Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 14


__ADS_3

Sesampainya Azizah dirumah, Azizah mengistirahatkan tubuhnya dia atas ranjang berselimut Panda. Di ambilnya telepon genggam miliknya.


“Apakah Dimas Sangat sibuk? dari kemarin tidak menghubungiku.”


“Apa sebaiknya Aku telepon saja dia? Baiklah aku telepon saja!!” ucap Azizah.


Azizah lalu menekan tombol panggil berwarna hijau, terdengar suara Sambung dari telepon Dimas.


“Hallo Sayang apa kabar?” tanya Azizah lembut.


“Aku sangat sibuk sayang disini, bagaimana kabarmu disana?” tanya Dimas dibalik telepon.


“Aku sangat baik, hari ini Aku mulai bekerja di perusahaan Walker Corp.”


“Syukurlah, perusahaan itu yang selama ini kamu incar untuk masuk disana. Oya besok Aku ingin bertemu denganmu sayang,” ucap Dimas.


“Kita bertemu dimana besok?” tanya Azizah semangat.


"Kita bertemu di Mall dekat Cafe yang biasa kita bertemu, ingat kamu harus berpakaian yang cantik ya sayang" Balas Dimas.


“Baiklah sayang.”


“Sampai jumpa sayang, Muaaach,” ucap Dimas lalu mematikan teleponnya.


Azizah sangat senang dengan ajakan Dimas, mereka sudah berpacaran sekitar 2 tahun. Almarhumah Darmi sebelumnya tidak menyetujui Azizah dengan Dimas. tapi Azizah tidak mengindahkan ucapan Darmi. Azizah yakin bahwa Dimas adalah Pria yang baik.


Hari Minggu Pagi yang cerah, Azizah terbangun dengan semangat. Ia sangat senang setelah sekian lama Ia dan Dimas akan bertemu. Dimas adalah Anak dari Sutomo Ginanjar pemilik Restoran yang cukup terkenal di Jakarta.


“Cantik,” Puji Azizah pada dirinya sendiri di cermin.


Kring.. kring..


“Hallo Sayang,” sapa Azizah.


“Sayang, pertemuan kita ditunda dulu ya. Aku tiba-tiba disuruh Ayah ke Restoran, Minggu depan kita akan bertemu. Aku janji Sayang!” ucap Dimas manis lalu mematikan telepon sepihak.


Azizah yang sudah rapi sedari tadi, hanya terdiam. Rasa kesal dan kecewa dalam hatinya bercampur menjadi satu.


“Begini lagi, baiklah Aku tidak boleh cengeng. Sebaiknya Aku pergi jalan-jalan saja,” ucap Azizah.


Azizah Pergi Seorang diri, Suasana hatinya yang semula kacau. Kini mulai membaik, dia menelusuri satu-persatu jalan di Ibu Kota.


Dikediaman Steven Walker.

__ADS_1


Steven Walker Adalah pengusaha Muda, keturunan Inggris dan Indonesia. Memiliki daya tarik tersendiri, Pria dengan mata cokelat dan berhidung mancung ini selalu membuat kaum hawa tergila-gila Jika melihatnya. Namun saat tahu kepribadiannya yang sangat Arogan dan Perfeksionis para kaum hawa harus berpikir berulang kali untuk mendekati Pria keturunan bule ini. Mereka cukup memandang Steven Walker dari jauh Saja.


“Kalian kemari!!” panggil Steven Walker dengan wajah datar.


“Ada perlu apa Tuan Muda?” tanya Para pelayan dengan wajah menunduk.


“Kalian berempat cepat pel ulang lantai ini! Orang tuaku akan datang dari Inggris sebentar lagi!” peritah Steven Walker.


“Baik Tuan Muda,” balas mereka.


Tanpa berkata apa-apa Steven Walker meninggalkan mereka, Adam Walker dan Yuli Walker yang tak lain dan tak bukan adalah Orang tua dari Steven Walker akan berkunjung ke Jakarta. Mereka selalu berkunjung ke Jakarta 6 Bulan sekali, dikarenakan Steven Walker adalah anak satu-satunya. Sebelumnya orang tua Steven Walker selalu meminta anaknya untuk kembali ke Inggris, tapi Steven Walker selalu menolak dengan alasan Pekerjaan. Ya, Steven Walker adalah Pengusaha sukses di Usia Muda. Meski umurnya saat ini baru menginjak 27 Tahun Ia mampu memimpin perusahaan yang begitu Maju ini. Tanpa campur tangan dari Adam Walker, Usaha di bidang Properti dan Pengiklanan ini Sangat terkenal dikalangan Atas maupun menengah.


Di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta


Adam Walker dan Yuli Walker yang baru saja tiba di Bandara, Langsung di hampiri oleh Heru. Sopir Pribadi Steven Walker, Heru sangat paham betul jika Ia terlambat sedikit saja untuk menjemput Orang tua Steven Walker maka Ia akan dihabisi dengan cara dipotong gaji sebulan penuh dan tidak akan diajak bicara dalam kurun waktu yang cukup lama.


“Mari Tuan dan Nyonya besar, Mobilnya ada di Depan sana. Sini, biar Saya saja yang membawakan barang-barang ini,” ucap Heru ramah.


“Kita bagi saja, lagipula jika kamu membawa semuanya pasti susah,” balas Yuli Walker lalu membantu Heru membawa barang.


“Kita bawa sama-sama saja,” ucap Adam Walker.


Sifat Steven Walker berbanding terbalik dengan kedua Orang Tuanya, Heru yang sudah bekerja lebih dari 7 tahun Sangat paham betul dengan Sifat Steven Walker maupun Kedua orang tuanya.


Disisi lain.


“Astaga, kenapa hari ini begitu sial? Tidak jadi kencan dan malah saat ini kehujanan,” ucap Azizah kesal yang sedang berteduh di sebuah warung yang tutup.


Azizah berteduh tepat dipinggir jalan raya, suara bising kendaraan yang lalu lalang. Dicampur hujan yang deras, angin yang kencang dan sesekali kilatan petir.


Byuuurrrr!!


“Oh tidak, bajuku sekarang kotor. Mobil kurang ajar!” ucap Azizah yang kesal karena Cipratan air disebabkan oleh Mobil.


Dikediaman Steven Walker.


Adam Walker dan Yuli Walker bergegas memasuki Rumah milik Putranya. Diedarkan mata mereka namun tidak menemukan Sang Putra.


“Selamat datang Tuan dan Nyonya besar!” sapa Para pelayan.


“Dimana Anakku?” tanya Adam Walker.


“Tuan Muda ada dikamar,” jawab salah satu pelayan yang lebih tua dibandingkan yang lain.

__ADS_1


“Kalian angkat barang-barang kami, dan ada oleh-oleh sedikit untuk kalian!!” ucap Yuli Walker.


“Terima kasih Tuan dan Nyonya besar,” balas mereka.


Adam Walker dan Yuli Walker kemudian bergegas menuju kamar Sang Putra, Sesampainya mereka di kamar Steven Walker. Mereka langsung tersenyum lebar, kebiasaan Sang Putra saat tidur tidak pernah berubah yaitu Selalu memakai Kaos kaki sebelah.


“Lihatlah Putra kita! dari dulu sampai sekarang kebiasaannya tidak pernah berubah. Kasihan Calon menantu kita jika harus melepas kaos kaki setiap kali Anak kita tertidur,” ucap Yuli Walker dengan senyum lembar di wajahnya.


“Kamu benar sayang, Hanya kita yang tahu kebiasaan Putra kita. Kamu membahas menantu, Aku jadinya tidak sabar ingin meminang Cucu,” balas Adam Walker.


“Aku juga Sayang, Sudah lama aku menginginkan seorang Bayi yang imut. Tapi anak kita selalu saja menolak jika kita membicarakan tentang pernikahan,” ucap Yuli Walker yang masih mengintip Anaknya dari balik pintu.


“Ayo kita istirahat ke kamar sayang! Soal pernikahan Steven biar kita bahas lagi saat dia sudah bangun,” ujar Adam Walker yang langsung menutup pintu rapat-rapat.


“Ayo Sayang, mumpung hujan. Enaknya tidur!” ajak Yuli Walker.


Suami istri ini pun bergegas menuju kamar. Perjalanan yang panjang membuat tubuh mereka sangat ingin diistirahatkan, Kamar mereka dari dulu tidak pernah berubah mayoritas warna dikamar mereka adalah putih dan abu-abu.


Sebenarnya Mereka dulu sama-sama tinggal di Jakarta, karena Orang Tua Adam Walker yang tak lain Kakek Nenek Steven Walker ada Di Inggris dan hanya memiliki anak Satu-satunya yaitu Adam Walker. Maka Adam Walker terpaksa mengalah untuk tinggal di Inggris dan Bolak-balik Inggris-Indonesia untuk mengunjungi Steven Walker di Jakarta.


Disisi lain.


Hattchiiii... Hattchiiii..


Azizah mengalami bersin-bersin akibat hujan yang mengguyur tubuhnya. Hampir 1 Jam Ia berteduh di warung. Azizah pulang menuju rumah dengan berjalan kaki, Badan yang mulai demam tidak digubris olehnya.


Sesampainya di Kontrakan yang sangat kecil, Azizah mandi dengan air hangat. dikeringkan rambutnya yang panjang sepunggung dengan handuk bermotif bunga sakura.


Azizah lalu menyeduh secangkir teh hangat untuk menghangatkan tubuhnya yang terasa tak sehat.


Ya Tuhan, jangan sampai Aku sakit. besok aku sudah harus bekerja.


Setiap kali Azizah ingin tidur, Ia pasti mengingat kenangan dirinya bersama Darmi dan Sahabatnya yaitu Yana Aryanto.


Hidup sendirian tanpa ada siapa-siapa membuat Azizah sedih, kekasihnya yaitu Dimas Ginanjar selalu sibuk membantu mengurus restoran milik Ayahnya yang cukup terkenal di Jakarta.


Dimas Ginanjar berjanji bahwa tahun depan tepat usia Azizah 20 tahun, Dimas akan mempersunting Azizah Cahyani.


Maka dari itu Azizah berusaha keras untuk bekerja, dan tidak terlalu memikirkan masalah hidupnya. Karena Ia yakin Dimas Ginanjar akan menjemputnya untuk menjadi Seorang Dimas Ginanjar.


Di Restoran Milik Sutomo Ginanjar.


“Kalian cepat bereskan yang ini!! Yang ini juga!” ucap Dimas pada karyawan restoran.

__ADS_1


Dimas Ginanjar selalu sibuk jika sudah di restoran milik Ayahnya, yang nantinya restoran itu menjadi miliknya. Dimas Ginanjar adalah seorang pria yang manis, kulit coklat sawo matang, dan bermata hitam ciri khas orang Indonesia asli.


Menjalin hubungan dengan Azizah Cahyani sekitar 2 Tahun yang lalu, mereka bertemu saat Dimas Ginanjar berkunjung ke Magetan. Tanpa disengaja bertemu dengan Azizah, mereka berkenalan dalam kurun waktu 3 bulan. Sampai akhirnya Dimas memutuskan untuk menjadi kekasih Azizah Cahyani.


__ADS_2