Cinta Seorang Gadis Miskin

Cinta Seorang Gadis Miskin
Part 83


__ADS_3

Steven sangat bingung ia mendekat ke ranjang dan merengkuh tubuh Azizah.


“Kamu kenapa sayang?” tanya Steven.


Azizah tetap saja menangis hatinya sangat sakit ia tidak berani menanyakan siapa wanita yang dicintai oleh Steven.


“Sayang hentikan! aku mohon kamu membuatku sangat takut!”


“Tinggalkan aku Steven!” tegas Azizah.


Steven membalikkan tubuh Azizah dan mencium paksa bibir Azizah, Azizah berusaha memberontak namun tenaga Steven makin kuat.


“Awwwww...” Bibir Steven berdarah karena digigit oleh Azizah.


“Kenapa kamu menggigit bibirku sayang?” tanya Steven sambil menyentuh bibirnya yang mengeluarkan darah segar.


“Kenapa kamu mengatakan tidak mencintaiku sepenuhnya? kenapa Steven?”


Jadi ini alasannya dia menangis, pasti dia salah sangka dan menuduhku memiliki wanita lain.


“Maksudku tidak sepenuhnya karena kamu akan melahirkan bayi-bayi yang lucu untukku sayang dan otomatis cintaku juga terbagi tapi tetap kamu yang paling aku cintai,” jelas Steven.


Deg... deg...


Azizah langsung diam mematung ia sangat malu dengan sikapnya.


Jadi Steven tidak memiliki wanita lain?


Ah aku sangat malu, kamu bodoh Azizah kenapa langsung menangis seharusnya menanyakan baik-baik dan meminta penjelasan, masa' sama anak sendiri cemburu? kan aneh.


“Sekarang kamu sudah tahu, sini aku hapus air mata kamu istriku sayang. Air mata ini tidak pantas berada di pipi istriku yang cantik ini,” ucap Steven dan menghapus air mata Azizah.


Pria blasteran itu dengan lembut memeluk bahkan mencium pipi Azizah, pelan tapi pasti bibir yang menempel di pipi Azizah kini berubah haluan ke bibir. Steven maupun Azizah menikmati aktivitas mereka, sakit yang dirasakan oleh Steven tak dirasa yang dirasakan adalah kenikmatan mereka berdua.


Tok... tok...


Steven terkejut dan menyudahi aktivitas ciuman mereka.


Sial lagi-lagi ada saja yang mengacaukan kebersamaan ku dan istriku ini.


Azizah hanya terdiam dengan tubuh yang masih dibawah tubuh Steven.


“Kamu tunggu sini ya sayang!” perintah Steven kemudian ia berjalan memeriksa siapa orang yang berani mengganggunya.


“Ceklek” suara pintu.


“Ada apa mencariku?” tanya Steven dengan tatapan tajam.


“Ma...maaf tuan muda jika saya mengganggu anda dan nyonya muda tapi ada yang harus saya sampaikan!”


“Cepat katakan kalau tidak penting gaji mu akan aku potong!” perintah Steven.


“Malam ini saya harus kembali ke rumah tuan muda ibu saya sakit parah dan ia ingin segera menemui saya!” seru Heru.

__ADS_1


“Pergilah jangan kembali sebelum ibumu membaik!” perintah Steven.


“Be... benarkah tuan muda?” tanya Heru.


“Kamu pasti tahu kalau aku tidak suka mengulang kembali kata-kataku.”


“Terima kasih tuan muda saya permisi!”


“Ya, salam untuk kedua orangtuamu!”


“Baik tuan muda pesan anda akan saya sampaikan!”


Azizah penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh Heru dan suaminya.


“Kalian membicarakan apa?” tanya Azizah.


“Ibunya sedang sakit parah jadi ia meminta izin untuk ke Bandung,” jelas Steven.


“Semoga ibu pak Heru baik-baik saja,” sahut Azizah.


Steven tak ingin membuang waktunya ia kembali melanjutkan aktivitasnya bersama Azizah yang tertunda.


Steven kini menciumi bibir Azizah dengan begitu nafsu sampai Azizah susah untuk bernafas.


“Steven berhenti sebentar!” pinta Azizah yang ngos-ngosan mengatur nafasnya.


Baru saja mengatur nafas, Steven dengan cepat menciumi bibir Azizah kembali.


Drrrt...drrrt..


“Aku keluar sebentar ya sayang!”


“Ba..baiklah,” sahut Azizah.


Steven pun keluar dari kamar sementara Azizah benar-benar seperti kehilangan kendali.


Haduh kenapa ciuman tadi berbeda dari biasanya, rasanya seluruh badanku seperti kesetrum. Mumpung Steven sedang diluar aku segera memakai lingerie.


Azizah mengambil lingerie yang ia beli dengan cepat ia memakainya meski malu namun harus ia lakukan agar menarik perhatian dari Steven, ia pun menutupi tubuhnya dengan selimut kalau-kalau saat Steven membuka selimut itu Steven langsung terkejut dengan hadiah yang Azizah berikan yaitu dirinya sendiri.


Diruang keluarga.


“Steven kapan kamu menjemput ku?”


Steven membaca isi pesan itu dan langsung menghubungi nomor ponsel yang mengirim pesan singkat kepada.


“Besok aku akan ke Inggris!”


“Baiklah kalau kamu tidak datang aku bersumpah tidak akan pernah menemui lagi.”


“Jangan bicara seperti itu, hampir 3 tahun kita berpisah jika hal itu terjadi lagi aku benar-benar tidak akan memaafkan dirimu!”


“Baiklah aku matikan sambungan telepon ini.”

__ADS_1


Steven duduk di sofa ruang keluarga ia mengatur nafasnya yang sedikit sesak.


Aku tahu mungkin ini akan menjadi masalah tapi ini semua aku lakukan demi kita Azizah.


Maafkan aku.


Steven tak langsung masuk ke kamar ia meminta pelayan untuk membuat kopi.


“Silahkan dinikmati kopi anda tuan muda!”


“Ya terima kasih,” sahut Steven.


Steven menyesap kopi sedikit demi sedikit hingga akhirnya kopi itu benar-benar habis, tiba-tiba ia ingat ada beberapa berkas yang belum ia periksa tanpa pikir panjang ia bergegas pergi ke perusahaannya memakai salah satu mobil koleksinya yaitu BMW i8.


Ia pergi tanpa memberitahukan Azizah padahal Azizah menunggunya didalam kamar.


30 menit kemudian.


Azizah selalu menanti Steven dari balik pintu, Ia berharap kalau-kalau Steven segera datang namun orang yang diharapkannya belum juga kembali.


Kemana Steven sudah setengah jam lebih belum juga kembali, apakah ada urusan yang sangat penting hingga tak kunjung datang.


Rasa penasaran Azizah semakin lama semakin besar ia pun memakai daster dan menyusul sang suami.


Di ruang keluarga, ruang tamu, lantai atas dan disudut ruangan yang lain Azizah mencari sang suami namun tidak ada tanda-tanda bahwa suaminya berada di rumah.


“Bi suamiku kemana?” tanya Azizah.


“Saya tidak tahu nyonya muda tapi tuan tadi pergi!” seru pelayan.


“Pakai mobil yang mana?”


“Sepertinya yang BMW i8 nyonya muda.”


“Ya sudah terima kasih.”


Tidak biasanya pakai mobil itu biasanya kan pakai mobil biasa. Kenapa dia tidak memberitahukan aku kalau ingin pergi?


Kenapa aku merasa bahwa aku sekarang menjadi tidak penting baginya bukankah malam ini dia memintaku?


Azizah kembali lagi ke kamar dengan wajah sedih hatinya benar-benar kecewa dengan Steven. Ia mencoba menghubungi nomor Steven namun bukan suaminya yang menjawab malah suara operator.


Nasib punya suami kaya raya, selain tampan, mapan dan digilai para wanita membuatku harus ekstra sabar dan kuat.


Azizah membaringkan tubuhnya daster yang menutup lingerie seksi itu dilepaskannya ia berharap bahwa Steven segera kembali.


Ponsel Azizah bergetar dan berkelap-kelip tanda ada pesan masuk.


“Malam ini aku tidak kembali ke rumah istriku sayang, ada beberapa berkas yang ternyata belum aku periksa. Maafkan aku sayang, i love you my wife.” 😘😘


Azizah melempar ponsel pintarnya ke sembarang arah, malam itu ia benar-benar kecewa. Malam pertama yang sudah ia siapkan dan mengumpulkan keberanian malah dikecewakan oleh orang yang memintanya tadi pagi siapa lagi kalau bukan Steven Walker sang Suami.


Bersambung.

__ADS_1


Vote ya pokoknya harus vote kalau gk vote author gk mau update 😣😣 (Author maksa banget) 😅😅


Like ❤️ komen 👇 juga


__ADS_2