Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 151


__ADS_3

“Huaaammm.” Azizah baru saja bangun dari tidurnya.


Siang itu Madiun sedang di guyur hujan namun, tidak terlalu deras.


“Dimana suamiku?” tanya Azizah bermonolog.


Azizah turun dari ranjang dan memeriksa sisi ruangan kamar hotel bahkan kamar mandi pun ia periksa barang kali suaminya berada di kamar mandi.


“Kok tidak ada,” ucap Azizah saat tak menemukan keberadaan suaminya.


Wanita yang tengah berbadan dua itu kemudian keluar kamar hotel dan berjalan ke kamar hotel yang berada tepat disamping kamar hotel miliknya.


“Mami!” panggil Azizah di depan pintu kamar mertuanya.


“Ceklek.” Pintu terbuka.


“Ada apa nak?” tanya Yuli yang baru saja membuka pintu.


“Mami pulang dari tadi apa baru saja?”


“Sekitar 30 menit yang lalu.”


“Mami melihat suamiku?” tanya Azizah.


“Steven pergi sekitar 10 menit yang lalu,” balas Yuli.


“Pergi kemana mi? ini kan sedang hujan!” Azizah menerka-nerka pergi kemana suaminya itu dan mengapa tidak membangunkan dirinya.


“Mami tidak tahu, kamu tunggu saja di kamar!” pinta Yuli.


“Ya sudah mi, Azizah kembali saja ke kamar,” balas Azizah dan kembali ke kamar hotelnya.


Setelah memasuki kamar hotel yang ia tempati, Azizah duduk di sofa sambil memikirkan suaminya yang pergi begitu saja, saat ingin menghubungi nomor telepon suaminya rupanya pria blasteran itu tidak membawa ponsel pintar miliknya.


“Kenapa ponselnya tidak dibawa,” ucap Azizah saat melihat ponsel diatas meja kecil dekat sofa.


Karena kesal akhirnya Azizah mengambil ponsel suaminya dan penasaran dengan isi di dalam ponsel tersebut.


Azizah mencoba membuka ponsel tersebut namun, malah tidak bisa dibuka karena suaminya memakai kata sandi.


Kenapa harus pakai kata sandi segala.


Azizah menekan nomor tersebut memakai tanggal lahir suaminya namun, hasilnya nihil.


Ia pun memasukkan tanggal lahir miliknya namun, hasil juga nihil.


“Kenapa malah tidak bisa atau jangan-jangan si mesum memiliki selingkuhan,” ucap Azizah kesal sambil terus mencoba membuka ponsel miliknya suaminya.


Azizah menggaruk kepalanya yang tidak gatal sesekali ia mengoceh panjang lebar karena tidak bisa membuka sandi ponsel suaminya.


“Anak kita!” seru Steven yang tiba-tiba datang membuat ponsel milik Steven terlepas dari tangan Azizah.


Azizah menoleh dan mendatangi suaminya, “Apanya yang anak kita, kamu ketahuan berselingkuh,” ucap Azizah sambil memukul-mukul dada Steven dengan sekuat tenaga.


Steven berusaha menahan sakit akibat pukulan istrinya dan berusaha memeluk Azizah.


“Lepas! jangan-jangan peluk aku!” perintah Azizah kesal.


“Kata sandi ponselku adalah hari dimana aku mengetahui bahwa kamu sedang mengandung anak kita sayang,” terang Steven dan mengecup kening Azizah.


Sontak Azizah terdiam mendengar keterangan dari suaminya.

__ADS_1


“Benarkah?” tanya Azizah memastikan.


Steven tersenyum dan mengangguk pelan, Azizah dengan cepat mengambil ponsel miliknya yang sudah terjatuh di lantai kemudian menekan nomor tanggal saat ia mengetahui bahwa dirinya tengah mengandung dan akhirnya terbuka.


“Sekarang aku harus memeriksa setiap detail isi di dalam ponselmu,” ucap Azizah kemudian melirik tajam ke arah suaminya yang masih berdiri.


“Silahkan istriku sayang!” seru Steven lalu berjalan menuju sofa dan duduk tepat di samping Azizah yang sibuk dengan ponsel miliknya.


Mulai dari pesan, panggilan telepon dan aplikasi-aplikasi yang lainnya Azizah periksa.


Namun, tidak menemukan tanda-tanda suaminya berselingkuh malah Azizah tercengang karena isi didalam ponsel milik suaminya lebih banyak tentang gambar dirinya dan perjalanannya bersama Steven.


Wanita itu dengan cepat memandangi wajah suaminya dan memeluk pria blasteran itu.


“Terima kasih karena kamu mencintaiku sayang,” ucap Azizah sambil menitikkan air mata.


Steven merasakan bahu miliknya basah, ia lalu melepaskan pelukan istrinya dan menatap lekat mata cantik Azizah.


“Jangan menangis!” pinta Steven dan menghapus air mata Azizah.


“Aku tidak menangis, ini adalah air mata karena aku terharu sayang,” balas Azizah.


“Maaf aku keluar tanpa memberitahumu, aku membawa ini untukmu!” ucap Steven sambil menyerahkan paper bag berwarna kuning.


“Apa ini?” tanya Azizah penasaran.


“Buka saja!”


Azizah membuka paper bag itu.


“Brem Madiun,” ucap Azizah ketika melihat cemilan khas Madiun berada dihadapannya.


Azizah membuka kotak itu dan mulai menikmatinya.


“Saat istriku tidur, istriku ini mengigau menyebut-nyebut nama brem Madiun. Saat itu aku langsung mencarinya di internet dan memutuskan keluar untuk membelinya," terang Steven.


“Sejak kapan aku berbicara sambil tidur, aku tadi bermimpi sedang memakan brem Madiun ini,” balas Azizah sambil memikirkan mimpinya.


“Sudah jangan dipikirkan, kamu nikmati ya sayang!”


“Terima kasih sayang, kamu memang suami terbaik,” puji Azizah.


Azizah menikmati cemilan khas Madiun itu sedikit saja, kemudian ia bersandar di dada suaminya.


“Sayang, malam ini kita ke alun-alun Magetan ya!” pinta Azizah.


“Baiklah sayang!” seru Steven sambil mengusap-usap kepala Azizah.


“Sayang!” panggil Azizah.


“Iya sayang, ada apa?” tanya Steven lembut.


Azizah menggenggam tangan suaminya yang berada di kepalanya lalu mengarahkan ke perut rata miliknya.


“Bayi kita ingin dielus-elus,” ucap Azizah.


Steven tertawa kecil dan mulai mengelus-elus perut istrinya.


“Tok.. tok...” Suara pintu diketuk.


“Sayang kamu tunggu disini, biar aku saja yang membukakan pintu!” perintah Steven.

__ADS_1


“Iya sayang!”


Steven menggeserkan tubuh Azizah lalu beranjak dari sofa menuju pintu.


“Ceklek.” Pintu terbuka.


“Mau apa?” tanya Steven pada adik sepupunya.


“Kak Azizah mana?” tanya Mariska sambil mengedarkan pandangan ke arah ruangan Steven.


“Ada didalam, masuklah!”


Mariska dengan cepat masuk dan menghampiri Azizah.


“Kak Azizah!” panggil Mariska kemudian duduk di sofa yang diduduki oleh Azizah.


“Ada apa Mariska?” tanya Azizah heran melihat Mariska yang begitu bersemangat.


“Kak nanti malam kan, malam Minggu,” ucap Mariska.


“Lalu?” tanya Azizah.


“Kita keluar ya kak! jalan-jalan gitu.” Mariska menatap Azizah dengan penuh harap.


Azizah melirik ke arah suaminya yang terus menggelengkan kepalanya.


“Baiklah,” balas Azizah.


Steven yang berdiri membelakangi Mariska langsung menunjukkan wajah kesal.


Kenapa Mariska harus ikut, aku hanya ingin berduaan saja dengan istriku. Dan lagi, istriku malah mengiyakan permintaan dari bocah ini.


“Ya sudah, nanti malam ya kak!” ucap Mariska memastikan dan dengan cepat meninggalkan suami istri itu.


Setelah Mariska pergi, Steven menghampiri istrinya.


“Kenapa Mariska harus ikut sayang?” tanya Steven sedikit kesal.


“Biarkan saja sayang,” balas Azizah santai.


“Ya sudah. tapi, hanya kita berdua saja.”


“Iya sayang, kita akan mengajak Galih juga,” ujar Azizah.


“Tidak masalah,” ucap pria blasteran itu.


Steven mendekatkan tubuh istrinya dan melakukan aktivitasnya kembali mengelus-elus perut Azizah, Azizah bahkan dibuat geli dengan perlakuan suaminya.


“Ada apa?” tanya Steven.


“Tidak ada, hanya saja..”


“Hanya saja apa?” potong Steven.


“Suamiku terlihat begitu lucu,” jelas Azizah.


Steven menghentikan aktivitas mengelus-elus perut istrinya dan mengarahkan wajah Azizah menghadap pada wajahnya, lalu pria blasteran itu mencium bibir Azizah kemudian mereka melakukan aktivitas suami istri di sofa itu.


.


.

__ADS_1


Like ❤️ komen 👇 Vote 🙏


Terima kasih.


__ADS_2