
Rika terbangun dari tidurnya.
Hatinya saat itu sangatlah sedih, ia jadi teringat dengan sang putri.
Ya Allah ada apa dengan Hamba?
Kenapa perasaan Hamba sangatlah sedih? Apa jangan-jangan terjadi sesuatu dengan Yana?
Rika dengan cepat mengambil air wudhu untuk mendirikan Sholat, hatinya saat itu benar-benar sedih.
Setelah sholat malam Rika kembali melanjutkan tidurnya, ia berharap esok pagi hatinya tidak merasa sedih maupun cemas.
Ya Allah lindungilah dimana pun Yana berada.
Jangan sampai Yana kenapa-kenapa ya Allah.
Amin...
Keesokan Pagi.
Yana masih merasakan kesedihan dihatinya, ia datang ke Magetan berniat ingin menemui sang sahabat namun ternyata takdir berpihak lain padanya. Azizah pergi meninggalkan Magetan dan membuat Yana semakin bersedih.
“Yana anak papi waktunya makan! papi udah menyiapkan roti panggang,” ucap Danu yang baru saja datang ke kamar Yana.
“Yana tidak lapar Pi,” sahut Yana tanpa melihat ke arah Danu.
“Sudah sayang, papi yakin kamu dan Azizah akan segera bertemu.”
“Bertemu bagaimana Pi? Yana saja tidak tahu Azizah sekarang dimana. Jakarta luas sekali Pi, hiks.... hiks...”
“Loh.. loh... kok malah menangis, udah dong sayang! ini masih pagi masak mau menangis lagi.”
Ting... tong..
“Sepertinya ada tamu, Yana diam disini dulu! papi mau membukakan pintu,” ucap Danu.
Danu dengan cepat berjalan menuju pintu ia tahu jika calon menantunya lah yang datang.
“Papi!” teriak Mike girang.
“Cepat sekali kamu datang, papi kira nanti sore,” sahut Danu.
“Mike harus segera kesini Pi, Mike penasaran kenapa Yana seperti itu,” ucap Mike jujur.
Danu pun menjelaskan secara detail tentang kesedihan Yana yang ditinggal oleh Azizah ke Jakarta.
“Jadi begitu Pi, kalau begitu bolehkah Mike mengajak Yana ke Jakarta?” tanya Mike memastikan.
“Untuk apa? jangan bilang kamu ingin membantu Yana mencari Azizah?” tanya Danu balik.
“Papi tenang saja, Mike punya kenalan di Jakarta dan yang pasti dia pria yang sangat terkenal serta disegani di Jakarta. Mike yakin untuk mencari Azizah adalah hal yang gampang bagi sahabat Mike,” jelas Mike percaya diri.
“Papi tidak setuju kalau kamu pergi berdua saja,” tolak Danu.
“Kenapa Pi? papi takut kalau Mike akan berbuat yang tidak-tidak dengan Yana? haduh Pi, papi percayalah dengan Mike Orlando. Mike berjanji akan menjaga Yana Aryanto putri kesayangan Papi dan calon istri Mike,” ucap Mike percaya diri.
__ADS_1
Danu yang semula ragu akhirnya menyetujui ucapan Mike, ia yakin jika Mike dapat dipercaya.
“Baiklah, kapan kalian akan ke Jakarta?” tanya Danu.
“Hari ini Pi,” sahut Mike santai.
“Apa?” Danu terkejut dengan ucapan Mike.
“Atau papi juga ingin ikut bersama kami?” tanya Mike.
Danu langsung menggelengkan kepalanya pertanda bahwa ia tak ingin ikut. “Tidak Mike, kamu dan Yana saja yang pergi. Tapi ingat! kamu harus selalu menjaga Yana,” pesan Danu pada sang menantu.
“Mike Orlando berjanji akan menjaga Yana,” sahut Mike.
Yana menghapus air matanya, ia bergegas ke meja karena perutnya sangatlah lapar.
Saat baru menuruni anak tangga ia seperti mendengar suara dari Mike kekasih Yana.
Suara Mike, tapi mana mungkin dia kemari.
Yana berpikir kalau yang ia dengar hanya halusinasinya saja. Tapi lama-kelamaan suara itu semakin jelas ditelinga Yana.
Yana yang penasaran langsung berjalan ke arah sumber suara.
“Mike!!” ucap Yana terkejut.
“Kamu kapan kesini?” lanjut Yana lagi menanyakan Mike.
“Baru saja sayang,” balas Mike lalu mendekati Yana.
****
Steven duduk sambil memperhatikan Azizah yang sibuk dengan tugas kuliahnya, saat itu Steven seperti sedang dihipnotis oleh kekasihnya.
“Ada apa?” tanya Azizah pada Steven yang sedari tadi memperhatikan dirinya.
“Kamu terlihat sangat cantik sayang,” balas Steven.
“Benarkah?” tanya Azizah memastikan.
“Benar. kalau tidak, mana mungkin aku bisa mencintaimu segila ini,” sahut Steven.
“Dasar Bucin,” ketus Azizah.
“Bucin? apa itu Bucin sayang?” tanya Steven yang memang tidak tahu arti Bucin.
“Bucin itu ya seperti kamu Steven sayang, budak cinta.”
“What!!! kamu bilang aku budak cinta? berarti kamu Bocin dong,” ucap Steven.
“Apaan itu Bocin?” tanya Azizah penasaran.
“Artinya Bos cinta sayang... Wkwkwkw.” Steven mengatakan dengan wajah seimut mungkin.
“Kamu benar-benar ya, rasain nih..” Azizah merasa gemas dengan sang kekasih ia menyudahi tugasnya dan mendekat ke arah Steven.
__ADS_1
“Kamu mau apa sayang?” tanya Steven yang melihat senyum jahat Azizah.
“Aku ingin membuat kamu seperti bucin,” ucap Azizah lalu mengeluarkan lipstick berwarna merah merona.
“Itu buat apa sayang? jangan bilang kamu mau mencoret-coret wajahku seperti yang kemarin.” Steven tahu jika Azizah sudah memperlihatkan lipstick merahnya ia sudah pasti lipstick itu akan mendarat ke wajah dan bibir sexy nya.
“Hihi... kamu sangat pintar sayang. Jadi sekarang Bocin memerintahkan kepada Bucin untuk diam tak bergerak, agar Bocin mu ini bisa menggambarkan sesuatu yang menarik diwajah bucin.”
Steven pun pasrah, wajahnya yang tampan itu dicoret-coret habis oleh Azizah.
Bahkan tampannya sudah tak terlihat lagi dikarenakan hasil karya Azizah yang begitu banyak dan tebal.
Mariska yang mendengar tawa keras dari Azizah bergegas masuk ke kamar. Betapa terkejutnya ia saat mendapati Steven diam mematung dengan wajah yang super merah.
“Ha...ha.. Kak Steven? benarkah ini kak Steven?” tanya Mariska.
“Ini benar-benar diluar dugaan ku, ternyata kak Azizah sungguh berani membuat hal seperti ini kepada Kak Steven. Aku akan mengirim gambar ini kepada mami dan papi,” ucap Mariska sambil mengabadikan momen lucu itu.
“Jangan Mariska, lihat saja kalau kamu kirim ke mami dan papi,” ancam Steven.
“Kirim saja Mariska, kalau Steven berani macam-macam terhadapmu akan ku pastikan dia aku pecat dari daftar calon suami,” ucap Azizah.
Lagi-lagi Steven pasrah, ia tak ingin melepaskan Azizah. Rasa cintanya kepada Azizah sangatlah besar.
Mariska tertawa puas, kapan lagi ia berani menjahili sang sepupu yang dikenal dingin dan arogan itu.
“Sudah aku kirim kak, mami dan papi sangat senang melihat kak Steven seperti itu.”
Setelah itu Mariska keluar dari kamar meninggalkan sepasang kekasih itu berdua.
1 Jam kemudian.
Steven berbaring di sofa, sementara Azizah sudah masuk ke kamarnya.
Terdengar suara getaran ponsel miliknya, tertera nama Mike di ponsel Steven.
“Hallo Mike ada apa?” tanya Steven dari sambungan telepon.
“......”
“Baiklah kamu kemari, aku dan Azizah sudah akan menikah sebentar lagi.”
“.....”
“Kurang dari 2 bulan.”
“.....”
“Oke akan aku tunggu.”
Setelah menerima sambungan telepon dari sang sahabat, Steven bergegas pulang ke kediamannya untuk memberitahukan kepada para pelayan agar mereka memasak banyak makanan.
Like ❤️ komen 👇 Vote 🙏😭
Terima kasih teman-teman.
__ADS_1