Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 113


__ADS_3

Hotel de Crillon A Rosewood Hotel



Azizah dan Steven telah tiba di Paris, mereka memesan hotel yang dekat dengan menara Eiffel.


Azizah takjub dengan kecantikan kota Paris, bahkan sangking cantiknya ia ingin tinggal di kota itu.


“Kamu suka istriku?” tanya Steven sambil mencium tengkuk leher Azizah.


“Sangat suka, terima kasih suamiku!”


Azizah berbalik dan memeluk erat suaminya, ia benar-benar senang akhirnya impian untuk menikmati kota Paris tercapai.


“Sebaiknya kita beristirahat!” ajak Steven.


Azizah mengangguk dan berjalan ke ranjang berukuran besar, tidak ada ritual bercumbu karena mereka begitu lelah selama perjalanan dari Indonesia menuju Kota romantis itu.


“Selamat tidur istriku!”


“Selamat tidur suamiku!”


*****


Keesokan pagi.


Steven sedang membantu menyisir rambut panjang istrinya, mulai dari mengeringkan dan menyisir.


Azizah bahagia karena suaminya sangat perhatian dan juga romantis.


“Kita sarapan apa sayang?” tanya Azizah sambil mengemil kacang almond.


“Kamu mau nya apa sayang?” tanya Steven balik.


“Terserah saja, tapi pagi ini aku ini makan salad buah!”


“Oke! setelah ini kita pergi beli salad buah!” seru Steven.


Steven tak sengaja melihat kancing baju yang dikenakan istrinya belum terpasang membuat dirinya menjadi bergairah seketika itu juga.


“Apa kamu ingin memancing ku sayang?” tanya Steven.


Azizah heran memancingnya bagaimana?


Sementara dirinya diam tak mengatakan apapun.


“Kamu bicara apa?” tanya Azizah heran.


Azizah memperhatikan tatapan mata suaminya, ia pun terkejut dengan kancing baju yang belum terpasang.


“Aahhhh! dasar mesum!” teriak Azizah dan dengan segera mengancing baju itu.


“Hi...hi... kamu selalu mengatakan aku mesum padahal aku suamimu,” ucap Steven dengan tawa kecil.


“Ya kamu memang mesum.”


Azizah berjalan ke arah ranjang dan mengambil ponsel.


“Kartu ku sudah diganti?” tanya Azizah sambil mengecek sinyal di ponselnya.


“Sudah sayang!” jawab Steven dan menghampiri istrinya.


“Kapan?” tanya Azizah penasaran karena yang ia tahu, ia dan suaminya tidur.


“Semalam, aku meminta resepsionis hotel membeli kartu,” ucap Steven.


Azizah sibuk mencari nomor telepon Keluarga di Inggris ia ingin menghubungi mertua dan yang lainnya.


“Di jam seperti ini mami dan lainnya sibuk tidak ya?” tanya Azizah.


“Hubungi saja!”


Azizah mengangguk pelan dan mulai menghubungi Yuli.


Beberapa menit kemudian.

__ADS_1


“Tidak diangkat,” ucap Azizah dengan raut wajah sedih.


“Ya sudah tidak masalah, coba hubungi Mariska!”


“Kamu benar!”


Azizah dengan cepat menghubungi Mariska adik iparnya.


“Hallo kak Azizah, tumben menghubungi ku?”


“Benarkah? sorry mariska.”


“Mariska dengar kalian telah berada di Paris?


Wah aku tidak sabar ingin menimang keponakan hi...hi..”


“Anak kecil tahu apa?” tanya Azizah.


“Mariska sudah bukan anak kecil lagi kak, umur Mariska sudah 17 tahun.”


“Dimana yang lainnya?”


“Papi dan mami sedang pergi berbelanja, nenek dan teyze sedang pergi membeli sayuran!”


“Kenapa kamu tidak ikut?”


“Mariska tidak ingin ikut, karena sedang sibuk makan es krim!”


Steven memperhatikan istrinya yang sedang sibuk mengobrol, ia pun menyadarkan kepalanya di paha istrinya.


Azizah melotot tajam ke arah Steven karena tangan suaminya tak bisa diam ada saja yang ia sentuh.


“Hentikan sayang! aku sedang berbincang dengan Mariska,” bisik Azizah.


Steven tersenyum lebar dan menggelengkan kepala.


“Hallo, ini siapa!”


“Ini aku kakak iparmu!”


“Iya Mariska!”


“Kak Azizah bicara dengan Siapa?”


“Tidak dengan siapa-siapa,” bohong Azizah.


Karena suaminya tak bisa diam, Azizah terpaksa mengakhiri obrolannya.


“Mariska! sudah dulu ya, titip salam ku untuk yang lainnya. Assalamualaikum.”


“Oke kak, waalaikumsalam!”


Azizah menarik nafasnya dan berusaha menjauh dari suaminya, namun dengan cepat Steven memeluk pinggang Azizah dengan posisi ia masih berada di paha Azizah.


“Mau kemana sayang?” tanya Steven.


“Dasar mesum, lepaskan pinggangku!” perintah Azizah kesal.


“Tidak mau!” tegas Steven dan malah mempererat pelukannya.


Azizah akhirnya diam, ia kembali fokus dengan ponsel pintarnya. Steven yang ingin bermesraan kepada istrinya merasa diacuhkan ia pun mendorong istrinya sehingga Azizah terjatuh.


Steven pun tersenyum tipis dan mulai menciumi bibir dan leher istrinya.


“Ini masih terlalu pagi untuk melakukannya suamiku,” ucap Azizah.


“Lalu kenapa jika masih pagi? Aku ingin!”


Jika suaminya sudah seperti itu Azizah tak dapat menghentikan ataupun menolak, ia pun mengiyakan dan terjadilah.


Ranjang itu kini tak berbentuk lagi, bantal sudah berserakan dimana-mana.


Baju sudah berserakan di lantai, Steven benar-benar senang karena pagi itu ia bisa mengeluarkan cairannya ke dalam rahim istrinya.


Azizah pun sangat bahagia karena Steven memperlakukan dengan sangat lembut dan penuh cinta.

__ADS_1


“Terima kasih sayang!” ucap Steven sambil mengelus-elus perut Azizah yang masih datar.


Azizah pun tersenyum dan memeluk tubuh suaminya.


❤️


2 jam kemudian.


Azizah dan Steven baru saja membersihkan tubuh mereka, tiba-tiba perut Azizah berbunyi.


“Kruyuk...kruyuk...”


Azizah sangat malu dan menutup wajahnya rapat-rapat, ia mengutuki dirinya sendiri.


Dasar bodoh! memalukan sekali, kenapa berbunyi saat aku dan Steven sedang berduaan.


“Hi...hi.. kamu lapar sayang?” tanya Steven sambil tertawa kecil membuat telinga Azizah merah karena malu.


Steven mendekat ke arah istrinya dan menyingkirkan tangan istrinya yang menutup wajah cantik Azizah.


“Kenapa di tutupi, kamu malu istriku?” tanya Steven lembut dan mencium pipi Azizah yang merah merona itu.


Azizah kembali menutup wajahnya namun dengan cepat Steven menyingkirkan tangan itu dan mencium bibir Azizah.


“Sebentar lagi room servis datang!” ucap Steven.


“Be.. benarkah?” tanya Azizah sambil menundukkan pandangannya.


“Kamu terlihat semakin jika seperti ini, aku jadi ingin memakan mu lagi!” goda Steven.


Azizah yang menundukkan pandangannya langsung mendongak dan menatap kesal.


“Aku sekarang sedang lapar, kamu malah ingin melakukannya lagi,” ucap Azizah sambil memukul-mukul kecil dada suaminya yang begitu kekar.


“Jangan memancingku sayang, jika adikku kecilku sudah tegang bagaimana?” tanya Steven dengan membisikkan ke telinga istrinya.


Azizah bergidik ngeri mendengar ucapan suaminya, bagaimana bisa suaminya bisa sekuat itu padahal 2 jam lebih mereka melakukan aktivitas suami istri.


“Tok...tok..”


“Who?” tanya Steven.


“Room servis!”


“Sepertinya sarapan kita sudah sampai, kamu tunggu disini jangan keluar!” perintah Steven karena leher Azizah ada banyak kissmark hasil karya pria blasteran itu.


“Baiklah!” seru Azizah.


Steven mengambil makanan itu tanpa menyuruh room servis itu masuk.


Setelah makanan sudah terkumpul Steven mengajak istrinya untuk sarapan, karena istrinya begitu sangat lapar akibat dirinya.


Azizah memperhatikan makanan dihadapannya, ia menatap dengan penuh pertanyaan lalu menatap kearah suaminya seperti tatapan meminta jawaban.


“Ini Croissant ini roti sayang, rasa keju dan cokelat. Kalau yang ini Confit de canart yaitu daging bebek yang dipanggang,” jelas Steven sambil menunjuk menu yang ia sebutkan.


“Apakah halal?” tanya Azizah memastikan karena yang ia tahu makanan luar negeri biasanya memakai minyak ****.


Steven tertawa lepas saat melihat ekspresi istrinya ia, istrinya begitu polos mana pun makanan yang ia pesan tidak halal.


“Aku bertanya, kenapa kamu malah tertawa?” tanya Azizah kesal 😒


Pria blasteran yang awalnya tertawa langsung merubah wajahnya menjadi sangat serius, ia berjalan dengan menuntun istrinya ke tempat meja kecil yang berada di hotel itu.


“Tentu saja ini halal, sebaiknya kita makan dan setelah makan kita akan jalan-jalan!”


“Benarkah?” tanya Azizah memastikan.


“Benar istriku, mari makan!”


Azizah mengangguk dan mulai menyantap sarapan bersama suami tercinta.


❤️


Vote guys 🤗😘

__ADS_1


Like ❤️ komen 👇


__ADS_2