Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 173


__ADS_3

“Sial!” teriak Diandra.


Diandra benar-benar kesal karena dompetnya yang berisi uang tunai dirampas oleh pria yang tidak ia kenal, sungguh hal tersial yang ia alami.


Aku baru 2 hari sampai Jakarta dan sekarang malah uangku raib dicuri pria kurang ajar, bagaimana aku bisa membiayai hidupku disini. Tabunganku setengahnya telah hilang dari tanganku padahal bukan sebulan dua bulan aku menabungnya.


Untung saja uang tunai di dalam kopernya masih ada dan uang di kartu kredit masih cukup untuk membiayai hidup untuk beberapa bulan ke depan.


Diandra memilih untuk tinggal di kontrakan kecil, ia tidak ingin orang lain mengenalnya karena namanya sudah tercemar gara-gara insiden beberapa bulan yang lalu ditambah sang ayah mengalami kebangkrutan.


Hidupku ini benar-benar hancur gara-gara kamu wanita kampungan, lihat saja akan ku pastikan kamu tidak bisa melahirkan bayi itu.


Wanita itu begitu benci dengan Azizah bahkan bayi yang tidak tahu apa-apa di rahim Azizah juga ikut dibenci oleh Diandra. Karena menurutnya yang pantas memiliki bayi dari Steven Walker adalah dirinya.


***


Malam hari pukul. 19.00 WIB.


Steven akhirnya selesai menyelesaikan rapatnya ia pun kembali ke kamar di ruang kerjanya untuk melihat istrinya, rupanya Azizah sudah berganti pakaian dan terlihat begitu cantik.


“Apakah kamu ingin menggodaku sayang?” tanya Steven melihat istrinya dari ujung kaki hingga ujung kepala.


“Siapa yang menggoda mu suamiku? ayo kita pulang sekarang!” ajak Azizah dan mengambil tas miliknya.


“Bagaimana kalau kita melakukannya disini!”


“Ayolah sayang ini di kantor, kita dirumah saja ya!” pinta Azizah.


“Please disini saja!” pinta Steven memohon.


“Baiklah tapi sebentar saja.”


“Kalau itu kita lihat saja nanti,” balas Steven kemudian mengunci pintu kamar.


Steven menidurkan Azizah kemudian pria blasteran itu melucuti pakaiannya miliknya satu persatu dan mendekati Azizah yang sudah berbaring, ia mencium lembut bibir Azizah perlahan ciuman itu menjadi sangat panas saat Azizah membalas ciuman suaminya.


Hingga akhirnya mereka berdua saling menyalurkan hasrat mereka diatas ranjang, suara saling bersahutan mereka tidak terdengar karena sebelumnya Steven sudah memasang peredam suara sehingga siapapun tidak ada yang mendengar suara kenikmatan mereka.


2 jam kemudian.


Azizah terbangun dari tidurnya dan merasakan tubuhnya begitu pegal, ia tidak mengira suaminya menghabiskan waktu dua jam diatas ranjang apalagi itu adalah kantor.


“Sayang bangun!” Azizah membangunkan suaminya yang tidur tepat disampingnya.


“Kamu sudah bangun sayang?” tanya Steven yang baru saja bangun, “Aku mau lagi!” sambung Steven.


“Bukannya aku menolak sayang, tubuhku sangatlah lelah ayo kita pulang!” pinta Azizah.


“Kita mandilah terlebih dahulu ya sayang!”


“Baiklah, angkat tubuhku sayang. Aku tidak kuat berjalan.”

__ADS_1


Steven beranjak dari ranjang dan mengangkat tubuh istrinya dengan sangat hati-hati, mereka kemudian masuk ke dalam kamar mandi dan segera membersihkan diri.


Galih sudah menunggu lebih dari dua jam namun, majikannya itu belum juga muncul membuat Galih tertidur di dalam mobil.


Akhirnya aktifitas mandi bersama sudah selesai, pakaian lengkap pun sudah mereka kenakan.


“Ayo sayang kita pulang aku lapar sekali!” ajak Azizah karena perutnya begitu lagi setelah aktifitas yang ia lakukan bersama sang suami.


“Baiklah, kamu ingin makan apa sayang?” tanya Azizah.


“Terserah sayang.”


“Oke aku akan menghubungi pelayan di rumah agar menyiapkan makanan untuk kita!”


Steven dan Azizah keluar meninggalkan ruangan itu dan bergegas ke lantai dasar untuk kembali ke rumah.


Sesampainya di area parkir Steven mengetuk jendela kaca mobil karena ternyata Galih tertidur.


“Tok... tok...”


Galih terperanjat dari tidurnya,


“Astagfirullah!” Galih dengan cepat membuka pintu mobil, “Maaf tuan muda dan nyonya muda saya ketiduran,” ucap Galih sambil terus membungkukkan badannya.


Yang salah bukan kamu Galih tapi, suamiku ini yang meminta jatah kepadaku.


“Sudah tidak apa-apa bukan kamu yang salah,” balas Azizah lalu masuk ke dalam mobil disusul pula oleh Steven.


“Baik nyonya muda!”


Azizah melirik kesal ke arah suaminya yang dengan santainya tersenyum.


“Ada apa sayang?” tanya Steven.


“Sudah dihubungi belum orang rumah?” tanya Azizah memastikan bahwa suaminya tidak lupa.


“Sudah istriku!”


Azizah bernafas lega kemudian ia memejamkan matanya melanjutkan tidurnya di kamar ruang kantor suaminya.


Steven melirik ke arah Azizah yang bersandar pada jendela kaca mobil.


“Sayang!” panggil Steven pelan dan menyentuh lengan suaminya, Steven merapikan rambut istrinya yang menutupi wajahnya cantik Azizah.


Ternyata sudah tertidur, maaf ya sayang lagi-lagi kamu kelelahan karena aku.


Steven bergeser mendekati Azizah yang sudah tertidur lalu meletakkan kepala Azizah di lehernya kemudian tangan Steven merangkul pinggang Azizah.


Tidurlah yang nyenyak sayang setelah sampai rumah aku akan membangunkan mu.


Galih melirik sekilas dengan apa yang dilakukan oleh majikannya itu, Galih lagi-lagi berdecak kagum dalam hatinya melihat keromantisan tuannya kepada nyonya muda Azizah.

__ADS_1


🍃🍃


Sesampainya di kediaman Steven Walker.


Galih membuka pintu mobil perlahan dan segera membuka pintu mobil untuk Steven, Steven keluar dari mobil dengan menggendong tubuh istrinya kemudian masuk ke dalam rumah.


“Selamat ma..”


“Suuuttts jangan berisi,” potong Steven pada bodyguard dan pelayan yang ingin mengucapkan selamat malam.


“Kalian bawa makanan ke atas!” perintah Steven.


“Baik tuan muda!”


Steven terus berjalan memasuki lift, ia sedikit kesusahan untuk menekan lift karena tubuh sang istri yang semakin lama semakin berisi dengan susah payah akhirnya Steven berhasil masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuh Azizah ke atas ranjang.


Para pelayan datang dengan membawa makanan makan malam Steven dan juga Azizah.


“Letakkan disana setelah itu cepatlah kalian ke luar!” perintah Steven.


Para pelayan meletakkan makanan di atas meja dekat sofa setelah itu mereka bergegas keluar.


15 menit kemudian.


Steven akhirnya membangunkan Azizah dengan menciumi bibir Azizah dan juga leher putih milik istrinya.


“Aaahh sayang.. jangan lagi,” ucap Azizah ketika merasakan ciuman dari suaminya.


“Hi... hi... ” Steven tertawa kecil, “Ayo bangun sayang kita akan makan bersama!” ajak Steven.


“Ternyata kita sudah sampai kamar, suapi ya sayang!” pinta Azizah manja.


“Iya aku suapi, ayo kita makan malam bersama!” ajak Steven.


Azizah menganggukkan kepalanya lalu beranjak dari ranjang kemudian berjalan bersama sang suami menuju meja.


“Wah makanannya sangat banyak sayang,” ucap Azizah lalu menelan ludahnya sendiri sambil mengelus-elus perutnya.


“Aku sengaja meminta para pelayan memasak makanan yang banyak karena aku tahu bahwa istriku ini sangat kelelahan,” terang Steven.


“Sangat sayang, kamu selalu meminta nambah membuatku sangat kelelahan.”


“Sini aku suapi..”


“Aaaaa.” Azizah membuka mulutnya dan mulai mengunyah.


“Bagaimana apakah enak?”


“Sangat enak sayang!”


Steven menyuapi makanan ke Azizah kemudian Azizah bergantian menyuapi sang suami hingga hidangan di meja pun.

__ADS_1


__ADS_2