Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 61


__ADS_3

Diandra benar-benar marah saat itu juga, kamar tidurnya diporak-porandakan.


Ia sangat emosi akibat pemecatannya yang terbilang sangat memalukan apalagi kini nama di sudah tercoreng, ia bahkan malu untuk keluar rumah.


“Sialan! kenapa ini bisa terjadi? usahaku untuk mendekati Steven gagal dan sekarang karierku hancur!” teriak Diandra.


Diandra dari dulu sudah tergila-gila dengan Steven bahkan saat Steven mencintai gadis lain.


“Kenapa kamu tidak pernah melihatku Steven? apa kurangnya aku buat kamu, dari dulu aku selalu mendekatimu tapi kamu tidak pernah memandangku dengan kedua matamu!” teriak Diandra lagi.


Nirmala yang tak lain ibu Diandra datang menghampiri sang putri.


“Kamu kenapa lagi Diandra? bukankah kamu bersyukur karena kamu tidak dimasukkan ke dalam penjara oleh Steven. Sadar nak, ini tidak baik untuk kamu,” ucap Nirmala menyadarkan sang putri bahwa apa yang dilakukan Diandra bukanlah hal baik.


“Bersyukur Mami bilang? aku sudah menyukai Steven dari kami bersekolah di Inggris Mi, mami tahu kan kenapa Diandra mau tinggal di Indonesia?”


“Sadar nak, apa yang kamu lakukan itu adalah salah. Lihat papi kamu itu, sekarang papi kamu pusing karena perusahaan milik kita sedang ada masalah, saham kita tiba-tiba turun drastis,” ucap Nirmala.


Dari dulu memang Diandra sering dimanja oleh Alex Smith yang tak lain Ayah Diandra.


Nirmala sama sekali tidak suka dengan perlakuan sang suami yang terlalu memanjakan sang putri, Nirmala bahkan dulu sempat memutuskan untuk bercerai dari Alex karena memprioritaskan kemauan sang putri.


“Apa? tidak mungkin mi. Papi itu termasuk orang kaya se-Indonesia tidak mungkin kalau perusahaan kita mengalami masalah apalagi sampai saham kita turun,” ucap Diandra tak percaya.


“Sekarang kamu pilih tetap pada pendirian kamu untuk mengejar pria yang sama sekali tidak pernah memandang kamu atau kamu berhenti mengejar dia dan kita sekeluarga pindah keluar negeri?”


“Apa?”


“Mami kasih waktu kamu untuk berpikir sampai nanti malam, kalau kamu masih dengan pendirian kamu mami pastikan akan bercerai dengan papimu dan meninggalkan kamu, camkan itu Diandra!”


Diandra sangat terkejut, wanita yang sedari dulu lembut dengan tutur katanya tiba-tiba berubah 180° menjadi wanita yang tegas.


Gadis itu bahkan ketakutan saat melihat ibunya berbicara dengan nada yang begitu tegas.


Di Magetan.


Rika berdandan layaknya pengantin meski tidak terlalu tebal polesannya. Ya pagi itu adalah hari dimana untuk yang kedua kalinya Danu dan Rika menikah setelah 11 tahun berpisah, meski ini bukan yang pertama kali tetap saja suami istri itu yang sebentar lagi sah masih merasakan grogi.


Pernikahan mereka hanya disaksikan oleh segelintir orang karena mereka hanya melakukan ijab qobul saja.


Mike dan Yana duduk dibarisan kursi kosong, pernikahan itu diadakan di KUA atau biasa disebut dengan kantor urusan agama.


“Sebentar lagi kita akan seperti sayang.” Mike berbisik di telinga Yana.


Yana terkekeh geli, ia benar-benar geli karena Mike membisikkan kata-kata manis itu di telinganya.

__ADS_1


Akhirnya pernikahan yang berlangsung khidmat itu selesai juga. Rika tersenyum bahagia, akhirnya ia bisa berkumpul kembali.


“Terima kasih mas karena sudah menerima aku kembali,” ucap Rika pada Danu yang kini telah menjadi suaminya.


“Aku juga berterima kasih karena kamu mau menerima pernikahan ini.”


Yana menangis bahagia, rasanya saat itu adalah mimpi yang begitu indah.


Mimpi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.


Danu mengambil ponsel pintarnya dan segera menghubungi keluarga di Malaysia, Noor yang mendengar bahwa sang anak yaitu Danu kembali menikah dengan Rika ikut bahagia.


“Assalamualaiku bu.”


“Waalaikumsalam.”


“Danu dan Rika sudah sah menjadi suami istri Bu!”


“Alhamdulillah, semoga kalian berbahagia sampai kakek nenek, maaf kami keluarga di Malaysia tidak turut hadir dalam pernikahan kalian.”


“Ibu jangan bicara seperti itu, Rika lah yang seharusnya minta maaf. Maafkan Rika Bu karena selama ini membuat mas Danu, Yana mau keluarga di Malaysia bersedih.” Kini giliran Rika yang berbicara.


“Lupakanlah masa lalu nak! sekarang kamu telah menjadi istri Danu kembali. Ibu sangat berharap kamu bisa menjalankan amanah kamu sebagai istri dan seorang ibu untuk Yana.”


“Pasti Bu, ibu tidak perlu khawatir Rika akan menjalankan amanah ini sebaik mungkin sampai maut menjemput Rika.”


“Mike bawa bungkusan yang itu!” perintah Yana pada Mike.


Yana begitu semangat membagikan makanan kepada para tetangga, banyak pula pasang mata yang memandang Mike dengan mata telanjang mereka. Wajah yang terlihat jelas ke bule-bulean membuat Mike seperti layaknya tontonan menarik bagi yang melihat Mike.


Yana dengan bangganya tersenyum ke arah Mike, Yana sama sekali tak cemburu selama Mike tidak membalas tatapan mereka.


“Sudah habis, waktunya kita pulang!”


Sepasang kekasih itu pun kembali kerumah.


Didalam rumah terlihat suami istri yang baru menikah itu duduk bersama dan sedang menonton TV.


“Cie... yang pengantin baru!” Goda Yana.


“Kamu ini ngomong apa? ayo duduk disini!” pinta Danu mengajak Mike dan Yana duduk.


“Oke Pi!” seru Yana.


Mereka berempat akhirnya sama-sama duduk dan menonton TV. Yana tiba-tiba teringat belum memberitahukan tentang pernikahan kedua orangtuanya kepada Azizah.

__ADS_1


Di Jakarta.


Azizah sedang membaringkan tubuhnya akibat kelelahan.


Terdengar getaran ponsel membuat Azizah membangunkan tubuhnya dan berjalan menuju meja kecil dekat sofa.


Terpampang jelas bahwa sumber bunyi yang dihasilkan oleh ponselnya karena ada pesan dari sang sahabat.


💌 Yana.


“Azizah maaf aku baru memberitahukan dirimu, papi dan mamiku sekarang sudah sah menjadi suami istri. Lain kali kamu ajaklah calon suamimu main ke Magetan.”


Membaca isi pesan dari sang sahabat membuat hati Azizah berbunga-bunga.


Akhirnya kebahagiaan untuk sang sahabat datang juga.


Terima kasih Ya Allah hamba ikut senang mendengar berita baik ini, akhirnya Yana bisa berkumpul lagi dengan kedua orangtuanya.


Sejak kecil Yana memang mengharapkan kasih sayang seutuhnya dari kedua orangtuanya, semoga kebahagiaan hamba dan Yana berlangsung selamanya... Amin Ya Robbalalamin...


Tok... tok...


“Siapa?” tanya Azizah saat pintu kamarnya diketuk.


“Ini bibi!”


“Masuk saja bi, tidak aku kunci!” perintah Azizah.


Pelayan itu kemudian masuk dan memberikan secangkir susu serta beberapa buah-buahan.


“Susu dan buah-buahan ini kenapa dibawa kesini bi? aku tadi tidak memintanya,” ucap Azizah terheran-heran.


“Memang bukan nona muda yang meminta, tadi nyonya besar Teressa yang meminta saya membawakan susu dan buah-buahan ini. Kata nyonya besar Teressa nona harus menghabiskan semua ini karena nyonya besar tahu bahwa nona muda Azizah sedari tadi tidak bisa diam karena sibuk membantu kami,” terang pelayan.


“Terima kasih Bi, sini biar aku saja yang meletakkan di meja!”


“Kalau begitu saya permisi nona muda!”


Nenek sangat baik, begitu perhatian.


Semenjak aku masuk di keluarga Steven hidupku berubah drastis, mereka benar-benar baik kepadaku.


😭


Sudah baca kan? Sekarang waktunya kalian vote teman-teman biar author update tiap hari.. 😈😭

__ADS_1


Jangan lupa tambahkan favorit kalian, Like ❤️ komen 👇...


Terima kasih atas kunjungan dan semuanya...


__ADS_2