Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 165


__ADS_3

“Malam-malam kok mandi kak,” celetuk Mariska saat melihat rambut Azizah dan Steven basah.


Adam dan Yuli saling melirik dan melempar senyum.


“Sudahlah, biarkan saja mereka mandi malam-malam. Ayo kita makan bersama sekarang!” ajak Yuli.


“Baiklah, Mariska sangat lapar,” ucap Mariska lalu tersenyum lebar pada Yuli.


“Iya-iya Mariska sangat lapar,” balas Yuli.


Azizah dan Steven saling melirik, mereka sebenarnya sedikit malu karena habis mandi.


“Pimpim do'a Steven!” pinta Adam.


“Baik Pi!”


Steven memimpin do'a makan lalu diikuti oleh yang lainnya, setelah selesai berdoa barulah mereka makan.


Azizah melayani suaminya dengan sangat lembut, mengambil nasi dan juga lauk pauk.


Wanita yang tengah berbadan dua itu hafal makanan apa saja yang disukai oleh suaminya.


“Terima kasih istriku!” ucap Steven.


Azizah mengangguk dan tersenyum manis.


Adam pun tak ingin kalah romantis, ia bahkan sengaja mencium pipi istrinya.


“Terima kasih mamiku sayang.. Muach!” 😚


Steven tak mau ngalah dari Papinya ia lalu mendekat ke arah bibir Azizah dan menciumnya sekilas.


“I love you my wife ❤️” ucap Steven sambil melirik ke arah Adam dan tersenyum puas.


Azizah merasa kesal dengan suaminya yang sembarangan mencium bibirnya, ia hanya diam dan melanjutkan makannya.


Adam kalah telak dan melanjutkan aktivitasnya untuk mengisi perutnya.


30 menit kemudian.


Azizah, Steven dan lainnya tengah berkumpul di ruang keluarga sehabis makan malam, mereka berbincang-bincang banyak hal.


Mariska yang ikut duduk hanya diam dan menjadi pendengar untuk mereka yang berbicara, untungnya Azizah dapat memahami posisi Mariska dan mengajak Mariska berbicara.


“Apa rencana kamu selanjutnya Mariska?” tanya Azizah.


“Rencana apa kak?”


“Home schooling mu sudah selesai belum?” tanya Azizah.


“Belum kak, lagipula Mariska sekarang tidak pernah home schooling lagi,” balas Mariska.


“Kalau begitu kamu home schooling lagi saja!”


“Lain kali saja lah kak,” balas Mariska yang memang tidak suka belajar.


Azizah terus mendesak Mariska untuk kembali belajar, hingga akhirnya Mariska pun menyetujuinya.


Adam, Yuli dan Steven sedang membahas soal perusahaan, yang mana Azizah dan Mariska tidak mengerti urusan bisnis.


Azizah berulang kali menutupi mulutnya, ia menahan kantuknya dan bersandar di sofa sampai akhirnya ia tertidur.


Steven, Adam dan yang lainnya menengok ke arah Azizah yang sudah tertidur pulas.

__ADS_1


“Azizah sudah tidur, cepat kamu pindahkan ke kamar! kasihan ibu hamil jika lama-lama kena angin malam,” ucap Yuli karena suasana ruang keluarga itu cukup dingin dikarenakan ventilasi udara sekitar ruang keluarga cukup banyak.


“Baik mi, Steven dan Azizah akan kembali ke atas!” seru Steven dan mengangkat tubuh Azizah dengan sangat hati-hati.


“Mariska juga ke kamar ya mi, pi!”


“Ya sudah sana, kamu juga pasti mengantuk!” seru Yuli.


Mariska berjalan menuju kamarnya, Adam yang juga mulai ngantuk ikut mengajak istrinya pergi ke kamar.


***


Pagi hari.


Azizah sudah bangun pagi-pagi, bahkan setelah sholat subuh berjamaah bersama yang lain dia memutuskan untuk tidak tidur lagi.


Ia tak sabar untuk membuat kue, dengan langkah tergesa-gesa ia bergegas menuju dapur.


“Pagi nyonya muda Azizah!” sapa keempat pelayan.


“Pagi juga, bisakah kalian membantuku membuat kue cokelat?” tanya Azizah penasaran.


“Bisa nyonya muda Azizah,” balas mereka.


“Syukurlah, kalau begitu pagi ini aku ingin membuat kue cokelat dengan taburan keju,” ucap Azizah bersemangat.


Para pelayan menyiapkan bahan-bahan untuk membuat kue cokelat, sementara Azizah memastikan bahannya lengkap.


Untungnya saja para pelayan sudah memasak makanan untuk sarapan jadi Azizah bisa leluasa membuat kue cokelat.


Wajah Azizah terlihat begitu senang, sesekali ia mengelus-elus perutnya itu sambil mengajak janin diperutnya berbicara.


Steven mengubah posisi tidurnya dan ingin memeluk tubuh Azizah. Namun, Steven tak dapat menemukan dimana keberadaan istrinya.


Kemana istriku? bukankah ini masih terlalu pagi untuk turun dari ranjang.


Steven khawatir jika Azizah kenapa-kenapa, ia lalu beranjak dari tidurnya dengan hanya memakai celana panjang dan bertelanjang dada keluar dari kamar untuk mencari Azizah.


“Sayang!” panggil Steven.


Steven terus saja mencari hingga ia sampai di dapur dan menemukan istrinya yang sedang sibuk di dapur ditambah baju serta wajahnya berantakan akibat tepung dan juga cokelat.


“Sayang!” ucap Steven lalu menghampiri Azizah dan memeluk tubuh istrinya dari belakang.


Para pelayan yang berada di dapur langsung menundukkan pandangan mereka, sementara Azizah kesal dengan kehadiran suaminya apalagi suaminya saat itu sedang bertelanjang dada.


Azizah melepaskan pelukan suaminya dan menarik tangan suaminya menjauhi dapur.


“Sayang kamu kenapa harus bertelanjang dada seperti ini?” tanya Azizah kemudian memeluk suaminya.


“Habisnya saat aku bangun tidak dapat menemukanmu di ranjang, jadinya aku khawatir dan mencari mu sampai di dapur,” balas Steven.


“Aku tidak suka tubuhmu dilihat oleh wanita lain, sekarang cepat naik dan mandilah!” pinta Azizah.


“Apakah kamu cemburu sayang?”


“Ya tentu saja aku cemburu, sekarang mandilah setelah itu turunlah ke bawah aku membuat kue cokelat keju,” ucap Azizah.


“Baiklah aku mandi dulu, kamu harus hati-hati! ingat...”


“Ingat anak kita kan?” tanya Azizah memotong ucapan suaminya.


“Benar sekali, ya sudah aku ke atas Muach!” seru Steven dan mengecup kening Azizah.

__ADS_1


Azizah kemudian kembali ke dapur dan melanjutkan aktivitasnya untuk membuat kue cokelat keju.


Para pelayan saling melirik dan tersenyum manis melihat keromantisan suami istri itu.


45 menit kemudian.


Kue cokelat keju akhirnya sudah jadi, Azizah meletakkan kue itu di meja ruang keluarga.


Sementara Steven terus saja memandangi istrinya dari kursi meja makan.


Istri idaman ya seperti ini. ❤️


Adam dan Yuli baru saja sampai di ruang makan begitupun dengan Mariska.


“Loh kamu sudah disini saja,” ucap Adam pada Steven.


“Iya Pi, mengawasi istri tercinta,” balas Steven santai.


Pagi-pagi anak ini sudah mau pamer kemesraan. 😏


Adam menyunggingkan senyumnya, “Kenapa tidak sekalian diawasi dengan Cctv,” balas Adam.


“Bahkan dengan Cctv pun Steven cemburu Pi,” balas Steven sekenanya.


Yuli tertawa terpingkal-pingkal mendengar ucapan Steven, Mariska pun ikut tertawa kemudian disusul oleh Adam, Steven dan Azizah.


Para pelayan juga ikut tertawa namun, tawa mereka tidak sampai terdengar oleh Steven dan yang lainnya.


“Haduh sakit perut mami kalau tertawa sepagi ini,” ucap Yuli sambil memegang perutnya yang sakit akibat tertawa.


“Ya sudah jangan tertawa lagi, ayo semuanya kita makan! Mariska sangat lapar,” ucap Mariska.


“Benar kita harus sarapan!” seru Steven.


Mereka pun langsung menikmati sarapan pagi bersama, setelah selesai sarapan seperti biasanya mereka akan duduk santai di ruang keluarga.


Adam, Yuli dan Mariska terkejut dengan kue diatas meja itu.


“Siapa yang membeli kue ini?” tanya Mariska penasaran.


“Sepertinya mami tidak memesan kue,” balas Yuli.


“Ini kue memang buka pesanan mami, istriku yang cantik ini yang membuatnya!” seru Steven.


“Prok... prok...” Suara tepuk tangan.


“Hebat, kue cokelatnya sangat cantik sekali,” puji Mariska.


“Terima kasih,” balas Azizah karena Marika memujinya.


Tak butuh waktu lama, Azizah memotong kue itu lalu membagikannya kepada yang lain.


“Enak sekali,” ucap Mariska.


“Kue nya memang sangat enak, mami jadi malu karena tidak bisa membuat kue seenak ini,” jujur Yuli.


“Mami ini jangan bicara seperti itu, Azizah juga membuat kue ini dibuat sama bibi yang lain,” balas Azizah.


“Tapi kue ini sangat enak istriku,” ucap Steven memuji Azizah.


“Kamu memang menantu idaman,” sahut Adam.


Azizah senang karena semuanya menyukai kue yang ia buat, ia awalnya sempat takut jika kuenya tidak enak.

__ADS_1


Like ❤️


__ADS_2