Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 133


__ADS_3

Tak terasa sudah satu bulan lebih Azizah maupun Steven berada di kota romantis itu, Azizah sudah sangat rindu dengan suasana Indonesia apalagi rumah yang ia tempati bersama sang suami.


Hampir setiap hari Steven selalu mengajak Azizah pergi menikmati kota Paris bahkan tempat-tempat yang sering dikunjungi para turis pun tak luput dari perhatian mereka.


“Lelah sekali,” ucap Azizah yang baru sampai di kamar hotel.


Azizah menaruh tas miliknya bermerek Chan*** di meja kecil dekat sofa.


Steven tersenyum senang karena ia baru saja pulang bersama istri tercintanya dari Arc de triomphe de I'Etoile salah satu tempat populer di Paris.



“Tempat tadi sangat indah suamiku,” ucap Azizah yang kini telah merebahkan tubuhnya dengan masih memakai pakaian lengkap yang cukup tebal akibat cuaca sore itu sangatlah dingin.


“Apakah kamu lelah istriku?”


“Sangat suamiku, bolehkah aku tidur sejenak?” tanya Azizah sambil merenggangkan ototnya.


“Silahkan istriku, tidurlah aku akan membantumu untuk berganti pakaian!”


“Tidak perlu, biarkanlah seperti ini,” tolak Azizah karena yang ia inginkan hanya langsung tidur.


Steven tak bisa diam saja, ia melepaskan pakaian yang melekat pada istrinya.


Azizah membiarkan suaminya membuka pakaian dan menggantikannya karena ia tahu suaminya tidak akan memakan nya saat itu juga.


“Sudah aku bilang jangan suamiku.”


“Tidak masalah sayang, selamat tidur istriku muaccch!” ucap Steven dan mengecup mesra kening istrinya.


“Terima kasih suamiku, selamat tidur juga!” seru Azizah.


Steven berjalan ke arah almari dan mengganti pakaiannya dengan pakaian kasual, pria blasteran itu pun menyusul istrinya dan segera tidur sambil memeluk tubuh Azizah dari belakang berulang kali ia membelai rambut Azizah dan akhirnya tertidur.


🍃🍃


Malam hari.


Azizah menemani suaminya yang begitu serius pada laptop yang berada tepat di depan suaminya.


Melihat suaminya yang begitu serius membuat Azizah ingin mengganggu suaminya dan mengetes apakah suaminya akan marah atau tidak, ia menidurkan kepalanya di paha suaminya dan memainkan kancing baju pria blasteran itu.


Kita lihat apakah suamiku marah atau tidak, ya semoga saja dia tidak marah!


Azizah terus saja menggerak-gerakkan mengganggu Steven yang sedang berkonsentrasi pada pekerjaannya, sementara Steven tahu jika istrinya itu berniat menjahilinya.


Namun Steven terus saja fokus dan mengabaikan Azizah.

__ADS_1


Azizah mulai kesal karena suaminya tak merespon dan tak ia pun memutuskan tidak menggangu suaminya lagi kemudian ia memejamkan matanya lalu tertidur pulas beralaskan paha suaminya.


Steven melirik ke arah Azizah yang mengeluarkan bunyi dengkuran halus dan menahan tawanya melihat istrinya telah tertidur pulas.


Apakah kamu begitu lelah istriku?


aku merasa beberapa hari ini kamu selalu tertidur lebih awal.


Steven menghentikan sejenak pekerjaannya dan menggendong istrinya ke ranjang, ia lalu menutup tubuh istrinya dengan selimut dan mengecup bibir istrinya.


“Selamat tidur istriku!” ucap Steven.


Setelah mengucapkan kalimat itu Steven memutuskan untuk kembali mengerjakan pekerjaannya, ya meski dia sedang berbulan madu tetap saja pekerjaan adalah hal wajib bagi dirinya.


Ponsel pintar Steven tiba-tiba bergetar tanda ada pesan masuk, ia melihat notifikasi pesan singkat dari sang ayah yang berada di Inggris yaitu Adam Walker.


Ia membuka pesan itu dan mulai membacanya.


“Putraku Steven, nenek mu sedang sakit.


Sudah 3 hari ini ia ingin bertemu denganmu dan juga Azizah, apakah kalian ada waktu untuk berkunjung ke Inggris?”


Steven membelalakkan matanya melihat isi pesan dari sang ayah, ia berpikir sejenak langkah apa yang harus ia ambil.


Aku dan Azizah sedang berbulan madu, kepulangan kami juga masih beberapa bulan lagi.


Steven benar-benar sedang dilema, ia saat ini sedang berada di Paris dan sang nenek sedang sakit di Inggris membuat Steven bingung harus mengambil keputusan yang mana.


“Sebaiknya aku selesaikan pekerjaan ini setelah itu aku akan menemani istriku tidur,” ucap Steven bermonolog.


🍃🍃🍃


Akhirnya pekerjaan Steven selesai juga, ia segera merebahkan tubuhnya di ranjang dan memeluk mesra tubuh istrinya.


Besok pagi aku akan membicarakan hal ini kepada Istriku, aku tahu dia adalah wanita yang baik dan mungkin dia memberikan aku solusi terbaik.


Azizah terbangun dari tidurnya namun tak hanya membuka matanya, ia merasakan pelukan hangat suaminya.


Senyum lalu terlihat jelas di bibir manis Azizah.


Rupanya aku sudah berada disini, sebaiknya aku melanjutkan tidurku!


Wanita itu kembali memejamkan mata dan tertidur di pelukan suaminya.


Beberapa jam kemudian tepat jam 2 pagi dini hari waktu setempat, Azizah terbangun dan tak bisa tidur keringat dingin mengucur di sekitar dahi serta rambut Azizah.


Ia menatap lekat ke arah suaminya yang begitu pulas, ia menggeser kan tubuhnya dan tidur di atas dada suaminya.

__ADS_1


“Suamiku aku tidak bisa tidur, aku bermimpi buruk,” ucap Azizah pada Steven yang masih tertidur.


Tak lama dari itu Azizah menangis ketakutan di atas dada kekar suaminya.


“Hiks.... hiks... sayang aku takut,” ucap Azizah.


Steven mendengar suara tangisan Azizah, ia sempat berpikir bahwa ia sedang bermimpi istrinya menangis namun saat ia merasakan dadanya basah barulah ia sadar bahwa itu adalah nyata.


“Kamu menangis istriku, ada apa?” tanya Steven dan memeluk tubuh istrinya.


“Hiks... hiks..” Azizah terus menangis membuat pria blasteran itu menjadi khawatir sekaligus panik.


“Kamu bermimpi buruk sayang?” tanya Steven.


“Hiks.. hiks.. iya sayang, a..aku bermimpi buruk,” balas Azizah.


“Bisa kamu ceritakan mimpi buruk mu sayang!” pinta Steven yang terus mengecup kening istrinya.


Bagaimana ini, meski itu hanya mimpi namun seperti kenyataan.


“Aku ingin kita pergi ke Inggris sayang, aku ingin menemui nenek!” pinta Azizah.


Deg... deg..


Steven tertegun mendengar perkataan istrinya, terbesit di pikirannya kalau akan terjadi sesuatu.


Ya Allah ada apa ini?


Semoga ini bukan pertanda buruk.


“Baiklah kita akan pergi ke Inggris kamu tenang saja ya Istriku!” ucap Steven menenangkan istrinya meski dia sendiri juga tahu bahwa perasaan tidak tenang.


Azizah terus menangis di pelukan Steven, hingga suara tangis Azizah reda dan ia kembali tidur.


Steven merebahkan tubuh istrinya dengan perlahan-lahan agar istrinya tak terbangun.


Steven memijat keningnya yang begitu pusing, ia duduk bersandar di sisi ranjang sambil terus memikirkan nenek Teressa.


1 jam kemudian.


Waktu sudah menunjukkan pukul 3 dini hari, Steven memutuskan untuk kembali tidur.


Sebelum tidur ia membelai rambut istrinya dan mengecup kening serta bibir Azizah.


Meski sangat sulit untuk memejamkan matanya namun ia memaksakan diri untuk segera tidur agar pikirannya bisa tenang.


Aku dan Azizah akan segera ke Inggris nek, kami harap nenek baik-baik saja di sana.

__ADS_1


Like ❤️ vote 🙏


__ADS_2