Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 161


__ADS_3

Danu baru saja pulang dari tempat ia membeli rujak buah permintaan putri semata wayangnya dan melihat mobil hitam terparkir di halaman rumahnya.


“Assamualaikum!" ucap Danu dan melihat Azizah dan juga Steven.


“Waalaikumsalam," balas mereka.


“Ada tuan Steven dan juga Azizah," ucap Danu.


“Siang pak Danu,” ucap Azizah.


Danu mengangguk kepalanya.


“Nak ini rujak buah permintaan kamu," ucap Danu sambil memberikan rujak buah yang ia beli.


“Terima kasih Pi!" seru Yana dengan memberikan senyum semanis mungkin.


“Papi mau kedalam, kalian lanjutkan saja obrolan kalian," ucap Danu dan segera meninggalkan pasangan suami istri itu.


Azizah melihat rujak buah itu sambil mengelus-elus perutnya. Yana yang melihat tatapan Azizah menuju rujak buah miliknya langsung mengerti.


“Ini buatmu saja," ucap Yana sambil menyerahkan rujak buah miliknya.


“Tidak usah," tolak Azizah.


“Tidak apa-apa, aku juga tidak sedang ingin memakannya. Tadi aku sengaja menyuruh papi pergi keluar agar tidak menghalangi aku dan Mike berduaan," bisik Yana ditelinga Azizah.


Azizah langsung tertawa mendengar penjelasan Yana, sementara Steven bingung dengan tingkah dua wanita itu. Namun, tidak dengan Mike.


“Baiklah, aku tahu! bolehkah aku makan rujak buah ini sekarang!"


“Silahkan!" ucap Yana.


Azizah tersenyum kemudian menikmati rujak buah itu dengan perlahan sesekali ia mengusap perutnya. Steven pun ikut mengusap perut istrinya dan mengabaikan Yana dan juga Mike yang melihat keromantisan suami istri itu.


“Sayang kita buat anak cepat-cepat ya," ucap Mike lirih agar tak terdengar oleh Azizah dan juga Steven.


“Oke!" seru Yana.


“Oke apa?” tanya Azizah heran.


“Ti..tidak ada apa-apa!" seru Yana.


Beberapa menit kemudian.


Akhirnya santapan Azizah habis, ia pun menyadarkan kepalanya di bahu Steven kemudian tertidur membuat Yana dan Mike terkejut dengan kelakuan Azizah.


“Azizah sudah tertidur," ucap Mike.


Steven mengangguk kecil dan menahan kepala Azizah yang berada di bahunya.


“Sepertinya istriku kelelahan, bisakah kamu membantuku untuk membukakan pintu mobil!” pinta Steven pada Mike.


“Baiklah!" seru Mike.


Steven menggeserkan posisi tidur Azizah dan menggendong tubuh Azizah menuju mobil, diletakkan tubuh istrinya perlahan di kursi mobil.


“Aku sebaiknya langsung pulang," ucap Steven pada Mike.


“Pulanglah, Azizah pasti butuh istirahat!” seru Mike.


“Sampaikan salam ku kepada yang lainnya," ucap Steven.


“Baiklah!”


Steven masuk ke dalam mobil dan meninggalkan rumah itu.

__ADS_1


Setelah kepergian Steven dan Azizah, wajah Yana berubah menjadi masam.


“Kamu kenapa Yana sayang?" tanya Mike.


“Aku sebenarnya masih ingin menghabiskan waktu bersama dengan Azizah," terang Yana.


“Lain kali kak kita bisa berkumpul seperti tadi, ya sudah ayo masuk!” ajak Mike.


“Ayo!”


***


Steven menyetel musik berirama pelan agar istrinya tertidur pulas dengan volume kecil, sesekali ia melirik ke arah Azizah disela-sela menyetir mobil.


Tidurlah yang nyenyak istriku, suamimu ini sangat mencintaimu.


Drrrt... drrrt...


Steven mendengar suara getaran ponsel dari tas milik istrinya, ia memperlambat mobilnya dan mengambil ponsel milik istrinya yang terus saja bergetar.


Mariska? mau apa anak ini menghubungi istriku?


Steven meminggirkan mobilnya dan berhenti lalu menerima panggilan dari sepupunya.


“Assalamualaikum kak Azizah!” ucap Mariska dari balik telepon.


“Ada apa?”


“Kok kak Steven?"


“Cepat katakan, istriku sekarang sedang tertidur.”


“Tidak jadi.. Tut.. Tut...”


Malah dimatikan, sebenarnya apa yang diinginkan oleh Mariska.


35 menit kemudian.


Akhirnya sampai juga di hotel, Galih sudah menunggu tuannya di area parkir.


Steven turun dari mobil dan mengangkat tubuh Azizah lalu meninggalkan mobil dengan Galih.


Banyak mata yang melihat kemesraan suami istri, itu apalagi wajah Steven yang super tampan membuat para wanita yang melihatnya berdecak kagum bahkan ada yang mengedipkan mata genit ke arah Steven.


Steven hanya tersenyum remeh sambil terus berjalan menuju lift dan akhirnya ia berhenti di lantai atas


Mariska yang kebetulan baru saja keluar dari kamarnya langsung menghampiri Steven yang menggendong Azizah menuju kamar.


“Buka pintu!” perintah Steven sambil melempar kunci kemudian di sambut oleh Mariska.


Mariska membuka pintu kamar hotel kemudian Steven masuk dan merebahkan tubuh Azizah dengan begitu lembut.


“Kak Azizah kenapa kak?” tanya Mariska sedikit panik.


“Istriku baik-baik saja, ia hanya tertidur,” balas Steven.


“Oo tertidur!” seru Mariska dan menganggukkan kepalanya berulang kali.


“Tadi kenapa menghubungi nomor istriku?” tanya Steven mengintrogasi.


“Oh itu ya.. anu kak.. anu..” ucap Mariska terbata-bata sambil terus mengusap hidungnya.


“Anu-anu apa?" tanya Steven bingung.


“He... he..”

__ADS_1


Ada apa dengan anak ini, ditanya bukannya menjawab malah nyengir.


“Kruyuk... kruyuk..” perut Mariska.


“Hadeh... jadi kamu lapar?” tanya Steven sambil menepuk pundak Mariska.


“Iya kak, Mariska sebenarnya mau pesan ayam bakar,” jujur Mariska.


“Ini uang buat kamu beli makan, ajak Galih kebetulan dia ada dibawah!” perintah Steven.


Kenapa kak Steven malah menyuruhku pergi sama cowok aneh itu, tidak... tidak... pokoknya tidak.


“Kalau kamu tidak mau pergi ya sudah,” ucap Steven.


“Iya.. iya.. Mariska pergi sekarang!” seru Mariska lalu lari secepat mungkin.


Galih baru saja memarkir mobil milik tuan mudanya lalu ia bersandar di dalam mobil untuk tidur.


“Tok... tok..” Suara jendela di ketuk.


Galih membuka matanya dan melihat ke arah jendela, “Astaghfirullah,” ucap Galih saat melihat Mariska menempelkan hidupnya di jendela kaca mobil hingga terangkatlah hidup Mariska.


Dasar cewek aneh, mengangetkan aku saja.


“Ada apa?” tanya Galih sambil mengelus-elus dadanya yang terkejut.


“Biasa aja seperti melihat setan aja,” ucap Mariska jutek.


“Yang aku lihat tadi malah lebih dari setan,” balas Galih sekenanya.


“Kamu bicara apa sih, dasar cowok aneh.”


Galih hanya diam membisu saat mendengar ocehan Mariska, yang ada ia akan menjadi aneh jika meladeni Mariska.


“Buka pintunya! aku mau masuk!” pinta Mariska.


Galih membuka pintu dari dalam, kemudian Mariska masuk.


“Ada yang mau kamu bicarakan?” tanya Galih.


“Sok kepedean, siapa juga yang mau bicara sama kamu,” balas Mariska.


“Lalu?”


“Antarkan aku beli ayam bakar!” pinta Mariska.


“Kamu sangat suka makan, lihat pipimu yang mulai bundar,” ucap Galih.


“Benarkah?” tanya Mariska panik dan bercermin di kaca mobil sambil melihat pipinya.


Galih tertawa kecil karena kepolosan Mariska, ditambah wajah panik Mariska yang membuatnya semakin lucu.


“Kamu mempermainkan ku!” teriak Mariska yang geram.


“Tidak,” balas Galih santai.


Dasar cowok aneh dan menyebalkan, semua cowok di dunia ini menyebalkan.


(termasuk yang baca 🤣 kalau cowok ya!)


“Lama-lama gila aku, sekarang antarkan aku!”


“Baiklah!”


Mariska melipat kedua tangannya ke dadanya dan memejamkan mata merilekskan pikirannya karena pria yang berada di sampingnya.

__ADS_1


😡😡


Like ❤️ komen 👇 Vote 🙏


__ADS_2