Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 13


__ADS_3

7 Tahun Kemudian.


Azizah yang kini tumbuh menjadi gadis yang cantik, rambut yang panjang tergerai bebas di punggungnya, senyum manis yang selalu Ia lebarkan disetiap orang yang melihatnya.


Azizah sekarang bekerja di Salah satu Perusahaan yang sangat terkenal di Jakarta.


Darmi meninggal 1 tahun yang lalu akibat penyakit jantung yang dideritanya, membuat Azizah terpaksa pergi untuk melangsungkan hidupnya. Rumah yang Ia dan Darmi tinggalkan dulu, kini sudah disewakan oleh orang lain. Azizah berpikir agar rumah itu tidak kosong, maka Ia memutuskan untuk menyewakannya.


Kring..kring.. Suara Alarm.


Azizah yang baru saja bangun, bergegas menuju kamar mandi. Hari ini adalah hari pertama Ia Bekerja di Perusahaan terbesar di Jakarta. Ia harus memberikan kesan baik kepada teman kerja dan Atasannya.


“Ya ampun, kenapa macet sekali. Kalau begini aku bisa terlambat,” ucap Azizah.


“Mas bisa cepat sedikit tidak? Ini hari pertama saya bekerja,” pinta Azizah.


“Maaf Neng, motor Saya ini tidak bisa cepat. Jalanan juga macet,” balas Tukang ojek.


Ya Allah, bagaimana ini?


Aku tidak ingin telat dihari pertama aku bekerja.


30 Menit Kemudian.


Azizah yang baru sampai langsung berlari memasuki Perusahaan Walker Corp. Ia tidak perduli dengan sekitarnya yang memandang tak suka dengan Azizah.


“Huh.. huh.. ruang CEO dimana?” tanya Azizah dengan nafas yang tak beraturan.


“Anda siapa?” tanya salah satu karyawan.


“Saya Azizah, Asisten CEO,” ucap Azizah.


Karyawan melihat Azizah dari atas sampai bawah tak percaya bahwa Azizah adalah Asisten Sang perfeksionis.


“Kamu sebaiknya pergi dari sini, jangan membodohi saya dengan berpura-pura jadi Asisten Pak Steven,” ucap Mia.


Shifa yang tak lain Asisten CEO yang akan digantikan oleh Azizah, merasa kesal dengan keributan yang mereka lakukan. Kemudian Ia bergegas menuju ke arah mereka untuk melerai kegaduhan.


“Kamu Mia! ada apa ribut-ribut di jam seperti ini?” tanya Shifa.


“Ini Bu ada orang Miskin yang mengaku-ngaku menjadi Asisten Pak Steven pengganti Ibu Shifa,” ucap Mia sinis.


“Apakah kamu Azizah Cahyani?” tanya Shifa.


“Iya Bu, Saya Azizah Cahyani,” balas Azizah.


“Mia, lain kali kamu berbuat seperti itu lagi dan diketahui oleh Pak Steven, Saya sangat yakin bahwa kamu langsung ditendang dari sini,” ucap Shifa menohok.


Mia yang mendengar ucapan dari Shifa merasa sangat takut, Ia menelan Saliva Kasar-kasar. Mia sangat takut jika perbuatannya di Laporkan kepada Steven Walker.


Tok..Tok..


“Masuk!” ucap Pria bermata coklat itu dengan membelakangi mereka.


Shifa dan Azizah bergegas masuk.


“Pak, Ini Azizah Cahyani pengganti Saya.”


“Kamu ajarkan dia, jangan sampai ada kesalahan sedikitpun,” ucap Steven Walker yang masih membelakangi mereka.


“Baik Pak.”

__ADS_1


“Silahkan keluar!!” perintah Steven Walker.


“Baik Tuan, Saya permisi!.”


Shifa mengajak Azizah berkeliling untuk mengenalkan tempat-tempat yang ada di perusahaan itu, Azizah pun tak malu untuk bertanya jika Ia belum mengerti. Shifa yang baru bertemu Azizah sudah yakin bahwa pilihannya tepat.


“Azizah aku beritahukan kamu Sesuatu tentang Bos Kita, yang pertama kamu jangan pernah memotong ucapan Pak Steven Walker saat berbicara karena dia paling benci hal itu, yang ke dua jangan sekali-kali kamu bertanya diluar pekerjaan apapun itu, yang ketiga jangan pernah memasang wajah genit dan semacamnya dan yang terakhir jangan pernah kamu tertidur di kantor meski kamu sangat mengantuk. kamu paham!”


“Saya Paham Bu.”


“Sekian dari Saya, Saya harap kamu bisa bekerja dengan Baik. Mulai besok saya sudah tidak bekerja disini,” ucap Shifa.


“Maaf Bu, kalau boleh tahu kenapa Ibu berhenti bekerja?” tanya Azizah dengan hati-hati.


“Jangan sungkan berbicara dengan Saya, saya sedang mengandung. Sebelumnya saya pernah mengandung tapi Tuhan berkehendak lain. Anak dirahim saya tidak bisa diselamatkan. Oleh karena itu dikehamilan Saya yang kedua ini, saya Fokus untuk menjaganya,” terang Shifa.


“Saya turut berdukacita Bu, semoga Ibu menjalani persalinan dengan selamat!” ucap Azizah.


“Terima kasih Azizah, Saya punya feeling bahwa kamu akan bekerja dengan baik disini.”


“Amin, semoga saja Bu.”


****


“Bagaimana dengan Asisten baru itu, Apakah dia menurut kriteria yang saya inginkan?” tanya Steven Walker dengan wajah datar.


“Saya yakin, bahwa Azizah adalah gadis yang cocok untuk bekerja di perusahaan ini,” ucap Shifa Yakin.


“Suruh dia kerjakan ini, Saya ada urusan diluar,” ucap Steven Walker dingin.


“Baik Pak.”


Steven Walker berjalan menuju lobi, banyak karyawan yang tak berani menatap matanya.


“Azizah, Kamu kerjakan berkas-berkas ini. 2 hari lagi harus sudah selesai!” perintah Shifa.


“Baik Bu,” sahut Azizah.


Azizah mengambil tumpukan berkas-berkas tersebut, dalam hatinya Ia sungguh terkejut dengan banyaknya tumpukan tugas yang langsung dia kerjakan.


Ya Tuhan, banyak sekali. Apakah Bosku benar-benar jahat?


Malam Hari.


Azizah masih terjaga di kantor, Ia begitu fokus mengerjakan berkas-berkas tersebut.


Disisi lain.


Steven Walker berjalan menuju ruang kantor karena ada barang yang tertinggal dan itu sangat penting, Namun saat akan pergi. Steven melihat ruang kantor yang masih menyala. Steven Walker bergegas keruangan tersebut.


“Siapa disana?” tanya Steven Walker.


Azizah yang sedari tadi fokus tiba-tiba terkejut dengan teriakan Steven Walker.


“Ah.... dasar maling!” teriak Azizah lalu melemparkan tas ke wajah Steven Walker.


“Hai kamu! berani-beraninya melempar aku dengan tas butut seperti itu,” ucap Steven Walker yang kesal.


“Butut darimana? Aku membeli ini dengan harga yang mahal aku menabungnya selama 4 bulan. Dan kamu pasti ingin mencuri barang disini kan? akan aku laporkan kamu kepada Bosku,” ucap Azizah dengan nada tinggi.


Steven Walker yang geram dengan tuduhan gadis itu, berjalan mendekat. Azizah yang merasa terancam pun perlahan mundur. kini Azizah tidak dapat mundur lagi tubuhnya sudah terhenti di tembok, sementara Steven Walker semakin mendekat hingga jarak mereka hanya sekitar beberapa sentimeter.

__ADS_1


“Ma..mau a..apa ka..kamu? dan Si..siapa ka..kamu?” tanya Azizah terbata-bata.


“Apakah kamu tidak mengenaliku?” tanya Steven Walker dengan menyunggingkan senyum yang tak dapat diartikan.


“A..aku ti..tidak kenal siapa kamu, sebaiknya kamu pergi atau a..aku laporkan kamu kepada


Bos ku,” ancam Azizah.


“Siapa Bos kamu? Aku tidak takut dengannya.” Tantang Steven Walker.


“Bos ku adalah Steven Walker, Dia sangat galak dan kejam. Jika dia tahu bahwa kamu mencuri barang disini, pasti Bos ku akan menghukum kamu,” ucap Azizah.


“Oh.. tidak, Aku takut sekali dengannya,” ucap Steven Walker yang berpura-pura ketakutan.


“Sekarang kamu merasa takut kan? Sebaiknya kamu segera pergi atau kamu akan aku laporkan,” ucap Azizah.


“Kamu juga kenapa disini?” tanya Steven Walker.


“Aku sedang ada tugas yang harus aku kerjakan, sudah kamu pergi sekarang nanti kamu akan tertangkap,” ucap Azizah yang berusaha menakuti Pria itu.


“Lain kali kamu akan menyesal mengatakan hal seperti tadi,” bisik Steven Walker.


Setelah membisikkan kata-kata tersebut, Steven Walker bergegas pergi. Namun berbeda dengan Azizah, Azizah masih terdiam mematung.


“Ya Tuhan, bisikkan apa tadi? kenapa bisikkan Pria itu membuat bulu kuduk aku berdiri. Sangat menyeramkan,” ucap Azizah pada dirinya sendiri.


Azizah bergegas pergi meninggalkan kantor, Berkas-berkas yang Ia kerjakan hampir rampung, Ia tinggalkan di meja kerjanya.


Beberapa saat kemudian.


“Ya Allah, kemana ini taxi atau semacamnya. kenapa pada sepi seperti ini,” ucap Azizah kesal.


Steven Walker yang sedari tadi menunggu Azizah diluar tertawa kecil, Ia sangat senang mengerjai Azizah.


“Dasar Gadis Bodoh, jam segini mau pulang pakai Taxi ya tentu sudah tidak ada,” ucap Steven Walker.


Heru yang melihat tingkah laku majikannya ikut tertawa kecil, baru kali ini Ia melihat sang Steven Walker tersenyum dan memandang seorang gadis seantusias itu.


“Kamu kenapa tertawa seperti itu?” tanya Steven Walker dengan tatapan tajam.


“Tidak Apa-apa Tuan muda, kita pulang sekarang atau bagaimana?” tanya Heru pura-pura tidak tahu.


“Kamu telepon teman kamu sesama Sopir disekitar sini, antarkan gadis itu sampai rumah. Saya beri waktu 5 menit!” perintah Steven Walker pada Heru.


Heru yang paham betul dengan perintah dan kemauan Steven Walker pun langsung menelpon temannya, Ia tidak ingin di marahi habis-habisan oleh Steven Walker.


5 Menit Kemudian.


Taxi tersebut Sampai, lalu mengantarkan Azizah pulang.


“Kau tahu apa kesalahan mu?”


“Apa Tuan Muda?” tanya Heru Polos.


“Temanmu terlambat 1 menit, sebagai gantinya gaji kamu Saya potong 10%” terang Steven Walker.


“Saya mohon jangan Tuan, kasihanilah Saya,” ucap Heru dengan wajah memelas.


“Kau termakan oleh tipuan Saya, kamu kira Seorang Steven Walker akan mengambil gajimu yang sedikit itu? tidak akan, Saya tadi hanya bercanda. Cepat Pulang!!”


“Baik Tua Muda.”

__ADS_1


Diperjalanan Azizah sangat lega, akhirnya ada Taxi yang bisa Ia naiki. Ia hampir ingin tidur di kantor karena tidak mendapatkan Taxi untuk pulang.


__ADS_2