
Mariska menunggu Steven di ruang keluarga.
“Kak Steven dari tadi Mariska menunggu kakak,” ucap Steven.
“Ada apa?” tanya Steven sambil melangkahkan kakinya menuju mobil yang sudah terparkir didepan.
Mariska pun mengikuti Steven dari belakang.
“Cepat katakan!” perintah Steven tak ingin basa-basi.
Mariska mendekat dan menarik Steven mendekatkan wajahnya, Mariska kemudian memberitahukan sesuatu kepada Mariska.
“Bagaimana kak?”
“Aku tidak ingin, terserah kamu saja,” sahut Steven dan dengan tergesa-gesa masuk ke dalam mobil.
Mariska kesal dan hanya melihat mobil Steven yang sudah benar-benar pergi.
Ya sudahlah kalau kak Steven tidak mau, biar aku saja.
“Heru lebih cepat lagi!” perintah Steven yang ingin segera sampai ke perusahaan.
“Baik tuan muda,” sahut Heru.
Terlihat sekali bahwa Steven saat itu tenang tenang wajahnya begitu gusar.
Di Perusahaan Walker Corp.
Steven melangkahkan kakinya menuju ruang kantor, para karyawan yang melihat Steven langsung tertunduk tak berani menatap sang CEO.
“Apakah berkas yang ku minta kemarin telah selesai?” tanya Steven pada asisten.
“Sudah CEO.”
“Rapat dimajukan! 15 menit mereka harus sudah berkumpul bagi yang tidak berkumpul atau telat segera pecat mereka!”
“Ba...baik CEO.”
Pokoknya besok aku harus segera ke Inggris. Ini kesempatan aku memperbaiki hubungan kami.
***
Azizah dengan semangat mencari Puput dan Fauziah yang saat itu sedang berada di kantin.
“Kalian ini kemana saja? aku dari tadi mencari kalian!”
“Tumben mencari kita biasanya sibuk sendiri di perpustakaan fokus mengerjakan tugas,” Puput.
“Seharusnya kamu senang put kalau Azizah mencari kita,” sahut Fauziah.
“Sudah-sudah jangan berteman,” ucap Azizah bercanda.
“Ayo Fauziah kita ke lapangan!” ajak Puput.
“Loh ngapain ke lapangan?” tanya Fauziah heran.
“Iya ngapain ke lapangan?” sahut Azizah yang ikut heran dengan ajakan Puput.
“Kita berantem, kan Azizah bilang jangan berteman hihi.” jelas Puput sambil tertawa.
“Ya elah Poniyem,” ucap Fauziah.
“Loh kok jadi bawa-bawa Poniyem?” tanya Puput.
__ADS_1
“Soalnya kalau cowok Bambang,” sahut Fauziah.
“Gaje!” ucap Puput dan Azizah kompak.
“Kompaknya kalian berdua, janjian ya!” balas Fauziah sambil menyipitkan matanya sambil memajukan jari telunjuknya ke arah Puput dan Azizah.
Azizah dan Puput tertawa melihat kelucuan Fauziah.
“Ya ampun kalau kumpul bersama kalian aku merasa bahagia,” ucap Azizah sambil mengelus pipi Puput dan Fauziah secara berganti.
“Memang sama suamimu tidak bahagia?” tanya Puput.
Deg... deg...
Azizah langsung terdiam seketika ia ingat dengan perkataan Steven yang memintanya untuk melayani Steven.
“Azizah kok diam?” tanya Puput sambil menepuk pundak Azizah.
“Sorry lagi ada yang aku pikirkan!”
“Apa?” tanya Fauziah dan Puput bersamaan.
Azizah menoleh ke kanan dan kiri kalau ada ada orang disekitar mereka untungnya mahasiswa yang lain duduk lumayan jauh dari mereka bertiga.
“Azizah kamu ditanyain bukannya menjawab malah menoleh kanan kiri,” ucap Puput.
“Suuuttt!!” Azizah meminta agar kedua temannya itu diam.
“Wah sepertinya ada sesuatu nih!” seru Puput semangat.
“Suuuusstt! diam nanti didengar yang lain, aku ingin memberitahukan sesuatu!” pinta Azizah.
Puput semakin penasaran ia pun menarik kursinya dan mendekatkan kursi itu memepet Azizah begitupun dengan Fauziah.
“Ngapain dekat-dekat?” tanya Azizah.
Azizah tertawa kecil jiwa kepo dalam diri Puput akhirnya keluar.
“Dihh malah ketawa, cepat beritahu kami yang semakin penasaran ini. Ya kan Fauziah!”
“Aku biasa saja,” sahut Fauziah.
Puput gemas dengan Fauziah dan menjitak dahi temannya itu.
Pletak!!
“Awww, sakit!”
“Diam teman-teman aku ingin bercerita, sekarang aku serius ini!”
Puput begitu antusias dan wajahnya langsung berubah serius.
“Jadi begini....”
“Begini apa cepat katakan!” pinta Puput.
“Aku belum selesai bicara malah main potong aja.”
“Sorry,” sahut Puput dan menutup mulutnya rapat-rapat.
“Steven nanti malam memintaku untuk kalian tahu sendirilah yang itu....” ucap Azizah lirih.
Puput membulatkan matanya sempurna.
__ADS_1
“Jadi kamu belum itu!” ucap Puput mengeraskan suaranya sontak saja mereka bertiga jadi perhatian mahasiswa yang duduk disekitar kantin menikmati makanan mereka.
Azizah dengan cepat menutup mulut Puput dan mengajak Puput serta Fauziah pindah lokasi.
“Haduh itu mulut bisa direm sedikit tidak put?” tanya Azizah.
“Maaf-maaf mulutku kan susah sekali direm,” sahut Puput sambil menggaruk-garuk kepalanya.
“Lihat Fauziah saja tidak banyak bicara seperti kamu,” ucap Azizah.
“Iya deh iya.”
“Sekarang sudah sepi ini, cepat ceritakan aku penasaran!” sambung Puput.
“Jadi begini! aku dan Steven belum pernah melakukan itu, aku benar-benar grogi ini. Apa yang harus aku lakukan?” tanya Azizah pada kedua temannya.
Fauziah hanya melambaikan kedua tangannya. “Aku belum mengerti hal seperti itu, mungkin Puput tahu jawabannya,” ucap Fauziah.
“Bolehkah aku tertawa sekencang mungkin?” tanya Puput.
“Aku sedang tidak bercanda put, ini sangat serius aku benar-benar gugup. Melihat tubuhnya saja sudah membuatku gemetaran dan kesetrum apalagi sampai.....”
“Aku memang belum punya pengalaman soal begituan, tapi kakak perempuan pernah memberitahukan hal itu.”
“Cepat ceritakan!” pinta Azizah.
“Tapi apakah kamu dan Steven belum pernah melakukan hubungan suami istri?” tanya Puput menyelidik.
“Puput!” teriak Azizah dan Fauziah kompak.
“Kalau sudah tidak mungkin aku membahasnya lagipula aku menemui kalian karena aku pikir kalian bisa membantu rupanya sama saja,” ucap Azizah dan berjalan meninggalkan mereka.
Puput kaget dengan sikap Azizah yang tidak seperti biasanya ia pun berlari mengejar Azizah dan menyeret Azizah duduk kembali.
“Maafkan aku Azizah, aku hanya bercanda!”
“Aku juga bercanda wkwkw!” seru Azizah dengan tertawa keras.
“Azizah, Puput cepat selesaikan pembicaraan kalian kelas kita sebentar lagi akan dimulai!” pinta Fauziah.
“Oke oke aku serius, biasanya kalau malam pertama itu si istri harus memakai pakaian sexy fungsinya untuk menarik perhatian suami agar tambah bergairah,” terang Puput.
“Pakaian sexy? pakaian yang seperti apa dirumah pakaian semuanya tertutup bahkan yang paling sexy saja hanya celana pendek itu pun selutut,” jujur Azizah.
“Pakai Lingerie,” sahut Puput.
“Lingerie? bukankah itu kain yang sangat tipis dan.... ah tidak-tidak itu tidak pantas untukku,” tolak Azizah.
“Tapi yang ku tahu lingerie itu yang biasa dipakai pengantin baru seperti kamu Azizah, kalau mau aku dan Fauziah temani kamu membelinya!”
Beli tidak ya? tapi bagaimanapun aku juga harus melayani Steven. Kasihan jika harus menunda-nunda. Baiklah demi suami aku harus bisa!
“Bagaimana Azizah?” tanya Puput memastikan.
“Baiklah kita pergi untuk membeli Lingerie!” seru Azizah.
Malam ini akan menjadi cinta kita Steven, aku harap kamu selamanya menjadi milikku.
Akhirnya masalah terpecahkan, Azizah dan kedua temannya berjalan menuju kelas.
Mahasiswa maupun mahasiswi tidak ada yang meremehkan Azizah lagi bahkan kini mereka selalu tersenyum jika berpapasan dengan Azizah, itu karena suami Azizah adalah orang yang disegani di kampus.
Bersambung.
__ADS_1
Vote ya 😂😂 harus vote pokoknya....
Like ❤️ komen 👇 juga.