Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 57


__ADS_3

Dari dalam mobil Heru melihat Azizah digendong oleh Steven, dengan cepat Heru turun dan berlari membuka pintu mobil.


“Nona muda kenapa tuan muda?” tanya Heru khawatir.


“Jangan banyak tanya, cepat ke rumah sakit!” perintah Steven.


Azizah terbaring beralaskan paha Steven, pria keturunan bule itu terlihat sangat gelisah. Kegelisahannya itu mengingatkan dirinya saat Azizah terbaring di rumah sakit akibat kecelakaan yang hampir merenggut nyawa calon istrinya.


Aku harap kamu baik-baik saja Azizah, aku benar-benar sangat takut.


Heru mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, ia pun ikut khawatir melihat Azizah yang tidak sadarkan diri. Baginya Azizah adalah sesosok wanita yang sangat baik, jika terjadi sesuatu terhadap Azizah dipastikan bahwa majikannya itu akan gila.


Sampailah mereka di rumah sakit, Heru berlari keluar mobil untuk membukakan pintu.


Steven dengan langkah tergesa-gesa membawa calon istrinya ke ruang rawat.


“Tolong dokter selamatkan calon istri saya segera!” pinta Steven.


“Mari ikut saya!” ajak dokter.


Dibaringkan tubuh Azizah di kamar pasien.


“Tuan Steven tolong tinggalkan pasien agar saya dapat memeriksa pasien segera mungkin!”


“Baik.”


Dokter perempuan itu tahu siapa Steven, hampir setiap hari wajahnya selalu terpampang di layar kaca dan pemberitaan media lainnya.


“Heru cepat kamu pulang jemput nenekku segera!” perintah Steven.


“Baik tuan muda,” sahut Heru.


Heru melangkahkan kakinya meninggalkan rumah sakit dengan cepat ia pulang untuk menjemput Teressa.


15 menit kemudian.


Seorang wanita paruh baya keluar dari ruangan Azizah. Dokter itu sangat tenang bahkan tersenyum.


Steven yang duduk dengan segera berdiri dan menghampiri dokter itu untuk mengetahui keadaan sang calon istri.


“Bagaimana dok? apa calon istri saya sakit parah?” tanya Steven panik.


Dokter itu hanya tertawa kecil.


“Tuan Steven tenang saja, Alhamdulillah pasien baik-baik saja. Kemungkinan tadi sedang syok saja.”


“Benarkah dokter?” tanya Steven memastikan.


“Benar tuan Steven, saya tinggal dulu masih ada beberapa pasien yang harus saya periksa. Calon istri tuan Steven sebaiknya beristirahat disini sejenak!”


“Terima kasih dokter.”

__ADS_1


Setidaknya Steven sedikit lega karena calon istrinya baik-baik saja, pria bule itu pun berjalan masuk mendekati Azizah yang masih tertidur.


Jangan membuatku takut lagi Azizah, aku benar-benar takut kehilangan kamu.


Jika sampai terjadi apa-apa lagi, aku pasti menyalahkan diriku ini.


Digenggamnya tangan Azizah, berulang kali Steven menciumi tangan Azizah bahkan Steven menangis karena sangking takutnya wanita yang dicintainya terluka.


Merasa tangan Azizah basah, Azizah pun membuka matanya perlahan. Ia menyipitkan matanya mengintip apa yang dilakukan oleh Steven, terlihat jelas air mata Steven tumpah.


Sebesar itu rasa cinta kamu untukku Steven?


Aku sedikitpun tak pernah membayangkan bahwa seorang pria kaya nan tampan rupawan mencintai gadis miskin seperti aku ini, sampai-sampai aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kamu menangis karena aku berbaring di ranjang ini.


Azizah mencoba menggerakkan tangannya namun Azizah memalingkan wajahnya agar sang calon suaminya itu tidak merasa malu karena menangis.


Merasakan bahwa tangan Azizah bergerak membuat Steven menegakkan kepalanya.


“Kamu sudah sadar sayang?” tanya Steven tanpa menghapus air matanya.


“Kepalaku sedikit sakit Steven, apa kamu menangis?” tanya Azizah.


“Iya sayang, aku begitu takut kamu kenapa-kenapa.” Steven berkata jujur.


Azizah langsung menangis terharu, Steven benar-benar pria yang sangat baik dan penyayang.


“Terima kasih Steven sayang, kamu begitu perhatian terhadap ku.”


Ya Allah aku baru ingat, gara-gara gaun pengantin 3 Milyar itu aku jadi grogi dan sekarang masuk rumah sakit.


“Kok kamu diam sayang? beritahu aku alasannya kenapa?” tanya Steven lagi.


“A..aku ta..tadi grogi untuk memakai gaun pengantin 3 Milyar itu,” ucap Azizah dengan jujur namun terbata-bata.


Steven melongo lebar, begitu polosnya Azizah.


“Kok ekspresi kamu malah begitu?” omel Azizah sambil melempar bantal ke wajah Steven.


“Maaf sayang, habisnya alasan kamu tidak masuk akal. Bagiku 3 Milyar tidak ada apa-apanya,” sahut Steven.


“Tidak masuk akal bagaimana? pada saat aku menyentuh gaun pengantin itu saja sudah membuatku gemetaran hingga pucat pasi apalagi jika aku memakainya dan tiba-tiba bisa saja gaun pengantin itu rusak,” terang Azizah.


Steven tersenyum dan menyentuh pipi Azizah. “3 Milyar bagiku tidak ada apa-apanya dibandingkan kamu Azizah sayang, bahkan 30 triliun pun akan aku beli,” ucap Steven serius.


Azizah langsung klepek-klepek mendapat perlakuan dari Steven, ia benar-benar seperti ratu jika bersama dengan Steven.


“Tidak perlu, aku akan pakai gaun pengantin itu.”


“Nah gitu dong, pernikahan kita akan disaksikan seluruh dunia Azizah. Karena aku ingin memperkenalkan kamu kepada dunia bahwa kamu hanya satu-satunya milik Steven Walker.”


“Ha? apa tidak terlalu berlebihan Steven? maksudku....”

__ADS_1


“Tidak ada yang berlebihan, sekarang kamu ingin tidur disini atau kita pulang ke rumah?” tanya Steven.


Belum sempat menjawab Teressa dan Heru sudah tiba di ruang pasien.


“Azizah cucuku kamu kenapa?” tanya Teressa khawatir.


“Loh nenek disini? siapa yang memberitahukan nenek?” tanya Azizah balik.


“Aku sayang, aku tadi terlalu panik jadinya meminta Heru menjemput nenek,” sahut Steven.


“Kamu ini Steven,” ucap Azizah kesal.


Azizah lalu tersenyum kepada Teressa. “Nenek tenang saja, Azizah baik-baik saja hanya kelelahan,” ujar Azizah.


“Benarkah Steven?” tanya Teressa memastikan.


“Benar nek, ini kami akan kembali ke rumah,” terang Steven.


“Mari nenek bantu Azizah!” Teressa berjalan beriringan dengan Azizah sesekali Teressa mengajak Azizah bercanda.


Fitting gaun pengantin akhirnya di undur sampai besok lusa, kehidupan Azizah benar-benar telah berubah saat mengenal Steven.


Pertemuan konyol disebuah ruang kerja membuat mereka bertemu.


Sore hari.


Azizah duduk di sofa ruang keluarga, tangannya masih sibuk berkutat dengan laptopnya. Ternyata ia belum menyelesaikan tugasnya di kelas, sementara Steven pergi ke perusahaannya untuk melakukan meeting.


“Masih banyak Azizah?” tanya Teressa yang melihat Azizah begitu serius dengan pekerjaannya.


“Iya nek, ternyata hampir seminggu Azizah tidak mengerjakan tugas dari dosen,” sahut Azizah sambil tersenyum lebar.


“Mau nenek bantu?”


“Hi..hi.. nenek bisa saja, Azizah bisa kok nek.”


“Kalian berdua bawakan kami teh hangat dan roti bakar!” perintah Teressa pada kedua pelayan yang berdiri tidak jauh dari mereka.


“Baik nyonya besar Teressa,” sahut mereka.


Di Sisi lain.


Steven masih sibuk dengan pekerjaannya di perusahaan, desas-desus bahwa Steven akan menikah menjadi perbincangan hangat para pegawai perusahaan.


Mereka sangat penasaran seperti apa bibit, bobot hingga bebet calon istri CEO terkaya se-Indonesia bahkan se-Asia tenggara itu.


Entah darimana muncul salah satu nama dan wajah seorang model yang saat itu sedang naik daun. Gadis itu bernama Diandra, ada beberapa yang percaya dan ada beberapa orang yang tak percaya dengan hubungan Diandra dan Steven.


Vote dong!! 😭😭😭


Like ❤️ komen 👇

__ADS_1


Terima kasih.. Selamat menjalankan ibadah puasa ❤️.


__ADS_2