Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 63


__ADS_3

Azizah mengistirahatkan dirinya di dalam pesawat pribadi milik calon suaminya, ia merasa nyaman di dalam pesawat itu.


“Nyaman sayang?” tanya Steven yang duduk tak jauh dari ranjang yang ditiduri oleh Azizah.


“Sangat nyaman Steven sayang,” sahut Azizah.


“Kalau begitu kita tinggal saja di dalam pesawat ini selamanya,” ucap Steven dengan santainya.


“Haaaa?” Azizah sangat terkejut dengan ucapan Steven. “Kamu serius?” tanya Azizah.


“Selama kamu suka dan nyaman. Kenapa tidak? apalagi itu membuat wanita yang aku cintai bahagia,” jujur Steven.


Azizah kemudian berjalan meninggalkan ranjangnya ia lalu duduk disamping Steven dengan bergelayut manja.


“Kamu ini ya selalu saja seperti itu, kalau aku memintamu untuk melompat ke bawah bagaimana?” tanya Azizah bingung.


“Tentu saja aku tidak mau, kalau aku mati siapa yang akan membahagiakan kamu?” tanya Steven.


“Hmmmm...” Apa yang dikatakan Steven memang benar.


“Benar kan?”


“Iya..iya kamu benar,” sahut Azizah.


“Akhirnya,” ucap Steven lega.


“Akhirnya kenapa?” Azizah bertanya kepada Steven.


“Akhirnya aku benar Dimata kamu Azizah sayang hihi..hihi,” balas Steven dengan tertawa kecil.


Azizah tiba-tiba merasakan kram di perutnya, wajahnya langsung pucat pasi.


Haduh perutku sakit sekali, jangan-jangan aku menstruasi. Ya ampun kenapa datang disaat yang tidak tepat seperti ini?


Azizah diam seribu bahasa ia hanya memegang perutnya, terlihat keringat yang keluar dari keningnya.


“Kamu kenapa sayang?” tanya Steven karena melihat calon istrinya sangat pucat.


“A...aku se.. sedang...” Azizah tak berani melanjutkannya ia benar-benar malu.


“Kamu sedang apa sayang?”


“Aku sedang datang bulan hiks...hiks..” Azizah lalu menangis layaknya anak kecil.


“Haaaa?” Steven sangat terkejut ia bahkan bingung harus berbuat apa.


Ia mencoba untuk menenangkan Azizah namun gadis itu masih saja menangis.


“Kelly!” panggil Steven pada salah satu pelayan di dalam pesawat.


“Tu...tuan memanggil saya?” tanya Kelly yang ngos-ngosan mengatur nafasnya.


“Kamu wanita kan?” tanya Steven.


“Saya?” Kelly bertanya sambil menunjuk dirinya sendiri.


“Iya siapa lagi,” ketus Steven.

__ADS_1


“Saya 100% wanita tuan muda, tuan muda perlu bukti?” tanya Kelly dengan genit.


Azizah yang kesal lalu bergeser dan menendang tulang kering Kelly.


“Saaakkkkiiit!” teriak Kelly sambil berjongkok mengusap-usap tulang keringnya.


“Maaf aku tidak sengaja,” ucap Azizah dengan wajah tak suka.


Steven tersenyum tipis saat melihat kecemburuan dari Azizah.


“Kamu tolong ambilkan saya pembalut sekarang!” perintah Azizah.


Azizah awalnya malu dengan Steven, namun rasa malunya Azizah ia singkirkan cepat-cepat karena melihat Kelly yang kegenitan.


Wanita kalau sudah cemburu sangatlah menyeramkan, semoga cemburunya ini tidak berlebihan.


1 jam kemudian.


Bandar Udara Internasional Juanda.


Steven turun dari pesawat pribadi miliknya dengan menggendong tubuh Azizah ala Bridal Style, Azizah merasa senang diperlakukan layaknya ratu. Ia sengaja meminta Steven untuk menggendong dirinya agar wanita yang melihat dirinya digendong oleh Steven iri dan tahu bahwa dialah pemilik pria keturunan Inggris-Indonesia itu.


“Bagaimana apakah calon istriku masih cemburu?” tanya Steven sambil tersenyum manis.


“Siapa yang bilang bahwa aku cemburu?” Azizah berbalik bertanya.


“Kamu kira aku tidak tahu kenapa kamu meminta aku untuk menggendong kamu sayang? kalau bukan karena cemburu!”


“Ya mau bagaimana lagi Steven sayang? pelayan kamu itu genit banget pokoknya segera pecat dia!” pinta Azizah.


“Sebelum kamu bilang aku sudah memecatnya terlebih dahulu.”


“Dengar ya sayang! setiap yang menjadi pelayan di pesawat pribadi ku hanya bekerja sekali dalam seumur hidupnya, aku melakukan itu sejak dari dulu,” jelas Steven.


“Ben.....”


“Iya benar sayang, sekarang kita naik ke mobil oke!” Steven memotong ucapan Azizah dan menggendong tubuh Azizah ke dalam mobil.


30 menit kemudian.


Sampailah mereka di Apartemen.


“Ini apartemen kamu yang sewa atau....”


“Apartemen ini milikku Azizah sayang, aku yang membangun apa kamu tidak melihat tulisan Walker’s Residence di atas apartemen ini?”


“Kenapa kamu begitu kaya Steven?”


“Apa kamu tidak suka jika aku adalah orang kaya sayang?”


Bukannya tidak suka tapi aku merasa minder saat bersama denganmu Steven. Apalagi kamu memilih diriku menjadi istrimu.


“Kamu dengar aku tidak sayang?” tanya Steven.


“Aku dengar sayang, aku senang kok!”


“Ini sudah jam 12 malam, waktunya kamu tidur oke!” perintah Steven kemudian mengecup kening Azizah.

__ADS_1


“Baiklah aku tidur duluan,” sahut Azizah.


Steven membalikkan badannya dan pergi meninggalkan Azizah yang sudah memejamkan mata. Pria itu lalu berjalan ke arah pintu dan keluar meninggalkan apartemen. Steven tak memberitahukan jika ia pergi, jika ia memberitahukan kepada Azizah sudah pasti gadis itu akan memaksanya untuk ikut.


“Kita pergi sekarang!” perintah Steven.


“Baik tuan muda.”


Aku akan memastikan proyekku itu roboh secara alami atau memang ada campur tangan dari para pesaing bisnisku!


Tak butuh waktu lama, hanya sekitar 25 menit Steven telah sampai ke proyek bangunannya, proyek yang akan dibuat hotel terlihat roboh dibagian bawah atas. Garis polisi sudah terpampang jelas disekitar bangunan itu.


“Anda disini CEO?” tanya seorang pria.


“Memangnya kenapa jika aku disini?” tanya Steven balik.


Pria itu langsung ketakutan ia hanya terdiam menunduk, sementara Steven berjalan mendekati polisi yang masih berdiri disekitar proyek bangunannya.


“Apa ada yang mencurigakan?” tanya Steven pada salah satu polisi yang bertugas.


“Kami menduga bahwa material yang digunakan untuk membangun bangunan ini tidak seimbang dan ada beberapa bagian yang sepertinya sengaja dihilangkan,” sahut polisi itu.


Kurang ajar, sudah pasti ada musuh dibalik selimut yang mencoba mempermainkan ku.


“Terima kasih,” balas Steven.


Steven tersenyum licik saat mengingat bahwa dirinya menaruh Cctv disekitar area bangunan itu, Cctv itu sangatlah kecil dan tak nampak.


Benda kecil itu bisa dijadikan bukti dan bisa menangkap orang-orang yang bermain curang terhadapnya.


Steven lalu mendekati polisi dan berbisik tentang Cctv itu, polisi pun dengan cepat mengambil langkah yang tepat untuk menangkap si pelaku.


“Besok kami akan memberitahukan hasilnya!”


“Baik, saya akan menunggu kabar dari kalian!” seru Steven.


Steven akhirnya bernafas lega, ia pun dengan cepat kembali ke Apartemen. Sampai di apartemen Steven mengistirahatkan tubuhnya berharap besok ia mendapatkan kabar baik dari polisi.


Sejujurnya Steven bisa menyewa mata-mata atau Intel untuk mencari sang pelaku namun niatnya itu ia urungkan karena polisi terlebih dahulu sudah datang untuk membantunya.


Malam ini begitu lelah, sebaiknya aku segera tidur dan mengajak Azizah berjalan-jalan.


Keesokan Pagi.


Matahari tersenyum indah menyapa dunia, Steven terlebih dahulu bangun dari tidurnya. Dilihatnya pintu kamar calon istrinya masih tertutup rapat bertanda bahwa Azizah masih belum terbangun. Steven berjalan ke arah dapur dan membuka isi kulkas, di dalam kulkas banyak sekali berbagai sayur-mayur dan buah-buahan.


Karena calon istriku masih tertidur lebih baik membuat sarapan untuknya, barangkali ini bisa membuatnya makin cinta terhadapku. 😍


Di dalam kamar.


Azizah merasa sakit diperutnya saat ia bangun dan mencoba membuka selimut yang menyelimuti tubuhnya Azizah terkejut mendapati darah yang menempel di sprey kasur.


“Tiiiiiddddaaaakkkkk!!!!” Azizah berteriak kencang.


Sebelumnya author berterima kasih kepada kalian yang sudah memvote,


yang belum mem vote silahkan guys 🤗😍

__ADS_1


Votenya yang banyak ya! Author maksa loh 😈😈😭😭


Like ❤️ komen 👇 juga guys..


__ADS_2