Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 90


__ADS_3

Angin malam berhembus kencang, Azizah menanti kepulangan Steven di ruang keluarga. Mertuanya dan nenek Teressa telah tidur 1 jam yang lalu, ya karena saat untuk waktu telah menunjukkan pukul 11 malam.


Kamu kemana suamiku? sampai jam segini kamu belum pulang juga.


Rasanya benar-benar sakit, ingin sekali Azizah berteriak kencang sangking kesal dan kecewanya.


“Sudah malam nyonya muda Azizah belum tidur?” tanya pelayan.


Mood Azizah malam itu begitu buruk, ia hanya tersenyum tipis. Melihat majikannya seperti itu si pelayan pamit meninggalkan Azizah.


Azizah menarik nafasnya dan memutuskan untuk kembali ke kamar.


Disisi lain.


Steven menyesap kopi hitam di ruang keluarga bersama Lucy.


“Apakah kamu tidak pulang Steven?” tanya Lucy yang juga menemani Steven di ruang keluarga.


“Tidak teyze malam ini biarkan aku tidur disini, besok aku akan pulang!”


“Kamu yakin rencana mu berhasil?” tanya Lucy penasaran.


“Aku yakin teyze, ini sudah malam sebaiknya aku tidur terlebih dahulu.”


“Kamarmu sudah aku bersihkan, tidurlah!” seru Lucy.


Lucy belum bisa tidur, ia sibuk memandangi foto-fotonya bersama Malik.


Jangan salahkan aku jika aku tidak kembali bersamamu lagi Malik, aku sudah terlalu lelah hidup bersama denganmu dengan kebohongan yang selalu kamu lakukan terhadapku.


Keesokan Pagi.


Azizah terbangun dan merentangkan tangannya ia merenggangkan otot-ototnya yang terasa sedikit pegal itu. Terlihat sekali kelopak dan kantung mata Azizah bengkak akibat ia menangis semalaman.


Azizah mengambil ponselnya di nakas dan memeriksa ponselnya barang kali ada kabar dari sang suaminya namun kesedihan bertambah saat melihat notifikasi diponsel tak ada sama sekali kabar dari Steven melainkan pesan-pesan dari grup chat, Mariska serta Yana.


Jadi dia tidak kembali lagi? luar biasa kamu Steven. benar-benar menyebalkan.


Seperti biasa sebelum keluar kamar untuk turun Azizah terlebih dahulu membersihkan diri.


1 jam kemudian.


Azizah memutuskan untuk pergi ke kampus.


“Selamat pagi Nyonya muda!” sapa para pelayan.


“Pagi juga, mami, papi dan nenek kemana?” tanya Azizah sambil tersenyum manis berusaha menyembunyikan kesedihan.


“Sedang pergi nyonya muda, mereka mengatakan tidak akan pulang!”


“Oh yang sudah, aku langsung ke kampus saja!”


“Nyonya muda Azizah tidak sarapan dulu?” tanya pelayan.


“Tidak bi, aku buru-buru.”


Azizah melangkahkan kakinya ia tersenyum lebar saat melihat Heru.


“Sudah bekerja lagi pak Heru? bagaimana keadaan ibu pak Heru?” tanya Azizah.

__ADS_1


“Alhamdulillah sudah membaik nyonya muda Azizah, kemarin sudah boleh pulang!” seru Heru dengan posisi Masi memegang gagang pintu mobil.


“Syukurlah, antarkan aku ke kampus ya pak!”


“Siap nyonya muda Azizah!” seru Heru.


Disisi lain.


Mariska dan Yana sedang menyiapkan beberapa kebutuhan untuk persiapan nanti malam, terlihat raut wajah kebahagiaan dari mereka berdua.


“Apakah ini berhasil?” tanya Mariska.


“Ya semoga saja, aku harap ini tidak membuatnya terkejut secara berlebihan!” seru Yana.


Danu dan Rika hanya melihat kedua gadis itu sedang sibuk menyiapkan beberapa barang, mereka berharap semuanya berjalan lancar.


❤️❤️❤️


Azizah kembali ke kediaman suaminya, rumah begitu terasa sepi.


Ia sengaja mematikan ponselnya karena masih sangat kecewa dengan suaminya itu.


Hari ini aku dirumah sendirian, ditemani bodyguard dan pelayanan.


Mami, papi dan nenek entah mereka kemana, sedari pagi tak memberitahukan aku. Sementara suamiku entah dia juga ada dimana, rasanya aku sangat benci dengan pemikiran seorang pria. Terlalu sakit jika harus kupikirkan, baby? apakah dia selingkuhan mu Steven?


Azizah menangis di kamarnya, seharian Sampai malam ia hanya berdiam diri dikamar.


Ia bahkan belum makan dari siang sampai malam.


“Wah kamu hebat Azizah, dari tadi menangis tak terasa waktu sudah malam dan sekarang sudah jam 8 malam,” ucap Azizah bermonolog.


“Siapa?” tanya Azizah dan segera menghapus air matanya.


Wajah Azizah saat itu benar-benar tidak karuan, terlihat air mata yang sudah mengering dan muncul lagi air mata yang baru saja tumpah.


“Saya nyonya muda Azizah!” ucap pelayan dari balik pintu.


“Ada apa?” tanya Azizah tanpa membukakan pintu.


“Bisakah saya masuk nyonya muda Azizah?”


Azizah bingung harus mempersilahkan masuk atau melarang pelayan itu masuk, ia tak mungkin menunjukkan wajah yang begitu menyedihkan.


“Aku sedang pakai handuk bi, bibi katakan saja diluar!” seru Azizah berbohong, ia terpaksa berbohong karena tak ingin jika pelayan itu melihat wajahnya dan berasumsi bahwa dirinya tak bahagia.


“Tuan muda Steven mengirimkan anda sesuatu nyonya muda Azizah, kalau begitu barangnya saya taruh di depan pintu!”


Barang? barang apa? hebat sekali Steven, tidak memberitahukan aku malah memberikan barang.


“Baik bi, taruh saja di depan pintu!”


“Sudah nyonya muda Azizah, kalau begitu saya permisi!”


Azizah berlari ke kamar mandi ia membasuh wajahnya, ia mengontrol nafasnya terlebih dahulu.


“Ceklek” suara pintu.


Azizah terkejut dengan kotak besar berwarna merah, mengingatkannya akan kejutan yang diberikan oleh Steven sewaktu di apartemen.

__ADS_1


“Kotak? apa ini?” tanya Azizah dan mengambil kotak itu lalu ia kembali masuk ke dalam kamar.


Azizah mengikat rambutnya, ia duduk di pinggir ranjang sambil memperhatikan kotak itu. Perlahan ia mulai membuka kota tersebut.


Gaun? apakah ia sengaja memberikan gaun agar aku tidak bersedih dan melupakan malam kemarin karena ia meninggalkan aku lagi?


Wanita itu terkejut saat melihat secarik kertas dan ia mulai membacanya.


Dear My wife ❤️


Jam 9 aku menunggumu di restoran One heart, pakailah gaun itu dan berdandan cantik lah!


From Your husband 😘


Apalagi ini Steven? restoran?


Sebenarnya Azizah malas dengan ajakan suaminya itu, perasaannya saat itu maju mundur.


Ahhhh. bagaimana ini? apa yang harus aku lakukan!


Butuh waktu setengah jam bagi Azizah memutuskan untuk pergi, ia pun memberanikan diri untuk pergi dan memastikan apa yang dimaksud oleh suaminya itu.


“Baiklah Azizah, kamu harus pergi dan kamu harus meminta penjelasan dari Suamimu itu. Jika ia memang macam-macam, maka akan aku pastikan untuk meninggalkannya,” ucap Azizah.


Ia dengan cepat bergegas mandi, wajahnya yang terlihat menyedihkan itu kini tidak terlalu nampak di raut wajahnya akibat make up yang dipoles kan diwajahnya, setidaknya make up malam itu dapat membantu wajahnya dan mata indahnya itu.


Azizah pergi dengan ditemani salah satu bodyguard, tidak mungkin bagi dirinya untuk memesan aplikasi online pada malam hari.


Sampailah ia ditempat restoran yang disebutkan oleh suaminya itu.


“Aku akan ke dalam!” ucap Azizah pada bodyguard yang terlihat wajahnya tidak jauh berbeda dari Azizah mungkin 2 atau 3 tahun lebih tua darinya.


“Baik nyonya muda Azizah, saya akan menunggu anda di area parkir!” seru bodyguard.


“Baik,” ucap Azizah.


Azizah turun dari mobil, ia heran di area parkir hanya ada mobil yang ia tumpangi dan saat sampai ke dalam restoran tidak ada siapapun disana, suasana di restoran itu malam gelap hanya sedikit penerangan dari lilin-lilin kecil disudut restoran.


Apakah kamu mempermainkan aku Steven? bisa-bisanya ia memintaku datang kesini dan bisa dikatakan tempat ini begitu menyeramkan.


Azizah mengepalkan tangannya kuat-kuat, ia benar-benar kecewa dengan Steven dari kejauhan ia melihat sesosok pria yang ia kenali saat ia menghampiri sosok pria itu ternyata ada seorang wanita yang sedang berdiri tepat disamping pria itu ya pria itu adalah Steven, Azizah terkejut bukan main saat mereka tertawa bersama.


Kurang ajar kamu Steven!


Azizah tak dapat membendung lagi perasaannya, kecewa, cemburu, marah dan lain-lain bercampur menjadi satu dihampirinya Steven dan wanita itu.


“Steven!” teriak Azizah yang matanya sudah mengeluarkan air mata.


PLAAAKKKK!


“Aku pikir tidak semua pria akan berselingkuh dan bermain dibelakang wanitanya tapi aku salah besar, ternyata kata-kata yang kamu janjikan denganku dulu semuanya adalah palsu, semuanya adalah kebohongan besar! aku benci sama kamu, aku benci!” Azizah berteriak kencang membuat Steven dan Lucy terkejut.


Steven tak menghiraukan tamparan yang dilayangkan pada wajahnya, ia hanya ingin menjelaskan tentang apa yang dilihat oleh istrinya itu.


“Istriku sayang!” teriak Steven sambil terus mengejar Azizah.


Azizah tak bergeming ia terus melangkahkan kakinya mencoba menjauh dari Steven pria yang membuatnya kecewa.


Bersambung

__ADS_1


Vote ya!! Like ❤️ komen 👇


__ADS_2