Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 172


__ADS_3

Selesai sarapan bersama Steven dan Azizah pamit untuk pergi ke perusahaan, Adam dan Yuli mengiyakan dan berpesan agar Azizah selalu berhati-hati.


“Kami berangkat ya mami dan papi!” ucap Azizah.


“Iya kamu hati-hati!” seru Adam.


“Iya nak harus hati-hati apalagi kandungan kamu masih rentan jadi jangan kelelahan!” seru Yuli.


“Mariska belum juga keluar kami mi?” tanya Azizah karena Mariska tidak sarapan bersama.


“Biarkan saja mungkin dia belum bangun, nanti kalau sudah bangun dan lapar pasti keluar dia,” balas Yuli.


“Ya sudah mi kami berangkat, assalamualaikum!”


“Waalaikumsalam!”


Azizah dan Steven kemudian mencium punggung tangan Yuli dan Adam kemudian mereka bergegas naik ke mobil untuk pergi ke perusahaan.


Azizah duduk sambil memainkan jemari tangan suaminya, entah kenapa ia sangat ingin memainkan jari-jari tangan suaminya itu.


“Sayang,” ucap Azizah manja.


“Iya sayang ada apa?”


“Bolehkah aku menggigit jari-jari ini?” tanya Azizah dengan ekspresi penuh harap.


Haaaa? menggigit jari-jari ku?


“Boleh ya sayang, rasanya aku ingin sekali menggigit jari-jari ini. Rasanya begitu gemas aku melihatnya!” pinta Azizah sedikit memohon.


“Baiklah tapi pelan saja ya sayang!” pinta Steven.


Baru saja Steven mengatakan Azizah sudah menggigit jari-jari tangannya, sakitnya benar-benar luar biasa ingin rasanya Steven berteriak tapi, ia juga tidak ingin Galih yang berada di kursi depan menertawainya.


“Aaawwww!” teriak Steven yang tak dapat menahan rasa sakit dan Galih mendadak berhenti karena terkejut dengan teriakan dari tuan mudanya.


“Kenapa berhenti lanjutkan!” perintah Steven.


“Baik tuan muda!”


Azizah tertawa kecil karena melihat hasil gigitannya, “Terima kasih sayang,” ucap Azizah.


Ya Allah gini amat ya nurutin kemauan istri yang sedang hamil.


“Mau tambah sayang?” tanya Steven.


“Tidak sayang, anak kita sepertinya sangat senang,” jawab Azizah sambil mengelus-elus perutnya.


Steven mendekatkan wajahnya di perut Azizah, “Anak papah dan mamah baik-baik di perut. Tapi, jangan gini lagi ya sayang jari-jari papah sakit,” ucap Steven pelan dan lembut sambil mengelus-elus perut istrinya.


“Sayang kamu merasakannya?” tanya Azizah karena calon bayi mereka menendang.


“Iya aku merasakannya sayang, itu artinya calon bayi kita mendengarkan apa yang aku bicarakan,” balas Steven.


Galih tersenyum senang melihat suami istri yang berada di kursi tengah, ia berharap tuan muda dan nyonya muda baik-baik saja serta langgeng sampai kakek nenek.


“Anak kita sepertinya akan menjadi anak yang kuat,” ucap Azizah.


“Tentu saja dia harus kuat sepertimu!” seru Steven.

__ADS_1


“Tidak, dia harus kuat sepertimu!” seru Azizah.


Steven dan Azizah kemudian tertawa bersama karena perdebatan lucu mereka.


***


Sampailah mereka di perusahaan Steven Corp.


Steven berjalan dengan merangkul pinggang Azizah untuk bersama-sama pergi ke ruang kerja pria blasteran itu.


Para pegawai memberi salam dan ucapan selamat pagi untuk Azizah dan Steven.


Sesampainya di ruangan Steven, Steven langsung menuntun Azizah untuk masuk ke dalam kamar yang berada di ruangannya.


“Kenapa aku langsung dimana kesini sayang?” tanya Azizah sedikit kesal.


“Karena 5 menit lagi aku akan mengadakan rapat penting sayang, kamu baik-baik lah disini dan hubungi aku jika kamu membutuhkan sesuatu!”


“Kalau aku membutuhkan sesuatu aku akan mengambil sendiri atau aku bisa meminta tolong kepada pegawai disini,” balas Azizah.


“Berjanjilah jangan membuatku khawatir sayang!” pinta Steven serius.


“Aku berjanji akan menjaga diriku dan juga anak kita!” seru Azizah.


“Kalau begitu aku akan pergi ke ruang rapat, tetaplah disini jika kamu menginginkan sesuatu tekan lah tombol itu,” ucap Steven sambil menunjukkan tombol yang ia maksud.


“Tombol itu untuk apa sayang?” tanya Azizah penasaran.


“Itu untuk memanggil orang yang bertugas melayaniku!”


“Baiklah aku mengerti, sekarang pergilah aku akan melihat pemandangan,” ucap Azizah.


“Huh.. huh.. sekarang pergilah!” pinta Azizah sambil mengatur nafasnya akibat ciuman panas mereka.


“Aku pergi sayang, ingat pesanku!”


“Iya suamiku.”


Steven menutup pintu kamar dan bergegas pergi.


Setelah suaminya pergi Azizah berjalan ke arah jendela dan duduk santai sambil menikmati panas matahari pagi untuk menghangatkan tubuhnya.


“Anak mamah saat besar nanti jadilah anak yang baik, rajin menolong orang dan juga rajin bersedekah ya nak!” Azizah mengajak calon bayinya berbincang-bincang.


Perasaanku akhir-akhir tidak enak seperti ada sesuatu yang akan terjadi.


Ya Allah apapun itu tolong lindungilah Hamba dan juga keluarga hamba dari orang-orang yang berniat tidak baik kepada kami.


15 menit kemudian.


Azizah memutuskan untuk beranjak dari duduknya dan berjalan kembali ke ranjang empuk, ia menyandarkan tubuhnya di dinding dengan duduk beralaskan bantal pada punggungnya.


Sebaiknya aku mengirim pesan kepada Yana saja.


Azizah mengetik pesan dan mengirimkan kepada Yana.


Beberapa menit kemudian.


💌 Yana:

__ADS_1


“Alhamdulillah kabarku baik! Bagaimana kabarmu disana?”


💌 Azizah:


“Alhamdulillah kabarku juga baik, bagaimana dengan kandunganmu?”


💌 Yana:


“Kandunganku sangat baik, hanya saja mual-mual ku membuatku lemas.”


💌 Azizah:


“Itu hal yang wajar. Tapi, setelah trimester kedua rasa mual ku tidak terlalu sering seperti trimester pertama.”


💌 Yana:


“Menjadi ibu hamil ternyata menyenangkan sekali Azizah, hal yang benar-benar harus kita nikmati.”


💌 Azizah:


“Benar sekali dan ini membuatku tak sabar ingin melihat calon bayi yang aku kandung!”😘


Cukup lama Azizah dan Yana saling bertukar kabar dan juga pikiran, akhirnya ia menyudahinya dan memutuskan untuk beristirahat karena matanya begitu mengantuk akibat aktivitas semalam bersama suaminya.


***


Steven sedang fokus melihat persentasi yang sedang berlangsung, dirasa memuaskan Steven pun menyetujui hal-hal yang mencakup hasil rapat yang ia adakan.


“Bagus, kalau begitu kita akhiri sampai disini!”


“Terima kasih CEO!”


Steven bergegas pergi karena sudah 2 jam ia melangsungkan rapat, ia tidak sabar ingin menemui istri tercintanya.


“Sayang!” panggil Steven yang baru saja masuk ke dalam ruang kerjanya.


Steven melangkahkan kakinya menuju kamar dan melihat Azizah yang sudah tidur terlelap.


Istriku ternyata sudah tidur, apakah ia begitu lelah akibat aktivitas semalam kami?


Steven menyunggingkan senyuman dan ikut merebahkan tubuhnya di ranjang dan mendekap Azizah dari belakang, kemudian ia menciumi tengkuk leher Azizah hingga Azizah pun terbangun.


“Maaf membuatmu terbangun sayang,” ucap Steven karena istrinya terbangun.


Azizah terkejut karena suaminya telah kembali, “Loh kok sudah kembali sayang?” tanya Azizah.


“Rapatnya tidak hanya sekali istriku, rapat pertama sudah selesai jadinya aku datang kesini,” terang Steven.


“Aku sangat mengantuk sayang, tubuhku juga sedikit pegal terutama di pinggang,” jelas Azizah.


“Sini aku pijat ya sayang!”


Steven memijat pinggang Azizah dengan lembut, mendapat perlakuan dari suaminya Azizah begitu senang.


“Terima kasih sayang!” ucap Azizah.


“Maaf membuat pinggang mu sakit,” sahut Steven.


“Selain pinggang lutut serta tanganku sakit sayang,” balas Azizah lagi.

__ADS_1


“Iya-iya aku minta maaf!”😘


__ADS_2