Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 16


__ADS_3

Steven Walker sangat kesal dengan pemandangan yang menyayat hatinya di Rumah Sakit tadi, Ditenggelamkannya tubuh Steven Walker di ranjang ukuran King size.


Umpatan demi umpatan dia keluarkan dari mulutnya.


Adam Walker dan Yuli Walker yang melihat tingkah Sang Putra hanya diam. Pergi meninggalkannya.


Di kamar.


"Anak kita kenapa sayang? Apakah masalah pekerjaan?" Tanya Adam Walker pada Istrinya.


"Sepertinya bukan Sayang, ada hal yang lain. Yang Ku lihat dari kemarahannya tadi, tidak mungkin kalau soal pekerjaan. Atau jangan-jangan ini soal Wanita" Tebak Yuli Walker.


"Wanita? Anak kita sepertinya tidak kekurangan wanita sayang. Banyak gadis yang mengejarnya" Ucap Adam Walker.


"Aku jadi penasaran, Kenapa anak kita seperti itu? lain kali kita tanyakan. Suasana hatinya saat ini sangat buruk" Ujar Yuli Walker.


Di kontrakan Azizah.


"Biar aku saja yang menyiapkan bubur yang kita beli tadi, Kamu diam disini dulu" Ucap Dimas Ginanjar.


"Terima kasih Sayang, maaf merepotkan".


"Tidak merepotkan sama sekali Azizah Sayang".


Selang beberapa menit.


"Aku suapin ya Sayang" Ucap Dimas lalu diangguki Azizah.


Dimas Ginanjar menyuapi bubur dengan sangat hati-hati, Azizah yang merasakan perhatian oleh Sang Kekasih merasa Senang. kesal dan kecewa yang Ia rasakan beberapa hari yang lalu langsung sirna karena perhatian yang diberikan Dimas Ginanjar.


"Terima kasih Sayang" Ucap Azizah manis.


"Sama-sama sayang, sekarang kamu tidur. Ini sudah malam, Waktunya aku pulang" Ujar Dimas.


"Iya Sayang, kamu hati-hati ya!!" Balas Azizah ramah.


Setelah Sang kekasih pulang, Azizah melangkah kakinya memasuki kamar. bergegas Ia tertidur agar besok bisa bekerja seperti biasanya.


Keesokan Pagi.


"Syukurlah aku sudah sampai, hampir saja telat" Batin Azizah.


"Lihat deh itu si kampungan yang kegatelan sama Bos kita" Bisik Salah satu pegawai.


Azizah merasa tidak nyaman dengan tatapan yang tak suka ke arahnya dan gunjingan yang tidak jelas.


"Ada apa dengan mereka, kenapa mereka seperti tidak menyukai aku? apa jangan-jangan karena aku tidak masuk sehari?" Gumam Azizah.


Azizah berjalan seolah-olah tak perduli dengan mereka, Ia tetap memasang senyum manis kepada mereka. Sehingga membuat mereka makin tak suka dengan Azizah.


"Apaan sih sok manis banget" Ucap Mia.


"Ada masalah apa Mbak?" Tanya Azizah dengan memasang senyum manis.


"Jangan munafik, kami tidak suka" Balas Mia sinis lalu pergi.


"Munafik? Maksudnya apa?" Batin Azizah bingung.


Azizah melanjutkan perjalanan menuju Ruang kantornya.


Sampai ruangannya Ia di sibukkan dengan beberapa tumpukan berkas di atas meja.


"Ya ampun, sebanyak ini? baiklah akan aku kerjakan dengan senang hati" Ucap Azizah santai.


"Bu Azizah, Anda di panggil Bapak Steven Walker sekarang" Ucap Doni salah satu pegawai.


"Baiklah, terima kasih Mas" Balas Azizah ramah.


Azizah berjalan tergesa-gesa menuju Ruangan CEO tersebut.

__ADS_1


Tok..tok..


"Permisi, Saya Azizah. Ada perlu apa Pak?" Tanya Azizah pada pria yang duduk membelakanginya.


"Kamu tidak ingat dengan suara Saya?" Tanya Steven Walker.


Azizah mengerutkan keningnya, Ia sepertinya pernah mendengar suara tersebut.


"Pernah Pak, saat Saya baru bekerja hari pertama" Jawab Azizah polos.


Steven Walker sangat geram dengan jawaban Azizah. Bagaimana Azizah bisa lupa dengan pertemuan di malam itu.


"Coba kamu ingat-ingat sekali lagi, Barangkali kamu lupa" Balas Steven Walker.


"Haduh, dimana ya Pak?" Tanya Azizah bingung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Coba ingat sekali lagi!!" Ucap Steven Walker kesal.


Azizah makin bingung dengan ucapan Atasannya. Bagaimana tidak, ia disuruh mengingat hal yang sama sekali tidak berhubungan dengan pekerjaan.


"Tidak ingat Pak" Balas Azizah sedikit kesal.


"Lalu bagaimana dengan wajah saya" Ucap Steven Walker dengan membalikkan tubuhnya berhadapan dengan Azizah.


Azizah melihat dengan mata kepalanya sendiri, betapa tercengangnya dia.


"Kamu!!" Teriak Azizah.


"Bagaimana Apa sudah ingat" Ucap Steven Walker santai.


"Bagaimana kamu bisa kesini, cepat keluar nanti Bos aku marah dan kamu akan tertangkap" Ucap Azizah dengan memaksa Steven berdiri di kursinya.


"Apa kau sangat bodoh? dasar gadis bodoh" Ujar Steven Walker kesal.


"Kau yang bodoh, sudah aku bilang kamu jangan kesini lagi. Ayo aku bantu kamu kabur" Ucap Azizah lirih.


Steven Walker benar-benar kesal dengan Azizah, baru kali ini dia dipermalukan semena-mena oleh bawahannya sendiri. bahkan tidak mengenal dirinya Seorang Steven Walker pengusaha muda yang sangat terkenal di Jakarta bahkan se-Indonesia.


Tok..Tok..


"Permisi" Ucap salah satu pegawai.


"Jangan dibuka, tunggu sebentar" Teriak Azizah.


"Kamu bersembunyi di bawah meja, Cepat!!" Ucap Azizah lirih lalu menyuruh Steven bersembunyi.


"Kamu diam disini dulu, nanti aku cari cara supaya kamu bisa pergi dari sini oke! Ingat jangan berisik" Ucap Azizah lirih.


Azizah bergegas membukakan Pintu.


"Silahkan masuk, ada perlu apa Mas?" Tanya Azizah gugup.


"Saya ingin memberikan ini kepada Pak Steven, tapi mana Pak Steven bukankah tadi di dalam" Ucap Chiko.


"Oo, Pak Steven sepertinya lagi ada urusan mendadak, sini biar aku saja yang memberikannya kepada Pak Steven" Balas Azizah dengan senyum lebar.


"Jika Pak Steven sudah datang tolong sampaikan, bahwa Chiko ingin menemuinya jam 1 siang" Ucap Chiko.


"Baiklah, Akan saya sampaikan" Balas Azizah.


"Saya permisi".


"Oke" Balas Azizah.


Steven Walker menyunggingkan senyumnya, Ia sangat penasaran dengan ekspresi dan tingkah laku Azizah jika mengetahui yang sebenarnya.


"Sekarang sudah tidak ada orang, cepat keluar. Aku akan membawa kamu keluar dengan selamat" Bisik Azizah.


"Tunggu dulu" Ucap Steven Walker.

__ADS_1


"Ada Apa lagi?" Tanya Azizah.


"Belikan aku makanan dan minuman, aku sangat lapar dan haus" Ucap Steven Walker dengan wajah dibuat sedih.


"Kamu kesini karena kamu lapar? baiklah aku belikan. Sebaiknya kamu bersembunyi di bawah meja dulu" Balas Azizah.


"Ini uangnya" Ucap Steven Walker lalu berusaha merogoh uang di saku celana.


"Tidak perlu, dilihat dari tampang kamu saja. Aku sudah tahu bahwa kamu tidak memiliki uang, kamu diam disini oke. tunggu aku 5 menit saja" Ucap Azizah lalu pergi menuju kantin.


Steven Walker tertawa terbahak-bahak, Ia benar-benar senang mengikuti drama Azizah. Steven Walker yang hanya memakai kaos berwarna putih polos dan celana jeans hitam terlihat biasa-biasa saja bahkan tidak terlihat seperti seorang Atasan. tapi Soal rupa jangan ditanya lagi, sudah pasti sangat tampan. namun yang tidak habis pikir bagaimana bisa ia dikira tak memiliki uang dan tampang seperti ini malah ditolak mentah-mentah oleh Azizah.


"Benar-benar gadis bodoh, sangat menarik" Ucap Steven Walker.


Steven Walker lalu bergegas Pergi meninggalkan perusahaan miliknya.


Azizah yang baru tiba dari kantin pun sibuk mencari-cari pria itu.


"Kemana Pria itu? Apakah dia pergi? Semoga saja dia tidak tertangkap oleh satpam" Ucap Azizah.


Azizah yang sudah membawakan makanan dan minuman terpaksa menghabiskannya.


Sayang jika harus dibuang benaknya.


Dikediaman Steven Walker.


Steven Walker berjalan memasuki rumahnya, senyum lebar tidak pernah lepas dari bibirnya. Para pelayan yang melihat Sang majikannya tersenyum seperti mimpi. Bagaimana tidak? Steven Walker selama ini tidak pernah memberikan senyum lebar itu bahkan untuk sekedar tersenyum biasa pun tidak pernah.


Adam Walker dan Yuli Walker yang melihat Sang anak seperti itu bergegas menghampirinya.


"Ehem.. Semalam Mami mimpi apa ya Pi? tidak ada angin dan hujan kenapa anak kita senyum-senyum seperti ini" Ucap Yuli Walker dengan melirik Sang anak.


"Papi juga semalam mimpi apa ya Mi?" Tanya Adam Walker dengan suara sedikit nyaring.


"Kalian berdua kenapa?" Tanya Steven Walker dengan wajah tanpa ekspresi.


"Cepat ceritakan gadis mana yang membuat kamu seperti ini?" Tanya Yuli Walker penasaran.


"Gadis Bodoh" Ucap Steven Walker lalu pergi menuju kamar.


"Gadis bodoh? maksudnya apa Pi?" Tanya Yuli Walker bingung.


"Entahlah" Balas Adam Walker dengan mengangkat kedua bahunya.


Di kamar.


Kring.. kring..


"Hallo Pak, Saya Chiko" Ucap Chiko dari sebrang telepon.


"Iya ada apa?" Tanya Steven Walker.


"Bagaimana dengan pertemuan kita jam 1 nanti?".


"Pertemuannya Jangan hari ini, besok pagi jam 7 kita bertemu".


"Baiklah Pak Steven, maaf mengganggu".


"Tidak sama sekali" Balas Steven Walker lalu mematikan sambungan telepon.


Di kantor.


Chiko yang baru saja menghubungi Sang Atasan yaitu Steven Walker merasa heran dengan perubahan Pada Atasannya itu.


"Apakah dia masih Steven Walker yang aku kenal? Dia tadi bilang tidak sama sekali. Ya Tuhan Apakah ini benar-benar Mimpi? Kenapa dia begitu ramah tadi, tidak terlihat galak" Batin Chiko Heran.


Dukung Author terus dengan cara klik like+ favorit.


beri Tip/Poin untuk Novel Author sebagai dukungan kalian.

__ADS_1


Terima kasih 🤗❤️


__ADS_2