Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 25


__ADS_3

Steven Walker dan Mike sedang duduk diruang pasien, mereka masih menunggu Azizah tersadar dari komanya. Tidak henti-hentinya Steven mengajak Azizah berbicara meski Azizah tak merespon ucapan dari Steven.


Kring.. kring... Suara telepon berbunyi.


Mike tidak menghiraukan panggilan itu, Ia hanya diam duduk sambil melihat ke arah luar rumah sakit.


"Mike angkatlah, kau membuat ruangan ini berisik" Ucap Steven kesal dengan suara telepon milik Mike.


Mike mengambil telepon genggamnya, Ia pun malas menerima telepon itu. Ditolaknya panggilan dari Sang Ibu.


"Kenapa kamu matikan? memang dari siapa?" Tanya Steven.


"Dari Mommy" Jawab Mike singkat.


"Apakah aunty memintamu untuk segera kembali ke Amerika?" Tanya Steven menebak.


Mike mengangguk kepalanya, sambil memberikan senyum.


"Kalau begitu pulanglah!!".


"Tidak Steven, Aku akan pulang jika Azizah sudah tersadar dari komanya. Bagaimanapun aku harus meminta maaf karena telah menabraknya dan aku akan bertanggung jawab untuk biaya pengobatannya Sampai dia benar-benar pulih" Jelas Mike.


"Kau anggap aku apa Mike? Aku Steven Walker tak kekurangan uang sama sekali. Ingat uangku sangat banyak, jadi untuk apa kau membayar biaya Azizah. Bagaimanapun Azizah adalah gadis yang aku cintai. kau tak perlu membayar biaya pengobatannya. Soal minta maaf biar aku saja yang menyampaikannya atas nama dirimu" Ucap Steven.


Mike tidak bisa menolak keinginan Steven, karena Steven paling tidak suka dengan hal itu. Sifat bossy nya tidak dapat diganggu gugat, apapun itu bentuknya.


"Baiklah Steven, aku sangat berterima kasih kepada dirimu. Sekali lagi maafkan aku".


"Kapan dirimu akan kembali ke Amerika?" Tanya Steven.


"Sepertinya lusa aku akan kembali".


"Tidak boleh, kau harus pulang besok" Ucap Steven singkat.


"Dasar Steven, kalau begitu kenapa Ia harus bertanya kapan aku pulang" Batin Mike.


Mike memutar matanya yang jengah, Ia sangat kesal dengan Sahabatnya itu. Ingin sekali Ia mencabik-cabik Steven.


"Apa yang kau pikirkan?" Tanya Steven dengan mata yang ingin keluar.


Mike menelan Saliva nya kasar-kasar, Ia sangat takut jika Steven seperti itu.


"Tidak ada hehe" Balas Mike dengan senyum lebar yang menampilkan giginya.


"Awas saja kau berpikir yang tidak-tidak terhadapku, aku akan membuat kamu menyesal" Ancam Steven dengan berpura-pura.


"Jangan Steven, aku minta maaf ya!!".


"Cepat mandi sana kau sungguh bau!!".


Mike mencium ketiaknya kiri dan kanan, ternyata memang benar Mike sangat bau. maklum sudah satu hari Ia tidak mandi, Mike pun lagi-lagi memberikan senyum lebarnya dan pergi meninggalkan Steven dan Azizah.


"Benar-benar menyebalkan, wajahku sangat tampan tapi mandi pun lupa. Jika para wanita tahu kebiasaan aku ini! Matilah aku" Ucap Mike pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Steven memperbaiki rambut yang menutupi wajah cantiknya Azizah, Ia lalu menyunggingkan senyumnya.


"Gadis bodoh, kamu benar-benar terlihat sangat cantik. Aku bahkan luluh terhadapmu, entah mengapa banyak yang ingin menjadi kekasihku tapi hatiku malah terketuk dengan gadis bodoh seperti dirimu. Cepatlah bangun!! agar aku bisa mengerjai dirimu lagi" Ucap Steven sambil memainkan rambut panjang Azizah.


Kring... kring...


"Ya, ada apa?" Tanya Steven.


"Selamat siang Pak, Maaf mengganggu aktivitas bapak. Saya ingin memberitahukan besok ada rapat yang harus dihadiri Bapak" Ucap Chiko.


"Ya" Jawab Steven singkat.


Usai menerima telepon dari Chiko, Steven berjalan mendekati Azizah. Dikecupnya kening Azizah.


"Gadis bodoh, aku pergi sebentar. Setelah urusanku selesai aku akan segera menemui dirimu" Ucap Steven lalu pergi meninggalkan Azizah.


Steven berjalan mendekati mobilnya, Ia ingin pergi ke suatu tempat.


"Cepat antarkan aku ke Mega Flower Residence sekarang!!" Perintah Steven kepada Heru.


"Baik Tuan muda" Balas Heru.


Heru penasaran, mengapa majikannya itu menyuruh dirinya pergi ke Apartemen mewah dan elite itu.


"Apakah Tuan muda ingin tinggal disana? Bukankah orang tuanya sedang ada di Jakarta. Atau mungkin ada hal lain? Sudahlah, bukan urusanku juga. Yang terpenting disini aku bekerja bukan untuk hal-hal yang lain" Ucap Heru membatin.


Steven duduk dengan santai, dan menatap layar handphone dengan senyum tipisnya. bagaimana tidak senyum? Karena yang dilihatnya adalah Foto Azizah yang sedang koma di ranjangnya. Namun tak dapat dibohongi meski Ia memejamkan matanya, aura cantiknya tetap saja memancar. Hingga Steven seperti orang yang sudah tidak waras akibat cinta.


Heru mengerutkan keningnya, Ia heran dengan sikap Majikannya itu. senyum-senyum sendiri, Heru pun bergidik ngeri.


Sampailah mereka di tempat tujuan.


Heru berlari keluar membukakan pintu untuk majikannya. Steven yang tak sabar ingin membeli sebuah apartemen untuk Azizah buru-buru melangkah kakinya.


"Cepat panggilkan Manager" Ucap Steven pada Heru.


"Baik Tuan muda. tunggu sebentar" Balas Heru.


Sambil menunggu Heru memanggil Manager Mega Flower Residence, Steven berjalan-jalan melihat Lingkungan sekitarnya.


"Cukup bagus, Gadis Bodoh itu pasti sangat menyukai tempat ini" Pikir Steven.


"Selamat Siang Tuan Muda, Saya sangat bangga Tuan Steven datang kemari" Ucap Baskoro Manager Mega flower Residence.


"Saya paling tidak suka berbasa-basi, Siapkan satu Apartemen yang paling mewah disini. Uang akan saya transfer hari ini juga" Ucap Steven.


"Apa Tuan Steven ingin tinggal disini?" Tanya Baskoro penasaran.


"Kamu tak perlu banyak tanya, cepat lakukan apa yang saya minta!" Balas Steven.


"Baik Tuan".


Usai bertransaksi Steven langsung pergi meninggalkan tempat itu, Ia ingin segera menemui Azizah.

__ADS_1


1 jam kemudian.


Steven melangkahkan kaki jenjangnya, Ia sangat tak sabar menemui Azizah.


"Kamu dari mana saja?" Tanya Mike yang melihat Steven memasuki ruangan.


"Ada urusan" Balas Steven singkat.


"Makanlah ini!" Ucap Mike sambil menyerahkan burger.


"Tidak" Tolak Steven.


"Kenapa kamu tidak mau? lagipula ini enak" Ucap Mike lalu mengunyah burger miliknya.


"Kamu pikir aku apa? aku paling tidak suka makanan seperti itu" Sahut Steven kesal.


"Maaf, aku lupa" Ucap Mike sambil menepuk dahinya.


"Tiketmu sudah aku pesankan, besok jam 5 pagi kamu sudah berangkat".


"Terima kasih Steven, lain kali aku akan berkunjung menemui dirimu dan Azizah. Kapan kalian menikah?" Tanya Mike.


"Segera" Balas Steven singkat.


"Wow.. Aku tidak sabar menggendong bayi kalian" Ucap Mike sambil tertawa kecil.


Pletak...


"Aw... kenapa kamu menjitak dahiku?" Tanya Mike sambil mengelus-elus dahinya yang sakit.


"Sebaiknya kamu pikirkan hubunganmu dan Diana. Bukankah kamu bilang ingin segera menikahinya?".


"Entahlah Steven, hatiku ragu untuk menikahi Diana. Dia selalu melanggar janjinya untuk tidak bermain dengan teman-teman prianya, aku bahkan bosan untuk melarangnya" Ucap Mike dengan sedih.


"Wanita di dunia ini masih banyak Mike, kamu tidak kalah tampan dari aku. Hanya saja kamu kalah materi dariku" Ucap Steven berbangga diri.


"Ya..ya.. kamu memang benar sekali. Mungkin aku bisa menikahi Azizah" Canda Mike.


Steven membelalakkan matanya kepada Mike, Mike yang tadinya tertawa langsung ciut.


"Santai Steven, aku hanya bercanda" Ucap Mike sambil menenangkan Steven.


"Jangan pernah mengambil Azizah dari diriku, Sampai kamu melakukannya akan ku pastikan perusahaan keluargamu hancur" Ancam Steven.


"Santai Steven, aku hanya bercanda. Jangan seperti itu" Balas Mike takut.


"Ha..ha.. Kamu termakan tipuanku" Canda Steven dan tertawa terbahak-bahak.


Mike sangat kesal Ia langsung mendekati Steven dan menggelitik perut Sahabatnya itu. Ia tak perduli Steven akan marah atau tidak, yang terpenting Ia harus membuat Steven jera agar tidak menakuti dirinya lagi.


"Aw..aw... haha..ha.. Kamu benar-benar berani terhadapku Mike.. haha.." Tawa Steven tak dapat ditahan lagi. Ia benar-benar geli akibat ulah Mike.


"Rasakan!!" Ucap Mike yang masih menggelitiki sahabatnya itu.

__ADS_1


"Ha..ha..Cu..cukup Mike ha..ha.." Steven tak dapat berhenti, perutnya benar-benar geli.


Jangan lupa Vote Poin/Koin untuk Novel Author ini. Agar Author semangat membuat cerita selanjutnya. 😇❤️


__ADS_2