
Yana menghabiskan waktunya di Mansion.
Pikirnya jika di Amerika hari-harinya akan berwarna tapi ternyata tidak.
"Membosankan" Ucap Yana di kamar.
Tok.. tok..
"Masuk!" Ucap Yana.
"Nona Yana malam ini Tuan Indra mengajak anda menghadiri pesta, ini titipan dari Tuan Indra" Ucap pelayan dan memberikan sebuah kota besar.
"Terima kasih" Balas Yana.
"Saya permisi nona" Ucap pelayan dan pergi.
Sementara Yana penasaran akan kotak seperti kado itu, ia lalu membuka dan melihat betapa cantiknya hadiah pemberian Indra.
"Ini sangat cantik sebenarnya pesta apa yang membuat Paman mengajakku" Ucap Yana sambil melihat setiap detail gaun berwarna hitam panjang.
Yana tak sabar menunggu Sang Paman menjemputnya, ia bergegas mengganti pakaiannya dengan gaun hitam yang sangat cantik dan elegan itu.
"Ya ampun. Ini benar-benar cantik, bahkan aku tak mengenali diriku sendiri" Puji Yana pada dirinya sendiri.
Yana merias wajahnya dengan sangat pelan, ia tidak ingin mengecewakan gaunnya yang sangat cantik itu.
"Sekarang sangat sempurna" Ucap Yana senang di depan cermin.
Sambil menunggu Indra menjemputnya, Yana bersantai di kamar sambil menonton film kungfu panda kesukaannya.
Tok.. tok..
"Nona!!" Panggil pelayan.
"Ada apa?" Tanya Yana yang baru saja membuka pintu kamar.
"Utusan Tuan Indra telah menunggu di bawah".
"Kenapa bukan Paman yang menjemput ku?" Tanya Yana penasaran.
"Tuan Indra menunggu anda di pesta Nona" Sahut Pelayan itu.
"Baiklah, aku akan turun" Ucap Yana dan menutup kamarnya, ia masih harus merapikan rambutku yang sedikit berantakan.
"Sempurna" Ucap Yana sambil menjentikkan jarinya.
Yana berjalan menuruni anak tangga, high heels berwarna hitam menambah kesan cantik di kaki jenjang meski sedikit sulit melangkahkan kakinya.
Bak model yang sedang berjalan di catwalk, Yana dengan bangganya berjalan berlenggak lenggok.
"Sangat cantik" Puji utusan itu.
"Thank you" Sahut Yana sambil menyeimbangkan high heels itu.
1 Jam kemudian.
"Silahkan Nona" Ucap Utusan itu.
"Terima kasih" Sahut Yana dan berjalan di karpet merah dengan sedikit gemetar karena high heels yang dipakainya.
Yana seperti terhipnotis dengan keramaian di pesta itu. Ia bahkan membayangkan bahwa dirinya adalah artis Hollywood terkenal.
"Menakjubkan, benar-benar menakjubkan" Gumam Yana.
"Yana!!" Panggil Indra.
"Paman" Sahut Yana dan menghampiri Indra.
"Sebenarnya acara apa ini Paman?" Tanya Yana penasaran.
"Bisnis Paman lancar, ini pesta karena Paman memenangkan tender" Ucap Indra bangga.
"Wow.. selamat Paman. Akhirnya Paman berhasil" Puji Yana.
"Oya Papi mana Paman?" Sambung Yana mencari tahu keberadaan Danu.
"Sedang ada urusan, sebentar lagi pasti datang. Kamu malam ini sangat cantik Yana, tidak salah pilih gaun ternyata" Ucap Indra.
__ADS_1
"Terima kasih Paman, bahkan Yana tidak mengenali diri sendiri" Sahut Yana.
"Kamu bisa saja, Paman kesana sebentar kamu jaga diri baik-baik oke" Ucap Indra sambil menunjuk arah yang ingin dituju.
"Oke Paman Indrot" Sahut Yana.
Yana mengedarkan pandangannya, ia penasaran makanan apa yang bisa dimakannya.
Matanya pun tertuju pada salah satu meja yang berisikan berbagai macam kue.
"Wah... Sepertinya enak" Ucap Yana sambil memandangi berbagai macam jenis kue.
Yana lalu tergiur dengan kue brownies cokelat dengan taburan toping keju serta buah Cherry.
"Hmmmmm.. enak sekali" Ucap Yana semangat dan terus melahap kue brownies itu tanpa memperdulikan tatapan orang disekitarnya.
Yan lalu mengambil kue berbentuk love dengan toping taburan cokelat dan stroberi.
"Wah.. ini juga enak" Puji Yana sambil terus menikmati kue itu.
Mike baru saja tiba di gedung pesta, kebetulan dia salah satu partner Indra.
Mike mengedarkan pandangannya untuk menemukan Indra namun matanya malah tertuju pada seorang wanita yang sedang melahap kue dengan semangat tanpa ada rasa malu. Mike bahkan mengira jika wanita itu bukanlah tamu undangan pesta melainkan orang yang berpura-pura sebagai tamu pesta untuk mencari makan.
"Hei kamu!" Ucap Mike yang kini sudah di samping Yana.
"Kenapa?" Tanya Yana sambil fokus melahap kue.
"Hei!" Ucap Mike lagi, ia sangat geram dengan sikap wanita itu.
"Ada apa?" Tanya Yana sedikit membentak karena aksi makannya diganggu oleh Mike.
Mike bertambah geram, ia lalu mengambil sapu tangan miliknya dan mengusap-usap wajah Yana yang tengah menikmati kue hingga wajahnya penuh dengan kue berwarna cokelat.
"Apa yang kamu lakukan?" Teriak Yana.
Teriakkan Yana tidak terlalu terdengar orang banyak karena musik di gedung pesta itu sangatlah berisik. Mike menarik tangan Yana menuju belakang gedung.
"Apa yang kamu lakukan? Dasar gila" Bentak Yana sambil membersihkan wajahnya.
"Kamu siapa? berani-beraninya datang ke tempat seperti ini" Balas Mike.
"Aku tahu kamu wanita, siapa bilang kamu pria" Balas Mike.
"Sudah tahu kenapa bertanya" Ketus Yana.
"Siapa yang bertanya?".
"Kamu" Ucap Yana singkat.
Mike mengepalkan tangannya, ia sangat geram dengan balasan Yana. Biasanya yang membalas singkat kepada dirinya hanya Steven.
"Kamu kenapa datang kesini?" Tanya Mike penasaran.
"Karena aku mau" Balas Yana singkat.
"Maksudku kamu datang kesini karena apa?" Tanya Mike dengan lantunan suara yang sangat pelan seperti bicara kepada anak kecil.
"Aku datang kesini di ajak Paman" Sahut Yana sambil menirukan lantunan suara sangat pelan seperti Mike.
Mike sangat geram, baru kali ini dia menghadapi gadis yang sangat sulit diajak bicara. Ia pun menarik wajah Yana dan ******* bibir Yana dengan tergesa-gesa. Yana memberontak tapi tak bisa melepaskan diri. Tubuhnya dikunci oleh Mike sehingga ia tidak dapat bergerak.
"Uh... Uh.. Apa yang kamu lakukan?" Tanya Yana yang baru saja selesai ciuman sambil mengontrol nafasnya yang sulit akibat ciuman paksa dari Mike.
"Mencium bibir kamu" Sahut Mike santai tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Aku tahu, tapi kenapa kamu mencium ku. Itu adalah ciuman pertamaku" Ucap Yana sedih sambil menyentuh bibirnya.
Tak lama setelah ucapan itu keluar dari mulut Yana. Ia pun menangis kencang.
"Hiks.. hiks.. Papi Yana dicium Hiks.. hiks.." Yana menangis dan memanggil Papinya.
Sementara Mike merasa bersalah karena perbuatannya. Ia benar-benar tidak tahu jika ciuman itu adalah ciuman pertama Yana bahkan sampai membuat Yana menangis.
"Hei.. hentikan! Aku akan bertanggung jawab" Ucap Mike serius dan Yana langsung terdiam dari tangisannya.
"Maksudnya?" Tanya Yana bingung sambil menghapus air matanya.
__ADS_1
"Aku akan menikahimu" Balas Mike.
"Benarkah?" Tanya Yana.
"Iya aku mengatakan dengan bersungguh-sungguh. Dan jangan menangis lagi" Ucap Mike.
Tanpa berpikir panjang Yana menyetujui ucapan Mike. Mereka pun berkenalan untuk mengenal lebih jauh lagi.
"Hai Mike!" Panggil Indra.
"Selamat atas kemenangannya Tuan Indra" Ucap Mike.
"Yana kamu kenal dengan Mike?" Tanya Indra penasaran.
"Iya Paman. Yana dan Mike akan segera menikah" Jujur Yana.
"Menikah?" Tanya Indra terkejut.
"Iya Paman, soalnya Mike telah mencium bibir Yana dibelakang gedung" Balas Yana polos dan membuat Mike malu karena kepolosan Yana.
"Haha... Haha.. Apa yang kamu lakukan Mike?" Tawa Indra pecah saat mendengar Jawaban polos sang keponakan.
Mike tak menjawab ia hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Indra!" Sapa Danu dan menepuk pundak adiknya yang tertawa keras.
"Kamu hari ini sangat cantik Nak!" Puji Danu pada putrinya.
"Dan kamu kenapa tertawa? Apa ada yang lucu?" Tanya Danu heran.
"Sini!!" Ucap Indra memberikan isyarat agar Danu mendekat. Danu pun mengikuti isyarat Indra.
Indra memberitahukan alasan dirinya tertawa. Danu yang mendengar bisikan di telinganya seketika terperangah dan menatap Yana dan Mike.
"Sebenarnya apa yang terjadi! Yana coba ceritakan sama Papi!" Pinta Danu memastikan bahwa ucapan Indra salah.
"Tadi Mike mencium bibir Yana, trus Yana menangis Pi. Mike bilang mau menikahi Yana, Yana takut hamil Pi" Ucap Yana Polos. Dan Mike hanya diam menahan tawa.
"Hahaha...hahaha" Danu akhirnya tertawa juga. Yana benar-benar polos.
Yana setelah pindah dari Indonesia memang tidak pernah sekolah, ia belajar dengan cara homeschooling dan Ia tak pernah menonton film dewasa melainkan film kartu anak-anak.
Bahkan Yana tak pernah dekat kepada pria manapun itu sebabnya Yana sangat polos.
"Ada yang lucu Pi?" Tanya Yana heran.
"Tidak ada" Sahut Danu yang telah mengakhiri tawanya.
"Dan kamu Mike, ikut saya sebentar!" Perintah Danu mengajak Mike keluar gedung.
Danu menghela nafasnya, ia ingin tahu apa rencana Mike sehingga mengajak anaknya untuk menikah.
"Katakan dengan sejujurnya kenapa kamu mengajak Yana menikah padahal kalian baru saja bertemu!".
Mike lalu menceritakan apa yang sebenarnya terjadi tanpa mengurangi atau melebihkan cerita. Ia cerita sesuai dengan fakta yang ada.
Danu mendengar ucapan Mike dengan serius bahkan tak terlewatkan satu katapun yang ia dengar.
"Jadi begitu Tuan" Ucap Mike yang telah menceritakan semua kejadiannya.
Danu mendekat dan menepuk bahu Mike, seolah mengisyaratkan bahwa ia percaya dan yakin kepada Mike.
"Kalau aku memintamu untuk menikahi anakku bagaimana?" Tanya Danu serius.
"Saya mau Tuan" Sahut Mike cepat, ia sebenarnya sudah tertarik kepada Yana dari awal.
"Tapi apakah kamu mau menerima syarat dariku?" Tanya Danu.
"Selama saya bisa. Saya akan melakukannya Tuan".
"Yana anakku satu-satunya, aku ingin kalian tinggal di Indonesia".
"Tidak masalah Tuan, saya sudah pernah ke Indonesia dan sangat tertarik tinggal disana" Ucap Mike jujur.
"Bagus! Kamu ternyata pria yang ideal untuk anakku" Sahut Danu.
Mereka pun masuk ke gedung pesta dan menikmati makanan.
__ADS_1
Yana tak pernah merasakan jantungnya berdetak sekencang ini kepada pria manapun. Mike lah pemenang dihati Yana yang hanya beberapa menit dikenalnya hingga berubah menjadi keseriusan untuk menikah, bahkan mungkin menciptakan rekor guinness world record jika di lombakan.
Like+Voteπππ