
Azizah yang mendengar namanya dipanggil bergegas ke ruang guru, ia berjalan tergesa-gesa.
“Permisi, saya Azizah,” ucap Azizah lirih.
“Sini nak!” panggil Joko meminta Azizah mendekat.
“Iya pak,” ucap Azizah sedikit takut kemudian menghampiri Joko.
“Bapak sebelumnya ingin bicara hal serius denganmu nak Azizah tapi hari ini bapak baru bisa memanggil kamu kesini,” terang Joko.
“Maaf Pak kalau Azizah salah,” ucap Azizah ketakutan.
“Kamu yang santai nak, bapak memanggil kamu kesini bukan untuk dimarahi tapi bapak menyuruh kamu datang kesini untuk memberikan bantuan kepada kamu,” jelas Joko.
“Bantuan apa Pak?” tanya Azizah kepada kepala sekolah itu.
“Bantuan sekolah gratis, dari formulir pendaftaran pemindahan sekolah dulu kamu itu (maaf) Yatim Piatu jadi kami para guru dan saya memutuskan untuk menghapus semua biaya selama kamu bersekolah disini,” jelas Joko lagi.
“Alhamdulillah, terima kasih banyak pak. Azizah bersyukur,” ucap Azizah terharu.
“Sudah jangan menangis, sebaiknya kamu kembali ke kelas sekarang!” perintah Joko.
“Sebelumnya terima kasih pak. Saya permisi,” ucap Azizah kemudian pergi.
Di kelas, anak-anak melontarkan berbagai pertanyaan terhadap Azizah.
Azizah lalu menjelaskan kepada mereka.
mereka pun ikut senang atas bantuan terhadap Azizah.
“Yana pulang sekolah nanti kamu mampir ya ke rumahku!” ajak Azizah.
“Tentu saja, nanti aku beritahu pak Joko,” balas Yana.
Proses belajar mengajar berlangsung selama 2 jam, tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, anak-anak murid dipulangkan satu persatu.
Azizah maupun Yana bergegas naik mobil menuju rumah. Sebelumnya Azizah sudah tidak pernah dijemput Darmi lagi karena Azizah pulang bersama Rangga ataupun Yana.
Setibanya di rumah Azizah.
“Assalamualaikum, Azizah pulang Bu!” sapa Azizah.
“Waalaikumsalam, masuk nak. eh ada teman Azizah ya. namanya siapa nak?” tanya Darmi.
“Yana Tante,” ucap Yana dengan senyum manis.
“Mari masuk, itu yang di dalam mobil disuruh masuk saja nak Yana!” ajak Darmi.
“Itu pak Paijo te, sebentar lagi juga pulang ke sini cuma mengantarkan Yana main Tante,” jelas Yana.
“Ya sudah ayo masuk! diluar panas.”
Kini mereka bersantai duduk di depan kursi yang beralaskan karpet seadanya sambil ditemani minuman teh dan kue kukus buatan Darmi. Kebetulan hari itu Darmi libur bekerja,
__ADS_1
sesekali Darmi bertanya kepada Yana tentang kehidupan sehari-hari setelah pulang sekolah.
Yana lalu menceritakan tentang kehidupannya sehari-hari dan tentang kedua orang tuanya. Darmi yang mendengar curhatan Yana merasa sedih. Ternyata masih banyak anak-anak yang memiliki kehidupan broken home.
“Kalau boleh, Yana panggil Tante dengan sebutan ibu saja bagaimana seperti Azizah memanggil ibu!” pinta Darmi.
“Yana mau Bu, mau banget,” balas Yana bersemangat.
“Sekarang ibu punya dua anak gadis yang cantik-cantik yaitu Azizah dan Yana,” ucap Darmi semangat.
“Akhirnya Yana punya ibu baru,” balas Yana semangat.
Tak terasa waktu sudah sore, Yana kemudian pamit untuk pulang.
Yana senang dengan pertemuannya dengan Azizah dan Darmi.
“Non Yana, tuan Danu sekarang ada di rumah. kata tuan Danu hari ini ingin mengajak non Yana jalan-jalan.”
“Jangan bercanda pak, tidak lucu sama sekali,” ketus Yana.
“saya berkata jujur non,” ucap Paijo serius.
“Yang benar pak?” tanya Yana antusias.
“Benar non, saya tidak berani bohong.”
“Asyik.. jalan-jalan sama papi,” ucap Yana gembira.
“Iya non asyik.”
“Siap non.”
Yana yang tidak sabaran untuk menghabiskan waktu bersama Danu, bergegas turun ia berlari menuju kamar ia mengambil baju biru muda selutut kesukaannya. kemudian pergi mandi. Selesai bersiap-siap ia bergegas menuju kamar Danu.
tok..tok..tok..
“Sudah siap belum Pi?” tanya Yana dari balik pintu luar.
“Sudah nak, tunggu sebentar,” balas Danu dari sebrang pintu.
5 menit kemudian.
“Ayo nak kita jalan-jalan!” ajak Danu.
“Hore.. akhirnya Papi ada waktu buat Yana,” ucap Yana jujur.
“Kita pergi ke telaga sarangan mau kan sayang?” tanya Danu.
“Mau Pi, kemana pun yang penting sama papi Yana mau,” balas Yana polos.
“Ya sudah ayo kita berangkat, mbok parti juga ikut ya nak.”
“syik mbok juga ikut,” ujar Yana senang.
__ADS_1
Perjalanan memakan waktu sekitar 45 menit dengan mengendarai mobil.
kini sampailah mereka di tempat wisata Magetan, yaitu telaga sarangan.
Danu mengajak mereka untuk menikmati Sate kelinci makanan khas Telaga sarangan dan mengajak menaiki Speed boat mengitari Telaga sarangan. Selesai bersenang-senang Danu mengajak mereka ke salah satu hotel sekitar telaga tersebut untuk beristirahat sampai malam hari.
“Sebaiknya kita beristirahat sekarang, saya tahu kalian pasti lelah,” ucap Danu.
“Baik tuan kami permisi,” ucap Paijo dan parti.
“Yana, kemari sebentar ada yang mau Papi bicarakan sama kamu,” ucap Danu serius.
“Bicara soal apa Pi?” tanya Yana penasaran.
“Maafkan Papi selama ini tidak pernah ada waktu buat kamu nak, Papi sadar selama ini tidak memberikan kamu perhatian lebih. papi sadar selama ini yang Papi perhatikan hanyalah pekerjaan Papi. tapi itu semua semata-mata buat kamu nak. Papi dulu pernah berjanji kepada diri Papi sendiri untuk Bekerja keras supaya uang Papi banyak nak. dengan begitu saat uang Papi banyak, Papi bisa fokus kepada Yana anak Papi tersayang,” jelas Danu panjang lebar.
“Kalau Papi fokus ke Yana bagaimana pekerjaan Papi?” tanya Yana.
“Soal pekerjaan Papi sebelumnya sudah papi atur. sekarang Papi bisa membagi waktu Papi buat kamu maupun pekerjaan Papi,” jelas Danu lagi.
“Terima kasih Papi, Yana sayang Papi,” ucap Yana Tulus.
“Papi lebih sayang Yana, maafkan Papi selama ini membuat kamu sedih nak,” sesal Danu.
“Yana sudah maafin Papi.”
“Sekarang Yana istirahat dikamar ya!” perintah Danu.
“Yana mau curhat sedikit boleh tidak Pi?” tanya Yana penuh harap.
“urhat saja nak, ayo ceritakan Papi penasaran, Apakah soal cowok?” goda Danu.
“Iiih.. Papi. ya bukanlah ini soal sahabat Yana namanya Azizah, Azizah kasihan banget Pi, dia anak yatim-piatu Pi. Bu Darmi yang mengurus Azizah,” ucap Yana panjang lebar.
“Bu Darmi itu siapa nak?” tanya Danu penasaran.
“Bu Darmi itu Tante Azizah Pi, adik dari ibu kandung Azizah. tahu tidak Pi! Bu Darmi baik banget sama Azizah dan Yana. kemarin Yana main kerumahnya terus dibuatkan kue bolu enak banget Pi,” ucap Yana polos.
“Yana senang punya sahabat seperti Azizah?” tanya Danu antusias.
“Ya senang lah Pi, Yana juga senang sama Bu Darmi dia baik banget Pi beda sama Mami,” balas Yana jujur.
“Sudah jangan bahas Mami kamu lagi,” ujar Danu.
“Oya, kata mbok Parti kamu ikut lomba cerdas cermat dan juara 1, selamat ya nak. maaf Papi tidak ada di hari kamu ikut lomba,” ucap Danu penuh sesal.
“Terima kasih Pi, tidak apa-apa kok Pi. papi jangan sedih dong nanti tambah jelek, Yana juga kemarin dapat uang tunai Rp. 5.000.000-, uangnya sudah Yana masukkan ke rekening Yana,” ucap Yana jujur.
“Anak pintar Papi ini hebat,” puji Danu lalu memeluk anak semata wayangnya.
kini hubungan Ayah dan Anak berjalan harmonis tidak ada lagi kesalah pahaman yang terjadi diantara mereka.
bagaimana guys!!
__ADS_1
senang ya akhirnya mereka berbaikan.
jangan lupa like, tambahkan novel ini ke favorit kalian. ❤️