
Di hotel Azizah duduk melamun sambil menatap ke luar, ia memikirkan hal apa yang akan dilakukannya setelah pergi ke Paris menikmati bulan madu mereka. Sementara Steven masih tidur dengan berbalut selimut ditubuhnya dan bertelanjang dada.
Cinta itu sangat sulit ditebak, mendapatkan Steven Walker adalah hal terindah yang tak pernah terbesit sedikitpun di dalam pikiranku apalagi dengan kehidupan seperti ini.
Aku seperti Cinderella di negeri dongeng saja.
Steven meraba-raba sampingnya untuk memeluk istrinya namun ia tak menemukan tubuh istrinya ia membuka mata secara perlahan dan tak menemukan Azizah dengan cepat ia bangun panik, untungnya kepanikan yang ia rasakan tidak berlangsung lama. Ditariknya senyum di bibirnya dan berjalan menuju tempat istrinya duduk sambil memandang ke arah luar.
“Sayang, kamu kamu duduk disini?” tanya Steven lalu mendaratkan tangannya di pinggang ramping istrinya kemudian menempelkan wajahnya ke leher Azizah seperti kucing yang bermanja-manja dengan tuannya.
Azizah yang melamun itu terkejut dan merasa geli dengan perlakuan suaminya bahkan suaminya menciumi telinga Azizah yang memang itu adalah letak sensitif Azizah.
“Ah...lepaskan suamiku... ah..ah..” Azizah mendesah kecil karena perlakuan suaminya.
Perlahan-lahan tangan kekar Steven menjelajahi perut istrinya yang datar itu lalu naik lah tangan itu menjamah bagian sensitif Azizah yang lainnya, Azizah tak bisa menolak justru ia pasrah dengan perlakuan suaminya.
Azizah melenguh panjang menikmati setiap sentuhan suaminya.
“Ayo sayang,” bisik Steven ditelinga istrinya.
Pria blasteran itu mengangkat tubuh istrinya dan meletakkan Azizah ke ranjang dengan pelan ia menggauli istrinya.
Beberapa saat kemudian.
Bunyi ponsel pintar milik Steven Walker terdengar sangat keras membuat si empunya terbangun dan dengan mata yang masih mengantuk menerima sambungan telepon.
“Ada apa?” tanya Steven dengan nada tak senang.
“Maaf CEO jika saya mengganggu aktivitas sore anda, saya hanya memberitahukan bahwa investor asing dari Amerika datang dan ingin segera menemui CEO.”
“Sampaikan pada investor itu besok aku akan kembali ke jakarta.”
“Ba..baik CEO. sekali lagi saya minta maaf!”
“Mengganggu saja,” gerutu Steven.
Steven pun melanjutkan tidurnya namun tidak dengan Azizah, ia terbangun saat suaminya bergerak menimbulkan gerakan yang membuat ia terbangun.
“Kamu bangun sayang?” tanya Steven saat melihat istrinya dalam posisi duduk dan sedang mengikat rambut panjangnya.
“Kamu tidur lagi saja sayang!” pinta Azizah.
“Kamu mau kemana memangnya?” tanya Steven.
Azizah saat itu hanya memakai pakaian dalam yang cukup longgar membuat bagian atasnya terlihat cukup jelas.
“Aku mau mandi sayang,” balas Azizah.
__ADS_1
Steven yang sedang berbaring langsung bangun dan menatap ke arah istrinya dengan wajah yang begitu ceria, Azizah tahu apa yang diinginkan oleh suaminya itu.
“Tidak boleh, aku ingin mandi sendiri suamiku!”
“Ayolah sayang, kita mandi bersama!” pinta Steven membujuk istrinya agar menyetujuinya untuk mandi bersama.
“Berikan aku kesempatan untuk mandi sendirian ya suamiku! aku ingin merelaksasi pikiran ku ini.”
“Baiklah, tapi selanjutnya kita akan mandi bersama?”
“Iya suamiku, kalau begitu aku mandi dulu oke!”
Azizah berjalan meninggalkan suaminya yang terus menatap dirinya.
Di dalam kamar mandi Azizah sangat Senang.
Ia mencampurkan air aroma bunga di bathtub, Azizah sengaja tidak memperbolehkan suaminya untuk mandi
bersama karena ia ingin bermanja-manja dengan aroma bunga yang membuat pikirannya tenang.
Sangat wangi, ternyata benar yang dikatakan mbak-mbak yang berjualan minyak ini. Sangat harum dan menenangkan pikiran.
Steven menatap ke arah kamar mandi menanti istrinya namun istrinya belum juga selesai di tambah tidak ada gemericik air di kamar mandi.
Istriku ini mandi atau tidur di dalam kamar mandi?
Steven panik dan melompat turun dari ranjangnya ia mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi namun tak ada jawaban dari istrinya dengan sekuat tenaga Steven mendorong pintu itu dan akhirnya terbuka.
“Sayang, kamu kenapa?” tanya Steven panik.
Pria itu dengan cepat menceburkan dirinya ke dalam bathtub dan menepuk-nepuk yang dalam keadaan polos sempurna.
Azizah yang tertidur terkejut melihat suaminya telah berada di hadapannya.
“Dasar mesum!! aku kan sudah bilang kita tidak mandi bersama!” teriak Azizah dan dengan cepat menyilangkan tangan ke dadanya.
“Syukurlah, aku kira kamu pingsan,” ucap Steven bernafas lega.
“Pingsan bagaimana? aku sedang tertidur menikmati aroma terapi ini suamiku,” jujur Azizah.
Steven menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kepanikannya malah membuatnya malu.
“Maaf Istriku, aku terlalu takut jika kamu kenapa-kenapa,” ucap Steven dengan tatapan kesedihan.
“Sekarang kamu sudah melihatku kan sayang? apakah aku terlihat sedang kenapa-kenapa?”
“Tidak sayang, kamu lanjutkan saja mandi mu akan keluar!”
__ADS_1
Steven yang ingin beranjak dari bathub itu ditahan oleh tangan Azizah.
“Kamu sudah basah suamiku, baiklah kita mandi bersama.”
Steven yang nampak sedih itu dengan cepat merubah wajahnya dengan sangat gembira ia pun dengan cepat membuka celananya dan melempar ke sembarang arah.
Azizah terkejut saat melihat suaminya yang dengan santainya membuka celana di depannya ia menunduk malu dengan wajah yang telah memerah.
“Ada apa sayang? kenapa malu bukankah kamu sudah merasakan ini berkali-kali,” ucap Steven dengan santainya.
“Dasar mesum, kalau tahu begini aku tidak akan mengizinkanmu untuk mandi bersama,” sahut Azizah.
Steven hanya tersenyum santai dan mendekatkan dirinya ke arah Azizah dengan cepat Steven mengubah posisi Azizah menjadi di pangkuannya.
“Jangan banyak bicara sayang, sebaiknya kita mandi dan nanti malam kita akan makan malam romantis,” ucap Steven.
“Ba..baiklah,” balas Azizah gugup.
💕💕💕
Mike senang melihat Yana makan dengan lahap, itu semua karena ia berpura-pura tidak akan makan kalau Yana tidak makan banyak.
Ide ku sangat brilian, jangan sakit Yana sayang. Aku tahu bahwa kamu adalah gadis yang sangat baik jadi Allah akan menyembuhkan mami agar bisa menemani kamu sayang.
“Sekarang aku sudah kenyang Mike, giliran mu yang makan!” pinta Yana.
“Baiklah, aku makan yang ini saja.”
“Kenapa hanya ayam bakar saja? kenapa tidak pakai nasi?” tanya Yana keheranan.
“Aku sudah makan nasi sebelum kemari, jika aku makan nasi terlalu sering perutku akan menjadi sakit,” bohong Mike.
“Berarti tadi kamu sudah makan, kamu menipuku Mike,” balas Yana kesal.
“Aku tidak menipumu Yana, aku memang sangat lapar tapi bukan lapar karena nasi melainkan aku sangat lapar untuk makan ayam ini!”
“Benarkah?”
“Iya Yana sayang.”
Yana mengangguk kecil menandakan bahwa ia percaya dengan calon suaminya.
Meski kamu sudah terlihat dewasa sikap ke polosan mu masih tetap ada Yana.
Mike memakan ayam bakar sekitar 2 potong paha, Yana menemani dengan sangat sabar sampai calon suaminya selesai mengisi perutnya.
Vote!!🙏
__ADS_1