Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 125


__ADS_3

Pagi-pagi buta Steven bangun dan melanjutkan pekerjaannya yang tinggal sedikit lagi ia selesaikan, Azizah masih saja tertidur dengan posisi memeluk guling.


Steven sengaja menaruh guling di dekat istrinya agar bisa


tidur nyenyak, jika Azizah tak mendapati tubuh suaminya sudah pasti


wanita itu terbangun.


Istriku masih tertidur, jika sudah bangun nanti aku akan mengajakmu pergi sayang.


Pria blasteran itu terus saja fokus dengan laptop dihadapannya,


kopi hitam buatan Steven kini tinggal setengah.


Ia juga memesan beberapa makanan yang sudah tersaji di meja minimalis kamar hotel itu.


2 jam kemudian.


Steven menatap lurus ke arah istrinya yang masih saja berbaring di ranjang,


berharap agar istrinya bangun dari tidurnya.


“Sa....sayang...” panggil Azizah lirih.


Steven tersenyum tipis saat mendengar suara istrinya, namun ia tak kunjung bangun dari tempat ia duduk melainkan berpura-pura tak mendengar panggilan istrinya itu agar Azizah terbangun dan menghampirinya.


“Sa.. sayang..” panggil Azizah lagi.


“Iya Istriku!” seru Steven tanpa beranjak dari sofa yang ia duduki.


Cukup lama tak terdengar lagi suara Azizah memanggil suaminya dengan


sebutan sayang, pria blasteran itu bangun dan berjalan menghampiri ranjang tempat istrinya membaringkan tubuh.


Ia memeluk tubuh istrinya yang masih terbalut selimut, tak ada respon dari Azizah.


Kemudian Steven mencium pipi istrinya dan terkejut saat merasakan kulit istrinya panas, ia langsung memeriksa kening istrinya dan ternyata benar Azizah saat itu mengalami panas tinggi.


“Ya Allah kamu sakit sayang, kita ke rumah sakit ya!”


Steven membuka piyama milik istrinya yang cukup seksi itu dan menggantikan pakaian yang begitu tertutup,


saat ingin menggendong tubuh Azizah, istrinya itu menolak.


“Aku ingin tetap disini!” pinta Azizah dalam mata yang masih tertutup.


“Tidak istriku, kita harus ke rumah sakit sekarang!”


“Jangan,” ucap Azizah yang mulai membuka matanya.


Mata Azizah terlihat berkaca-kaca, mata indah Azizah berubah menjadi merah karena demam panas yang di alaminya.


“Panggil saja dokter yang kemarin!” pinta Azizah.


Steven sangat ingin membawa istrinya ke rumah sakit karena dengan begitu istri tercintanya bisa cepat ditangani bukan malah menyuruh dokter datang ke hotel.


Namun karena istrinya terus memaksa akhirnya Steven mengiyakan walaupun dengan sangat terpaksa.


Steven membuka pakaian yang ia kenakan hingga bertelanjang dada, kemudian ia juga membuka pakaian yang dikenakan istrinya hingga hanya memakai bra saja.

__ADS_1


Dengan cepat Steven memeluk tubuh istrinya dengan erat dan menutup tubuh mereka berdua dengan selimut.


Ia lalu memberi pesan kepada Rose yang tak lain adalah seorang dokter yang tempo hari datang ke hotel yang ia tempati bersama istrinya.


“Jangan tinggalkan aku suamiku!” pinta Azizah yang berada di dekapan suaminya.


“Selamanya aku tidak akan meninggalkan kamu istriku!”


Steven terus saja mencium kening serta bibir Istrinya yang terlihat sangat pucat,


untungnya saja ia menghampiri Azizah jika tidak entah apa yang akan terjadi dengan istrinya.


Rose telah berada di depan pintu,


seperti kata Steven di pesan yang ia kirim.


Rose tinggal masuk saja tanpa


harus meminta izin terlebih dahulu kepada penghuni kamar hotel itu.


Ia dengan cepat masuk ke dalam kamar dan terkejut melihat suami istri itu berada di satu selimut yang sama.


“Sedang apa kamu disitu Rose, cepat kemari dan periksa kondisi istriku!” perintah Steven yang melihat Rose berdiri membelakangi mereka berdua.


Rose berbalik dan dengan cepat menghampiri suami istri itu.


“Baik tuan muda!”


Steven yang ia beranjak dari ranjang itu tak diizinkan oleh Azizah, Azizah menahan tubuh suaminya agar tak turun dari ranjang.


Akhirnya Steven kembali dengan posisi memeluk tubuh istrinya, sementara Rose tetap melanjutkan pemeriksaannya.


“Baik tuan muda!” seru Rose.


Rose tak merasa risih, ia bersikap sangat profesional memeriksa kondisi pasiennya.


Tak sedikitpun ada rasa canggung dalam dirinya.


“Tolong buka mulut anda nyonya muda!” pinta Rose.


Azizah mengangguk pelan dan membuka mulutnya, Rose terus saja memeriksa dengan sangat hati-hati dan teliti.


30 menit kemudian.


“Sudah selesai tuan muda,” ucap Rose yang sudah selesai memeriksa tubuh Azizah.


“Bagaimana dengan kondisi istriku?


apakah panas ditubuhnya membahayakan kondisinya?” tanya Steven.


Azizah masih terbaring lemas sambil memperhatikan dan mendengar percakapan antara Rose dan Steven.


“Nyonya muda hanya mengalami demam, 2-3 hari pasti akan sembuh anda tidak perlu khawatir tuan muda,” jelas Rose.


“Terima kasih rose.”


Untungnya Rose telah membawa beberapa obat dari rumah sakit untuk berjaga-jaga.


“Ini obat untuk nyonya muda, sebaiknya minum sehari 3 kali. Pagi, siang dan sore!” ucap Rose sambil memberikan beberapa obat herbal.

__ADS_1


Steven mengambil obat itu lalu memberikan uang tunai kepada Rose tentunya uang itu melebihi biaya yang seharusnya dikeluarkan oleh Steven.


Rose menolak uang itu karena terlalu banyak, ia hanya mengambil uang itu secukupnya.


Namun Steven terus memaksa agar rose menerima uang pemberian darinya akhirnya Rose pun menerima uang itu.


“Terima kasih tuan muda, anda dari dulu tidak pernah berubah,” ucap Rose.


Azizah sedikit cemburu karena perbincangan mereka walaupun ia tahu jika Rose telah bersuami dan memiliki anak.


Ayolah Azizah!


ini bukan saat yang tepat untuk cemburu, ya meski tetap saja ada rasa cemburu walaupun hanya sedikit.


“Nyonya muda saya permisi dulu! obat yang telah saya berikan dihabiskan ya!”


“Terima kasih,” ucap Azizah sambil tersenyum tipis.


Rose pun pergi meninggalkan mereka berdua, tanpa mengantarkan Rose keluar.


“Sayang kamu mau sarapan apa?” tanya Steven lembut.


Azizah menoleh ke arah jam dinding berwarna coklat dengan pahatan yang begitu cantik, ternyata sudah tidak pagi lagi.


“Apakah kamu telah memesan makanan?” tanya Azizah.


“Sudah istriku, aku memesan roti panggang dan susu vanilla!” seru Steven.


“Baiklah, aku mau makan roti panggang dan minum susu vanilla,” ucap Azizah.


“Baiklah, kamu tunggu disini dan jangan beranjak dari tempat tidur. Aku akan mengambil makanan itu kesini!”


Steven turun dari ranjang dengan masih bertelanjang dada, pria blasteran itu berjalan mengambil makanan yang berada di meja.


Kamu adalah wanita yang sangat beruntung mendapatkan Steven Walker, jika ada wanita yang berniat merebut mu dariku, akan aku pastikan mereka menyesal.


Sekarang kamu harus menjadi wanita yang berani Azizah, jangan mau ditindas oleh wanita-wanita yang berniat memisahkan mu dengan suamimu.


Steven datang dengan membawa roti panggang berisi selai strawberry dan cokelat dan susu vanilla.


“Kamu yakin hanya makan roti panggang sayang? maksudku apakah ada yang ingin kamu makan selain ini?” tanya Steven penasaran.


“Aku hanya ingin itu, tapi bisakah bantu aku ke kamar mandi?” tanya Azizah.


Tanpa menjawab Steven langsung mengangkat tubuh Azizah dan membawa istrinya itu pergi ke kamar mandi.


Azizah tak merasa malu dengan hanya memakai bra saja, justru ia ingin selalu menempel dengan suaminya mungkin akibat dari demam yang ia alami jadinya ia ingin diperhatikan sekaligus dimanja oleh suaminya sendiri.


“Kamu tunggu saja diluar, aku ingin membuang air serta membasuh wajahku!” pinta Azizah.


“Baiklah, tapi kamu hati-hati jika tak kuat panggilan aku!”


“Baik suamiku.”


.


Vote dong!!


Di like juga ya!! 😘😘😘🙏

__ADS_1


SELAMAT HARI LAHIRNYA PANCASILA ❤️


__ADS_2