
Di Magetan.
Rika bangun pagi-pagi buta untuk membuat sarapan, ia tahu makanan kesukaan Yana saat mereka masih tinggal bersama.
Pagi itu Rika memasak nasi goreng dengan tambahan udang tak lupa irisan bawang goreng.
Semoga Yana masih suka dengan masakan ku.
Yana mengendus-endus mencium harumnya masakan dari dapur, dengan mata yang masih setengah tertutup Yana berjalan menuruni anak tangga namun di pijakan terakhir Yana terpeleset.
BUGH!
“Awwww sakit mi!” teriak Yana.
Mendengar teriakkan dari sang putri Rika bergegas lari.
“Ya Allah Yana!” teriak Rika.
Rika membantu Yana yang masih dengan posisi jatuh dilantai, terlihat pergelangan kaki yang memar.
“Sakit Mi.” Yana merintih kesakitan bahkan sampai menangis.
“Sini mami bantu!” Rika memapah tubuh Yana menuju sofa.
“Sakit Mi, sepertinya keseleo,” ucap Yana.
“Kamu tahan sebentar, mami ambil minyak urut dulu!”
Rika berjalan terburu-buru mencari minyak urut yang ada di dalam tas miliknya, ia sangat sedih melihat Yana menangis kesakitan.
“Hiks...hiks... sakit mi,” ucap Yana sambil menangis.
“Tahan sebentar ya nak! mami oleskan,” sahut Rika dan melumuri pergelangan kaki Yana dengan minyak urut.
Pelan tapi pasti Rika mengurut pergelangan kaki Yana, Yana tak tahan dengan rasa sakit di pergelangan kakinya ia bahkan meronta-ronta.
“Sakit mi.. sakit mi,” ucap Rika.
Secara bersamaan Danu dan Mike datang kebetulan pintu tidak dikunci, Danu terkejut saat mendengar suara rintihan putri kesayangannya dengan cepat ia berlari ke arah Yana dan melihat seorang wanita duduk membelakangi dirinya.
“Siapa kamu? jauh-jauh kamu dari putri saya!” teriak Danu lalu mendorong tubuh Rika kuat sampai Rika tersungkur ke lantai.
Rika berbalik arah dan terkejut melihat Danu, begitupun dengan Danu, Danu begitu terkejut bahkan ia menyesali perbuatannya karena telah mendorong tubuh mantan istrinya.
“Papi ini kenapa kasar sama mami? mami tadi membantu mengurut pergelangan kaki Yana yang terkilir ini,” ucap Yana setengah berteriak sambil menunjuk kakinya yang terluka.
Danu mengusap wajahnya dengan kasar, ia lalu berjalan mendekati Rika dan membantu Rika berdiri.
“Maafkan aku, aku kira kamu orang jahat yang ingin mencelakai Yana,” ucap Danu dengan penuh penyesalan.
__ADS_1
“Tidak apa-apa mas, aku mengerti,” sahut Rika .
Mike berdiri tak jauh dari mereka, ia hanya menatap ke arah perempuan itu yang sebelumnya tidak ia kenal.
“Kamu sedang apa kesini?” tanya Danu.
“Ceritanya panjang mas, sebaiknya kita perlu dibahas.”
“Kenapa? aku ingin mendengarkan semua cerita kamu Rika,” ucap Danu.
“Baiklah, nanti aku akan menceritakan semuanya kepada mas. Sekarang yang terpenting kita bawa Yana ke rumah sakit agar pergelangan kakinya bisa diobati!”
“Baiklah,” sahut Danu. Danu kemudian melihat ke arah Mike, “Mike tolong angkat calon istrimu ke mobil!” perintah Danu kemudian diangguki oleh Mike.
“Calon suami? maksudnya?” tanya Rika.
“Iya dia adalah Mike Orlando, calon suami putri kita,” sahut Danu.
Ya Allah anakku akan menikah?
Mike membawa mobil menuju rumah sakit terdekat, Yana sedari tadi merintih kesakitan.
“Kamu tahan ya sayang!” ucap Mike pada Yana yang duduk tepat disampingnya.
Dibelakang kedua mantan suami istri itu hanya diam membisu sesekali mereka melirik satu sama lain, bahkan mereka terlihat sang canggung.
Namun disamping itu Danu merasa iba kepada Rika, Rika terlihat sangat kurus bahkan wajah cantiknya kini tidak terpancar seperti dulu lagi.
Rika menghadap ke arah luar jendela air matanya tiba-tiba saja jatuh dengan sendirinya. Hatinya sangat sakit jika mengingat kebodohannya meninggalkan Danu dan putri semata wayangnya.
Aku benar-benar bodoh mas, seharusnya aku tidak memutuskan bercerai dan menikah dengan Vijay. Benar kata pepatah penyesalan itu selalu datang belakangan.
Ya Allah semoga umurku bisa bertahan beberapa bulan lagi, biarkan aku merasakan kembali rasanya berkumpul bersama mereka Ya Allah. Hamba ingin meninggalkan mereka dengan tenang.
Tibalah mereka di rumah sakit, Mike menggendong tubuh Yana.
Dengan cepat dokter menangani pergelangan kaki Yana.
1 jam kemudian.
Yana akhirnya diperbolehkan pulang, meski masih sakit namun rintihan dan tangisan gadis berusia 18 tahun sudah berkurang.
Sesampainya di rumah Yana dibaringkan ke ranjang kamar miliknya, Mike hari itu juga harus kembali ke Amerika.
Malam hari.
Danu dan Rika duduk di ruang tamu.
Pria berumur kurang dari setengah abad itu tak sabar ingin mengetahui apa yang terjadi kepada mantan istrinya itu.
__ADS_1
“Yana sudah tidur, sekarang kamu ceritakan semuanya!” pinta Danu.
“Se... sebenarnya...”
“Kamu tenanglah, aku pasti akan bersabar menunggu kamu bicara sampai selesai,” ucap Danu lembut.
“Vijay sudah lama meninggal dunia mas, dia meninggal karena kecelakaan. Dari pernikahan kami, kami tidak mendapatkan keturunan membuat ibu mertuaku sangat membenciku. Bahkan saat kecelakaan yang merenggut nyawa Alm. Vijay ibu mertuaku menuduhku dan mengatakan bahwa aku pembawa sial..hiks..hiks..” Rika menangis jika mengingat kepahitan yang dirasakannya saat diperlakukan semena-mena oleh ibu mertuanya.
Danu yang mendengar curhatan dari Rika ikut merasakan sakit ia pun ikut menangis karena tak tega membayangkan apa yang saat itu dialami oleh Rika.
“Jangan diteruskan Rika, maafkan aku karena memintamu untuk menceritakan kepahitan yang selama ini kamu alami,” ucap Danu menyesal.
“Mas Danu tidak perlu meminta maaf, justru aku yang meminta maaf kepada mas. Maafkan aku mas karena selama ini telah berbuat jahat kepada mas dan juga Yana. Aku benar-benar menyesal,” ucap Rika dengan linangan air mata.
“Kamu mau menebus semua kesalahan kamu agar aku memaafkan kamu?”
“Apapun mas, bahkan dengan nyawaku aku sanggup,” ujar Rika dengan penuh keyakinan.
“Menikahlah denganku Rika!”
Rika menyelipkan rambut ditelinga ia takut jika pendengarannya bermasalah.
“Apa mas?” tanya Rika.
“Aku bilang menikahlah denganku Rika!”
Rika menutup mulutnya tak percaya, apakah dengan menerima pernikahan itu adalah sebuah penebusan?
Ya itu bukanlah penebusan dosa melainkan penyelamatan hidup.
“Tapi mas....”
“Yana sangat membutuhkan kamu Rika, begitupun denganku. Aku juga sangat membutuhkan dirimu,” terang Danu.
Rika ingin memberitahukan tentang penyakitnya namun melihat wajah Danu yang penuh harap itu membuat Rika mengurungkan niatnya untuk memberitahukan tentang penyakitnya yang sebentar lagi akan mengambil nyawanya.
“Apakah aku masih pantas bersanding denganmu mas?” tanya Rika.
Danu menganggukkan kepalanya dengan semangat ia memeluk tubuh Rika.
Dari kejauhan sepasang bola mata melihat mereka, ya mata itu adalah milik Yana.
Betapa senangnya Yana mengetahui bahwa kedua orangtuanya akan bersatu kembali.
Yana pun dengan hati-hati meninggalkan mereka.
Vote teman-teman.. Pokoknya harus vote, Author maksa.. 😈😈😭😭😭🙏
Jangan lupa like ❤️ komen 👇
__ADS_1
Terima kasih.. Selamat menjalankan ibadah puasa ❤️