskan aku!” pinta Azizah sambil meronta-ronta untuk dilepaskan.


“Tidak ada, kali ini tidak ada kesempatan untuk kamu melarikan diri dariku,” ucap Steven.


“Lepaskan Steven, aku akan kentut lagi seperti yang kemarin.”


“Coba aja!”


Azizah tak dapat berkutik lagi ia benar-benar kehabisan alasan agar Steven menjauhinya.


“Tutup matamu!” pinta Steven.


“Un...untuk a..apa?” tanya Azizah terbata-bata.


“Aku ingin mencium bibirmu istriku sayang,” bisik Steven.


“Ini masih terlalu pagi Steven, aku mandi dulu ya!”

__ADS_1


Tak tahan lagi Steven pun mencium bibir Azizah, Azizah yang berusaha untuk lepas dari sang suami akhirnya tidak bisa ia pun pasrah dan mengikuti permainan dari Steven.


Terlihat sekali jika Steven tak sabaran seperti orang kelaparan Azizah yang awalnya diatas Steven kini telah berubah posisi menjadi di bawah tubuh Steven.


Tok....tok...


Mendengar suara ketukan Steven terperanjat dan segera menyudahi ciumannya bersama Azizah.


Sial, pagi-pagi begini sudah ada yang mengganggu.


Wajah Steven terlihat tak senang, Azizah paham dengan perasaan Steven yang tidak suka diganggu.


“Biar aku yang buka!” ucap Steven dan merapikan rambutnya yang sedikit berantakan akibat Steven.


“Siapa?” tanya Azizah yang masih berdiri didekat pintu tanpa membuka pintu.


“Mariska kak!” ternyata yang mengganggu mereka adalah Mariska.


“Ceklek”


“Ada apa?” tanya Azizah sambil berdiri di tengah pintu dan sedikit menutup pintu.


“Kak Steven mana kak?” tanya Mariska.


“Se...sedang mandi,” ucap Azizah berbohong ia tidak ingin Mariska menemui Steven saat suasana hatinya sedang tidak baik.


“Ya sudah, Mariska tinggal ya!”


Azizah heran terhadap Mariska kenapa yang dicari hanya sang suami dan bukan dirinya.


Azizah cukup kaget dengan sikap Steven yang terlihat tak sabaran.


“Steven berhenti!” pinta Azizah sambil menjauhkan tubuh Steven.


Steven pun mengikuti permintaan Azizah.


“Kenapa?” tanya Steven sambil memainkan bibir Azizah.


“Steven berhenti, aku serius ini!”


“Ada apa istriku sayang?”


“Mariska sepertinya ingin menemui dan bukan aku,” ucap Azizah.


“Jangan bahas dia itu tidak penting gara-gara dia kita terganggu,” cetus Steven.


“Tidak boleh begitu sekarang kamu mandi dan temui Mariska dibawah!”


Steven tak menjawab ucapan dari sang istri malah Steven mendekap tubuh Azizah.


“Aku ingin kamu nanti malam istriku sayang,” ucap Steven berbisik.


*Deg.. deg...

__ADS_1


Oh ya ampun, apakah itu artinya aku dan Steven? Bagaimana ini kenapa jantungku berdebar kencang seperti ini, siap tidak siap yang harus siap apalagi ini permintaan suami*.


“Kenapa jantungmu berdetak sangat kencang sayang?” tanya Steven yang masih mendekap tubuh Azizah.


Azizah sangat malu ia dengan kuat melepaskan dekapan Steven.


“Si...siapa yang berdetak kencang?” tanya Azizah gugup.


“Kamu tidak perlu malu, bagaimanapun hal itu akan terjadi,” jelas Steven.


“A...aku a...aku...” Azizah benar-benar tak bisa melanjutkan ucapannya.


“Baiklah, nanti malam!” seru Steven kemudian ia mengambil handuk dan melangkah kakinya ke kamar mandi.


Oh tidak Bagaimana ini? bagaimana ini?


Apakah aku harus menanyakan hal itu kepada Fauziah dan Puput?


Azizah menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak gatal ia begitu bingung apa yang harus ia lakukan saat malam itu tiba.


Ya aku harus ke kampus dan menanyakan hal itu kepada mereka, tapi yang menjadi permasalahannya apakah mereka mengerti tentang itu padahal mereka belum menikah, aaaaaahhhhhhhhh.....


“Istriku sayang!” panggil Steven yang memperlihatkan sebagian tubuh atasnya di pintu yang terbuka setengah.


“A...ada a...apa?” tanya Azizah gugup karena dada kekar Steven terlihat sangat jelas membuat Azizah malu-malu.


“Hari ini aku ingin ke perusahaan, tolong siapkan setelan jas kerja!” pinta Steven.


“Ba... baiklah akan aku siapkan,” sahut Azizah.


Azizah berjalan ke arah almari khusus kemeja dan jas kerja Steven, Azizah cukup bingung untuk memilih setelan jas kerja yang akan dipakai oleh Steven.


15 menit kemudian.


Karena sudah bingung memikirkan jas kerja yang tepat akhirnya Azizah memilih setelan jas kerja berwarna abu tua tak lupa dasi berwarna senada.


Yang ini saja kalau Steven tidak cocok biar dia pilih setelan jas kerja sendiri.


“Sudah kamu siapakan istriku sayang?” tanya Steven yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Azizah tercengang melihat Steven yang hanya memakai handuk, rambutnya yang masih basah membuat Steven terlihat begitu tampan belum lagi otot tangan dan dada Steven yang begitu kencang membuat Azizah tak mampu menelan Salivanya.


Steven sangat tampan Ya Allah, sungguh luar biasa ciptaan-Mu ini.


“Sudah puas memperhatikan tubuhku?” tanya Steven dengan menyunggingkan senyumnya.


“Belum,” sahut Azizah.


“Ma...maksudku adalah aku belum mandi,” ucap Azizah membenarkan ucapannya ia lalu mengambil handuk dan berlari ke arah kamar mandi.


Bodoh dasar kamu Azizah, haduh kenapa aku malah seperti ini di depan Steven. Kenapa gugup setiap melihat Steven seperti itu rasanya tubuhku seperti kesetrum listrik dari bawah sampai atas.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Vote ya 🙏🙏🙏 Like ❤️ komen 👇.


__ADS_2