Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 44


__ADS_3

Pagi telah menampilkan Sang Surya yang mulai mengintip alam semesta.


Azizah dengan pakaiannya bersiap-siap untuk berangkat.


“Pagi Kak Azizah!” sapa Mariska.


“Pagi juga Mariska,” sahut Azizah.


“Kak Azizah mau kuliah?” tanya Mariska.


“Iya Mariska, kamu tinggal lagi ya!”


“Oke deh kakak ipar,” ucap Mariska.


Semenjak kehadiran Azizah dirumah Steven.


Mariska memutuskan untuk tinggal bersama Azizah di apartemen.


Hitung-hitung sebagai teman ngobrol.


Steven dan kedua orangtuanya tidak melarang keinginan Mariska untuk tinggal bersama Azizah, mereka bahkan sangat berharap agar Mariska kembali sepenuhnya seperti gadis remaja yang dulu mereka kenal.


“Kakak pergi dulu, kamu jangan kemana-mana oke!”


“Oke kak!”


Azizah berangkat pagi sekali, Puput dan Fauziah meminta Azizah untuk berangkat lebih pagi dari sebelumnya.


Azizah yang baru turun dari mobil langsung berlari menuju kelas.


“Akhirnya kamu datang Azizah,” ucap Puput lega.


“Kalian ini kenapa? dari subuh sudah ramai di grup,” Oceh Azizah.


“Kamu tahu Diandra kan? kami dengar kalau Diandra itu teman sekolah Steven calon suami kamu,” bisik Puput.


“Diandra siapa?” tanya Azizah.


“Serius kamu tidak tahu siapa Diandra?” tanya Fauziah dan Puput kompak.


“Serius, aku beneran tidak tahu siapa dia,” ucap Azizah.


“Dia itu anak konglomerat nomor 10 di Indonesia, selain kaya dari lahir dia juga cantik,” balas Puput.


“Lalu apa masalahnya?” tanya Azizah heran.


“Sebenarnya tidak ada masalah apa-apa, tapi...”


“Tapi apa?” Potong Azizah penasaran.


“Tapi aku dengar dari anak-anak, Diandra suka sama Steven calon suami kamu itu.” Kini Fauziah yang angkat bicara.


Azizah tertawa kecil, bagaimanapun ia merasa itu konyol.


“Kamu kenapa,” tanya mereka.


“Tidak ada hanya lucu saja, lagipula Steven tidak akan tergoda oleh wanita manapun,” ucap Azizah percaya diri.


“Iya Azizah, tapi kamu juga harus waspada,” ucap Puput.


“Kalian tenang saja, Azizah Cahyani akan memberantas para pelakor yang mendekati Steven,” ucap Azizah.


“Semangat Azizah, kami mendukungmu.” Puput dan Fauziah memberikan semangat untuk Azizah.


Azizah memikirkan siapa itu Diandra?


Meski ia terlihat cuek, namun tetap saja yang namanya cemburu pasti ada. Tapi rasa cemburu itu ia tahan agar tidak menjadi bumerang bagi hubungannya dan Steven.


Kenapa perasaanku jadi seperti ini?


Memangnya kenapa kalau dia kaya dan cantik?

__ADS_1


Lagipula sudah pasti Steven tetap memilihku.


Azizah tersenyum lebar, ia sangat percaya dengan hubungannya bersama Steven.


“Udah jangan berisik, dosen kita sudah datang,” ucap Azizah.


*****


Diruang kerja Steven sedang fokus terhadap laptop dan beberapa berkas lainnya.


“Ini data yang Pak Steven minta dan besok ada rapat penting,” ucap Dini.


“Rapat untuk besok saya minta diundur sampai minggu depan,” ucap Steven dingin.


“Tapi....”


“Kamu masih mau bekerja disini?” tanya Steven kesal.


“Ma-maafkan saya Pak, kalau begitu saya permisi!”


Steven menarik nafasnya, hari itu yang benar-benar merasa jenuh.


Ia lalu mengambil ponsel dan mengirim pesan singkat untuk Azizah.


Azizah yang sedang duduk di ruang perpustakaan sedikit terkejut karena ada pesan masuk dari kekasihnya.


“Sayang, temani aku makan siang. Hari ini aku sedang kesal.” Begitulah isi pesan dari Steven.


Azizah menyipitkan matanya.


“Ada apa dengannya? tidak biasanya Steven seperti ini.” Azizah bermonolog.


Puput dan Fauziah baru sampai menyusul Azizah yang pergi ke perpustakaan terlebih dahulu.


“Woy!! bengong aja,” ucap Puput membuat Azizah terkejut.


“Puput!! kamu pasti kebiasaan buat aku terkejut,” ucap Azizah kesal.


“Salah lihat kali, nanti aku pulang duluan ya! Steven ngajak aku makan siang,” ucap Azizah.


Sejujurnya Azizah merasa tak enak dengan kedua temannya itu, hampir setiap waktu mereka mengajak Azizah untuk keluar bersama menghabiskan waktu namun selalu saja ada halangan untuk menerima tawaran mereka.


“Oke deh, tidak apa-apa,” ucap Puput.


Dibandingkan Puput, Fauziah lebih banyak diam. Tidak banyak omong dan yang terpenting tidak suka mencampuri urusan orang lain. Sementara Puput sangat senang jika ada orang yang bergosip atau sejenisnya bahkan Puput sangat senang membicarakan orang lain seperti ibu-ibu tukang sayur.


“Aku ada rahasia, kalian mau dengar tidak?” bisik Puput pada kedua temannya.


“Tidak mau,” tegas Azizah dan Fauziah.


“Kok kalian kompak sih?” tanya Puput.


“Terus kenapa?” tanya Azizah dan Fauziah kompak.


“Okelah kalau begitu, aku diam,” ucap Puput kesal.


“Yuk masuk kelas! Pak Adi bentar lagi ngajar!” ajar Azizah.


“Hampir lupa aku,” balas Puput.


Azizah dan kedua temannya berjalan menuju kelas mereka.


****


Steven bersiap-siap menjemput Calon istrinya untuk makan siang, jika dirinya sedang kesal jalan satu-satunya adalah bertemu dengan Azizah. Itulah yang dia rasakan setiap bersama sang kekasih.


“Kalian lanjutkan pekerjaannya, saya ada urusan,” ucap Steven meninggalkan ruang kerja.


“Baik Pak,” sahut mereka sambil menundukkan kepala.


Steven sama sekali tidak pernah tersenyum, bahkan untuk menoleh ke arah bawahannya saja ia tidak pernah. Namun jika ada kesalahan sedikit saja pada bawahannya sudah pasti langsung ia pecat dan tidak ada toleransi sama sekali.

__ADS_1


Dengan kecepatan sedang ia mengendarai mobil mewah miliknya menuju universitas tempat kekasihnya kuliah.


20 Menit Kemudian.


Steven dengan langkah kakinya berjalan menuju kelas Azizah, tanpa rasa malu atau canggung sedikitpun.


Para Mahasiswi melihat takjub ke arah Steven, Lelaki yang begitu tampan dan mempesona dengan setelan jas mewah.


“Selamat siang Pak Steven,” sapa salah satu guru dosen.


“Ya,” sahut Steven singkat.


“Ada perlu apa Pak?” tanya dosen itu hati-hati.


Maklum saja, semenjak Azizah kuliah di universitas itu Steven membeli universitas dengan kuasanya.


“Kamu sebaiknya bekerja saja, jangan ganggu saya,” ucap Steven dingin.


“Ba-baik pak.”


Azizah yang baru saja keluar dari pintu kelas terkejut karena Steven sudah berada tepat di depannya.


“Steven!” ucap Azizah setengah terkejut.


Steven tersenyum tipis dan menggandeng tangan Azizah. “Ikut aku sayang!” ajak Steven lembut.


“Iya Sayang,” sahut Azizah sambil melebarkan senyumnya.


Para kaum hawa yang melihat keromantisan Steven dan Azizah merasa iri, bahkan ada yang sangat kesal dengan keberuntungan Azizah yang mendapatkan seorang Steven pria terkaya dan tertampan di Indonesia.


Namun rasa kesal dan benci mereka tidak mereka tunjukkan, mereka malah tersenyum lebar karena takut kalau-kalau Steven bertindak yang tidak-tidak terhadap mereka.


“Kita mau makan dimana sayang?” tanya Azizah penasaran.


“Kita pergi ke restoran bagaimana sayang?” tanya Steven.


“boleh aku menolak?” tanya Azizah lirih.


Steven tak menjawab ia malah menggandeng tangan Azizah erat dan menuntun menuju mobil.


“Sekarang kamu mau makan dimana?” tanya Steven.


“Kita pergi ke masakan Padang bagaimana?” tanya Azizah semangat.


Sejujurnya Steven tak pernah menyukai masakan Padang apalagi yang bersantan, namun karena melihat wajah kekasihnya yang terlalu bersemangat membuat Steven mengalah.


“Baiklah,” ucap Steven pasrah.


“Terima kasih sayang,” balas Azizah senang.


Steven mengendarai mobilnya menuju tempat makan masakan Padang, tidak butuh waktu lama akhirnya mereka telah sampai.


Karena masakan Padang selalu ada dimana-mana.


“Kenapa sayang?” tanya Azizah yang melihat tingkah Steven yang tak nyaman.


“Yakin kita makan disini sayang?” tanya Steven memastikan.


“Iya,” balas Azizah semangat.


Steven menghela nafasnya. “Oke sayang,” ucap Steven.


Azizah memesan nasi Padang dengan lauk ati ampela dan sambal ijo, sementara Steven memesan ayam bakar.


Azizah makan dengan lahap, Steven yang awalnya sangat susah untuk menelan makanan itu akhirnya ia ketagihan juga bahkan tanpa malu-malu ia menambah seporsi lagi bahkan dengan sayur yang bersantan.


Terima kasih untuk antusias kalian guys... 😘


Maaf banget author baru up.. 😭😭


Karena ada kendala..

__ADS_1


Jangan lupa like ❤️ komen 👇 Vote 🙏


__ADS_2