Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 69


__ADS_3

“Sadarlah Dimas, kita tidak mungkin bisa bersama seperti dulu. Apalagi kamu sekarang telah memiliki seorang anak,” ucap Azizah menyadarkan Dimas.


“Aku memang sudah sadar Azizah makanya aku ingin kita seperti dulu lagi,” sahut Dimas.


“Cukup Dimas, lupakan aku!” tegas Azizah.


“Aku sudah mencoba melupakan kamu Azizah namun aku tidak bisa,” sahut Dimas.


Di sisi lain.


Makanan sudah tersedia di meja namun Azizah belum juga datang membuat Steven khawatir.


“Erwin kamu tunggu disini dulu! aku menyusul Azizah,” ucap Steven.


“Oke bro, jangan lama-lama keburu dingin ini makanan,” sahut Erwin.


Steven menunggu Azizah di luar pintu pembatas masuk toilet namun yang ditunggu belum juga datang dengan cepat Steven memaksa masuk untuk memeriksa kebetulan di dalam toilet tidak ada siapapun.


Kamu kemana sayang? bukankah kamu tadi pamit ke toilet.


“Lepaskan aku!!”


Steven mendengar suara Azizah seperti meronta-ronta untuk dilepaskan, pria blasteran itu pun dengan cepat mendekati sumber suara itu.


“Lepaskan tanganmu dari wanitaku!” teriak Steven dan mendorong tubuh Dimas yang terlihat memaksa memeluk Azizah.


“Kamu tidak apa-apa sayang?” tanya Steven.


Terlihat sekali wajah Azizah ketakutan dan tubuhnya begitu gemetar.


BUGH!!!


BUGH!!!!


BUGH!!!!!


Steven melancarkan aksinya untuk memukul Dimas, Dimas yang dipukul secara bertubi-tubi tak dapat melawan pria itu terus saja merintih kesakitan sementara Steven masih saja memukul Dimas sampai akhirnya Dimas tak sadarkan diri. Salah satu pegawai restoran melihat Steven memukul Dimas pegawai itu lalu menghampiri Dimas yang tidak sadarkan diri.


“Kenapa tuan memukul pak Dimas?” tanya pegawai itu sambil mengecek keadaan Dimas.


“Tanyakan saja pada brengsek ini, sekali lagi dia mengusik wanitaku! akan aku pastikan restoran ini akan tutup selamanya,” ancam Steven.


Steven lalu mendekati Azizah yang ketakutan itu dan menyelimuti tubuh Azizah dengan jas milik Steven.


“Ayo kita pulang sayang! sekarang kamu aman,” ucap Steven.


Erwin yang sedang mengunyah makanan tiba-tiba terkejut dengan keadaan Steven yang tangannya dipenuhi darah.


“Kamu kenapa Steven?” tanya Erwin.


“Ini tanganmu juga kenapa? kenapa Azizah ketakutan seperti itu?” Erwin bertubi-tubi melempar pertanyaan yang tentunya belum dijawab oleh Steven.


“Kamu lanjutkan saja makannya! aku dan Azizah pulang dulu!”


Belum juga Erwin menjawab Steven dan Azizah telah pergi meninggalkan Erwin.


Mereka kenapa? jadi makanan sebanyak ini aku yang bayar? kalau tahu begini mending aku tak pesan makanan sebanyak ini.


Di Apartemen Mega flower Residence.


Steven sengaja tak membawa Azizah kembali kerumah, ia tidak ingin orang rumah melihat keadaan Azizah yang terlihat begitu ketakutan.


“Steven aku takut,” ucap Azizah sambil terus memeluk Steven.


“Kamu tidak perlu takut sayang, selama aku bersamamu kamu akan terus aman Azizah Sayang,” sahut Steven.


“Hari ini juga akan aku pastikan di masuk penjara,” ucap Steven lagi.


“Jaga,” cegah Azizah.


“Kenapa jangan Sayang? apa kamu ingin membelanya?” tanya Steven menyelidik.

__ADS_1


“Bukan itu Steven, dia memiliki seorang anak bayi. Istrinya juga telah meninggal jika ia masuk penjara kasihan anaknya,” jelas Azizah


“Tapi dia bersikap kurang ajar kepada kamu sayang, aku hanya tidak ingin dia seperti itu lagi,” ucap Steven memberi pengertian.


“Bukankah selama ada kamu aku akan aman?” tanya Azizah.


“Baiklah, apakah kamu sudah merasa lebih baik?”


“Sudah,” sahut Azizah sambil mengangguk.


Ada rasa takut dihati Azizah namun saat mendengar ucapan dari Steven, membuat Azizah merasa tenang Steven adalah matahari bagi Azizah begitupun sebaliknya.


“Kamu duduk disini dulu ya!”


“Kamu mau kemana jangan tinggalkan aku!”


“Aku akan memasak sesuatu untukmu, dari tadi kamu belum makan,” ucap Steven.


“Benarkah? apakah kamu yakin bisa memasak?” tanya Azizah memastikan.


“Kamu meragukan calon suamimu ini?”


“Ti...tidak, baiklah aku menunggu sampai masakanmu jadi semoga saja tidak mengecewakan,” ucap Azizah.


“Baiklah, tunggu hamba paduka ratu,” sahut Steven.


Steven melepaskan dasi di kemejanya yang ia kenakan, ia lalu melepaskan beberapa kancing kemeja. Terpampang jelas dada Steven yang begitu kencang membuat pria blasteran itu begitu tampan dan gagah.


Apa dia sekarang mengujiku? kenapa harus seperti itu, ya Tuhan makhluk ciptaan-Mu ini benar-benar tampan.


“Apa yang kamu lihat sayang?” tanya Steven sambil memotong bahan makanan.


“Ti...tidak ada,” sahut Azizah.


“Benarkah, kamu melihatku tadi seperti bernafsu,” goda Steven.


“Hentikan, kamu itu yang bernafsu,” balas Azizah.


Akhirnya masakan Steven jadi juga.


“Wah sepertinya nikmat,” ucap Azizah.


“Tentu saja, ini khusus untuk calon istriku,” sahut Steven.


“Steven! Mariska kemana bukankah dia tidur di apartemen ini?” tanya Azizah.


Semenjak Adam Walker dan Yuli Walker ke Jakarta, Mariska sementara waktu memilih tinggal di apartemen milik Steven bahkan sampai detik itu juga baik Mariska maupun Azizah belum saling bertemu.


“Dia sudah pulang kerumah,” sahut Steven.


“Kenapa aku merasa bahwa Mariska sedikit menjauhiku?” tanya Azizah sedih.


“Apa yang kamu pikirkan itu tidaklah benar, sebaiknya kamu makan masakan aku ini!”


“Baiklah, aku juga penasaran!” seru Azizah.


Azizah mencoba mencicipi masakan buatan Steven, wajah Azizah saat itu begitu serius.


“Bagaimana?” tanya Steven penasaran.


“Apakah ini kamu yang masak?” tanya Azizah memastikan.


“Ya tentu, kalau tidak suka sebaiknya aku buang saja,” ucap Steven mencoba mengambil piring berisi masakannya.


“Jangan,” cegah Azizah.


“Kenapa? bukankah tidak enak?”


“Ini enak sekali sayang, bisakah kamu berbagi resep denganku!” pinta Azizah dengan serius.


Steven tersenyum lega dan puas. Ternyata masakannya itu mengecewakan.

__ADS_1


“Tenang saja, aku punya banyak waktu untuk memasak bersama denganmu.”


“Kamu memang pria idamanku,” puji Azizah.


Malam hari.


“Selamat malam tuan muda dan nona muda!” sapa para pelayan yang menanti kedatangan mereka di pintu masuk.


“Sekarang panggil lah Azizah dengan sebutan nyonya muda karena sebentar lagi dia akan menjadi istriku!” perintah Steven.


“Baik tuan muda,” sahut mereka.


Azizah dan Steven menyeret kaki mereka untuk memasuki rumah.


“Malam mami!” sapa Azizah dan Steven melihat Yuli sedang duduk di sofa ruang tamu.


“Kenapa kalian baru pulang?” tanya Yuli.


Azizah dan Steven saling menatap satu sama lain.


“Kok malah saling pandang memandang seperti itu?” tanya Yuli heran.


“Kami tadi ke apartemen dulu mi,” sahut Azizah jujur.


“Ya sudah, ayo masuk ke dalam!”


Yuli tidak ingin berkomentar banyak, lagipula Steven dan Azizah sudah sama-sama dewasa.


“Kak Azizah!” sapa Mariska gembira.


“Mariska! akhirnya kita bertemu juga, aku kira kamu menjauhiku,” ucap Azizah.


“Kakak ini bicara apa? tidak mungkin Mariska menjauhi kakak,” sahut Mariska.


“Lantas mengapa kemarin-kemarin kamu di apartemen dan tidak langsung pulang kesini?”


“Karena aku ada suprise buat kak Azizah, ayo kak ikut Mariska!” ajak Mariska.


Mariska mengajak Azizah untuk masuk ke kamar.


“Sekarang kak Azizah tutup mata!” pinta Mariska.


“Mau apa?”


“Sudah, pokoknya kak Azizah ikuti saja permintaan Mariska!”


“Baiklah,” ucap Azizah kemudian menutup matanya.


“Sekarang buka!” perintah Mariska.


Azizah membuka matanya perlahan ia sangat terkejut mendapatkan kejutan dari Mariska.


“Bagaimana kak apakah cantik?” tanya Mariska.


“Luar biasa, gaun ini sangat cantik,” sahut Azizah penuh kagum.


“Maaf ya kak, kemarin aku sibuk membuat gaun ini di apartemen makanya aku tidak pulang kesini,” ucap Mariska.


“Jadi ini rancangan dan kamu yang membuatnya?” tanya Azizah sedikit tak percaya.


“Iya kak, selama di Inggris aku fokus membuat gaun ini. Aku harap kakak memakai gaun ini saat pernikahan besok,” ucap Mariska.


“Tentu aku akan memakai gaun ini, gaun secantik ini sayang jika aku tolak. Terima kasih Mariska kamu adik ipar terbaik,” puji Azizah.


Kedekatan mereka layaknya adik kakak kandung, bagi siapapun yang melihat mereka pasti beranggapan bahwa mereka saudara kandung, karena selisih usia mereka tidak terlalu jauh.


Vote ya!


Yuk gabung di Grup chat author.😇🙏


Like ❤️ komen 👇 Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2