
Azizah, Steven, Kedua orangtua dan juga Mariska sedang duduk di sofa kamar hotel milik Adam dan juga Yuli.
Pagi-pagi sekali Azizah mengajak suaminya untuk berkumpul dan mengutarakan keinginannya.
“Ada apa nak?” tanya Yuli membuka suara.
“Begini semuanya, sore nanti kita sudah meninggal Madiun. Azizah mau mengajak mami, papi dan yang lainnya pergi ke panti asuhan mengunjungi anak yatim piatu disana sekaligus memberikan sedikit rezeki kita kepada mereka,” terang Azizah mengutarakan keinginannya.
Steven berdecak kagum dengan kebaikan hati istrinya, ia langsung memeluk tubuh istrinya yang duduk tepat disampingnya.
Adam dan Yuli berulang kali memuji kebaikan hati Azizah karena jujur saja mereka tidak berpikir sampai kesitu.
“Mami dan papi bangga punya menantu seperti kamu Azizah,” puji Adam dan Yuli.
“Mariska juga bangga punya kakak ipar seperti kak Azizah, selain cantik juga berhati malaikat,” puji Mariska.
Azizah membalas pujian mereka dengan senyuman bagaimana bersedekah adalah kewajiban seorang muslim.
Azizah ingin semuanya ikut bersedekah hitung-hitung sebagai tabungan di akhirat kelak.
“Jadi kapan kita berangkat?” tanya Mariska tidak sabaran.
“Jam 10 nanti bagaimana?” tanya Steven meminta persetujuan dari yang lainnya.
“Setuju!” seru mereka.
***
Yana dan Mike sudah mendengar tentang Steven dan keluarga untuk kembali ke Jakarta, meski sedih melepaskan sahabatnya namun, Yana mengerti karena sahabatnya sudah berkeluarga dan ia pun kini telah bersuami.
“Udah dong jangan sedih!” pinta Mike pada Yana.
“Ya mau bagaimana lagi, Azizah akan kembali ke Jakarta aku pasti sangat sedih,” balas Yana.
“Sebelum kembali ke Jakarta mereka mampir ke sini dulu,” ucap Mike.
Yana langsung merubah ekspresi wajahnya menjadi senang, setidaknya ia bisa bertemu dengan Azizah sebelum sahabatnya itu benar-benar kembali ke Jakarta.
“Ayo kita sarapan!” ajak Mike karena istrinya belum juga makan.
“Nanti saja sayang, aku belum lapar,” balas Yana.
Kamu memang belum lapar sayang. Tapi, aku saat ini sangat lapar. Mana mungkin aku makan sementara kamu belum ya ada malah papi Danu melototi aku 😌.
“Kamu memangnya belum makan?” tanya Yana.
Mike dengan cepat menggelengkan kepalanya, “Belum sayang,” balas Mike dengan menampilkan ekspresi sedih.
“Ya sudah ayo kita sarapan!” ajak Yana.
__ADS_1
Mike dan Yana turun dari tangga dan berjalan menuju ruang makan, para orang tua ternyata sudah selesai makan dan sudah pasti setelah makan mereka berkumpul di ruang keluarga.
Mike tersenyum puas karena acara sarapan bersama Yana tidak ada yang mengganggu.
Alhamdulillah akhirnya aku dan Yana ada waktu untuk sarapan bersama.
Mike mendudukkan Yana di kursi kemudian Mike duduk tepat di samping istrinya, pria bule itu mengambil piring dan mengisinya dengan nasi serta lauk pauk.
“Aku suapi ya sayang!” ucap Mike kemudian menyendok kan nasi dan lauk lalu memasukkannya ke dalam mulut Yana.
Yana mengunyah makanan dengan perlahan kemudian ia tersenyum manis kepada suaminya.
Lebih nikmat lagi kalau akan dan Yana hanya berdua dirumah.. bisa... emmmm... terus-menerus.😂
🍃
Tepat pukul 10 pagi.
Azizah dan yang lainnya sudah berada di panti asuhan, mereka membawa banyak sekali persediaan bahan makan tak lupa memberikan uang tunai yang cukup banyak.
“Terima kasih, Terima kasih banyak atas bantuan kalian. Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian untuk kami,” ucap pengurus yayasan panti asuhan.
“Sama-sama Bu,” balas Azizah.
Azizah melihat sekeliling tempat itu dan melihat seorang anak kecil perempuan yang begitu imut, umurnya mungkin sekitar 1 tahun bahkan jalannya saja belum terlalu lancar.
“Sayang lihat anak itu lucu,” ucap Azizah lalu memandang ke arah anak balita yang memakai baju kuning.
Ya Allah anak sekecil itu sudah dibuang oleh kedua orangtuanya.
Azizah menangis karena tak kuasa menahan air matanya ia memeluk tubuh suaminya dan mengurungkan niatnya mendekati balita itu, ia tidak sanggup melihat wajah suci yang begitu lugu.
Steven, Adam dan yang lainnya akhirnya pamit untuk meninggalkan tempat itu.
“Hiks... hiks...”
Azizah masih saja menangis walaupun sudah berada di dalam mobil, ia tidak bisa membayangkan jika dia berada diposisi balita itu.
“Bisakah kita mengadopsinya?” tanya Azizah pada Steven.
“Kamu ingin kita mengadopsi balita itu sayang?” tanya Steven memastikan.
“Iya aku sangat ingin mengadopsinya,” ucap Azizah yang terus-menerus mengeluarkan air mata.
Steven tak ingin menunda-nunda lagi, ia pun bergegas kembali ke panti asuhan itu dan menanyakan kepada pengurus panti namun, ternyata balita kecil itu sudah memiliki orang tua asuh.
Steven pun tak bisa memaksa dan memutuskan kembali masuk kedalam mobil.
Sesampainya di dalam mobil Steven memberitahukan kepada Azizah dengan pelan-pelan. Meski kecewa mendengar ucapan suaminya akhirnya Azizah berhenti menangis dan berusaha menerima kenyataan bahwa ia tidak bisa mengadopsi balita yang imut itu.
__ADS_1
“Kamu wanita baik Azizah, mungkin Allah punya rencana lain,” ucap Yuli.
“Iya mi,” balas Azizah.
Padahal aku sangat ingin mengadopsinya, mungkin memang belum rezeki ku. 😭
“Ayo Galih kita mampir ke rumah Yana!” perintah Steven.
“Baik tuan muda!” seru Galih dan menyalakan mesin mobil lalu mengendarai mobil menuju tempat yang diperintahkan oleh tuannya itu.
Mariska benar-benar salut dengan kebaikan hati kakak iparnya itu, beruntung sekali memiliki saudara seperti Azizah.
Seumur hidupku, baru kali ini aku menemukan wanita yang luar biasa baiknya.
Jika seorang wanita mendapatkan suami yang kaya kebanyakan pasti wanita itu akan sombong tapi, tidak untuk kak Azizah.
Azizah bersandar di bahu suaminya hingga ia tertidur akibat kelelahan menangis, Adam dan Yuli ternyata juga sudah tidur di kursi belakang.
Steven mengubah posisi tidur Azizah dan menidurkan Azizah di pelukannya.
Istriku ini gampang sekali terenyuh, suatu saat nanti kita juga akan memiliki anak-anak yang sangat lucu istriku.
Merasa ngantuk akhirnya Steven memejamkan matanya sambil terus memeluk tubuh istrinya.
Mariska menoleh kebelakang dan mendapati penghuni kursi tengah dan belakang sudah tertidur pulas.
“Mereka sudah tidur tapi, kenapa aku belum juga mengantuk,” ucap Mariska bermonolog.
“Kalau begitu tidurlah sekarang,” sahut Galih.
“Apaan sih nyambung-nyambung segala kaya' kabel aja,” cetus Mariska.
“Saya Galih bukan kabel,” balas Galih kemudian memberikan senyum kepada Mariska.
Mariska mematung melihat senyum manis Galih namun, dengan cepat ia membuang pandangannya.
Mariska menatap ke arah luar kaca jendela.
Ternyata ganteng juga nih cowok aneh, tidak-tidak... kamu apa-apaan sih Mariska.
Cowok aneh seperti dia mana ada ganteng-gantengnya yang ada buat pusing kepala aja.
Mariska menyalakan musik yang bisa membuatnya ngantuk hingga ia pun tertidur.
Galih melirik ke arah Mariska dan ternyata Mariska sudah tertidur.
Tidur juga cewek aneh ini.
.
__ADS_1
.
Like ❤️ komen 👇 Vote 🙏