
“Sial!!” Steven sangat kesal.
Saat akan mengendarai mobil miliknya, mobil itu tak berfungsi. Steven merasa jika dirinya hari itu sedang dipermainkan.
Celaka, ini pasti sengaja dirusak mobilku.
Seharusnya tadi aku membawa sopir.
Steven merogoh ponselnya di dalam kantong sakunya betapa terkejutnya ia saat mengaktifkan ponsel yang melihat beberapa Panggilan dari sang calon istri.
Azizah menghubungiku lebih dari 10x.
“Assalamualaikum, kamu kenapa sayang?”
“Steven pulang sekarang! diluar pintu ada 3 orang pria, mereka sepertinya ingin berbuat yang tidak-tidak,” ucap Azizah dengan sangat panik.
“Kamu diam di dalam, aku akan menghubungi polisi sekarang!” perintah Steven.
Steven berlari ke kantor polisi, ia memberitahukan hal yang menimpa Azizah. Sekitar 8 polisi dikerahkan untuk menyelamatkan Azizah.
Di Apartemen.
Para penjaga mengetahui bahwa ada orang mencurigakan yang berdiri tepat di depan pintu apartemen yang saat itu sedang di huni oleh Steven beserta kekasihnya.
Sekitar 6 penjaga mendekat dan berusaha mengusir mereka, bukannya pergi pria tiga dengan tubuh kekarnya itu malah semakin menjadi-jadi. Mereka tak segan-segan melukai para penjaga apartemen.
Dua dari mereka bahkan tertusuk, aksi Bali hantam tak dapat dielakkan.
“Kalian siapa?” tanya Steven menanyakan 3 pria itu.
“Jangan bergerak!” perintah para polisi, mereka menodongkan senjata api ke arah tiga pria itu.
Mereka bertiga sama sekali tidak takut, mereka bahkan semakin berani dengan mengeluarkan senjata api juga.
Steven tertawa meremeh, ia tahu bahwa mereka adalah kaki tangan dari Jack wong.
“Apa kalian juga termasuk orang-orang yang merusak proyek milikku?” tanya Steven pada mereka.
“Kalau iya kenapa, kami sangat membencimu sampah.” Salah satu dari mereka menghina Steven.
Steven sangat marah, dengan kesal ia mencabut pistol di tangan salah satu polisi dan langsung menembakkan peluru ke arah mereka bertiga hingga pistol yang berada ditangan mereka terlepas. Polisi dengan cepat menangkap mereka yang sudah lumpuh akibat tembakan Steven.
Soal senjata Steven paling mahir apalagi dalam urusan menebak, baginya itu adalah hal kecil. Sejak ia kecil, dirinya telah didik oleh sang kakek tentang cara bertahan hidup. Kakek Steven yang tak lain suami Teressa ayah dari Adam Walker adalah seorang militer.
Aku paling benci jika ada yang menghinaku apalagi meremehkan aku.
Di dalam apartemen.
Azizah menangis mendengar suara tembakan yang berulang kali, sudah dipastikan penghuni apartemen yang lain juga mendengarnya. Namun tak ada satupun dari mereka yang keluar dari apartemen itu karena takut.
__ADS_1
Steven masuk dan memasukkan sandi kode.
“Azizah sayang!” panggil Steven. Ia mencari-cari keberadaan Azizah, rupanya Azizah bersembunyi dibalik selimut dengan berlinang air mata.
“Steven!” teriak Azizah lalu berlari memeluk pria blasteran itu.
“Kamu jangan takut sayang, mereka sudah ditangkap sekarang kamu aman!”
“A..aku sangat takut, mereka mungkin akan menculik ku jika aku tak langsung menutup pintu,” sahut Azizah yang semakin memeluk tubuh Steven erat.
“Uhuk...uhuk... kamu membuatku sesak nafas sayang,’ ucap Steven.
“Maaf....” sahut Azizah lirih lalu melonggarkan pelukannya.
“Kita pulang siang ini juga, mami dan papi telah menunggu kita dirumah!”
“Baik.”
Di Jakarta.
Adam Walker maupun Yuli Walker tak tahu menahu tentang kejadian yang menimpa Azizah dan Steven begitu dengan Teressa yang tak tahu sama sekali tentang kejadian yang hampir membuat Azizah diambang Kematian.
“Berita hari ini, sepasang kekasih yang tertangkap kamera di salah satu Bandara yang terletak di Surabaya tadi malam, diperkirakan adalah seorang pengusaha muda yang sangat terkenal dan juga kaya. Banyak yang berpendapat bahwa pria itu adalah Steven Walker yang sebelumnya pernah diberitakan akan segera menikah. Namun seorang wanita yang digendong oleh pria itu sama sekali tidak terlihat wajahnya membuat para netizen bertanya-tanya siapakah wanita beruntung ini?” Teressa lagi-lagi terkejut dan tercengang melihat kemesraan cucunya itu bersama Azizah.
“Adam, Yuli! cepat kemari!” Teressa berteriak memanggil anak dan menantunya.
Sepasang suami istri itu pun berlari tergesa-gesa menuju sumber suara.
“Lihat anak kalian!” Teressa menunjuk ke arah televisi yang sedang membahas tentang Steven bersama calon istri rahasianya yang tak lain adalah Azizah.
Adam dan Yuli saling melempar senyum saat melihat keromantisan yang ditujukkan oleh Steven kepada Azizah.
“Tuh Pi lihat anak kita, Steven begitu mencintai Azizah. Papi tidak pernah seromantis dan se so sweet mereka,” ucap Yuli.
“Apa mau papi gendong seperti Steven menggendong Azizah?” tanya Adam.
“Papi sudah tidak pantas seperti itu, sudah kadaluwarsa,” sahut Yuli.
“Enak saja papi dibilang kadaluwarsa, sini papi buktikan!”
Adam dengan percaya diri mencoba mengangkat tubuh Yuli, rupanya usaha Adam tidak sia-sia. Ia pun berhasil mengangkat tubuh Yuli, Teressa yang melihat mereka tertawa lepas.
Disisi lain.
Azizah dan Steven telah tiba di Jakarta.
“Kenapa kita lewat sini?” tanya Steven pada Heru yang melewati jalan pulang yang berbeda arah.
“Di jalan depan banyak wartawan dan media lainnya menunggu jalan masuk tuan muda,” sahut Heru.
__ADS_1
“Maksudmu mereka menantikan diriku?” tanya Steven.
“Benar tuan muda, ada orang yang melihat anda dan nona muda Azizah di Bandara.”
Azizah mengingat kejadian malam itu, seketika ia malu dan menenggelamkan wajahnya di jaket yang ia kenakan.
“Kamu kenapa sayang?” tanya Steven.
“Ti...tidak kenapa-kenapa,” sahut Azizah yang masih menyembunyikan wajahnya.
Steven menjauhkan jaket itu ke wajah Azizah, ia mendekat ke arah bibir Azizah. Namun usahanya untuk mencium Azizah kembali gagal saat Heru mengganggunya.
“Uhuk...uhuk..” Heru terbatuk-batuk.
Dengan tanpa bersalah ia tersenyum lebar menampilkan giginya.
Sepasang calon suami istri itu yang awalnya duduk berdekatan langsung duduk menjauh.
Akhirnya sampailah mereka dikediaman Steven Walker.
“Selamat siang papi dan mami!” Steven menyapa kedua orangtuanya.
“Siang juga, mana menantu mami!” seru Yuli.
Azizah dengan malu-malu menyeret kakinya mendekati calon mertuanya.
“Loh kenapa Azizah malu-malu begitu?” tanya Yuli yang semakin membuat Azizah malu.
“I...itu mi... a..aku....”
“Sudah jangan malu-malu, sekarang kita masuk kedalam!” Ajak Yuli.
Di dalam mereka berbincang-bincang layaknya keluarga yang begitu bahagia.
Hidup Azizah sebentar lagi akan menjadi seperti seorang selebritis, ia akan dikenal dengan sebutan Nyonya muda.
Di dalam kamar Yuli.
“Jadi itu alasannya mengapa Steven menggendong kamu nak?” tanya Yuli sambil tertawa kecil.
“Ya begitulah mi, habisnya ada wanita yang genit kepada Steven.”
“Mami paham perasaan perempuan, tapi tenang saja! Steven kalau sudah setia tidak akan pernah melupakan wanita yang ia cintai. Apalagi wanita yang ia cintai adalah wanita sebaik dan secantik kamu, kamu itu menantu idaman mami,” puji Yuli.
“Mami ini bisa saja,” sahut Azizah.
Calon menantu dan calon ibu mertua menghabiskan waktu mereka dengan berbincang-bincang berdua di dalam kamar, sementara Steven dan Adam sedang sibuk di ruang kerja mereka. Teressa yang sudah tua mengistirahatkan tubuhnya di dalam kamar.
TBC.
__ADS_1
Vote ya teman-teman... Harus vote jangan hanya dibaca loh!!😈😭😍🙏
Like ❤️ komen 👇 Terima kasih ❤️💌