
Steven bernafas lega keadaan istrinya itu berangsur-angsur membaik dan siang itu juga Azizah diperbolehkan pulang ke rumah, Azizah senang sang suami begitu memperhatikannya.
“Sekarang istriku sudah hampir sembuh, jangan sakit lagi ya istriku sayang. Maaf suamimu membuat mu seperti ini!”
“Terima kasih suamiku kamu sudah menemani aku, lain kali jangan seperti itu lagi!” tegas Azizah.
“Aku janji Azizah ku sayang, ayo kita pulang!” ajak Steven.
Steven berjalan beriringan dengan Azizah, tangan mereka selalu menggenggam erat satu sama lain tak jarang orang yang menyaksikan mereka mengambil gambar suami istri itu dan membagikannya di sosial media mereka, Steven acuh tak acuh terhadap mereka yang terpenting sekarang ia senang karena Azizah telah sehat kembali.
“Silahkan tuan putri!” ucap Steven sambil membukakan pintu mobil untuk Azizah.
“Terima kasih!” seru Azizah.
Mereka berdua kini telah berada di dalam mobil, Steven duduk sambil terus memperhatikan Azizah.
“Kenapa?" tanya Azizah heran.
Steven tersenyum dan langsung menarik wajah Azizah mendekati bibir dengan cepat Steven mel**** bibir istrinya itu, Azizah terkejut kemudian ia membuka mulutnya dengan senangnya Steven memperdalam ciumannya.
Sesekali mereka berhenti mengambil nafas kemudian dilanjutkan lagi, ciuman mereka semakin lama semakin panas. perlahan demi perlahan bibir Steven turun ke leher Azizah Steven meninggal kissmark dileher istrinya itu.
“Steven ja...ngan disini!” ucap Azizah sedikit mendesah.
mendengar desahan dari sang istri bukannya berhenti Steven terus melancarkan aksinya, tangannya mulai mengg******gi tubuhnya Azizah dari bawah sampai atas ditariknya tubuh Azizah hingga posisi Azizah sudah diatas Steven.
“Ste...Steven.. ah.. ja..jangan disi..ni!” Azizah meronta-ronta agar suaminya berhenti.
Tin... tin... suara klakson mobil.
Steven dan Azizah terperanjat dengan cepat Azizah kembali di kursinya dan memperbaiki bajunya yang sudah tak rapi itu, Steven sangat kesal aktivitasnya bersama Azizah terganggu.
“Sudah aku bilang jangan disini Steven!” ucap Azizah.
“Sorry sayang, kamu begitu menggoda sehingga aku tidak tahan,” ucap Steven.
Azizah memperbaiki rambutnya yang sedikit berantakan begitu dengan Steven yang sibuk memperbaiki rambutnya akibat istrinya itu.
Dirasa sudah rapi, Steven akhirnya melanjutkan perjalanan menuju kediamannya.
Azizah di dalam mobil masih mengatur nafasnya yang tersengal-sengal itu, ia merasa bahwa tadi yang melakukan perbuatan itu seperti bukan dirinya.
Ya ampun aku benar-benar merasa seperti bukan diriku, suamiku tadi begitu nafsu.
Azizah sama sekali tak menyadari jika dilehernya juga memiliki banyak kissmark.
__ADS_1
Sampailah mereka di rumah, terlihat di depan Orang tua kandung suaminya serta nenek Teressa menanti kedatangan mereka.
Steven terlebih dahulu turun dari mobil dan berlari membuka pintu mobil untuk sang istri.
“Selamat datang di rumah istriku sayang!” ucap Steven begitu manis.
“Terima kasih,” sahut Azizah dan turun dari mobil.
Adam, Yuli dan Teressa terkejut melihat leher Azizah yang begitu banyak sekali kissmark, mereka tahu jika itu pasti perbuatan dari Steven Walker.
“Siang semuanya!” sapa Azizah.
“Steven ajak istrimu ke kamar, kalian lanjutkan lagi!" perintah Teressa.
Azizah terheran-heran kenapa sang nenek bicara seperti itu.
“Baik nek,” sahut Steven dengan tersenyum lebar.
Steven tahu maksud dari Teressa memintanya untuk segera membawa Azizah ke kamar.
“Ayo sayang!” ajak Steven sambil memegang bahu sang istri menuntut ke kamar.
“Tapi...”
“Iya nak kamu harus istirahat di dalam!” seru Yuli.
Kini ia dan sang suami telah sampai di dalam kamar, saat melihat dirinya dipantulan kaca ia pun terkejut, rupanya itu alasan mengapa mertua dan nenek bersikap seperti itu.
“Steven!! apa yang kamu lakukan dengan leherku?” tanya Azizah sedikit berteriak.
Steven tersenyum puas dan menarik Azizah ke ranjang jatuhlah tubuh Azizah di ranjang dengan posisi dibawah tubuh Steven.
“Ka...kamu ma..mau apa Steven?” tanya Azizah dengan terbata-bata.
“Apa lagi kalau bukan melanjutkan yang tadi di dalam mobil!” seru Steven.
“Ja...jangan sekarang, tubuhku belum sehat sepenuhnya!” tolak Azizah.
“Istriku sayang, kamu cukup diam dan biarkan aku yang memainkannya,” sahut Steven.
“Ka..kamu sangat mesum Steven, aku ingin mandi!”
“Apa salah jika mesum dengan istri sendiri, lagipula jika kita melakukannya kita akan mendapatkan banyak pahala,” terang Steven.
Selain mesum Steven ternyata pintar mengambil kesempatan, bagaimana ini?
__ADS_1
“Please aku tidak ingin sekarang Steven!” pinta Azizah memohon.
“Baiklah, kalau begitu nanti malam!”
“Tapi apakah kamu tidak akan pergi lagi karena ada urusan penting?” tanya Azizah.
“Urusan pentingkah sekarang adalah kamu istri dari Steven Walker,” terang Steven.
“Aku harap yang kamu katakan benar Steven, sekarang aku ingin mandi. Di rumah sakit kamu tahu sendiri aku belum mandi,” balas Azizah.
Steven menyunggingkan senyumnya entah apa yang ada dipikiran pria blasteran itu, ia dengan cepat mengangkat tubuh Azizah ala Bridal Style dan membawa Azizah ke dalam kamar mandi.
“Sekarang kita mandi bersama!”
“Aaaapaaa? man...mandi bersama?” tanya Azizah memastikan pendengarannya.
Steven menganggukkan kepalanya dan mulai melucuti pakaiannya satu persatu hingga ia sudah polos alias memakai kain sehelai pun.
“Aaaahhhh!! kamu sangat mesum Steven!” teriak Azizah sambil menutup kedua matanya karena melihat sang suami sudah tak berpakaian lagi.
Steven tertawa kecil dan dengan cepat bibirnya telah berada di bibir Azizah, Azizah berusaha memberontak namun Steven dengan lincahnya terus mendalam ciuman itu sampai akhirnya Azizah pun ikut dengan permainan Steven, air liur mereka saling tukar menukar satu sama lain bibir mereka bergulat di dalam mulut.
Karena terlalu asik dan terlena dengan aktivitas ciuman itu Azizah sampai tak sadar bahwa tubuhnya telah polos tampa kain sehelai pun, Azizah baru menyadari bahwa ia tak berpakaian lagi saat tangan Steven sudah memijat pelan gundukan bukit di dadanya.
“Ah... pakaianku!” teriak Azizah.
“Tenang istriku sayang, aku berjanji tidak akan melakukannya sekarang tapi biarkan aku menyentuhnya,” ucap Steven.
Bagaimanapun Steven adalah suaminya, tidak pantas bagi Azizah menolak permintaan sang suami.
Mereka mandi bersama dengan ciuman, pelukan yang begitu panas, sesekali Steven menyentuh area vital Azizah yang membuat Azizah mendesah nikmat.
Usai mandi dan sedikit bermanja-manja mereka menyudahi aktivitas mandi bersama.
Adam, Yuli dan Teressa berbincang-bincang di ruang keluarga, mereka tak sabar menantikan kabar baik dari suami istri itu.
“Amin... semoga bisa cepat jadi ya mami!” ucap Adam pada istrinya.
“Amin.. semoga saja!” seru Yuli.
“Mami sangat ingin mendengar suara bayi dirumah kita ini, jadi tidak sabar,” balas Teressa.
Ketiganya sangat menanti kedatangan bayi mungil.
Terima kasih...
__ADS_1
Bersambung...
Like ❤️ komen 👇 Vote 🙏 juga ya... gk vote, author gk mau lanjut..