
Di Jerman.
Diandra duduk santai di balkon kamar miliknya, ia memainkan gelas kaca yang telah ia isikan minuman anggur sambil menikmati pemandangan indah.
Tinggal sedikit lagi aku akan kembali ke Indonesia Steven sayang, aku akan mendapatkan kamu untuk selamanya.
Aku bersumpah akan memisahkan kamu dengan wanita kampungan itu.
Cuaca di Jerman saat itu sangatlah cerah secerah hati Diandra yang sebentar lagi akan kembali ke Indonesia tepatnya di ibukota Jakarta, ia masih saja terobsesi dengan Steven Walker pria yang sangat dicintai oleh Diandra sedari dulu.
“Wajahmu sangat tampan Steven ku, kamu cocoknya dengan wanita seperti aku bukan dengan wanita kampungan itu. Wanita itu pasti memikat mu dengan cara kotor,” ucap Diandra sambil memandangi foto Steven.
Hampir semua galeri foto di ponsel pintar Diandra adalah foto Steven, bahkan hanya segelintir gambar diri Diandra di galeri foto ponsel miliknya.
“Diandra!” panggil Nirmala.
Dengan cepat wanita itu menyembunyikan ponselnya karena Nirmala tidak boleh tahu bahwa dirinya masih menyukai Steven Walker.
“Iya mami, Diandra ada di balkon kamar!” seru Diandra.
Nirmala masuk ke dalam kamar dan menghampiri Diandra yang duduk di balkon kamar.
“Kamu masih meminum minuman itu sayang?” tanya Nirmala dengan sedikit kesal.
“Ayolah mi ini Jerman, lagipula Diandra hanya minum sedikit saja sesuai takaran,” balas Diandra santai.
Nirmala memasang wajah tanpa ekspresi dan duduk bersebelahan dengan Diandra.
“Minuman seperti ini harus dikurangi!” pinta Nirmala.
“Iya mami, Oya mi papi dimana sekarang?” tanya Diandra.
“Papi mu beberapa menit tadi pulang ke rumah terus kembali lagi ke pabrik,” balas Nirmala.
“Mami siang ini masak apa?” tanya Diandra karena perutnya mulai lapar.
“Mami masak cumi krispi dan steak daging,” balas Nirmala.
“Ayo mi kita makan siang sekarang, Diandra sangat lapar!” ajak Diandra.
__ADS_1
“Ya sudah ayo!” seru Nirmala.
Diandra sebelumnya tidak pernah dekat dengan maminya ia lebih cenderung dekat papinya. Namun, karena ia sudah tinggal di Jerman ia harus terlihat baik di depan kedua orangtuanya agar misinya berhasil untuk kembali ke Indonesia.
Nirmala terus menggenggam lengan Nirmala sesekali ia mengajak Nirmala bercanda.
“Wah sepertinya enak,” ucap Diandra ketika melihat makanan yang tertata rapi di meja makan. “Mi, lain kali ajarkan Diandra masak seperti ini ya mi!” lanjut Diandra.
“Boleh, lusa mami akan masak seperti ini lagi!” seru Nirmala.
“Benar ya mi, Diandra mau banget belajar masak sama seperti mami yang jago masak apalagi masakan mami sangat enak,” puji Diandra.
“Iya sayang, besok lusa,” balas Nirmala dengan memberikan senyum manisnya.
Ya Tuhan, semoga Diandra benar-benar menjadi anak yang baik dan semoga Diandra menemukan pria yang benar-benar mencintai Diandra putri kami.
Diandra dengan cepat mengambil makanan tersebut, wanita itu jarang sekali memakan nasi ia lebih senang memakan lauk saja.
Baginya tubuh idealnya adalah segalanya dan ia ingin membuat Steven tertarik dengan tubuhnya yang menurutnya terlihat begitu sempurna.
“Makan lah pakai nasi nak!” pinta Nirmala.
“Tidak mi, Diandra harus tetap memiliki tubuh ideal,” balas Diandra lalu mengunyah cumi krispi buatan Nirmala.
Diandra sangat susah untuk menurunkan berat badan mi, lagipula menurut Diandra ini sudah sangat ideal. Jika Diandra menambah berat badan takutnya Steven tidak tertarik dengan Diandra, sia-sia dong usaha Diandra mengumpulkan uang untuk kembali ke Indonesia.
“Lain kali ya mi, Diandra senang dengan tubuh Diandra yang seperti ini,” balas Diandra lembut agar Nirmala tak memaksanya untuk menaikkan berat badan.
“Baiklah. Tapi, mami harap kamu segera menaikkan berat badan kamu biar kelihatan sehat dan tambah cantik."
“Oke mami!” seru Diandra.
Diandra menatap layar ponselnya untuk melihat sudah jam berapa ternyata, masih lama waktu untuk keluar rumah.
“Diandra! kamu kan suka sekali keluar rumah dan kumpul-kumpul bersama teman kamu, apakah ada pria yang kamu sukai atau apakah ada pria yang menyukai kamu nak?” tanya Nirmala penasaran.
Telinga Diandra langsung panas mendengar pertanyaan dari Nirmala, bagaimana mungkin ia menyukai pria lain sementara dihatinya sudah permanen mencintai Steven dan hanya ingin memiliki Steven Walker seorang.
“Mami kenapa bahas masalah itu?” tanya Diandra lembut dan menyembunyikan kekesalannya terhadap Nirmala karena menanyakan urusan hatinya.
__ADS_1
“Mami hanya penasaran Diandra, salah jika mama ingin tahu tentang masalah asmara kamu?” tanya Nirmala.
“Tidak salah kok mi, untuk sekarang Diandra tidak ingin menjalin hubungan kepada siapapun mi. Diandra ingin fokus dengan karir Diandra sebagai model," balas Diandra.
Nirmala mengangguk pelan ia percaya bahwa Diandra berkata jujur dan ia merasa bahagia karena putrinya sudah bisa melupakan pria yang begitu disukai oleh putrinya siapa lagi kalau bukan Steven Walker.
Beberapa menit kemudian.
Diandra sudah selesai menikmati makan siang dan memutuskan untuk kembali ke kamar setelah itu barulah ia pergi keluar rumah.
“Mami, Diandra kembali ke kamar ya mau tidur siang,” ucap Diandra.
“Langsung tidur ya nak, jangan minum lagi!” pinta Nirmala.
“Siap mami!" seru Diandra dan kembali menuju kamarnya.
Diandra melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa, ia tidak ingin Nirmala bertanya banyak hal lagi yang membuat Diandra akan semakin jengkel dengan maminya itu.
Sampai di dalam kamar Diandra tidak langsung merebahkan tubuhnya di ranjang, ia duduk santai di balkon kamar sambil menikmati pemandangan kota Jerman.
Semakin hari aku semakin gila jika tidak bertemu denganmu Steven, aku mulai bosan jika hanya memandang mu dari fotomu saja.
Aku ingin bersama denganmu menjadi istrimu seperti wanita kampungan itu.
Di otak Diandra semuanya tentang Steven Walker, memikirkan Steven adalah candu bagi Diandra.
“Sebaiknya aku tidur siang setelah itu pergi untuk pemotretan, gaji ku lumayan banyak bekerja menjadi model di sini,” ucap Diandra dan beranjak dari duduknya kemudian melangkahkan kakinya menuju ranjang empuk miliknya, tak butuh waktu lama akhirnya Diandra pun tertidur.
🍃
Nirmala duduk santai di ruang keluarga sambil menonton televisi, hatinya begitu lega karena Diandra sudah benar-benar berubah menjadi anak baik.
“Semoga Diandra menemukan pria yang tepat,” ucap Nirmala bermonolog.
Nirmala tak ingin putrinya hanya terpacu pada satu pria saja apalagi pria tersebut sudah menikah dan memiliki istri yang begitu cantik.
“Huammphhh, aku ngantuk sekali. Sebaiknya tidur siang saja untuk mengistirahatkan tubuh ku!” ucap Nirmala bermonolog dan bergegas ke kamar untuk tidur siang.
Sampai di kamar Nirmala langsung merebahkan tubuhnya dan tidur siang.
__ADS_1
.
Like ❤️