Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 50


__ADS_3

“Terima kasih Steven sayang, karena telah mencintaiku,” ucap Azizah.


“Seharusnya aku yang mengucapkan terima kasih Azizah sayang, karena kamu telah menerimaku,” sahut Steven.


“Memangnya sejak kapan kamu mencintaiku?” tanya Azizah penasaran.


“Aku tidak tahu sejak kapan, tapi ketika pertama aku bertemu aku mulai tertarik kepada gadis yang mengatakan bahwa aku kejam,” sahut Steven sambil mengingat-ingat kejadian malam itu.


“Hentikan Steven! kamu membuatku makin malu mengingat kejadian malam itu.” Azizah menutup wajahnya karena sangat malu.


“Jangan ditutup wajah cantikmu itu sayang!” ucap Steven.


Azizah lalu menatap ke arah mata Steven.


“Maaf....” sahut Azizah lirih.


Steven tersenyum manis dan membisikkan sesuatu ke telinga Azizah.


“Kamu tahu sayang, hanya kamu wanita yang berani melempar tas ke wajahku yang tampan ini.”


Azizah membulatkan mata dengan sempurna, ia lalu memanyunkan bibirnya.


“Dasar tukang narsis, seharusnya malam itu aku juga melempar sepatu ke wajah kamu Steven," ucap Azizah kesal.


Steven terkekeh geli. “Ternyata calon istriku lebih kejam.”


“Kejam kamu bilang? rasain ini,” ucap Azizah lalu menginjak kaki Steven berulang kali, setelah itu Azizah berlari meninggalkan Steven yang kesakitan di kamarnya.


“Awwww kakiku, kamu harus diberi pelajaran sayang,” ucap Steven sambil memegang kakinya yang sakit.


Azizah tahu jika Steven akan mengejarnya, ia lalu berlari ke arah gudang belakang untuk bersembunyi.


Sepertinya ini tempat yang aman, aku sebaiknya bersembunyi disini dulu..


hehe.. rasakan sakitnya sayang.


Steven mencari Azizah kesana kemari bahkan ia mencari ke kamar para pelayan namun tidak menemukan dimana calon istrinya itu.


“Sayang! kamu dimana? cepat keluar sayang!” teriak Steven.


30 menit kemudian.


Steven semakin bingung dimana Azizah bersembunyi. “Kamu dimana sayang? kalau sampai kamu tertangkap aku akan memberi hukuman dengan menciumi selama 1 jam,” ucap Steven bermonolog.


Tin.. tin..


Terdengar suara klakson mobil, Steven yang ingin mencari keberadaan Azizah akhirnya mengurungkan niatnya dan menghampiri sang sahabat.


“Apa kabar Steven? aku sangat merindukanmu,” tanya Mike dan langsung memeluk Steven.


“Lepaskan Mike, kamu membuatku malu saja,” sahut Steven dingin.


“Bos Steven yang tampan se-Indonesia kenapa masih dingin seperti ini? padahal kamu dan gadis itu sebentar lagi akan menikah,” ucap Mike.


“Terserah,” ketus Steven.


“Baiklah terserah kamu saja, perkenalkan ini Yana calon istriku,” ucap Mike sambil memperkenalkan calon istrinya.


“Yana? bukankah kamu bilang akan menikahi Diana?” tanya Steven.


Deg... deg...


Mendengar nama Diana, Yana langsung tersudut api cemburu. Yana mengepal tangannya, rasanya ingin sekali ia melemparkan berbagai pertanyaan untuk Mike.


“Jaga bicaramu Steven, aku dan Diana telah lama putus,” bisik Mike ditelinga Steven.

__ADS_1


Steven terdiam, ia benar-benar tidak tahu.


Sungguh ia tahu bahwa antara Mike dan Yana akan terjadi perang.


“Silahkan masuk!” Steven mempersilahkan mereka masuk, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


Salah satu pelayan Steven mengantarkan Yana menuju kamar, sementara Mike ke kamar lain bersebelahan dengan kekasihnya.


Steven bodoh, bagaimana ini?


Yana pasti akan marah kepadaku.


Ya Allah selamatkan aku dari kemarahan Yana.. Aamiin..


Yana didalam kamar memukul bantal kuat-kuat, ia sangat ingin bertanya banyak hal kepada Mike.


Siapa Diana?


Jangan-jangan Mike ingin menikahinya.


Dasar buaya darat, buaya buntung, buaya sialan, buaya rawa, buaya laut, buaya pincang, buaya kali. Pokoknya Mike dasar buaya.


“Nona!” panggil pelayan.


“Sebentar!” sahut Yana dan membuka pintu kamar.


“Tuan muda menyuruh nona untuk makan, mereka telah menunggu nona di ruang makan,” ucap pelayan itu.


“Baiklah, antarkan aku kesana!” pinta Yana.


“Baik nona, mari ikut saya!”


Yana kemudian membututi pelayan itu, terlihat dua pria yang telah menunggunya.


“Ayo duduk disini sayang!” ucap Mike sambil menepuk-nepuk kursi tepat disampingnya.


“Kok duduk disitu?” tanya Mike.


“Biarin,” ketus Yana.


🌸🌸🌸


Azizah keluar dari gudang, ia kesal mengapa calon suaminya tidak datang mencari.


Ia lalu bergegas ke ruang makan.


Kamu benar-benar ya Steven, aku bersembunyi tapi kamu tidak mencariku.


Azizah semakin kesal saat ada seorang wanita duduk tepat disamping Steven, ia tak menyadari jika itu adalah sahabatnya Yana.


“Kamu siapa?” tanya Azizah pada wanita yang duduk membelakanginya.


Mendengar suara dari seorang wanita, Yana pun menoleh.


Saat tahu siapa wanita itu ia ragu-ragu apakah itu Azizah yang ia cari atau bukan, karena Azizah yang sekarang tampilannya benar-benar jauh berbeda.


Cantik, ya itulah kesan pertama yang dilihat dari sosok Azizah.


Ditambah tampilan modis Azizah yang semakin menambah kesan kecantikan wanita itu.


“Maaf,” ucap Yana lalu berpindah duduk tepat disamping Mike.


Azizah tak percaya jika dihadapannya adalah Yana Aryanto sahabat baiknya, namun mengapa Yana tak mengenali dirinya.


“Ka..kamu Yana kan?” tanya Azizah.

__ADS_1


“A... Azizah!” teriak Yana.


“Iya Yana, aku Azizah sahabatmu,” ucap Azizah girang.


“Kamu benar Azizah? Ya Allah akhirnya aku menemukan Azizah,” ucap Yana senang, ia lalu berlari ke arah dan memeluk sahabatnya itu.


Mereka saling memeluk satu sama lain, bahkan keduanya menangis terharu karena dipertemukan oleh Allah.


“Aku sangat rindu kamu Azizah, aku hampir mati jika tidak bertemu denganmu,” ucap Yana disela-sela tangisnya.


“Aku juga sangat merindukanmu Yana, aku pikir kita tidak akan bertemu lagi,” sahut Azizah.


Mike dan Steven hanya duduk di kursi meja makan sambil memakan popcorn, mereka seperti sedang menikmati drama Korea yang begitu menyedihkan.


“Aku sangat terharu Steven melihat adegan ini,” ucap Mike sambil menikmati popcorn.


“Aku pun begitu Mike,” sahut Steven yang juga menikmati popcorn.


Kedua gadis itu masih dengan posisi saling memeluk.


“Untuk apa kamu memikirkan hal itu Azizah, aku sudah pernah bilang bahwa aku akan datang menemuimu,” terang Yana.


“Terima kasih Yana, kamu telah menepati janji kita,” sahut Azizah.


Mereka lalu melepas pelukan dan pergi ke kamar, bahkan Mike dan Steven tak dihiraukan oleh mereka. Setelah pergi Mike dan Steven bertepuk tangan.


“Prok... prok.. prok...”


“Prok... prok.. prok...”


“Benar-benar adegan yang mengharukan, aku bahkan sampai terbuai dalam adegan mereka,” puji Mike.


“Kamu benar Mike, sungguh persahabatan yang sangat dalam.”


“Kita juga bisa seperti itu Steven, mau coba?”


“Pletakkk”


“Awww... sakit Steven, kenapa kamu menjitak dahiku?” tanya Mike sambil mengelus-elus dahi.


“Sedikitpun aku tidak ingin beradegan seperti mereka bersama mu, lebih baik aku memeluk Azizah saja dari pada kamu,” ucap Steven.


“Sungguh teganya.. teganya.. teganya.. kamu Steven,” sahut Mike sambil bernyanyi.


Steven berdiri dan mengangkat bahunya seolah-olah geli terhadap Mike, ia pun melangkahkan kakinya dengan cepat meninggalkan Mike.


“Steven tunggu aku!” teriak Mike dan membututi Steven.


Dikamar Azizah.


Azizah sangat senang setelah 7 tahun lebih ia tak bertemu dengan Yana, sekalinya bertemu malah dipertemukan dengan cara unik.


“Kalau saja kamu tidak menyebut namaku sudah pasti aku tidak mengenalmu Azizah.”


“Benarkah? kenapa tidak mengenalku?” tanya Azizah penasaran.


“Karena Azizah yang sekarang sungguh cantik,” puji Yana.


“Kamu juga sekarang tambah cantik, dulu rambutmu hanya sebahu tapi sekarang rambutmu sangat panjang, bukankah dulu kamu tidak suka rambut panjang?” tanya Azizah.


“Hehe.. itu dulu Azizah, sekarang aku lebih suka rambut panjang sama sepertimu,” jujur Yana.


Like ❤️ komen 👇 Vote 🙏😭


Terima kasih sudah mampir Sayang-sayangku..

__ADS_1


Jangan lupa beri bintang 5 di novel author biar author tambah rajin untuk update..


__ADS_2