
Mike dan Yana telah sampai ke Jakarta.
Mereka dijemput oleh supir pribadi Steven Walker.
“Tuan Mike!” panggil Heru.
“Hai Heru apa kabar? tolong bawa barang kami,” ucap Mike.
“Alhamdulillah baik tuan Mike, sini saya bawakan,” balas Heru.
Rasa penasaran Heru meronta-ronta dalam hatinya, ia pun menanyakan siapa gadis cantik yang dibawa Mike. “Gadis cantik ini siapa tuan Mike?” tanya Heru penasaran.
“Perkenalkan dia Yana, calon istriku,” balas Mike memperkenalkan Yana.
“Calon istri? tuan muda juga telah memiliki calon istri dan yang pasti sangat cantik,” puji Heru saat mengingat wajah Azizah.
“Iya-iya aku tahu kalau calon istri majikan kamu sangatlah cantik,” jujur Mike.
Yana yang tersenyum manis itu seketika pudar, bisa-bisanya Mike memuji gadis lain di depannya.
“Jadi aku tidak cantik begitu? memangnya seperti apa gadis itu?” tanya Yana kesal.
Heru yang mengetahui kecemburuan Yana pun akhirnya terdiam, ia berjalan sambil membawa koper seolah-olah tak tahu bahwa sepasang kekasih itu akan bertengkar.
“Kamu cantik Yana sayang, tapi....”
“Tapi apa? dia lebih cantik begitu,” ketus Yana.
Yana akhirnya benar-benar kesal, ia pun melangkah kakinya menuju mobil dengan tergesa-gesa.
“Sayang!!” panggil Mike mengejar Yana.
Yana yang mendengar panggilan kekasihnya itu seolah menutup telinganya rapat-rapat.
Di dalam mobil Yana terdiam seribu bahasa, ia benar-benar cemburu mendengar Mike memuji gadis lain.
“Begini sayang, aku bisa jelaskan semuanya tentang kekasih sahabatku. Aku lupa nama gadis itu siapa, tapi dia dulu adalah gadis yang aku tabrak. Kebetulan sekali ternyata gadis itu adalah gadis yang dicintai oleh Steven. Kamu tahu apa yang terjadi setelah aku menabraknya?” tanya Mike.
Semula Yana pura-pura tak mendengar namun saat Mike menceritakan tentang gadis itu, ia akhirnya menjadi penasaran.
“Ada dengan dia cepat ceritakan?” tanya Yana penasaran.
“Dia hampir saja kehilangan nyawanya karena aku, aku dan Steven waktu itu bertengkar karena aku menabraknya. Dia bahkan sampai lumpuh karena ku,” terang Mike.
“Lalu sekarang bagaimana keadaannya? dan apakah memang dia sangat cantik?” tanya Yana penasaran.
“Alhamdulillah sekarang gadis itu baik-baik saja, di bilang cantik memang dia sangatlah cantik sampai-sampai seorang Steven mencintainya setengah mati,” puji Mike.
“Aku makin penasaran dengan gadis yang kamu ceritakan itu,” ucap Yana.
“Sebentar lagi kamu akan tahu sayang, menurutku dia adalah gadis yang sangat baik. Barang kali saat kamu bertemu dengan dia, kamu akan memiliki teman bahkan sahabat baru,” balas Mike.
“Mike sayang, sampai kapanpun tak ada yang bisa menggantikan Azizah. Dia adalah sahabat yang sangat baik, aku bahkan tak sanggup membayangkan jika Azizah berganti posisi,” tegas Yana.
Azizah? Ya Tuhan aku baru ingat!
__ADS_1
Nama calon istri Steven adalah Azizah, tapi tidak mungkin kan yang dimaksud adalah Azizah itu? Sudahlah paling itu hanya kebetulan saja.
“Sayang! kenapa melamun?” tanya Yana.
“Tidak apa-apa sayang, cuma nama Azizah itu seperti nama calon istri Steven. Apa mungkin cuma kebetulan?” tanya Mike ragu-ragu.
Entah kenapa Yana langsung tersenyum lebar, ia berharap bahwa yang dikatakan oleh Mike memanglah benar bahwa calon istri Steven adalah Azizah Cahyani sahabat Yana.
“Pak tolong lebih cepat lagi!” Yana tak sabar ingin menemui gadis yang diceritakan oleh Mike.
“Kamu jangan terlalu bersemangat seperti itu Yana sayang, aku takut jika itu hanya kebetulan saja dan malah membuat kamu semakin kecewa,” ucap Mike.
“Tidak Mike sayang, aku rasa memang gadis itu adalah Azizah sahabatku.” Yana berkata dengan sangat yakin.
“Bagaimana kamu tahu jika dia adalah Azizah sahabat kamu sayang?”
“Karena Azizah adalah sahabat yang sangat baik dan juga dia sangatlah cantik,” jujur Yana.
Mike hanya mengangguk kecil, ia heran dengan perubahan Yana.
Tadi cemburu sekarang malah memuji, apakah semua wanita di muka bumi ini seperti Yana?
Semoga saja Azizah yang dimaksud Yana memang benar.
🌸🌸🌸
Azizah sibuk membantu para pelayan menyiapkan makanan, meski sudah dilarang oleh Steven tetap saja Azizah tak mengindahkan ucapan sang calon suami.
“Azizah sayang! sudah sayang lebih baik kamu temani aku saja!” pinta Steven.
“Mike sayang aku sedang membantu mereka, apa salahnya jika aku juga ikut mempersiapkan hidangan untuk Sahabatmu,” balas Azizah yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
Azizah tertawa kecil melihat kelakuan Steven.
Dasar Steven, bisa nya cuma ngambek.
“Kalian teruskan saja, aku ingin menemui Steven,” ucap Azizah.
“Baik nona Azizah,” sahut para pelayan.
Azizah kemudian pergi ke kamar menyusul Steven.
“Nona sangat baik terhadap kita, bahkan nona tidak sombong sama sekali,” ucap pelayan.
“Kamu benar, nona sangat pantas bersanding dengan tuan muda,” puji pelayan yang lain.
Steven merebahkan tubuhnya di ranjang ukuran King size miliknya.
“Apakah aku tidak boleh bermanja-manja dengan calon istri sendiri?” tanya Steven bermonolog.
“Boleh kok Steven sayang,” sahut Azizah yang mendengar ucapan dari Steven.
Steven terkejut dengan cepat ia menghampiri Azizah. “Kamu buat aku kaget sayang,” ucap Steven.
“Maaf ya sayang, tapi aku hanya ingin membantu mereka menyiapkan hidangan,” jujur Azizah.
__ADS_1
“Aku maafkan, aku juga minta maaf karena telah kesal terhadapmu,” balas Steven.
“Kapan papi dan mami ke Jakarta?” tanya Azizah yang kini telah duduk di sofa sambil menyetel film bernuansa kerajaan.
“Kemungkinan akhir bulan ini sayang, sekalian mengurusi pernikahan kita,” sahut Steven yang juga ikut duduk di sofa.
“Baiklah, kalau nenek bagaimana?”
“Nenek juga ikut kesini sayang,” ucap Steven.
20 menit kemudian.
“Ceritanya sangat bagus sayang, selain tampan juga pemberani,” puji Steven.
“Apanya yang bagus? film jelek begitu dibilang bagus,” ketus Azizah yang mulai kesal dengan alur cerita di film kerajaan tersebut.
Steven menyipitkan matanya ia bingung dengan perubahan Azizah yang begitu cepat.
“Bukankah kamu juga bilang bagus sayang? kenapa sekarang bilang jelek?” tanya Steven penasaran.
“Dasar cowok sama aja, sama-sama ngeselin,” ucap Azizah. Ia pun berdiri dan melemparkan bantal tepat di wajah Steven.
Steven bahkan tak bisa menghindari lemparan Azizah.
“Kamu kenapa sayang?” tanya Steven bingung.
“Entahlah,” ucap Azizah yang mencoba untuk pergi namun segera ditahan oleh Steven.
“Kamu kenapa sayang?” tanya Steven yang kini mendekap tubuh Azizah erat-erat.
“Kamu bilang filmnya bagus? apa kamu tidak melihat bahwa raja itu memiliki banyak selir?” tanya Azizah kesal.
Steven tertawa kecil saat mengetahui alasan perubahan sikap Azizah.
“Jadi ini alasannya kamu kesal seperti ini Sayang? terus memang kenapa jika raja memiliki banyak selir? toh raja hanya mencintai satu permaisuri,” jelas Steven.
“Jadi kamu mau punya banyak istri?” tanya Azizah yang mulai emosi.
“Loh... loh.. apa hubungannya raja dan aku sayang? mau sampai kapanpun cuma kamu yang ada dihati aku sayang, selamanya tak kan pernah tergantikan oleh siapapun,” ucap Steven serius.
“Bohong... laki-laki semuanya sama saja,” tuduh Azizah.
“Tidak semua sayang, buktinya aku setia sama kamu.”
“Bohong,” ketus Azizah.
Steven melepaskan pelukannya ia menyentuh kedua pipi Azizah, kini mereka saling menatap satu sama lain.
“Lihat aku sayang, apakah cinta aku masih kamu ragukan? aku rela melakukan apapun demi kamu, jangan pernah mengatakan apapun yang membuat hatimu ragu sayang. Aku Steven Walker putra dari Adam Walker dan Yuli Walker hanya mencintai Azizah Cahyani seumur hidupku, tolong camkan itu sayang!”
Azizah meneteskan air mata, ia benar-benar terharu dengan ucapan Steven.
Ia mengutuki dirinya sendiri karena telah overprotektif terhadap sebuah film.
“Calon istriku yang cantik ini tidak boleh menangis, sini aku peluk ya!” 🤗😍
__ADS_1
Like ❤️ komen 👇 Vote 🙏😭
Terima kasih Sayang-sayangku... 😍😘