
Di Apartemen.
Lucy merasa jenuh jika harus berada di apartemen terus-menerus sementara Mariska tidak mau keluar apartemen Lucy pun tak langsung menyerah ia berusaha membujuk Mariska agar menemaninya keluar jalan-jalan.
“Ayolah keponakanku, temani teyze keluar!” ajak Lucy membujuk Mariska.
Mariska yang sedang tertidur hanya menatap sebentar ke Lucy kemudian ia kembali memejamkan mata.
“Mariska! ayolah!”
“Ya ampun teyze bukankah kemarin kita sudah pergi jalan-jalan?”
“Itu kan kemarin tapi hari ini kita belum jalan-jalan.”
Lucy memang dari dulu sangat menyukai jalan-jalan ia tidak suka jika harus berdiam diri ditempat apalagi seharian penuh.
“Coba teyze ajak kak Azizah saja, mungkin kak Azizah mau menemani teyze!”
“Tidak, Azizah dan teyze masih pengantin baru teyze tidak ingin mengganggu kebersamaan mereka,” tolak Lucy.
“Jangan hari ini ya teyze, Mariska hari ini ingin tidur di ranjang empuk ini.”
“Baiklah, tapi besok temani teyze!”
“Oke!”
Lucy sedikit lega karena Mariska mau diajak pergi meski itu bukan hari itu.
Ponsel yang berada di saku celananya tiba-tiba bergetar bertanda ada yang menghubunginya.
“Siapa yang menghubungiku?” tanya Lucy bermonolog dan meraih ponsel di saku celana.
Darahnya saat itu benar-benar terasa mendidih saat tahu nomor telepon siapa yang menghubunginya meski nama kontak sudah ia hapus tetap saja ia tahu dan hafal benar pemilik nomor tersebut. Pria itu menghubunginya lewat aplikasi WhatsApp.
“Ada apa?” tanya Lucy sedikit berteriak dan pergi keluar kamar.
“Lucy pulanglah, aku sangat rindu denganmu!”
“Cukup Malik! aku sudah tidak tahan dengan sikapmu lagipula kita sudah bercerai!” tegas Lucy.
“Kamu jangan lupa kita masih berstatus suami istri, keputusannya pengadilan masih 1 bulan lagi.”
“Kamu gila!” teriak Lucy dan memutuskan sambungan telepon secara sepihak ia lalu memblokir nomor telepon Malik.
Aku benar-benar gila jika harus bersamanya, untung saja aku bisa bebas dari jeratan Malik.
Mariska sebenarnya mendengar teriakkan dari Lucy namun ia memutuskan tak ingin beranjak dari tidurnya.
Teyze pasti sedih sekali saat ini, apakah setiap hubungan pernikahan jika bertengkar seperti itu haruskah bercerai?
__ADS_1
Disisi lain.
Rika semakin hari kondisinya semakin memburuk, berulang kali lambungnya mengalami sakit yang luar biasa.
Ia tak ingin terlihat sedih ataupun lemah dihadapan sang suami dan anaknya yaitu Yana, hampir setiap hari ia harus berusaha terlihat biasa-biasa saja. Danu sebenarnya khawatir dengan kondisi sang istri ia selalu meminta agar Rika mau ke rumah sakit untuk memeriksa keadaannya namun lagi-lagi Rika menolak.
“Mami mana Pi?” tanya Yana.
“Mami kamu dikamar, kenapa sayang?” tanya Danu.
“Tidak apa-apa Pi, Yana ke kamar ya!”
“Iya sayang!”
Yana berlari menuju kamar ia ingin mengajak Rika untuk pergi membeli kosmetik.
“Mami!” panggil Yana namun tak menemukan Rika.
Yana pun mencoba mencari mami nya itu di kamar mandi kebetulan kamar mandi tidak terkunci saat membuka pintu Yana sangat terkejut ia benar-benar syok melihat Rika tergeletak dikamar mandi.
“Mami!” teriak Yana.
“Papi! papi!” teriak Yana memanggil Danu.
“Papi cepat kesini!” teriak Yana sekencang mungkin.
Danu yang sedang membaca koran seketika terkejut mendengar teriakkan Yana dengan cepat ia berlari menuju kamar.
“Yana kamu kenapa?” tanya Danu yang baru saja masuk kamar ia lalu berjalan menuju kamar mandi, sampai dikamar mandi Danu langsung panik dan mengangkat tubuh istrinya.
“Mami kamu kenapa Yana?” tanya Danu sambil terus mengangkat tubuh Rika.
“Hiks...hiks.. Yana juga tidak tahu Pi, Yana masuk kamar mandi mami sudah tergeletak seperti itu,” ucap Yana sambil menangis.
Danu mengangkat tubuh istrinya sampai di mobil Yana dengan cepat membuka pintu mobil tersebut, dengan cepat Danu membawa istrinya ke RSAU Lanud Iswahjudi.
“Hiks....hiks... mami kenapa papi?” Yana sangat sedih ia sangat takut jika Rika kenapa-kenapa.
“Kamu yang tenang ya nak!”
Sampailah mereka di RSAU Lanud Iswahjudi dengan cepat Rika ditangani oleh dokter.
Yana menangis di pelukan Danu, air matanya tak henti-hentinya mengalir.
“Hiks...hiks.. Yana takut pi.”
Kamu kenapa Rika? kenapa kamu bisa sampai pingsan seperti itu apakah ini ada hubungannya dengan sakit yang kamu alami?
“Anak papi tidak boleh cengeng, percaya sama Allah kalau mami tidak kenapa-kenapa,” ucap Danu berusaha menenangkan putrinya.
__ADS_1
Yana perlahan mulai terdiam kini suara tangisnya telah meredup ia berdiri dan menatap ke arah dalam ruangan tempat Rika berbaring.
Ya Allah sembuhkan lah mami, Yana tidak mau mami kenapa-kenapa ya Allah.
Jangan pisahkan mami lagi ya Allah.
2 jam kemudian.
Seorang wanita berpakaian serba putih keluar dari ruangan tempat Rika dirawat Yana dan Danu langsung berdiri menghampiri dokter itu.
“Bagaimana keadaan mami, mami tidak kenapa-kenapa kan?” tanya Yana memastikan bahwa maminya baik-baik saja.
Dokter itu merespon dengan menggelengkan kepala raut wajahnya mengatakan bahwa mami Yana tidak baik-baik saja.
“Ada apa dok?” tanya Danu yang mulai panik.
“Dugaan kami bahwa istri anda mengalami penyakit lambung yang cukup serius tapi lebih lanjut lagi akan kami beritahukan nanti sore!” seru dokter.
“Hiks....hiks...” Yana yang sudah berhenti menangis kini kembali menangis ia tak sanggup berkata-kata.
“Kalau begitu saya permisi!”
Danu kembali menenangkan Yana hatinya pun ikut sedih mendengar apa yang dikatakan dokter.
“Yana yang tenang ya sayang!”
“Bagaimana bisa tenang Pi, mami pingsan dan sekarang dokter bilang kalau mami.... hiks...hiks... kalau mami...” Yana tak berani melanjutkan ucapannya.
“Yana jangan menangis nak, kalau kamu menangis dan mami mendengar pasti mami akan sedih, sekarang kita sholat Dzuhur bersama-sama!”
“Tapi mami bagaimana Pi?”
“Percayakan semuanya sama Allah, ayo kita sholat!” ajak Danu.
Mereka pun menuju masjid yang berada di Lanud Iswahjudi.
Do'a Yana.
Ya Allah tolong sembuhkan mami jangan ambil mami ya Allah, Yana masih ingin tetap bersama mami. Dari kecil Yana sudah pisah dengan mami dan sekarang mami malah sakit, Yana mohon jangan pisahkan mami dengan kami ya Allah tolong kabulkan permintaan Yana.
Do'a Danu.
Ya Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Ujian apalagi yang sedang Engkau berikan kepada keluarga kami, berikanlah Rika kesembuhan jangan ambil istri hamba Ya Allah.
Yana belum menikah dan hamba belum membahagiakan Rika sepenuhnya tolong sembuhkan penyakit Rika ya Allah sudah cukup penderitaan yang ia alami selama berpisah dengan hamba Amin Ya Robbalalamin.
Selesai sholat Danu dan Yana kembali Ke RSAU Lanud Iswahjudi meski masih harus menunggu beberapa jam lagi mereka tetap setia menanti kabar baik dari Dokter.
Bersambung.
__ADS_1
Vote ya like ❤️ komen 👇 Terima kasih.