Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 164


__ADS_3

Azizah, Steven dan yang lainnya akhirnya pamit pulang kepada Yana, Mike dan keluarga yang lainnya.


Berat memang bagi Azizah dan Yana untuk berpisah tapi, mereka pun sadar bahwa mereka bukanlah wanita lajang lagi yang bisa sepuas hati mereka untuk bertemu.


“Selamat tinggal Yana!” ucap Azizah lalu melepaskan pelukannya.


“Selamat jalan Azizah, lain kali kita akan bertemu lagi!” seru Yana.


Azizah berjalan mundur hingga akhirnya ia masuk ke dalam mobil, jendela kaca ia buka untuk melihat wajah sahabatnya.


Selamat tinggal sahabatku, semoga kita bertemu lagi.


Galih terus mengendarai mobil sampai akhirnya benar-benar menjauh dari kediaman Danu Aryanto, Azizah menangis dipelukan suaminya.


Pria blasteran itu terus menenangkan istrinya agar berhenti menangis.


Adam dan Yuli hanya diam melihat Azizah yang menangis dipelukan putra mereka, mereka paham perasaan Azizah yang berpisah dari sahabatnya.


Mariska yang mendengar tangisan Azizah juga ikut menitikkan air mata, ia sebenarnya sedih berpisah dengan Yana.


Bagi Mariska Yana adalah teman kedua untuknya setelah Azizah.


“Ini!” ucap Galih sambil memberikan tisu.


Mariska melirik sekilas dan mengambil tisu pemberian Galih.


Apaan sih cowok aneh ini, sok baik banget deh.


Mariska menghapus air matanya, ia menatap ke arah luar jendela kaca mobil sambil berusaha menenangkan perasaannya.


“Sudah jangan menangis, kalau kamu menangis terus anak kita diperut ini juga menangis,” ucap Steven berbisik di telinga Azizah lalu mengecup kening Azizah.


Azizah langsung terdiam karena tidak ingin anak di dalam kandungannya menangis.


“Baik, aku tidak akan menangis lagi,” balas Azizah kemudian ikut mengelus-elus perutnya.


Mereka akan pergi ke Bandara di Solo, meski menuju ke bandara mencapai waktu 3-4 jam Galih tidak merasa ngantuk karena sebelumnya ia sudah mempersiapkan staminanya dengan sangat baik.


***


Yana di dalam kamar menangis sambil memeluk guling, Mike bingung bagaimana menenangkan seorang wanita yang tengah menangis.


Berulang kali ia menghibur istrinya namun, Yana tak kunjung berhenti menangis justru tangisannya semakin menjadi-jadi.


Yana kalau sudah menangis susah berhenti, berpisah dengan sahabatnya saja menangis nya lama sekali bagaimana kalau putus cinta?


Ehhh.. eh... kok malah bahas putus cinta segala, seharusnya aku beruntung dong.


Cinta pertama dan terakhir Yana kan adalah aku. 😎


“Hiks... hiks...”


Mike duduk di pinggir ranjang sambil memainkan ponselnya, sesekali ia melirik ke arah Yana yang masih menangis sambil memeluk guling.


Beberapa menit kemudian.

__ADS_1


Mike kembali melirik ke arah Yana dan betapa terkejutnya dia, ternyata Yana sudah tertidur pulas.


Sudah tidur ternyata, capek ya sayang menangis terus?


Mike tersenyum tipis dan melangkah kakinya menuju pintu, ia mengunci pintu kamar lalu naik ke ranjang.


Ia melepaskan guling yang dipeluk oleh Yana lalu menggantikan guling itu dengan dirinya.


Jadi ini yang dinamakan, mencari kesempatan dalam kesempitan.


Setidaknya aku bisa tidur bersama istriku ini dan tidak diganggu oleh papi Danu yang garang itu.


🍃


Malam hari di Jakarta.


Azizah dan Steven sedang tidur nyenyak di kamar mereka, perjalanan yang begitu melelahkan.


Mobil milik Steven yang sebelumnya ia beli di Madiun sudah ia jual, ia tidak membutuhkan mobil itu lagi.


Azizah bergerak dan tanpa sengaja tangannya melayang ke wajah Steven yang sedang tertidur.


“Plak!”


“Awww!” pekik Steven dan beranjak dari tidurnya sambil terus mengusap wajahnya yang sakit.


Mendengar pekikan dari suaminya Azizah terbangun, “Kamu kenapa sayang?” tanya Azizah.


Malah tanya kenapa, aku terbangun gara-gara kamu sayang. 😭


“Benarkah?” tanya Azizah memastikan, “Lalu kenapa dengan wajahmu yang memerah seperti itu?” tanya Azizah lagi.


Ya jelaslah merah, kamu tanganmu mendarat dengan sangat hebat hingga menghasilkan seni wajah merona seperti ini. 😭


“Wajahku memerah karena malu di perhatikan oleh mu istriku,” ucap Steven.


“Kamu ini apa-apaan sih sayang, lagi tidur juga malah bilang seperti itu,” balas Azizah yang merasa suaminya aneh.


“Ayo tidur lagi sayang aku ingin...”🤤


“Kita baru sampai 3 jam yang lalu suamiku, baiklah ayo,” balas Azizah pasrah.


Steven tersenyum puas lalu segera mencium bibir Azizah dengan mesra dirasa sudah cukup barulah Steven memakan istrinya. Jeng.. jeng.. jeng.. 😂🤣


***


Yuli sudah sibuk di dapur, ia dan pelayan yang lain sedang menyiapkan menu makan malam.


Tak ada raut wajah lelah dari Yuli justru ia sangat senang melakukan pekerjaan itu, sudah beberapa hari di hotel ia merasa susah untuk bergerak karena tidak ada yang bisa ia kerjakan.


2 pelayan membantu Yuli memasak dan 2 lainnya sibuk menata meja makan.


“Na.. na.. na..” Mariska baru keluar dari kamar sambil bersenandung kecil.


Hidung Mariska mengendus-endus mencium aroma masakan dari dapur, ia pun dengan cepat menghampiri aroma masakan yang begitu menggiurkan.

__ADS_1


“Wah baunya nikmat, mami masak apa saja?” tanya Mariska.


“Masak sup ayam, cumi krispi, tumis kangkung dan jamur Enoki sambal balado,” jelas Yuli.


Mariska bolak balik menelan air liurnya, sungguh semuanya itu adalah makanan yang begitu nikmat.


“Boleh Mariska cicipi mi?” tanya Mariska penuh harap.


“Boleh dong, kamu ambil piring nanti mami ambilkan!”


“Oke mi!” seru Mariska lalu mengambil piring.


“Kamu mau lauk yang mana?” tanya Yuli.


Yuli sama sekali tidak pernah pilih kasih antara Steven ataupun Mariska, baginya Mariska sudah seperti anak kandungnya sendiri.


“Jamur Enoki sambal balado dan cumi krispi mi!”


Yuli lalu mengambil Jamur Enoki sambal balado dan cumi krispi permintaan Mariska.


“Habiskan ya sayang!”


“Siap mi, mami baik banget deh!” seru Mariska kemudian pergi ke ruang keluarga untuk menyantap makanannya.


Mariska tersenyum dan geleng-geleng kepala.


Dasar Mariska, sudah besar masih saja manja. Tapi, tidak apa-apa justru aku sangat senang melihat Mariska yang selalu tersenyum seperti ini.


Yuli kemudian melanjutkan lagi aktivitasnya hingga akhirnya pekerjaan itu selesai, Mariska pun selesai dan menaruh piring kotor itu tempat pencucian piring.


“Mami Mariska sudah selesai. Tapi, kalau Mariska lapar lagi bolehkah kan makan lagi?” tanya Mariska.


“Boleh dong. Namun ada syaratnya!”


“Makam saja ada syaratnya mi? ya udah deh syaratnya apa?”


“Kamu pergi ke kamar kakak mu lalu bangunkan mereka!”


“Soal urusan membangunkan Mariska jagonya mi, ya sudah Mariska ke atas dulu ya mi!”


Mariska dengan cepat berlari masuk ke dalam lift dan menuju kamar Steven dan juga Azizah.


“Tok.. tok..”


“Kak Steven, kak Azizah buka pintunya!” teriak Mariska dari luar pintu.


Steven yang sedang asyik bermain bola dengan Azizah terkejut dan menghentikan aktivitasnya, sementara Azizah langsung berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


“Ada apa?” teriak Steven dari dalam kamar.


“Mami mengajak kak Steven dan kak Azizah makan malam bersama!”


“Ya sebentar lagi kami turun!”


Steven kemudian melangkahkan kakinya menyusul Azizah yang sudah berada di dalam kamar mandi.

__ADS_1


Like ❤️ komen 👇 Vote 🙏😭


__ADS_2