
Azizah memeriksa stok pembalut di kopernya namun ternyata hanya tersisa 1 biji sementara jangka waktu mentruasi nya masih beberapa hari lagi,
ia melirik ke arah suaminya dan meminta tolong untuk membeli produk khusus wanita untuk nya.
“Suamiku, pembalut ku habis bisakah kamu membelikan pembalut untukku!”
Steven yang sedang sibuk berkutat dengan laptopnya akhirnya menutup laptop itu dan menghampiri istrinya yang baru saja keluar dari kamar mandi.
“Pembalut?”
“Iya pembalut, Carikan yang ada sayapnya!” pinta Azizah.
Steven menggaruk-garuk kepalanya karena bingung tentang pembalut yang ada sayapnya, ia berpikir apakah tiap pembalut memiliki sayap yang bisa terbang.
Karena suaminya tak merespon, Azizah berjalan dan mengambil pembalut miliknya yang tersisa sebagai contoh agar suaminya bisa membeli pembalut yang ia maksud.
“Yang seperti ini suamiku! belikan aku sekarang!”
Steven membuka pembalut itu dan memperhatikan setiap detailnya, tidak ada perasaan jijik sama sekali justru ia penasaran dengan sayap yang dibicarakan oleh istrinya.
“Jadi ini yang dimaksud sayap?” tanya Steven sambil membuka lebar pembalut milik istrinya.
“Hentikan sayang! jika kamu seperti itu kamu akan membuatku malu.”
Steven menaruh pembalut itu dan bergegas membeli pembalut sesuai permintaan istri tercintanya.
“Baiklah aku akan membelikan pembalut untukmu, kamu diam saja di kamar dan jangan kemana-mana!” pesan Steven.
“Baiklah suamiku!”
Di Supermarket.
Steven memasuki supermarket dan berjalan-jalan mengelilingi supermarket itu untuk mencari apa yang diinginkan oleh istrinya.
15 menit kemudian.
Pria blasteran itu akhirnya berhenti tepat di sekitar area khusus wanita, ia memperhatikan setiap detail produk khusus wanita itu mencari apakah bersayap atau tidak karena Azizah mengatakan jika pembalut itu ada 2 macam yaitu bersayap dan tidak bersayap.
Ini yang bersayap, kalau begitu beli yang ini saja.
Tapi kenapa ada ukurannya?
Ya sudahlah pilih semuanya yang penting bersayap.
Steven mengisi keranjang belanja dengan berbagai macam pembalut bersayap, kemudian ia membeli yogurt dan beberapa cemilan lainnya.
Kasir supermarket terkejut saat melihat belanjaan yang di keranjang belanja Steven, ia tertawa kecil karena pria di depannya itu begitu tampan namun sangat berani membeli pembalut sebanyak itu.
“Hai tampan! apakah pembalut ini untuk dijual atau untuk....”
“Cepat ditotal aku tidak punya banyak waktu!” perintah Steven.
Steven paling tidak suka jika ada wanita yang berusaha mendekatinya walaupun hanya sekedar mengobrol apalagi bukan urusan pekerjaan.
“Ini tuan struk belanja anda!” ucap wanita itu sambil memberikan struk itu.
Pria blasteran itu tak menjawab sedikitpun, ia hanya meletakkan beberapa uang kertas dan dengan cepat pergi meninggalkan supermarket dengan membawa 2 kantong plastik besar. Pelayan kasir itu berulang kali memanggil Steven untuk memberikan kembalian uang belanja namun Steven sama sekali tak menghiraukan panggilan itu, ia terus berjalan dan akhirnya masuk ke dalam mobil mewah miliknya.
__ADS_1
Di Hotel
Steven datang dengan membawa dua plastik besar berlebel supermarket tempat ia belanja.
“Malam istriku tercinta!” sapa Steven yang baru sampai.
“Ya ampun sayang, ini terlalu banyak aku hanya butuh sebungkus pembalut bukan malah berpuluh-puluh bungkus pembalut,” ucap Azizah sambil menepuk jidatnya.
“Benarkah? aku langsung membelinya tanpa bertanya kepada mu istriku.”
“Ya sudah lupakan saja! sini biar aku yang membawanya ke dalam!”
Beberapa menit kemudian.
Waktu sudah menunjukkan jam 11 malam waktu setempat.
Azizah berjalan menghampiri suaminya yang sibuk dengan laptop, ia duduk mendekati suaminya dan merebahkan tubuh dengan beralaskan paha suaminya.
Steven tersenyum dan mengelus rambut Azizah, lalu ia melanjutkan lagi pekerjaannya.
“Suamiku! aku sangat mengantuk,” ucap Azizah sambil mengucek pelan matanya.
“Tidurlah di pahaku sayang, masih ada beberapa berkas yang harus aku periksa.
Setelah aku selesai aku akan menggendong mu ke ranjang!”
“Aku hanya ingin tidur, jika kamu sudah selesai bangunkan aku oke!”
“Oke sayang, sekarang tidurlah!”
Ini nih suami idaman, selain tampan, mapan, baik dan juga mampu membelikan pembalut untuk istrinya.
Ada masalah apalagi ini kenapa istriku menatapku seperti itu?
“Katakan!” pinta Steven.
Azizah membulatkan matanya dengan sempurna, “Katakan apakah tadi ada yang merayu mu?”
Karena tak ingin membuat istrinya berpikir yang tidak-tidak, Steven pun menceritakan sedetail mungkin bagaimanapun ia juga harus jujur tak ada sedikitpun gak yang ia tutupi jika mengenai hubungan mereka.
Azizah tak marah justru ia bangga karena suaminya tak menggubris wanita manapun kecuali dirinya.
Ia pun kembali merebahkan tubuhnya dengan beralaskan paha Steven sebagai pengganti bantal untuk kepala nya.
“Selamat tidur suamiku!”
“Mimpi indah istriku!”
Steven kembali fokus dengan pekerjaannya, meski ia sedang bulan madu di Paris namun tetap saja pekerjaan adalah tanggung jawab apalagi dia adalah seorang CEO.
“Drrrt.... drrttt...”
“Ada apa?” tanya Steven dingin.
“.........”
“Kirim saja data-data nya lewat email!”
__ADS_1
“........”
“Ya sudah!”
Setelah menerima telepon dari salah satu orang kepercayaan di perusahaan, Steven kembali fokus menyelesaikan pekerjaan nya.
2 jam kemudian.
Steven merenggangkan ototnya terutama jari-jarinya yang begitu lelah akibat mengetik,
ditatapnya wajah Azizah yang tertidur pulas.
Rambut yang menutupi wajah cantik Azizah di rapikan dan diselipkan ke telinga istri tercintanya.
Ia perlahan mengangkat tubuh Azizah ala Bridal Style dan berjalan menuju ranjang empuk, ia menurunkan tubuh istrinya dengan sangat lembut takut kalau-kalau istrinya terbangun.
Steven masih memakai pakaian kasual, ia pun pergi menuju almari dan mengganti pakaiannya dengan piyama.
“Sayang!” panggil Azizah yang terbangun dari tidurnya.
Steven sudah rapi dengan piyama yang ia pakai, ia pun bergegas naik ke ranjang.
“Kamu kenapa bangun sayang, apakah aku membangunkan mu?”
“Peluk aku! aku tadi bermimpi aneh!” pinta Azizah sambil berkata akan mimpinya yang aneh.
“Sudah jangan dipikirkan, sekarang ayo tidur!” ajak Steven.
Aku merasa jika mimpiku nyata suamiku,
mimpi tentang kejadian yang sangat aneh sekaligus menyeramkan.
Aku bermimpi seorang wanita datang di kehidupan kita dan memisahkan kita.
Tidak, bagaimanapun kamu tetap mencintaiku. Berarti aku harus berhati-hati kepada wanita yang mendekati suamiku ini.
“Sayang! kamu dengar yang aku bicarakan kan?” tanya Steven memastikan.
“Aa...apa?” tanya Azizah.
“Ayo kita tidur ini sudah malam, apa mau aku mengelus-elus perut mu istriku?”
Azizah berusaha menyembunyikan ketakutannya dan tersenyum manis kepada suaminya.
“Mau!”
“Tapi ada satu syarat!”
“Syarat apa?”
“Aku ingin menciumi bibir mu sayang!”
Azizah tersenyum dan dengan agresif ******* bibir suaminya itu, Steven pun dengan senang hati membalas ciuman istrinya.
Di rasa cukup lama akhirnya mereka menyudahi aktivitas mereka dan Steven mengelus-elus perut Azizah hingga wanita itu tertidur pulas.
“Selamat tidur Istriku!! muachhhh😘.”
__ADS_1
Vote 🙏😘 like ❤️ komen 👇