Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 96


__ADS_3

Di Jakarta.


Hujan deras mengguyur ibu kota Jakarta.


Azizah berdiri sambil menatap ke arah luar dari dalam kamar, ia sangat senang karena sekarang tak ada yang perlu ia khawatir kalau dulu saat ia belum mengenal Steven dan masih tinggal di kontrakan hampir tiap hujan ia akan sibuk dengan genteng yang bocor, belum lagi jika hujan semakin deras membuat kontrakan kecil itu banjir.


Sekarang ia sudah tidak merasakan ketakutan itu lagi.


Bapak, ibu apakah kalian bahagia di surga?


Putri kalian sekarang sudah bahagia, beruntungnya Azizah bisa bertemu Steven dan kini Azizah menjadi istrinya.


Steven datang dengan membawa 2 cangkir yang berisikan coklat hangat meletakkan coklat hangat itu di meja kemudian ia berjalan menghampiri istrinya yang menatap hujan dari jendela kamar.


“Kamu kenapa istriku?” tanya Steven sambil memeluk pinggang Azizah dari belakang dan mencium tengkuk leher Azizah.


“Kamu mengagetkan ku sayang!” seru Azizah.


Azizah membalikkan badannya dan memeluk leher suaminya sementara Steven memeluk pinggang Azizah dengan erat.


“Apa yang kamu pikirkan sayang?” tanya Steven sambil mencium bibir Azizah.


“Tidak ada hanya merindukan bapak dan ibu serta merasa beruntung menjadi istri seorang Steven Walker,” sahut Azizah.


“Kamu ingin menemui mereka?”


“Iya tapi tidak untuk sekarang!”


“Yakin?” tanya Steven memastikan.


“Iya suamiku sayang, mana coklat hangat?”


“Itu di meja, ayo sayang!” ajak Steven menuntun istrinya ke sofa.


“Ini buatan kamu kan sayang?” tanya Azizah menyelidik.


“Tentu, aku membuatnya dengan rasa cinta yang menggebu-gebu,” sahut Steven.


“Oh tidak suamiku mulai membual lagi.”


“Sudah-sudah mari kita nikmati coklat hangat ini!”


Suami istri itu menyeruput coklat hangat bersama-sama, hujan deras membuat tubuh mereka dingin Steven dengan senyumnya menatap Azizah.


“Kenapa?” tanya Azizah karena melihat gelagat aneh suaminya.


“Ayo kita tidur!” ajak Steven.


“Sayang, pekerjaan kuliahku masih banyak, lagipula ini masih siang,” terang Azizah.


Steven tak ingin mendengar penolakan dari istrinya ia pun menarik tubuh Azizah dan meletakkannya dipangkuan.


“Ayolah sayang!” ajak Steven.


Azizah tak bisa menolak ia menoleh ke arah jam dinding terlihat bahwa saat itu masih jam 1 siang.


“Baiklah, tapi hanya tidur!”


“Apa kamu bercanda? aku juga menginginkan yang lain!” seru Steven dan memeluk tubuh Azizah yang berada dipangkuan nya.

__ADS_1


“Semakin hari suamiku ini semakin mesum,” ucap Azizah sambil memanyunkan bibirnya.


Steven makin gemas dan mengangkat tubuh Azizah membawa istrinya itu ke ranjang tak menunggu lama Steven meni**** tubuh Azizah perlahan ia membuka pakaian yang dikenakan sang istri sambil mencium bibir istrinya.


Azizah pasrah dan menikmati perlakuan sang suami.


Steven terus melancarkan aksinya sampai berulang kali dirinya dan Azizah mencapai kepuasan.


“Terima kasih istriku muaccchh!” ucap Steven lalu mengecup mesra kening Azizah.


Azizah mengangguk pelan kemudian ia tertidur dengan posisi Steven berada setengah di atas tubuhnya.


Adam dan Yuli berada di dalam kamar, hujan yang mengguyur ibu kota Jakarta membuat mereka berdiam diri di dalam kamar sambil mengistirahatkan tubuh mereka.


“Papi bagaimana kalau kita kembali ke Inggris sementara waktu?” tanya Yuli dengan mengutarakan keinginannya.


“Memangnya kenapa?” tanya Adam sedikit heran. “Bukankah mami senang jika kita tinggal bersama Azizah dan Steven!” lanjut Adam lagi.


“Ya mami senang Pi justru sangat senang tapi coba papi bayangkan jika kita disini terus? maksud mami apa tidak sebaiknya kita memberikan waktu bagi pengantin baru itu untuk berduaan apalagi mami Teressa selalu membicarakan masalah anak. Papi kan tahu bahwa Azizah sekarang masih kuliah dan tidak mungkin kan secepat itu mereka diberikan anak mengingat kesibukan mereka berdua!” terang Yuli.


Adam memikirkan kata-kata yang diucapkan oleh istrinya memang yang dikatakan oleh Yuli ada benarnya dan sangat canggung jika berada di rumah itu.


“Yang mami katakan ada benarnya tapi bagaimana dengan mami Teressa?” tanya Adam meminta jawaban yang pas.


“Soal mami kita bisa bicara baik-baik, kita bisa mengatakan kalau kita rindu Inggris lagipula Lucy meminta kita menemaninya ke Inggris untuk sementara waktu!” seru Yuli.


“Terima kasih mami, mami benar-benar istri yang tepat untuk papi!”


“Jangan bersikap romantis lagi Pi, kita sudah terlalu tua untuk mengatakan hal-hal romantis,” sahut Yuli.


“Romantis tidak pernah memandang usia mami, lagipula yang papi katakan ada benarnya,” jujur Adam.


“Ya sudah ayo kita tidur!”


Adam dan Yuli kompak memejamkan mata meski tidak saling memeluk dan mereka tidur dengan tangan yang saling menggenggam.


⛈️⛈️


Duar!! duar!!


Azizah terkejut mendengar suara petir ia menggeser tubuhnya dan memeluk tubuh suaminya dengan begitu erat tubuhnya sangat gemetaran membuat Steven terjaga dari tidurnya.


“Kamu kenapa sayang?” tanya Steven dan membalas pelukan Azizah.


“A..aku ta...takut suara petir sayang!”


“Kamu tenang sayang, ada kamu yang menemani kamu sekarang kamu pejamkan mata oke!”


“Ba..baik.”


Azizah memaksakan agar matanya terpejam ia begitu takut untungnya ada Steven yang selalu memeluknya dan memberikan kecupan menenangkan.


🌤️


Hujan telah reda tak terasa sore telah datang cuaca di sore hari itu begitu cerah Azizah dan Steven sama-sama terbangun dari tidur mereka.


“Sudah reda sayang?” tanya Steven.


“Alhamdulillah sudah suamiku.”

__ADS_1


“Ayo kita mandi bersama setelah itu aku ingin mengajakmu makan bersama!” ajak Steven.


“Bolehkah aku menolak?” tanya Azizah.


“Alasannya?” tanya Steven penasaran.


“Aku merasa tidak enak dan canggung jika harus pergi keluar, apalagi nenek....”


“Jangan dipikirkan, ayo kita mandi dan kita keluar!” ajak Steven.


Steven mengangkat tubuh Azizah yang saat itu dalam keadaan polos begitupun dengan tubuh pria blasteran itu. Awalnya Azizah malu namun karena hampir setiap hari suaminya seperti itu membuat Azizah perlahan-lahan terbiasa dengan kelakuan dari suaminya.


Steven membersihkan tubuh istrinya dengan sabun begitu sebaliknya mereka saling membersihkan satu sama lain.


“Selamat sore tuan muda dan nyonya muda Azizah!” sapa pelayan.


“Sore juga!” sahut Azizah.


Steven menggandeng tangan Azizah dan membawanya keluar rumah pria blasteran itu mengambil mobil di garasi dan membawa Azizah pergi, Heru telah pergi sebelum jam 12 siang tak lupa Steven memberikan uang serta kebutuhan yang lainnya untuk mantan sopirnya itu.


“Sepertinya aku harus mencari sopir untuk mengantar jemput kamu sayang,” ucap Steven sambil menyetir mobil.


“Kenapa tidak pakai bodyguard saja!”


“Mereka sudah ada pekerjaan sebaiknya kita cari sopir yang berpengalaman,” ucap Steven.


“Baiklah terserah kamu saja!” seru Azizah.


Azizah penasaran kemana suaminya membawa dirinya pergi untuk mencari makan saja harus pergi sampai berjam-jam.


2 jam kemudian.


“Restoran Walker? apakah ini juga bisnismu sayang?” tanya Azizah.


“Iya bagaimana?” tanya Steven.


Azizah tertegun melihat restoran itu suaminya benar-benar suka membuat Kejutan yang sangat tidak disangka-sangka.


“Sangat bagus tapi kenapa kamu tidak memberitahukan aku sebelumnya?”


“Ya namanya kejutan jika aku beritahu itu bukan kejutan namanya,” sahut Azizah santai.


“Restoran ini baru buka tau bagaimana?” tanya Azizah.


“Sekitar 1 bulan yang lalu.”


Ya Allah suamiku benar-benar kaya, bagaimana ini?


“Kamu kenapa sayang?”


“Tidak ada, hanya aku tidak terlalu senang dengan kekayaan yang kamu miliki sayang.”


“Alasan kamu tidak terlalu senang kenapa?”


“Aku masih belum percaya 100% dengan apa yang aku alami apalagi mendapatkan suami kaya, tampan seperti kamu. Belum lagi wanita-wanita yang iri terhadap nasibku dan ancaman-ancaman yang lain.”


“Azizah sayang! percayalah apa yang terjadi sekarang adalah kenyataan jangan pernah berpikir seperti itu. Aku Steven Walker hanya mencintai Azizah Cahyani apapun yang terjadi dan jangan pernah dengarkan perkataan atau ancaman-ancaman dari orang lain oke!”


“Hiks...hiks... terima kasih sayang, kamu adalah malaikat berwujud suami yang dikirimkan Allah untukku!”

__ADS_1


“Sudah jangan menangis nanti cantiknya hilang!” goda Steven.


__ADS_2