
Diandra terbangun dari tidurnya, kepalanya begitu pusing.
Ia melihat sekeliling kamar itu dan mengingat apa yang terjadi semalaman, namun ingatannya hanya mengingat bahwa dirinya sedang minum bersama Carl pria yang datang bersamanya di hotel itu.
“Awww, kepalaku sungguh pusing dan berat sekali. Kemana Carl bukankah dia semalam minum bersamaku?” tanya Diandra bermonolog.
Diandra memeriksa tubuhnya barangkali ia telah melakukan perbuatan itu dengan Carl, tak lupa ia memeriksa lehernya namun tak mendapatkan tanda-tanda aktivitas hubungan terlarang itu.
Carl sama sekali tidak menyentuhku, lalu kemana dia pergi sepagi ini?
Dan kenapa dia tidak membangunkan aku, dasar pria aneh.
Diandra mengambil tas kecil di nakas dan menemukan secarik kertas yang terdapat nominal angka yang cukup banyak.
Ia lalu mengambil kertas itu dan melihatnya.
“Banyak sekali, apakah Carl sengaja memberikan ini untukku?”
Tak ingin membuang-buang waktunya di hotel itu, Diandra pergi meninggalkan hotel itu dengan membawa cek itu lalu memasukkan ke dalam tas kecil miliknya.
Di Magetan
Yana dengan sabar menanti maminya agar tersadar dari tidurnya itu, Mike dan Danu berbincang-bincang diluar karena tak ingin mengganggu Rika.
“Mami!! mami bangun dong! biar kita bisa mengobrol lagi, makan bersama lagi, bersenda gurau lagi, mami tidak bosan kah tidur di ranjang ini?” tanya Yana pada Rika yang masih tak sadarkan diri.
Yana mengangkat tangan Rika dan mencium tangan itu lalu menempelkannya pada pipi mulus Yana.
Ia terkejut saat tangan ibunya merespon dengan menggerakkan tangan itu, meski hanya gerak kecil.
Bulu mata Rika bergerak-gerak seperti ingin sadarkan diri.
Yana dengan perasaan terkejut sekaligus gembira berlari ke luar menghampiri Mike beserta sang papi yang sedang duduk.
“Papi!!! Mike!!! tadi mami menggerakkan tangan!” ucap Yana dengan begitu gembira.
“Benarkah?” tanya Danu memastikan.
Yana mengangguk kuat dan kembali masuk ke dalam disusul oleh Mike dan Danu.
Rika membuka matanya perlahan dengan wajah yang masih pucat.
“A...aku di...dimana?” tanya Rika lirih bermonolog.
Tangan kekar Danu dengan cepat menggenggam tangan Rika, Danu menangis terharu begitu juga dengan Yana dan Mike.
“Akhirnya kamu sadar Istriku!” ucap Danu.
Danu melepas genggamannya dan bersujud ke lantai, ia bersyukur karena Allah mendengarkan do'a mereka.
“Terima kasih Ya Allah, Alhamdulillah.”
Danu bangun dari sujud dan mencium kening Rika berulang kali, Rika pun menangis terharu karena ia pikir tidak akan bertemu dengan suami serta putri tunggalnya.
“Hiks.... hiks... mami masih sayang kan sama Yana?” tanya Yana yang mendekati Rika.
__ADS_1
Rika belum terlalu kuat untuk mengeluarkan suara, ia hanya mengangguk kecil dengan senyum tipisnya.
Yana memeluk pelan tubuh Rika, air matanya tak mampu dibendungnya lagi.
Tangisan itu tentu saja bukan tangisan kesedihan melainkan tangisan kebahagiaan Karena sang mami akhirnya tersadar.
“Mike kamu disini saja, papi ingin memanggil dokter dulu!” perintah Danu sambil mengusap air matanya.
“Baik Pi!” seru Mike.
Mike pun ikut menangis bahagia.
Syukurlah mami siuman, penantian kami akhirnya membuahkan hasil.
Rika melihat Mike dan mengangkat tangannya dengan perlahan, Mike yang mengerti isyarat calon mertuanya mendekat.
“Iya mi, ini Mike!” ucap pria bule itu.
“Te.. terima ka...kasih su..sudah menemani Yana,” ucap Rika lirih.
“Iya mi sama-sama, bagaimanapun Mike juga harus menemani Yana dan mami disini!”
Danu datang dengan membawa dokter, terlihat sekali wajah bahagia yang dipancarkan oleh dokter itu.
“Alhamdulillah akhirnya anda sadar nyonya,” ucapnya.
“Mohon untuk yang lain keluar, saya akan memeriksa kondisi pasien!”
Sebenarnya Yana belum mau meninggalkan Rika walau hanya sebentar, tapi Rika tersenyum seperti meyakinkan Yana bahwa dirinya baik-baik saja.
“Ayo Yana!” ajak Danu.
Danu, Mike dan Yana keluar dan duduk di jejeran kursi, ada rasa lega dari ketiganya karena Rika telah siuman.
“Yana!” panggil Danu.
“Ya Pi, ada apa?”
“Sekarang mami sudah sadar, kita tidak boleh menunjukkan air mata. Kamu harus selalu tersenyum agar mami cepat pulih dan pulang dari RS ini!”
“Iya Pi, sekarang Yana harus selalu tersenyum!” seru Yana.
15 Menit Kemudian.
Dokter berseragam putih keluar dari ruangan Rika di rawat.
Danu pun beranjak dan mendekati dokter itu, ia penasaran dengan kondisi istrinya.
“Bagaimana dok?” tanya Danu penasaran.
“Tuan sekarang tidak perlu cemas, nyonya keadaannya sudah sangat membaik.
Namun saya sarankan jika nanti sudah diizinkan pulang, nyonya harus sering-sering makan bubur atau nasi yang sudah dihancurkan,” ucap dokter itu memberi penjelasan.
“Baik dokter, sekali lagi terima kasih.”
__ADS_1
Alhamdulillah Ya Allah, mami sudah membaik.
Akhirnya do'a kami Engkau kabulkan.
“Yana ayo kita masuk nak!” ajak Danu.
Yana dan Mike pun masuk ke dalam.
“Bagaimana sayang, apakah ada yang sakit?” tanya Danu sambil mengusap kening istrinya.
“Ma..mas ma.. maafkan aku,” ucap Rika lirih.
“Maaf kenapa sayang? sekarang kamu jangan bicara dulu!” perintah Danu.
Rika menggelengkan kepalanya pelan dan menahan tangan suaminya yang ingin bergeser duduk.
“Ada apa sayang?” tanya Danu lembut.
Yana dan Mike berdiri tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat, bagaimanapun mereka juga harus memberikan waktu bagi suami istri itu untuk berbincang-bincang.
“Yana sayang, kita sebaiknya duduk di sana ya!” ajak Mike.
“Baik!” seru Yana.
Rika menatap mata suaminya lalu air matanya mengucur deras, Danu terkejut dan memeluk tubuh Rika.
“Kamu jangan menangis sayang,” bisik Danu kemudian menghapus air mata itu dengan begitu pelan.
“Ma..maaf ka.. karena tidak memberitahukan te.. tentang penyakit ku,” ucap Rika.
“Aku seharusnya yang minta maaf karena tidak memperhatikan kamu, sekarang lupakan yang kemarin. Kamu harus pikirkan kondisimu saat ini, disini Yana lah yang lebih sedih karena ia sangat takut kehilangan mami nya lagi,” jelas Danu dengan lembut.
“Terima kasih mas karena sudah menerimaku.”
Danu mengusap kening istrinya hingga Rika tenang dan tertidur.
Setelah istrinya tidur pulas, Danu beranjak dan membalikkan tubuhnya.
Betapa terkejutnya ia saat melihat Mike dan Yana tertidur di atas matras dengan posisi saling memeluk bersandar dinding.
Aku baru saja duduk sebentar dan menenangkan Rika.
Bisa-bisanya Mike mengambil kesempatan untuk mendekati putriku, tidak bisa dibiarkan aku harus memisahkan mereka agar tidak berpelukan seperti itu.
Danu melangkah kakinya mendekati mereka, namun niatnya diurungkan karena ia tahu bahwa bagaimanapun juga Mike adalah calon menantunya yang sebentar lagi suami sah Yana.
Sudahlah biarkan saja!
Toh mereka juga berpelukan di dalam ruangan ini dan tidak melakukan hal yang kelewat batas.
Tapi lihat saja kamu Mike, papi akan menghukum mu setelah kamu bangun!
🤣🤣
Vote dong!!❤️
__ADS_1
Like ❤️ komen 👇
Maafkan author kalau banyak typo yang bertebaran... 🙏😘😘