
5 Tahun kemudian.
Kehidupan Azizah dan Steven semakin hari semakin membaik, kini Azizah dan Steven telah memiliki dua orang anak yaitu Farhan Walker dan Afifa Walker serta bayi kembar mereka yang sedang berada dikandungan Azizah.
Sore itu mereka berkumpul bersama kedua orang tua Steven dan juga Yana serta suaminya.
“Sini biar aku saja yang membakar satenya, ibu hamil jangan terlalu banyak gerak,” ucap Yana menggantikan sahabatnya membakar sate.
“Aku sekarang tengah mengandung anak ketiga dan keempat. Lalu, kapan kamu akan memiliki anak kedua?” tanya Azizah penasaran karena sahabatnya belum juga menambah anak.
“Sepertinya aku belum kepikiran untuk menambah anak, apalagi saat aku melakukan operasi sesar saat melahirkan Michael,” balas Yana jujur.
Farhan berlari menghampiri ibunya.
“Mami, adek Afifa dan Michael rebutan mainan,” ucap Farhan mengadu pada ibunya.
Azizah mengedarkan pandangannya berusaha menemukan suaminya.
“Sayang!” panggil Azizah berteriak sambil melambaikan tangan.
Steven mendengar panggilan istrinya, ia lalu berlari menghampiri istri dan juga anaknya.
“Ada apa sayang? Kamu ngidam apa?” tanya Steven mengira kalau istrinya membutuhkan sesuatu untuk dinikmati.
“Bukan aku, anak kita ini!” sahut Azizah sambil menunjuk ke arah Farhan.
Farhan tersenyum dan menarik-narik baju Steven.
“Papah, sekarang bantuin Farhan!” pinta Farhan kemudian menarik tangan Steven sambil menuntun pergi menuju Afifa dan juga Michael.
Azizah dan Yana kompak tertawa.
“Anakmu sangat lucu,” puji Yana.
“Tentu saja, apalagi saat putriku menangis dan mengadu kepada ku tentang keusilan Michael,” balas Azizah.
Yuli datang menghampiri Azizah dan juga Yana dengan membawa nampan berisi jus jeruk segar.
“Sini gantian biar mami yang melanjutkan bakar sate ayamnya, kalian nikmatilah jus jeruk ini!”
“Terima kasih mami,” ucap Azizah dan memeluk tubuh mertuanya.
Tiba-tiba air mata Azizah menetes deras di pipinya.
“Ada apa nak?” tanya Yuli ketika melepaskan pelukan Azizah sambil menghapus air mata menantunya.
“Azizah merindukan Mariska mi, kenapa Mariska selama 5 tahun tidak pernah kembali ke Jakarta?” tanya Azizah.
“Kamu kan sudah tahu jawabannya dari Mariska sendiri, biarkanlah Mariska melepaskan semua kesedihannya di Inggris. Suatu saat nanti pasti Mariska akan kembali ke Jakarta dan mungkin bisa menemukan pengganti Galih,” balas Yuli.
“Aaminn, semoga saja mi!”
Azizah mengelus-elus perutnya yang terlihat sangat membuncit padahal usia kehamilannya baru menginjak 5 bulan.
Farhan dan Afifa bahkan tidak pernah bertemu dengan Mariska dan hanya melalui video call saja.
Sekarang, aku juga tengah mengandung anak ketiga dan keempat**.
“Mamah!” panggil Afifa setengah berlari kemudian duduk dipangkuan Azizah.
“Sayang hati-hati ya!” pinta Azizah.
__ADS_1
Afifa menyentuh pelan perut Azizah.
“Adek kembal Afifa jangan nakal ya!” seru Afifa masih berbicara cadel karena umurnya belum genap 3 tahun.
“Kami tidak nakal kak Afifa,” jawab Azizah dengan menirukan suara anak kecil.
Afifa tersenyum dan mencium perut Azizah.
“Kak Afifa tayang kalian temua,” ucap Afifa lagi.
“Kami juga sayang kak Afifa,” balas Azizah dengan kembali menirukan suara anak kecil.
Yana menyentuh kedua pipinya, melihat Afifa yang begitu imut langsung membuat dirinya ingin memiliki seorang putri cantik.
“Bolehkah aku membawa Afifa pulang?” tanya Yana.
Dengan cepat Yana, Steven dan Yuli menggelengkan kepala.
“Tidak boleh!” seru mereka kompak.
“Lebih baik kamu segera mencetaknya saja,” celetuk Azizah.
Yana tertawa mendengar ucapan Azizah.
“Sayang!” panggil Mike yang baru saja datang dengan membawa 2 plastik besar yang sudah pasti berisikan banyak cemilan Snack.
Mereka bersamaan menoleh ke arah Mike.
“Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga, ayo tunggu apa lagi!” ajak Steven agar penghuni halaman belakang rumah miliknya segera menikmati sate ayam serta cemilan lainnya.
Tanpa pikir panjang mereka langsung duduk cantik untuk menikmati acara kumpul keluarga dengan menikmati sate ayam.
Sementara para pelayan sibuk menjaga anak-anak yang berlarian kesana-kemari.
“Tentu saja Pi!” seru Azizah kemudian tertawa kecil.
Steven berusaha menahan tawanya namun, ia tidak berhasil justru Steven malah tertawa keras karena melihat istri yang terlihat canggung setelah diberikan sepiring sate ayam.
Mereka yang mendengar suara tawa Steven akhirnya ikut tertawa. Kecuali, Azizah yang sangat kesal karena ulah suaminya semua jadi menertawakan dirinya.
“Suami edan,” ucap Azizah lirih.
Steven menarik bahu sang istri lalu mencium kening Azizah.
“Muach!”
“Aku memang sudah gila karena dirimu sayang,” goda Steven membuat wajah Azizah tersipu malu karena dilihat oleh kedua mertuanya serta sahabatnya.
Mike kembali iri dan ikut mencium kening Yana. Namun, dengan cepat Yana menghindar dan memberikan ejekan kepada suaminya dengan mengeluarkan lidahnya dan menarik kantung matanya kebawah.
“Weekkk, sekarang aku tahu apa yang kamu pikirkan,” ucap Yana meledek suaminya.
Steven dan yang lainnya kembali tertawa melihat Mike yang tidak bisa sok romantis-romantisan bersama Yana.
“Papah, mamah!” panggil Farhan dan Afifa.
“Iya nak!” seru Azizah dan Steven kompak.
“Farhan dan adek Afifa mau sate,” jawab Farhan.
“Ayah, Bunda! Michael mau juga!” pinta Michael.
__ADS_1
Steven meminta para pelayan untuk menyiapkan agar kedua anaknya dan juga Michael bisa menikmati sate ayam.
Beberapa menit kemudian.
Beberapa pelayan menaruh kursi dan beberapa lainnya menaruh sate di atas meja.
“Mamah, adek Afifa maem sate ayam juga ya,” ucap Afifa.
“Iya sayang, mereka juga makan sate sama seperti kak Afifa,” balas Azizah.
Steven terus memperhatikan istrinya dan menatap sang istri dengan tatapan penuh cinta.
Perlahan pria itu berjalan mendekati Azizah dan membisikkan sesuatu yang membuat Azizah melotot tajam ke arah suaminya.
“Sayang, kamu tidak lihat disini masih banyak orang,” bisik Azizah.
“Memangnya kenapa sayang? Aku kan ingin bermanja-manja dengan istriku di dalam kamar,” bisik Steven ditelinga Azizah.
“Sayang, ayolah kita bisa melakukannya malam,” balas Azizah.
Steven tak ingin ditolak, pria blasteran itu terus saja mengajak istrinya untuk pergi ke kamar.
“Baiklah, ayo sayang!”
Steven tersenyum puas karena istrinya mengikuti keinginannya untuk bermanja-manja.
“Mamah dan papah mau kemana?” tanya Farhan penasaran dan bersiap-siap untuk mengikuti kedua orangtuanya.
Azizah menggaruk kepalanya yang tidak gatal sementara Steven tersenyum kemudian berjongkok mensejajarkan diri dengan putranya.
“Papah dan mamah mau ke kamar sebentar nak, Farhan jaga Afifa ya!” pinta Steven.
“Siap papah!” seru Farhan.
Kedua orangtua Steven, Mike dan Yana tertawa mendengar ucapan Steven.
Mereka tahu alasan mengapa Steven sangat buru-buru mengajak Azizah.
“Pelan-pelan Steven!” seru Mike.
Steven mengabaikan ucapan Mike dan terus menuntun istri pergi ke dalam rumah menuju kamar.
❤️
Sesampainya di kamar.
Steven memeluk istrinya dan membaringkannya sang istri dengan perlahan.
“Aku sangat mencintaimu sayang,” ucap Steven dengan suara yang begitu mesra.
“Aku juga sangat mencintaimu sayangku,” balas Azizah.
Steven mengecup lembut kening Azizah.
Cukup lama Steven menciumi wajah istrinya dan akhirnya mereka mulai menyatukan cinta mereka diatas ranjang.
Teruslah mencintai pasangan kalian sampai maut menjemput kalian!
Dan teruslah setia kepada pasangan kalian, karena yang tulus sangat sulit didapatkan.
Steven ❤️ Azizah
__ADS_1
TAMAT
****