Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 41


__ADS_3

Azizah sedang menatap dirinya dipantulan cermin.


Seminggu sudah ia tidak bertemu Steven bahkan Indah pun kini telah berhenti bekerja.


“Kamu semangat Azizah, yang terpenting sekarang adalah kamu fokus kuliah,” ucap Azizah menyemangati dirinya.


Azizah lalu mengambil ponselnya di dalam tas, sedari tadi ponselnya bergetar.


Dilihatnya ternyata pesan dari Heru.


Pak Heru 💌


“Saya sudah di bawah nona, tolong nona segera kemari!”


“Baiklah, sebentar lagi saya kebawah.”


Dengan cepat Azizah bergegas menemui Heru yang menunggu dirinya di tempat parkir apartemen.


“Selamat pagi nona!” ucap Heru dan membuka pintu mobil.


“Selamat pagi juga Pak Heru,” balas Azizah ramah.


Azizah lalu masuk ke dalam mobil dengan senyum yang menghiasi wajahnya.


“Pak Steven apa masih marah kepada saya pak?” tanya Azizah penasaran.


“Tuan muda sedang ingin sendiri nona, tuan muda menitip pesan agar nona Azizah beraktivitas seperti biasa,” ucap Heru.


Berarti dia tidak marah lagi, tapi kenapa tidak menemui ku?


Itulah yang sedang dipikirkan Azizah.


Azizah merasa bersalah karena saat kejadian seminggu yang lalu ia merasa bersalah.


Heru mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju kampus, setiap hari Heru mengantar-jemput Azizah.


Steven masih menunggu kabar baik dari orang kepercayaannya untuk mencari Mariska.


“Apa sudah ditemukan?” tanya Steven melalui sambungan telepon.


“.........”


“Segera bawa kesini! jangan sampai saya menunggu lama.”


“.........”


Steven tersenyum lebar akhirnya pencariannya selama ini berbuahkan hasil.


Dengan cepat ia memberitahukan kepada kedua orangtuanya yang berada di Inggris.


30 menit kemudian.


Seorang pria bertubuh kekar dan tinggi datang menghampiri Steven yang sedang duduk di ruang tamu.


Pria itu membawa seorang gadis remaja yang terlihat melawan.


“Lepaskan!” teriak Mariska.


Steven berdiri dan meminta pria itu pergi meninggalkan dirinya dan Mariska.


“Duduk!” perintah Steven.


“Mariska tidak mau,” tolak Mariska.


“Sampai kapan kamu mau seperti ini? selama ini kamu kemana saja?” tanya Steven lembut.


“Kakak tidak perlu tahu Mariska selama ini kemana, lagian kita hanya sepupu,” ucap Mariska angkuh.


“Mariska! kami sudah lama mencari kamu,


apa kamu ingin membuat kedua orangtuamu tidak tenang disana?” tanya Steven kesal.


Mariska terkulai lemas saat mengingat kejadian 1 tahun yang lalu.


Musibah kebakaran yang menimpa kedua orangtuanya.

__ADS_1


“Kakak harap kamu jangan kabur-kaburan lagi, kakak tidak ingin membuat mami sedih.


Karena kamu satu-satunya kerabat yang Mamiku miliki,” ucap Steven.


Mariska masih tertunduk lemas, air matanya kembali mengalir.


“Jangan menangis! Kakak tidak ingin melihatmu menangis seperti ini,” ucap Steven dan menghapus air mata Mariska.


Steven menjentikkan jarinya, dengan cepat kepala pelayan datang menghampiri Steven.


“Bawa Mariska! bersihkan tubuhnya dan ganti pakaiannya!” perintah Steven.


“Baik Tuan muda,” ucap kepala pelayan.


“Mari nona Mariska ikut saya!” Pelayan itu berkata dan memapah tubuh Mariska yang terlihat tak berdaya.


Steven akhirnya lega, Mariska yang selama ini dia cari telah kembali.


“Dengar kalian semua! awasi Mariska jangan sampai dia kabur lagi!” perintah Steven pada para pelayan.


“Baik tuan muda,” ucap mereka.


Steven kembali duduk di sofa ruang tamu, ia merogoh saku celananya dan mengambil ponsel.


“Heru kamu dimana? cepat jemput saya sekarang!" Perintah Steven pada sambungan telepon.


Heru yang mendapat panggilan dari majikannya dengan cepat mengendarai mobil menuju kediaman Steven Walker.


Steven Walker tak sabar untuk menemui Azizah, ia harus segera meminta maaf kepada gadis bodoh yang sangat ia cintai.


“Lama sekali,” ucap Steven kesal pada Heru yang baru sampai.


“Maaf tuan muda,” ucap Heru lalu membukakan pintu untuk Steven.


“Kita sekarang kemana Tuan muda?” tanya Heru yang telah siap untuk berangkat membawa mobil.


“Ke kampus,” ucap Steven dingin.


Aku ingin menemuimu gadis bodohku, maaf selama seminggu ini aku tidak pernah datang menemui kamu.


“Azizah! kamu mau ikut kita tidak? nongkrong di cafe setelah pulang nanti?” tanya seorang gadis berkacamata.


“Tidak bisa Put, aku harus pulang tepat waktu,” tolak Azizah.


“Ayolah Azizah! kita kak sekarang berteman,” ucap seorang gadis berambut ikal.


“Fauziah! kamu pergi bersama Puput saja, lain kali aku pasti menemani kalian,” ucap Azizah lembut.


“Baiklah,” ucap Puput dan Fauziah pasrah.


Tiba-tiba semua mata tertuju ke pintu, mata mereka takjub dengan kedatangan seorang pria tampan dan sangat terkenal.


Azizah merasa aneh dengan anak-anak di dalam kelas, ia pun menoleh ke arah mata mereka tertuju.


Azizah sangat terkejut mulutnya bahkan menganga lebar, ia mencubit pipinya berharap itu hanya ilusi.


Ya Allah, semoga ini hanya mimpi.


Pria bertubuh kekar dan gagah itu berjalan menghampiri Azizah yang masih menganga lebar.


“Tutup mulutmu! nanti ada serangga yang masuk,” bisik Steven pada telinga Azizah.


Azizah langsung menutup mulutnya dan berjalan mundur.


“Pak Steven mau apa kesini?” tanya Azizah bingung.


Para kaum hawa yang ada di kelas itu menatap tajam ke arah Azizah, mereka sangat iri tentang kedekatan mereka.


Bahkan adapula yang mengira jika Azizah adalah wanita penghibur.


Steven Walker tahu pandangan ke arah Azizah adalah pandangan permusuhan.


Dengan lantang Steven menjelaskan hubungannya dengan Azizah.


“Kalian semua jangan pernah mengganggu Azizah Cahyani, dia adalah calon istri Steven Walker,” tegas Steven lalu menarik tangan Azizah meninggalkan kelas.

__ADS_1


Azizah masih tak percaya dengan apa yang ia lihat dan ia dengar dari mulut seorang Steven.


Jantungnya berdetak kencang. Ia merasa bahwa itu semua hanya fatamorgana.


Begitupun dengan mahasiswa dan mahasiswi yang ada dikelas, mereka tak percaya dengan apa yang mereka dengar.


Sungguh beruntung, itulah yang mereka pikirkan saat melihat Azizah.


Steven membawa Azizah menuju mobil, banyak pasang mata yang menatap ke arah mereka berdua.


Steven acuh tak acuh, sementara Azizah menunduk malu.


Heru yang melihat kedatangan Azizah dan Steven dengan sigap membuka pintu mobil.


“Silahkan Tuan muda dan nona,” ucap Heru mempersilahkan mereka masuk.


“Masuk!” ucap Steven. Dengan cepat Azizah menuruti ucapan Steven.


Heru yang ingin masuk kedalam mobil langsung ditahan oleh Steven.


“Kamu diam diluar,” ucap Steven dingin.


“Baik tuan muda,” sahut Heru. Heru berdiri didekat mobil layaknya bodyguard.


Steven duduk tepat di samping Azizah yang terlihat gugup itu, diselipkan rambut Azizah ke telinga yang menutupi wajah cantiknya.


“Maaf soal seminggu yang lalu,” ucap Steven serius.


Azizah yang menunduk malu langsung menatap ke arah Steven.


“Saya yang seharusnya meminta maaf kepada Pak Steven,” balas Azizah.


“Aku mencintaimu Azizah,” ucap Steven dengan tatapan mata penuh cinta.


“Ha?” Azizah melongo tak percaya.


“Ba-bapak ja-jangan bercanda dengan sa-saya,” ucap Azizah terbata-bata.


Azizah berpikir bahwa itu benar-benar tak masuk akal, bahkan ia berpikir bahwa saat ini dia sedang bermimpi.


“Aku tidak bercanda, untuk apa aku bercanda apalagi ini soal perasaan,” tegas Steven.


Azizah mendelik tajam. “Saya mohon pak! jangan bercanda.”


“Saya memang seorang gadis miskin yang tidak memiliki keluarga, tapi saya masih punya akal Pak. Mana mungkin seorang Steven Walker yang tampan dan kaya raya se-Indonesia mencintai saya. Sangat tidak masuk akal,” ucap Azizah mengeluarkan isi hatinya.


Steven menggenggam kedua tangan Azizah.


Ia menatap lekat kedua bola mata indah milik Azizah. “Lihat aku Azizah, entah sejak kapan aku tertarik padamu. Tapi memang ini kenyataannya, Steven Walker yang kamu bilang tampan dan kaya raya ini memang telah mencintai kamu. Aku bahkan telah memberitahukan kepada mereka saat dikelas tadi bahwa kamu adalah Calon istriku.”


“Tapi kita tidak pernah memiliki hubungan apapun Pak,” balas Azizah.


“Bukan tidak pernah Azizah, Tapi akan memiliki hubungan.” Steven membenarkan ucapan Azizah.


Mata Azizah berkaca-kaca, ia begitu terharu dengan kejujuran Steven.


“Apakah kamu menerima cintaku Azizah?” tanya Steven penuh harap.


Dengan malu-malu Azizah mengangguk pelan. “Saya mau Pak,” ucap Azizah.


“Coba ulangi lagi Azizah!” pinta Steven.


“Iya Pak, saya mau,” sahut Azizah.


Steven menarik tubuh Azizah kedalam pelukannya, akhirnya ia dan Azizah resmi menjalin hubungan.


Steven lalu mencium bibir Azizah, Azizah tak menolak. Untuk pertama kalinya ia mengizinkan Seorang pria mencium bibirnya.


Saat bersama Dimas, Azizah selalu menolak jika dicium di bibir.


Akhirnya terjawab juga ya guys bahwa Mariska itu adik sepupu Steven. 😋😜


Jawaban kak Fenti benar 💯


Like❤️ komen👇 Vote 🙏

__ADS_1


__ADS_2