Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 149


__ADS_3

Pagi hari di Madiun.


Azizah memaksakan dirinya untuk menghadiri acara pernikahan sahabatnya, ia tidak ingin melewatkan hari bahagia Yana.


Steven dan yang lainnya begitu kasihan karena keadaan Azizah yang tak memungkinkan untuk menghadiri acara pernikahan tersebut.


“Kamu yakin sayang mau datang ke pernikahan Mike dan Yana?” tanya Steven memastikan lagi.


“Berapa kali aku bilang, aku harus menghadiri acara pernikahan mereka sayang,” balas Azizah.


Steven menghembuskan nafasnya yang terasa sangat berat.


“Baiklah kamu ikut,” ucap Steven terpaksa.


Steven merangkul pinggang Azizah dan menuntun keluar kamar hotel, Adam dan lainnya sudah berada di mobil.


“Sayang, kenapa kamu harus berdandan secantik ini?” tanya Steven saat berada di dalam lift bersama Azizah.


“Aku memang sudah cantik sejak lahir,” ucap Azizah dengan mengibaskan rambut panjang miliknya.


Steven terkekeh mendengar ucapan istrinya.


“Istriku memang sangat cantik kalau tidak cantik aku tidak akan suka padamu,” balas Steven.


Azizah mendelik tajam mendengar pengakuan suaminya, “Jadi, jika suatu saat aku sudah jelek, gendut dan tak menarik lagi kamu tidak suka padamu?” tanya Azizah kesal.


Pintu lift terbuka, Azizah dengan cepat melangkahkan kakinya dengan wajah yang begitu kesal bahkan mengabaikan kondisinya yang sedang hamil.


Steven terus mengejar sang istri lalu memeluk tubuh istrinya membuat suami istri itu menjadi tontonan orang-orang disekitar mereka.


Mendapat pelukan hangat dari suaminya tak membuat Azizah luluh, ia mendorong tubuh suaminya agar menjauh dari dirinya dan terus berjalan hingga masuk kedalam mobil dan Steven secepat mungkin menyusul istrinya masuk ke dalam mobil.


Sampai di dalam mobil Azizah masih terdiam, Adam, Yuli serta lainnya hanya terdiam dengan tingkah suami istri itu.


“Jalan!” perintah Azizah kepada Galih.


“Baik nyonya muda!” seru Galih.


Gini amat kalau istri ngambek, apalagi kalau lagi hamil bawaannya sensitif terus.


Steven yang duduk di samping Azizah hanya terdiam, nyalinya benar-benar ciut jika istri tercintanya sedang dalam mode seperti itu.


Dibelakang Adam maupun Yuli hanya diam saja, mereka tak ingin ikut campur dalam urusan rumah tangga Azizah dan Steven.


“Sayang, aku mencintaimu selamanya,” ucap Steven membisikkan ditelinga Azizah.


Azizah mengangkat sebelah alisnya dan melipat kedua tangannya dada lalu memejamkan mata seolah-olah yang diucapkan oleh suaminya hanya angin lalu saja.


“Maafkan aku sayang, janganlah seperti ini kasihan anak kita melihat kedua orangtuanya tidak saling berbicara,” ucap Steven.


“Dasar,” balas Azizah dan melirik tajam.


“Aku bersumpah padamu sayang, tidak ada wanita lain yang dapat menggantikan mu walaupun suatu saat nanti kamu menjadi gemuk atau yang lainnya,” ucap Steven dengan serius.


Azizah menoleh dan tersenyum tipis.


“Semoga saja.”


“Sekarang jangan ngambek lagi ya!” pinta Steven dan mengelus-elus perut istrinya.

__ADS_1


Adam dan Yuli saling melempar senyum melihat suami istri itu.


“Lihat mereka mengingatkan mami saat kita muda,” ucap Yuli pada suaminya dengan nada lirih.


“Kamu dan Azizah tidak beda jauh,” balas Adam.


Steven mengelus-elus perut Azizah hingga akhirnya Azizah pun luluh dan tidur di pelukan suaminya.


Mariska menoleh ke belakang dan mendapati mereka sudah tertidur menyisakan dirinya dan Galih yang fokus mengendarai mobil.


Aku ingin sekali tertidur namun, gara-gara pria disampingku ini membuatku jadi canggung.


Bagaimana jika aku tertidur dan tak sengaja air liurku terjatuh, iiihhh... mengerikan. Sebaiknya aku tahan saja.


Mariska terus saja bergerak membuat Galih sedikit risih.


“Ada apa denganmu? kalau tidak ada kerjaan lebih baik tidur saja!” perintah Galih.


“Kamu itu siapa beraninya memerintah aku,” ucap Mariska kesal.


“Namaku Galih Pratama, sopir tuan muda Steven dan nyonya muda Azizah,” sahut Galih santai.


“Hentikan, aku malas mendengar ucapan kamu!”


Mariska mendelik tajam dan memutar matanya ke arah jendela kiri, ia memejamkan mata hingga akhirnya ia tertidur.


Galih hanya geleng-geleng kepala saat tahu bahwa Mariska sudah tertidur.


Cepat sekali ini anak tertidur, baru saja mengomel sekarang sudah tidur.


Di sisi lain.


Acara pernikahan sudah siap, tamu-tamu penting juga sudah berkumpul untuk menyaksikan ijab kabul antara Mike dan Yana.


“Iya nak, Mike sudah mengatakan kepada kami untuk menunggu Azizah dan yang lainnya,” balas Danu.


Yana sedikit gugup karena ia akan segera menikah dengan pria bule itu, ia sangat berharap prosesi ijab kabul dapat berjalan dengan lancar.


30 menit kemudian.


“Tuan muda Steven kita sudah sampai,” ucap Galih sambil menoleh ke belakang.


Steven terbangun dan melihat sekelilingnya, ia lalu mengusap lembut pipi Azizah.


“Istriku sayang, kita sudah sampai,” ucap Steven.


Azizah yang masih berada di dada sang suami langsung membuka mata dan menoleh ke arah depan.


“Rumah Yana,” ucap Azizah semangat.


Azizah dengan cepat membuka pintu mobil dan turun untuk segera menemui Yana namun, dengan cepat Steven menahan tubuh istrinya.


“Sayang, ingat kamu sedang hamil,” ucap Steven mengingatkan istrinya yang tengah berbadan dua.


“Ya Allah, maaf sayang aku benar-benar lupa,” balas Azizah.


Steven merangkul pinggang Azizah dan berjalan ke arah tempat acara tersebut disusul oleh Adam serta yang lainnya.


“Yana!” ucap Azizah setengah berlari menghampiri Yana.

__ADS_1


Mereka memeluk satu sama lain mencurahkan rasa rindu mereka.


“Hari ini kamu sangat cantik sahabatku,” puji Azizah.


“Terima kasih. Tapi, kenapa kamu terlihat sangat kurus Azizah?” tanya Yana saat melihat tubuh Azizah yang begitu kurus.


“Aku sedang mengandung,” ucap Azizah sambil mengelus-elus perutnya.


“Alhamdulillah, kenapa tidak memberitahukan kepadaku?”


“Aku sengaja tidak memberitahukan kepadamu!”


Steven menghampiri Mike dan mengucapkan selamat, sementara Adam dan Yuli menemui kedua orang tua Mike dan kedua orang tua Yana.


Galih dan Mariska bingung karena mereka sama-sama diabaikan, akhirnya Galih mengajak Mariska untuk duduk di kursi yang sudah disiapkan untuk para tamu undangan.


“Karena orang yang kalian tunggu sudah datang, saatnya kalian melakukan prosesi ijab kabul,” ucap Danu.


Mereka duduk di serempak sambil tersenyum melihat Mike dan Yana sedang duduk berdua.


🍃🍃


“Sah!!” ucap mereka kompak.


“Alhamdulillah!” seru para tamu hadirin yang datang dan kebanyakan dari mereka adalah kerabat dekat.


Akhirnya Mike dan Yana sah menjadi sepasang suami istri.


30 menit kemudian.


Satu persatu tamu undangan datang dan memberikan selamat kepada kedua mempelai, senyum terpancar dari orang-orang yang hadir di pernikahan itu.


Azizah sebenarnya sudah tidak kuat berada di tempat itu, ia berusaha menahan diri agar tidak mengalami mual-mual.


Steven merasakan ada yang aneh dari istrinya, ia terkejut saat melihat keringat yang mulai mengucur di kening istrinya.


Pria blasteran itu berjalan mendekati Rika,


“Bisakah anda memberikan kami tempat untuk beristirahat? Istriku Azizah sedang mengandung,” ucap Steven.


“Azizah sedang mengandung? Alhamdulillah, kalian bisa masuk ke dalam kamar dekat tangga,” balas Rika.


“Terima kasih Tante!”


Usai mengucapkan niatnya Steven langsung menghampiri istrinya.


“Sayang ayo kita masuk ke dalam!” ajak Steven.


Azizah hanya mengangguk karena tubuhnya terasa sangat lemas.


Sampailah mereka di dalam kamar.


“Tidurlah sayang,” ucap Steven.


Azizah merebahkan tubuhnya di ranjang, Steven menemani istrinya sampai Azizah benar-benar merasa membaik.


Semangat istriku, andai saja aku bisa menggantikan rasa mual-mual yang kamu alami.


🍃🍃

__ADS_1


Like ❤️ komen 👇 Vote 🙏


Terima kasih!


__ADS_2