Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 144


__ADS_3

Steven dan Azizah sedang berada di ruang khusus kandungan, terlihat seorang dokter yang berumur sekitar 40 tahunan berjalan menghampiri Azizah dan meminta Azizah untuk berbaring di ranjang pasien.


Dokter itu menyibakkan baju yang dikenakan Azizah dan mulai memeriksa perut Azizah dengan sedikit memberikan pijatan memakai alat khusus.


Steven menangis terharu saat melihat gambaran kecil dari layar monitor Ultrasonografi (USG).


“Apakah ini anak kami dokter?” tanya Steven takjub dengan apa yang ia lihat, perasaannya benar-benar terharu sekaligus bahagia yang tidak bisa ia jabarkan dengan kata-kata.


“Benar tuan Steven, janinnya masih kecil,” balas dokter itu.


10 menit kemudian.


“Dari pemeriksaan, kandungan nyonya Azizah sekarang berusia 3 Minggu.


Saya sarankan agar nyonya tidak banyak melakukan aktivitas yang bisa membuat anda lelah dan jika mengalami mual-mual saat pagi atau mencium bau makanan itu tidak apa-apa, karena itu hal yang wajar terjadi namun ada beberapa ibu hamil yang tidak mengalami fase-fase mual seperti itu,” terang sang dokter.


Aku tidak pernah melakukan aktivitas yang memberatkan malah Steven melarang ku untuk berjalan dan melakukan hal kecil lainnya yang mana membuatku sedikit kesal namun ada sisi romantisnya hi..hi..


Steven berulang kali mencium punggung tangan Azizah.


Setelah berbincang-bincang cukup lama mengenai masalah kehamilan, Steven dan Azizah memutuskan untuk kembali ke rumah.


Sepanjang perjalanan menuju rumah, Steven tak henti-hentinya menatap ke arah Azizah hingga membuat Azizah sedikit canggung karena tatapan penuh cinta dari suaminya.


“Sayang hentikan, kita sedang ada di dalam mobil,” ucap Azizah berbisik pada suaminya.


“Memangnya kenapa aku hanya menatapmu istriku!”


“Kamu boleh menatapku seperti ini jika sudah sampai kamar, kamu membuatku menjadi sangat canggung,” balas Azizah.


Bukannya berhenti Steven malah mengangkat tubuh Azizah dan memangku istrinya itu, membuat Azizah tak bisa berbuat apa-apa karena ulah suaminya.


Aku memintanya untuk tidak menatapku sekarang malah memangku diriku.


🍃🍃


Dikediaman Steven Walker.


Rumah terasa sangat sepi karena Adam, Yuli dan Mariska tidak berada dirumah.


Azizah sedang merebahkan dirinya di ranjang bersama dengan suami tercintanya.


“Sebentar lagi Yana dan Mike akan melangsungkan pernikahan sayang, aku ingin kita menghadiri pernikahan mereka sekaligus menikmati malam Minggu kita di alun-alun Magetan!” pinta Azizah.

__ADS_1


“Iya sayang, kita akan ke Magetan tapi kamu harus menjaga kesehatan kamu terlebih dahulu,” balas Steven.


“Aku sudah sangat sehat sayang, pokoknya aku ingin kesana!”


“Iya istriku!”


Azizah berpindah posisi dan tidur tepat di dada suaminya, Steven biarkan Azizah melakukan apapun sesukanya yang terpenting istrinya itu tak beranjak dari tempat tidur.


“Uwek... uwek...”


Azizah tiba-tiba merasakan mual dan berjalan menuju kamar dengan cepat Steven mengikuti istrinya memastikan bahwa istrinya baik-baik saja.


“Uwek... uwek...”


Tubuh Azizah terasa sangat lemas, ketika akan berjalan mendekati pintu tubuh Azizah kehilangan keseimbangan dengan cepat Steven memeluk tubuh istrinya.


“Sayang kamu baik-baik saja?” tanya Steven panik.


Azizah tak menjawab, kepalanya benar-benar sangat sakit. Melihat wajah istrinya yang tiba-tiba pucat, Steven bergegas menggendong tubuh Azizah dan merebahkannya di ranjang empuk.


“Kamu sebaiknya jangan kemana-mana istriku, aku akan menyiapkan tempat khusus saat kamu mual,” ucap Steven.


“Terima kasih sayang, aku benar-benar lemas sekali,” balas Azizah.


Tak butuh waktu lama wadah untuk menampung tempat muntahan Azizah sudah siap, bentuknya hampir mirip seperti kotak sampah namun lebih bagus dari kotak sampah.


“Baik tuan muda!” seru dua pelayan.


“Kalian boleh pergi!”


“Kami permisi tuan muda dan nyonya muda!”


Steven mengusap lembut kening Azizah yang sedikit mengeluarkan keringat dingin, ia begitu khawatir dengan kondisi Azizah yang nampak lemas.


“Sekarang kamu tidur ya sayang!” pinta Steven agar istrinya segera memejamkan mata.


“Kamu disini kan tidak akan meninggalkan aku?” tanya Azizah memastikan.


“Iya istriku, kamu tunggu disini aku akan mengunci pintu terlebih dahulu!”


Pria blasteran itu beranjak dari ranjang menuju pintu untuk mengunci pintu tersebut. Setelah mengunci pintu kamar Steven bergegas menghampiri istri tercintanya dan membuka pakaiannya menampilkan tubuh seksi Steven.


“Kamu mau apa sayang?” tanya Azizah dan menyilangkan tangannya menutupi dadanya.

__ADS_1


“Aku tidak akan memakan mu istriku, aku hanya ingin tidur dan memelukmu apakah tidak boleh?” tanya Steven sambil tersenyum lebar.


“Benarkah?” tanya Azizah dengan wajah yang mulai merah merona.


“Untuk apa aku bohong, kamu sekarang lagi mengandung dan dokter mengatakan agar tidak melakukannya terlalu sering ya meski aku sedikit sedikit tapi tidak masalah demi keselamatan kamu dan anak kita,” ucap Steven.


“Ya sudah ayo tidur!" ajak Azizah dan menepuk-nepuk bantal disampingnya.


Steven lalu merebahkan tubuhnya tepat disamping Azizah, kemudian tubuh Azizah ditarik oleh Steven dan menaruh kepala Azizah di lengannya.


“Tidurlah seperti ini istriku, aku ingin memelukmu sekaligus mengelus-elus perutmu!”


Azizah tersenyum manis dan membelakangi tubuh suaminya dengan beralaskan lengan suaminya, Steven kemudian mengelus-elus perut Azizah yang masih rata.


“Jika kandunganku semakin lama semakin besar dan aku menjadi gendut apakah kamu tetap mencintai sayang?” tanya Azizah.


“Untuk apa kamu menanyakan hal seperti itu istriku, bagaimana aku tetap mencintaimu lagipula yang membuatmu hamil adalah aku,” terang Steven.


“Lalu saat aku nanti sudah tua apakah kamu akan mencari wanita lain?” tanya Azizah.


Steven menghentikan aktivitasnya mengelus-elus perut Azizah dan membalikkan tubuh istrinya agar menghadap ke arahnya, Steven menatap bola mata indah milik Azizah.


“Bukankah kalau kamu tua aku juga tua sayang?” tanya Steven dan langsung membuat Azizah terdiam.


“Aku sudah pernah bilang kepada mu sebelumnya bahwa aku mencintaimu selamanya, hari kemarin, hari ini dan hari esok selamanya aku mencintaimu,” ucap Steven dengan sangat serius.


Azizah tersenyum manis dan memeluk tubuh suaminya, Steven kemudian mencium bibir Azizah dengan sangat lembut. Tak lama dari itu Azizah membalas ciuman mesra suaminya.


Beberapa menit kemudian.


Steven dan Azizah mengakhiri aktivitas ciuman mereka.


“Sekarang istriku yang cantik ini harus tidur, nanti sore mereka akan kembali dan kita akan memberitahukan tentang usia kandunganmu istriku!”


“Baiklah aku akan tidur sekarang!" seru Azizah dan memejamkan mata.


Steven terus memperhatikan istrinya, ia menunggu sampai istrinya tertidur baru ia bisa tenang untuk menyusul istrinya yang tidur.


Steven tidak mempermasalahkan tentang jenis kelamin bayi yang akan dilahirkan oleh Azizah, bagi Steven yang terpenting adalah keselamatan istri dan calon anaknya kelak.


Keinginan Steven adalah memiliki anak banyak dari rahim Azizah, itu dikarenakan ia memiliki banyak sekali bisnis yang nantinya akan dikelola oleh keturunannya.


“Selamat tidur istriku,” ucap Steven saat mendengar suara dengkuran halus Azizah yang artinya bahwa istrinya itu sudah benar-benar tertidur.

__ADS_1


Like ❤️ komen 👇 Vote 🙏😭


Terima kasih.


__ADS_2