Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 59


__ADS_3

Azizah geram dengan pemberitaan di sosial media, berita yang memberitakan tentang pernikahan Steven karena yang dikira masyarakat calon istri Steven adalah Diandra.


BRUG!!!


Remote control yang ada digenggaman Azizah dilempar ke sembarang arah, sampai berita itu diturunkan Steven hanya diam tak bertindak apa-apa seolah tak terjadi apa-apa.


Diandra? Akan aku pastikan kamu menyesal karena munculnya pemberitaan ini.


“Bi tolong beritahu pak Heru untuk menyiapkan mobil sekarang!” perintah Azizah kepada pelayan.


“Baik nona muda,” sahut pelayan itu.


Azizah tersenyum licik, ia tidak sabar membuat wanita yang bernama Diandra malu.


Sebenarnya aku sangat baik, tapi tidak hari ini. Aku benar-benar kesal, ditambah hari ini pertama aku kedatangan tamu. 😈


30 menit kemudian.


Azizah berdandan seperti laki-laki, celana dasar berwarna hitam, kaos oblong polos kebesaran, rambut digulung ditutupi dengan topi serta kumis dan jenggot tak lupa menghiasi wajahnya.


Semuanya ia pesan mendadak setengah jam yang lalu melalui online.


Sekarang tidak ada yang mengenaliku, semuanya sudah siap waktunya beraksi.


Azizah yang kini berperawakan seperti laki-laki berjalan mendekati mobil, Heru bahkan tak bisa mengenali Azizah.


“Kamu siapa?” tanya Heru heran.


“Hei aku ini adalah Azizah,” ucap Azizah dengan suara yang dibuat mirip seorang laki-laki.


“Ini nona muda?” tanya Heru heran.


“Iya ini aku, memangnya siapa lagi?” tanya Azizah balik.


Heru menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia benar-benar bingung untuk apa nona mudanya itu berdandan seperti itu.


“Ini maksudnya apa nona muda?” tanya Heru heran dengan kebingungannya.


“Pak Heru sekarang antarkan aku ke tempat kerja Diandra!” Perintah Azizah.


“Ke studio foto itu nona muda?”


“Iya pak Heru, aku ingin memberikan kejutan kepada wanita itu. Gara-gara dia mood ku hari ini jelek sekali.”


“Tapi apa yang mau nona muda lakukan?” tanya Heru.


“Pak Heru antarkan aku kesana saja, soal apa yang akan aku lakukan itu masalah terakhir saja ok!”


“Ba...baiklah nona muda,” ucap Heru pasrah.


Karena takut Azizah kenapa-kenapa, Heru mengirim pesan kepada Steven mengenai perubahan Azizah dan keinginannya pergi ke studio foto Diandra.


“Cepat pak Heru!” perintah Azizah.


“Ba..baik nona muda.”

__ADS_1


Di sisi lain.


Steven mendapat pesan dari Heru jika Azizah ingin menemui Diandra. Pria bule itu tanpa berpikir panjang membatalkan rapat penting yang sudah jauh-jauh hari dipersiapkannya.


Yang dipikirkannya saat itu adalah semoga calon istrinya tidak berbuat yang macam-macam yang dapat melukai dirinya sendiri.


“Rapat hari ini kita batalkan!”


“Tapi CEO...” ucap salah satu klien.


“Saya bilang batalkan maka batalkan!” Steven berbicara dengan nada yang begitu menyeramkan hingga orang yang berada di ruangan itu langsung ciut tak berani.


Steven melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa, para pegawai yang melihat wajah seram Steven hanya menunduk ketakutan.


Mereka penasaran apa yang membuat Steven seperti orang yang sedang khawatir, gelisah marah pokoknya campur aduk.


“Studio foto umbrella!” perintah Steven dengan wajah datarnya.


“Ba..baik.”


Steven mencoba menghubungi nomor Azizah namun tak dapat dihubungi alias tidak aktif.


Kamu kenapa sayang?


Steven sangat gelisah, ia makin tidak karuan.


Sebenarnya ia sudah tahu tentang pemberitaan itu, namun Steven memutuskan untuk tidak turun tangan dengan cepat karena ia memiliki rencana untuk melengserkan Diandra dari dunia permodelan dan sejenisnya untuk selamanya.


1 jam kemudian.


“Azizah sayang!” panggil Steven diluar jendela mobil.


Heru membuka kaca mobil. “Nona muda sudah di dalam 15 menit yang lalu tuan muda,” ucap Heru.


Di dalam studio.


Azizah mencari kesana-kemari keberadaan Diandra hampir satu persatu kamar ia periksa namun tak menemukan batang hidung Diandra, senyumnya tiba-tiba merekah saat membaca papan nama yang dicantolkan tepat di tengah pintu. “Diandra”


Jadi ini ruangannya, sekarang aku beraksi lihat saja!


Azizah mengendap-endap masuk, ia memperhatikan setiap sudut ruangan khusus para model barang kali ada Cctv untungnya tidak ada kamera pengintai di ruangan itu.


Azizah tersenyum jahat dan menaburkan bubuk putih ke setiap sudut tak lupa make up Diandra menjadi sasaran empuk Azizah.


Setelah dirasa selesai Azizah cepat-cepat keluar meninggalkan ruangan Diandra, diperjalanan ia tidak sengaja berpapasan dengan Diandra.


Kebetulan sekali.


“Uhuk...uhuk..” Azizah terbatuk-batuk dan sengaja menumpahkan bubuk itu ke tubuh Diandra.


“Aaaaaaaa....” teriak Diandra.


“Maaf Tante, saya tidak sengaja,” ucap Azizah dengan suara yang dibuat-buat seperti laki-laki.


“Apa kamu bilang? Tante?” tanya Diandra sambil berteriak.

__ADS_1


Azizah mengejek Diandra dengan menjulurkan lidahnya kemudian dengan cepat ia berlari.


“Dasar cowok gila, secantik ini malah dibilang Tante,” ucap Diandra kesal kemudian melanjutkan perjalanan menuju ruangannya.


Azizah berjalan dengan cepat menuju mobil, di kejauhan ia seperti melihat Steven. Namun dengan cepat Azizah membuang jauh-jauh pikirannya. Ia berpikir jika itu hanya ilusi nya saja.


Ya Allah itu benar Steven? bagaimana ini? haduh, bagaimana ini?


Baru ingin membalikkan badan Steven sudah menghampiri Azizah terlebih dahulu.


“Azizah sayang! apa yang kamu lakukan dengan berpakaian seperti ini dan dengan wajah seperti ini juga?” tanya Steven mengintrogasi calon istrinya.


“Ti...tidak ada, aku hanya ingin seperti ini.” Azizah berkata bohong.


“Benarkah?”


Azizah tak bisa berbohong, ia terus membungkukkan badannya dan merapatkan kedua telapak tangannya seolah-olah ia sedang berbuat salah dan meminta belas kasih dari sang guru.


“Maafkan aku Steven! aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” ucap Azizah.


Steven tertawa kecil dengan kelakuan Azizah, digenggamnya tangan Azizah dan dituntunnya menuju mobil yang dibawa Heru.


“Sekarang kita pulang!” perintah Steven pada Heru.”


“Baik tuan muda.”


Azizah menampakkan wajah seimut mungkin di depan Steven agar ia tidak dimarahi oleh calon suaminya itu, ada saatnya Azizah seperti macam ngamuk ada saatnya ia seperti kucing yang begitu lucu. Itulah yang membuat Steven makin mencintai Azizah.


“Beritahu aku saat kita sudah sampai dirumah!”


“Ba..baik,” sahut Azizah.


Di studio umbrella.


Tiba giliran Diandra yang melakukan pemotretan, gara-gara pemberitaan media yang mengira dirinya adalah calon istri dari Steven Walker membuat karirnya dengan cepat melambung tinggi. Itu semua karena ia membayar seorang wartawan untuk menyebarkan berita palsu tentang pernikahannya.


Haduh kenapa badanku terasa gatal semua.


“Diandra! bisa tidak kamu berpose cantik!” pinta fotografer.


“Ini juga sudah berpose cantik,” ketus Diandra.


Fotografer itu berusaha memotret Diandra namun Diandra sama sekali tidak bisa diam.


“Kamu ini kenapa? dari tadi seperti monyet.”


“Monyet kamu bilang? aku bisa tuntun kamu karena menghina saya!”


5 Menit Kemudian.


Tubuh Diandra semakin memerah bahkan tumbuh bintik-bintik merah di sekujur tubuhnya, pemotretan yang seharusnya dilaksanakan saat itu juga terpaksa dibatalkan. Bahkan dengan tegas mereka mengeluarkan Diandra dari Umbrella.


“Lihat saja kalian, suatu saat studio ini akan kubeli!” teriak Diandra.


Sial, kenapa tiba-tiba badanku gatal begini dan mengeluarkan bintik-bintik merah.

__ADS_1


Jika wartawan tahu bisa-bisa wajahku terpampang dimana-mana dengan wajah menjijikkan ini.


__ADS_2