
Steven telah selesai dari pekerjaan sebelum makan siang, ia segera kembali ke ruang kantor untuk menemui istri tercintanya.
“Sayang!” panggil Steven saat telah berada di dalam ruangannya.
Azizah yang sedang menikmati buah bersama Pramesti terkejut karena suara Steven yang sedikit berteriak.
“Sayang lain kali ketuk dulu!” pinta Azizah.
“Maaf sayang!” ucap Steven.
Pramesti terkejut karena pria yang terkenal dengan sikap angkuhnya bahkan seorang pria yang sangat dingin bisa mengatakan maaf kepada istrinya.
CEO berarti sangat mencintai nona Azizah sampai-sampai mengatakan kata maaf kepada nona.
“Kamu boleh pergi!” perintah Steven dingin.
“Ba..baik CEO!” Pramesti dengan cepat melangkahkan kakinya keluar dari kamar itu.
“Sudah selesai?” tanya Azizah.
Steven membuka jas kerja miliknya dan menggantungnya kemudian ia melonggarkan dasinya.
“Aku lelah sekali, bisakah aku tidur sekarang sambil memelukmu sayang?”
“Makan siang dulu sayang, aku tahu kamu belum makan!”
“Nanti saja sayang, aku sangat mengantuk dan ingin memelukmu!”
Azizah meletakkan sisa buah ditangannya dan merebahkan tubuhnya.
“Kunci pintu terlebih dahulu sayang,” ucap Azizah saat suaminya ia memeluk tubuhnya.
Steven beranjak dari ranjang dan bergegas mengunci pintu. Kemudian Steven naik ke ranjang dan mendekatkan bantal di samping perut sang istri.
“Suamiku sangat lelah, mau aku pijat?” tanya Azizah menawarkan diri sambil memainkan rambut suaminya.
Saat memainkan rambut suaminya Azizah menarik telinga Steven.
“Awwww.. kenapa ditarik sayang?” tanya Steven sedikit kesakitan.
“Cuci rambutmu sekarang sayang, aku tidak suka kamu memakai minyak rambut!” pinta Azizah yang tidak suka dengan baunya.
“Baiklah, aku ke kamar mandi sekarang,” balas Steven.
Haduh tiba-tiba perutku rasanya tidak enak.
“Uwek... uwek...”
Azizah melangkahkan kakinya menuju wastafel dan mencoba mengeluarkan isi perutnya namun, tidak ada yang keluar sedikitpun.
“Kamu mual lagi sayang?” tanya Steven.
“Jangam dekat-dekat sayang, cepat keringkan rambutmu dan pastikan tidak ada minyak rambut yang tersisa di rambutmu!”
“Baiklah,” balas Steven.
Gara-gara minyak rambut ini istriku mual dan tidak ingin bermanja-manja denganku.
Aku harus memberi perhitungan orang yang memberikan ini kepadaku.
“Kamu mau menghubungi siapa sayang?” tanya Azizah penasaran.
“Aku ingin memutus kerjasama dengan orang yang memberikan aku minyak rambut ini,” jawab Steven.
Azizah membelalakkan matanya, ia tidak habis pikir dengan sikap suaminya itu.
“Sayang itu hanya masalah sepele, lagipula aku seperti ini karena anak kita,” ucap Azizah sambil menunjuk perutnya.
__ADS_1
Steven mengurungkan niatnya dan duduk di sofa.
“Maafkan aku sayang.”
“Sudah tidak apa-apa, ayo katanya kamu ingin bermanja-manja denganku!” ajak Azizah agar suaminya segera kembali ke ranjang.
Steven tersenyum lebar dan dengan cepat merebahkan tubuhnya di ranjang.
“Sayang, bagaimana jika ada wanita cantik yang mendekatimu?” tanya Azizah sambil memainkan jambang suaminya.
Steven berpikir sejenak yang dikatakan oleh Azizah, membuat Azizah sedikit kesal.
“Jika ada wanita yang mendekatiku maka aku akan mengusirnya karena yang boleh dekat-dekat denganku hanyalah Azizah Cahyani istriku yang cantik ini,” jelas Steven sambil menarik pelan dagu sang istri.
“Dasar gombal,” balas Azizah malu-malu.
“Aku tidak gombal sayang, ini serius!”
“Iya aku percaya kamu.”
Aku akan membantumu mengusir wanita-wanita yang ingin mendekatimu suamiku.
Aku janji itu!
Steven dan Azizah saling melepaskan hasrat mereka diatas ranjang itu.
***
2 jam kemudian.
“Sudah siap sayang?” tanya Steven.
“Sudah dong, dress ini ternyata cantik juga,” ucap Azizah memuji dress yang ia kenakan.
“Bukan dress-nya yang cantik. Tapi, kamu yang cantik istriku,” puji Steven dan menghembuskan nafasnya di telinga Azizah.
“Cukup sayang, kamu membuatku geli!” pinta Azizah sambil menyembunyikan telinganya dengan telapak tangan.
“Selamat siang CEO dan nona Azizah!” sapa para pegawai.
“Siang juga!” seru Azizah dan tak lupa memberikan senyum.
Steven acuh tak acuh kepada para mereka, baginya senyum diwajahnya khusus untuk orang-orang yang berarti di hidupnya.
“Wah kaca seperti ini yang aku sukai,” puji Azizah setelah berada di area parkir melihat kaca mobil milik suaminya.
“Kerja bagus,” puji Steven pada Galih.
Galih sangat senang karena majikannya puas dengan cara kerjanya.
“Sayang apakah kita langsung pulang?” tanya Azizah.
“Kamu mau kemana sayang?” tanya Steven balik.
“Bolehkah kita pergi ke restoran memakan kimchi?”
“Kamu mau ke restoran Korea?”
“Boleh juga, ayo kita kesana!” ajak Azizah semangat.
“Kamu dengar apa yang diinginkan oleh istriku, ayo kita kesana Galih!” perintah Steven.
“Siap tuan muda!”
Haduh aku tiba-tiba ingin sekali makan kimchi. Tapi, rasa kimchi itu bagaimana ya?
Aku sekali melihatnya di film drama Korea, meski tidak terlalu suka film yang ditayangkan tapi, melihat makanan yang banyak membuatku ingin melahapnya.
__ADS_1
“Sayang kamu kenapa?” tanya Steven heran karena sang istri merem melek sambil mengelus-elus perutnya.
“Mau makan banyak sayang!” seru Azizah santai.
“Jangan makan banyak-banyak, tidak baik untuk ibu hamil,” ucap Steven mengingatkan sang istri.
“Baiklah,” balas Azizah terpaksa.
Hilang deh keinginan ku untuk makan banyak, anakku sayang di dalam perut mamah jangan lama-lama ya nak!
mamah ingin sekali makan ini itu.
Sampailah mereka di restoran Korea.
“Sayang, ajak Galih juga ya!” pinta Azizah karena tidak tega harus meninggalkan Galih di dalam mobil.
“Terserah kamu saja,” balas Steven.
“Galih ayo ikut masuk, kamu pesan makanan apa saja boleh kok!” ajak Azizah.
“Ti..tidak usah nyonya muda!”
“Ayolah, ini juga keinginan anakku!”
“Baiklah nyonya muda,” balas Galih dan mengikuti pasangan suami istri di depannya.
Mereka duduk dan langsung memesan makanan. Azizah memang banyak sekali makanan membuat Steven dan Galih melongo.
“Jangan menatapku seperti itu, pokoknya hari ini aku mau makan banyak,” ucap Azizah.
“Tapi sayang...”
“Sayang, aku dan anak kita sudah bernegosiasi. Kata anak kita aku boleh makan banyak,” terang Azizah.
Sejak kapan bayi di dalam kandungan bisa di anjak bernegosiasi, lebih baik aku iyakan saja daripada istriku mengamuk dan menjadi harimau betina.
Steven mengelus-elus perut Azizah dan mencium sekilas.
“Baiklah, aku juga sudah bernegosiasi dengan anak kita. Anak kita bilang aku juga harus membantu kamu makan banyak,” balas Steven.
Galih menahan tawanya melihat suami istri itu yang super lucu.
Hebat juga, bayi yang belum lahir bisa bernegosiasi dengan kedua orangtuanya.
Wah patut diacungi jempol.. 😅😅😂
15 menit kemudian.
“Permisi,” ucap dua pria dan meletakkan berbagai macam hidangan makanan Korea yang sudah terjamin halal.
Wah makanannya sangat banyak dan pasti sangat lezat.
“Silahkan dinikmati!” ucap pelayan kemudian pergi.
“Ayo sayang aku tidak sabaran, kalian juga harus makan ya banyak!”
Azizah lebih dulu mencomot makanan yang ada dihadapannya kemudian di susul oleh Steven dan juga Galih.
Wah jadi seperti ini makanan khas Korea, lumayan enak.
Azizah mencicipi satu persatu hidangan di hadapannya.
“Bagaimana sayang, apakah enak?” tanya Steven.
“Enak sayang, anak kita pasti merasakan rasanya makanan ini,” balas Azizah.
1 jam kemudian.
__ADS_1
Steven memberikan Galih kartu kredit untuk membayar tagihan makanan, sementara ia dan Azizah menunggu di mobil.
Setelah beres akhirnya mereka pulang dengan perut yang sudah terisi oleh Makanan.