Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 121


__ADS_3

Azizah keluar dari kamar mandi dan melihat banyak sekali makanan yang sudah tertata rapi di meja makan minimalis, suaminya memandang ke arahnya dengan senyuman yang begitu menggoda.


“Kamu kenapa?” tanya Azizah sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


“Tidak ada, sini biar aku saja!” ucap Steven yang menghampiri istrinya dan mendudukkan istrinya itu di kursi yang menghadap ke cermin.


“Aku keringkan rambut mu ya sayang pakai hair dryer?”


“Tidak perlu suamiku, biarkan aku saja,” tolak Azizah.


“Kenapa tidak perlu, tanganmu bukankah masih sakit karena tadi?” goda Steven.


Azizah menunduk malu mengingat kejadian ia dan suaminya di kamar mandi.


“Lihat wajah dan telingamu memerah istriku!”


“Hentikan sayang! apakah pekerjaanmu selain mesum juga menggodaku?”


“Tidak hanya itu Azizah sayang, aku juga pandai membuat perutmu membesar,” goda Steven lagi.


Azizah mendongakkan kepalanya dan memukuli dada suaminya.


“Dasar mesum, dasar tukang bual...” ucap Azizah yang terus memukul dada suaminya.


Steven terkekeh geli karena tingkah istrinya itu yang semakin hari semakin lucu.


“Terus saja tertawa hingga kamu tidak akan bisa berhenti tertawa!” ucap Azizah kesal.


Steven langsung menghentikan tawanya, wajahnya berubah menjadi serius.


Azizah bahkan dibuat tercengang dengan wajah suaminya yang mendadak serius itu.


Rasain kamu Azizah, suamimu sekarang malah berubah menjadi serius.


Haduh...


“Duduklah aku akan mengeringkan rambutmu!” perintah Steven dengan wajah datarnya.


Azizah mengikuti perintah suaminya, rasanya sangat aneh jika suaminya seperti itu.


10 menit kemudian.


Rambut Azizah sudah benar-benar kering namun suaminya sedikitpun tak mengeluarkan suara bahkan senyum yang biasanya terpancar dari wajah suaminya untuk dirinya tidak ada lagi.


Ya ampun kalau sudah begini aku harus bagaimana?


“Suamiku!” panggil Azizah saat suaminya melangkahkan kakinya menjauh dari Azizah.


“Mmmm.”


“Kok mmmm? aku memanggilmu!”


“Ada apa?” tanya Steven tanpa menoleh ke arah Azizah.


“Suamiku, aku memanggilmu! lihat wajahku sekarang!” pinta Azizah dengan nada yang begitu manja.


Sekarang aku tahu caranya menangani mu istriku.


Steven tak juga membalikkan badan untuk melihat Azizah, karena kesal Azizah berlari menghampiri suaminya dan memeluk tubuh suaminya dari belakang.


“Maafkan aku sayang, tolong jangan cuek seperti ini!” pinta Azizah.


“Mmmm...”


Azizah melepaskan pelukannya dan menghadap ke arah suaminya berdiri, ia berjinjit dan mencium bibir suaminya.

__ADS_1


Entah setan apa yang merasukinya, ia begitu nafsu untuk mencium bibir suaminya hingga Steven pun larut dalam ciuman itu.


Setelah dirasa cukup Azizah melepaskan ciumannya dan memeluk tubuh suaminya.


“Maafkan aku!”


“Kamu benar-benar membuatku bergairah istriku!” seru Steven.


Mendengar ucapan mesum dari suaminya Azizah mundur dan menutup kedua dadanya dengan tangan.


“Hi...hi.. aku tidak akan memakan mu,” ucap Steven.


“Kamu tidak marah kan suamiku?”


“Untuk apa aku marah? aku tadi hanya bercanda, sekarang kamu sarapan!” perintah Steven dan mendudukkan istrinya di kursi meja makan.


“Aku tidak ingin makan sendiri, suapi aku!” pinta Azizah manja.


Steven mengacak-acak rambut istrinya dan menarik kursi agar berdekatan dengan Azizah.


“Makanlah yang banyak agar tubuh mu bertambah sexy istriku!”


Azizah memukul lengan suaminya, “Apakah aku tidak cukup bagimu? atau jangan-jangan kamu sudah memiliki wanita lain?” tuduh Azizah.


Steven menggelengkan kepalanya kuat, bagaimana bisa istrinya berpikir seperti itu.


“Sudah jangan dekati aku, aku bisa makan sendiri!” tegas Azizah dan mengambil paksa sendok yang berada di genggaman suaminya.


Apa-apaan dia, menyuruhku makan yang banyak agar tubuhku bertambah sexy?


Baru juga menstruasi hari pertama sudah berkata seperti itu, dasar pria menyebalkan.


Azizah terus melahap makanannya dengan sangat kesal sementara Steven terheran-heran dengan emosi istrinya yang meledak-ledak seperti itu.


Perasaan baru tadi ia minta maaf dan bersikap romantis,


“Jangan menatapku seperti itu, sana pergi!” usir Azizah.


Steven tercengang karena Azizah berani mengusirnya, ia pun berdiri dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Azizah tak perduli dengan suaminya, perasannya saat itu benar-benar jelek.


15 menit kemudian.


“Tok...tok...”


Azizah mengetuk pintu suaminya tanpa memanggil penghuni di dalam kamar mandi.


“Tok... tok...” Suara ketukan pintu itu semakin keras.


Steven yang sedang mandi akhirnya menunda aktivitas mandinya dan membuka pintu kamar mandi.


“Kenapa istriku?” tanya Steven lembut.


“Hei aku masih lapar, pesankan aku makanan sekarang!” perintah Azizah tanpa menggunakan embel-embel sayang ataupun suamiku.


“Kamu masih lapar istriku? ambillah porsi makanan ku!”


“Sudah habis,” balas Azizah tanpa menatap mata Steven.


“Habis? apakah kamu yang memakannya sayang?” tanya Steven memastikan.


“Ya,” balas Azizah singkat.


Wow..!!

__ADS_1


Sejak kapan istriku merubah sikapnya seperti diriku? ini benar-benar luar biasa...


“Baiklah setelah aku mandi, aku akan pesankan makanan!”


“Tidak mau, aku mau sekarang!” tegas Azizah.


“Baiklah-baiklah. Aku pesankan makanan sekarang istriku!”


Steven keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk, ia menekan tombol yang berada di kamar itu untuk meminta room service mengantarkan makanan.


“Sudah aku pesankan, kamu tinggal menunggu makanan sampai kesini!” ucap Steven.


Steven pun kembali menuju kamar mandi, belum juga sampai kamar mandi Azizah menghentikan langkah suaminya itu.


“Mau kemana?” tanya Azizah jutek.


“Mau mandi istriku!” seru Steven sambil tersenyum semanis mungkin.


“Tidak boleh!” tegas Azizah.


Ya Allah ada apa lagi dengan istriku ini?


Apakah istriku sedang mengalami kerasukan?


atau jangan-jangan di hotel ini ada penghuninya!


Steven berjalan mendekati istrinya dan mulai membaca ayat kursi.


اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ


Azizah terheran-heran karena suaminya membaca ayat kursi sambil menyentuh kepalanya.


“Apakah kamu mengira aku kerasukan setan?” tanya Azizah kesal.


“Aku pikir mungkin saja kamu kerasukan sayang!” seru Steven.


“Menyebalkan! hiks... hiks...” Azizah menangis sejadi-jadinya membuat Steven panik sekaligus heran.


“Ya ampun sayang, ku mohon jangan menangis!” pinta Steven lalu mendekap tubuh istrinya berusaha menenangkan tangisan Azizah.


“Dasar suami menyebalkan, aku lapar malah kamu bacakan ayat kursi,” ucap Azizah dengan sangat kesal.


“Iya sayang, aku minta maaf ya!”


Tiba-tiba Azizah menghentikan tangisannya dan mengubah wajahnya dengan sangat serius.


“Mana makananku?” tanya Azizah.


Eh... eh...


sudah berubah lagi? Sabar Steven, ini pengaruh menstruasi istrimu.


“Sekarang kamu duduk di kursi, aku akan menunggu makanan sampai!”


Setelah Azizah duduk tenang, Steven berjalan ke arah pintu. Untungnya saja pelayan room service telah datang dan membawa makanan yang ia pesan.


Steven pun menyajikan makanan itu dan menyusun rapi di atas meja.


“Makanan sudah siap istriku, sekarang kamu tinggal makan!”


“Suapi!” pinta Azizah.


Steven mengangguk kecil dan mulai menyuapi istrinya yang terlihat begitu bersemangat.


Vote!!🙏

__ADS_1


Apakah diantara kalian ada yang Moody atau sering berubah-ubah suasana hati kalian?


Komen 👇 guys, author juga suka banget Moody. 😤😒😭


__ADS_2