
Steven tertawa lepas saat mengetahui apa yang dilakukan Azizah, calon istrinya itu benar-benar diluar dugaan.
Steven berpikir bahwa Azizah akan melabrak Diandra dan terjadilah jambak menjambak yang biasa dilakukan oleh para wanita.
Teressa yang ikut mendengar kejadian di studio itu pun tertawa lepas, ia tak menyangka jika Azizah bisa senekat itu.
“Itu juga sebagai peringatan buat kamu Steven, awas saja sampai macam-macam diluar sana,” ucap Azizah mengancam.
“Ampun Bu bos, aku takut,” sahut Steven.
Teressa menyetel televisi, terlihat bahwa pemberitaan itu mengenai Diandra.
“Diandra model papan atas yang diberitakan adalah calon istri dari Steven Walker ternyata hanyalah hoax belaka, kini Diandra sudah tidak menyandang sebagai icon di umbrella lagi karena hari ini ia resmi dipecat, berikut foto-foto Diandra yang tertangkap kamera.”
Azizah benar-benar terkejut sekejap itu Diandra kehilangan karirnya serta nama baiknya.
“Ini juga perbuatan kamu?” tanya Azizah.
“Mau bagaimana lagi? aku sebelumnya berencana untuk memasukkan dia ke penjara,” sahut Steven santai. “Namun niatku segera aku urungkan mengingat calon istriku pasti tidak akan tega,” sambung Steven lagi.
“Seharusnya kamu masukkan saja dia ke penjara,” ketus Azizah.
Steven dan Teressa langsung membelalakkan mata mereka, mereka sangat terkejut dengan jawaban Azizah.
“Hehe, Azizah hanya bercanda,” ucap Azizah dengan tersenyum lebar menampilkan giginya.
Steven dan Teressa kompak tertawa bersama, mereka mengira kalau Azizah serius dengan ucapannya.
Drrt...drrt... Ponsel Azizah bergetar.
“Yana?” tanya Azizah kemudian mengangkat sambungan telepon dari Yana.
“Steven dan nenek tunggu disini sebentar! Azizah mau menerima telepon dari Yana,” ucap Yana lalu diangguki oleh mereka.
Azizah berjalan ke luar rumah, ia duduk disebuah kursi dekat taman.
“Assalamualaikum, ada apa Yana?”
“Waalaikumsalam, apa aku mengganggu?”
“Tidak Yana, tidak sama sekali.”
“Aku tadi melihat pemberitaan di televisi kalau model itu entahlah siapa namanya, akhirnya dia dicopot dari dunia modelling. Syukurlah dia, biar tahu rasa.” Terdengar sekali suara Yana yang begitu kesal.
Azizah tertawa kecil, ternyata Sahabatnya itu punya sisi yang lain.
“Kamu kenapa tertawa?”
__ADS_1
“Tidak apa-apa, kamu sedikit lucu.”
“Oya Azizah, aku menelpon mu karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan mengenai orangtuaku!”
“Orangtuamu, maksudnya apa Yana? tolong kamu ceritakan dengan detail!”
“Mamiku telah kembali dan papi berencana untuk menikahi mami.” Suara Yana terdengar sangat bersemangat.
“Benarkah?” tanya Azizah. Kemudian Azizah mengingat bahwa Mami Yana telah menikah lagi, “Lalu bagaimana dengan suami yang terdahulu?” tanya Azizah lagi.
“Ceritanya sangat panjang, yang terpenting mereka akan kembali menikah. Keluargaku akan utuh kembali Azizah.”
“Alhamdulillah, aku turut bahagia mendengarnya Yana. Selamat atas kebahagiaan keluargamu.”
“Terima kasih Azizah, sudah dulu ya aku harus beristirahat kakiku sedang terkilir.”
“Terkilir? kok bisa?” tanya Azizah yang tiba-tiba langsung khawatir.
“Iya gara-gara aku mencium bau harum masakan mami hihi..hihi.. tapi sekarang aku sudah membaik, kamu tidak perlu khawatir ok!”
“Ha..ha.. kamu ini dari dulu tidak pernah berubah, masih doyan makan.”
“Hussst, itu aib loh Azizah jangan di umbar.”
“Oke oke ini hanya rahasia kita berdua dan Allah saja.”
“Oke Yana Sayang, Assalamualaikum.”
“Waalaikumsalam.”
Selesai mematikan sambungan telepon Azizah membalikkan badan betapa kagetnya ia saat melihat Steven tengah berdiri dan melipat kedua tangannya.
“Astaghfirullah Steven! kamu buat kaget aku!” teriak Azizah.
“Maaf sayang, habisnya kamu lama sekali berbicara dengan Yana,” sahut Steven dengan berpura-pura sedih.
“Wajah kamu biasa aja tidak usah di jelek-jelekin,” ledek Azizah.
“What? Aku dibilang jelek?” tanya Steven terkejut.
“Ya,” ketus Azizah. Azizah lalu berjalan lurus meninggalkan Steven, “Lebih baik aku mengobrol saja dengan nenek,” sahut Azizah lagi.
Calon istri sendiri masa’ aku dibilang jelek?
Hmmm....
Azizah menyusul Teressa yang sedang duduk santai, tak ada rasa canggung sama sekali dari keduanya membuat mereka seperti nenek dan cucu kandung.
__ADS_1
“Nek, Mariska kapan kesini?” tanya Azizah yang memang merindukan sosok gadis remaja itu.
“Apakah kamu rindu adik iparmu?”
“Nenek ini kok bertanya seperti itu? ya sudah pasti Azizah merindukan Mariska nek. Apalagi Mariska sudah Azizah anggap seperti adik sendiri,” terang Azizah dengan jujur.
“Hari Minggu mereka akan kesini bersama calon mertuamu.”
“Wah nek, Azizah jadi deg-degan begini.” Azizah berkata dengan malu-malu.
“Deg-degan kenapa?” tanya Teressa penasaran.
“Hmmm, bagaimana ya nek! Azizah malu untuk mengatakannya,” ucap Azizah.
“Nenek tahu, pasti karena akan bertemu dengan mereka?”
“I..iya nek, apalagi sebentar lagi nenek dan keluarga Steven akan menjadi bagian dari keluarga Azizah.”
Teressa tersenyum kemudian memeluk Azizah, nenek itu sangat iba melihat Azizah karena dari kecil tidak memiliki keluarga.
“Sekarang kita sudah menjadi keluarga, kamu tidak perlu bersedih atau merasa sendiri. Setelah kedatangan kamu Steven benar-benar berubah, dulu dia pernah bilang kepada nenek kalau dia tidak pernah mau menikah,” ujar Teressa.
Azizah secara spontan melepas pelukan Teressa dan menatap ke arah Teressa dengan penuh tanda tanya.
“Kamu penasaran kenapa Steven dulu memutuskan untuk tidak menikah? tanya Teressa.
Azizah mengangguk kepalanya semangat.
“Iya nek, Azizah penasaran. Cepat ceritakan nek!” pinta Azizah.
“Dulu Steven pernah merasakan yang namanya jatuh cinta saat usianya masih belasan tahun, nenek tidak terlalu ingat wajah gadis itu. Tapi yang nenek tahu dia adalah gadis yang baik, ramah serta cantik kurang lebih begitu. Steven bahkan memutuskan untuk menikahinya saat ia lulus Sekolah Menengah Atas, usianya memang masih terbilang sangat muda tapi tak mengurungkan niat Steven untuk menikah. Namun semuanya pupus saat Steven mengetahui bahwa gadis itu telah menikah dan yang nenek dengar gadis itu kini telah meninggal bersama suaminya karena minum racun,” terang Teressa yang mengingat kenangan pahit sang cucu.
Entah kenapa Azizah geram dan cemburu mendengar bahwa Steven dulu sangat mencintai gadis lain, namun saat mengetahui jika gadis itu telah meninggal membuatnya bernafas lega.
“Kenapa mereka minum racun nek?” tanya Azizah penasaran.
“Karena yang meminta mereka minum racun adalah suami dari gadis itu sendiri, Steven yang mengetahui itu akhirnya memutuskan untuk tidak menikah bukan karena ia masih mencintai gadis itu melainkan Steven tidak ingin kecewa lagi.”
“Tapi kenapa Steven bersikukuh untuk menikahi Azizah nek?” tanya Azizah.
“Karena Steven sangat mencintai kamu Azizah, seumur hidup nenek, nenek tidak pernah melihat tatapan hangat Steven untuk gadis manapun kecuali kamu. Termasuk dengan gadis masa lalunya,” terang Teressa.
Azizah tersenyum lebar ia bahkan sangat gembira mendengar ucapan dari Teressa,
hatinya yang awalnya dipenuhi dengan api cemburu dan kesedihan kini telah sirna sudah.
Ya Allah senang sekali hati ini, semoga Steven terus mencintaiku sampai akhir hayatnya.
__ADS_1