Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Lokasi Tidak Terduga.


__ADS_3

Pagi hari berikutnya, kami berkumpul di dalam ruang harta.


Dalam Party ini, hanya ada keluargaku dan karakter dalam game, baik itu Einherjar maupun Familiar.


Karena keberadaan ruangan ini harus disembunyikan, kami tidak mengatakan apapun tentang kepergian kami kepada orang-orang di kastil.


Selagi kami pergi, aku sudah menyuruh Endrin untuk menggantikan aku mengurus kastil. Dia merupakan orang pintar, menyerahkan tanggung jawab manajemen padanya adalah keputusan yang tepat.


Dari arah pintu masuk ruang harta, aku berjalan lurus ke arah depan karena pintu Roh berlawanan dengan pintu masuk. Pintu Dunia Iblis berada di sebelah kiri dan pintu Dunia Seraphim berada di sebelah kanan, mereka bertentangan tetapi juga berhadapan.


Sesampainya di depan pintu, aku menyuruh Hydra untuk membukanya. Ketika pintu terbuka, energi dalam jumlah besar mengalir seolah-olah tangki bocor, dan menampilkan alam luas yang kaya akan energi.


Hanya dengan kata "Indah" sudah bisa menggambarkan semuanya tentang Dunia Roh. Di sana, bentangan alam terasa lebih subur daripada di Dunia Manusia.


Ngomong-ngomong, pintu ini terbuka di tengah-tengah padang rumput.


«Apa pintu ini akan selalu terbuka di tempat yang sama?»


«Hmm, saya rasa, kita dikirim ke lokasi acak karena saya tidak terlalu jelas dalam memberikan perintah. Jika saya dapat mengetahui tujuan, kita pasti tidak akan dikirim secara acak seperti ini.»


Begitu, ya. Membayangkan lokasi tujuan juga diperlukan untuk menjaga arah tetap sama.


Baiklah, itu tidak akan menjadi masalah karena Hydra sudah mengingat tempat ini.


Kami semua masuk ke sana untuk melihat situasi dan kondisi Dunia Roh, untungnya tidak ada monster besar atau organisme apapun di sini.


Kami tidak ingin datang dan langsung bertarung secara tiba-tiba karena ada anak-anak.


Melihat kembali ke arah pintu, itu menjadi sebuah bidang berisi dimensi berbeda sedang berdiri di tengah-tengah padang rumput.


«Hei, apa kita bisa membuka pintu ini lagi jika sudah ditutup?»


«Tenang saja, Master. Bahkan ketika kita sedang berada di dimensi berbeda, saya masih bisa menghubungi kastil dan membuka pintunya kapanpun kita mau.»


Jawaban santai Hydra membuat aku lega.


Kemudian aku mengadakan pengarahan sebelum memulai perburuan. Untuk menjadi organisasi yang matang, kami harus melakukan kegiatan dengan perencanaan teratur.


Setelah semua, kami memutuskan untuk membagi sejumlah anggota menjadi empat tim menuju ke empat mata angin berbeda, berniat untuk memperluas area pencarian dan supaya tim tidak berbenturan ketika sedang berburu.


Tim pertama terdiri dari aku, Merlin, Freya, Eliza, Atla, Eren, Kaguya, Titania, William, Ignis, Leon, dan... Niks. Karena Niks selalu bersembunyi di dalam bayanganku, aku memperbolehkan dia mengikuti Party kami.


Niks tidak ikut berburu, namun dia akan menggunakan kekuatan Rohnya untuk berkomunikasi antar sesama Roh Kegelapan dan membantu kami mendapatkan informasi tentang keberadaan kuda Legendaris dari mereka.


Yah, meskipun aku mengatakan kita akan berburu, Party kami sebenarnya menaruh tujuan itu ditempat ke tiga.


Tujuan utama dari Party ini adalah untuk bertemu dengan makhluk kenalan Hydra.


Ketika Eliza menuntut kuda, pada saat itu Hydra mengatakan ingin mengkonfirmasi sesuatu. Sekarang, kami sudah berada di dunia Roh dan Hydra sudah mengkonfirmasi hal tersebut.


Aku tidak menyangka bahwa sesuatu yang ingin dia temukan adalah kenalan sesama monsternya. Dia berniat menanyakan tentang keberadaan kuda Legendaris kepada makhluk itu karena makhluk tersebut sudah berada di sini sejak lama.


Cara ini seperti menanyakan arah kepada makhluk pribumi setempat, mungkin akan lebih efektif daripada harus mencari tanpa memiliki petunjuk apapun.


"Jadi seperti ini tuan Albert berburu di wilayahku."


Titania bergumam sendiri.


Tidak ada yang menanggapi itu, entah kenapa kami selalu melakukan tindakan seperti ini tanpa meminta izin dari siapapun.


Di tempat pertama, kami adalah makhluk asing dan tidak terlalu mengenal seluruh dunia dengan baik.


Kemudian tim kedua, dipimpin oleh Julius. Anggota Timnya adalah Luminous, Kiiromaru, dan empat Porura.


Ketika datang ke dunia ini, Luminous terlihat sangat terkejut.


"Ada apa, Luminous?"


"M-Master!? Err, sebenarnya saya berasal dari dunia ini dan..."


Luminous meringkas cerita masa lalunya.


Ceritanya menjadi seperti ini; Dia adalah keberadaan spiritual naga, terlahir di dunia Roh dan sudah hidup selama ribuan tahun lebih. Kemudian suatu badai menyerang Luminous, namun dia tidak mengetahui bahwa badai itu ternyata membawa Luminous ke dunia manusia. Dia terjebak di dunia manusia dan tidak bisa kembali. Itu sebabnya dia menjadi keberadaan menyedihkan karena energi dari jiwanya terus mengalami kebocoran. Setelah pertarungan besar dengan iblis, Luminous meminta wilayah kepada para pahlawan manusia di masa lalu. Mengumpulkan para naga di satu tempat itu dan menutup diri untuk selamanya.


Dia menggunakan kekuatan terakhirnya untuk membuat sarang berlapis penghalang agar kesadaran dan serpihan jiwanya tidak menyebar.


Benar-benar menyedihkan. Dia pasti mendapatkan pengetahuan terakhir itu dari pergaulannya bersama dengan manusia.


Karena dia merupakan sosok pahlawan, pihak manusia memberikan apresiasi dengan menghadiahi satu benua untuk wilayahnya.


Aku sangat yakin bahwa manusia tidak akan semudah itu bersikap baik kepada monster. Pasti ada alasan tertentu kenapa Luminous masih dibiarkan hidup.

__ADS_1


Tetapi itu akan menjadi cerita di lain waktu, sekarang Luminous seperti terlihat sangat bernostalgia dengan kampung halamannya.


"Kamu ingin tinggal di sini lagi, Luminous?"


"Eh?"


"Jika kamu ingin, maka aku memperbolehkannya"


Setelah mendengar cerita Luminous begitu menyedihkan, aku jadi merasa bersimpati.


Tetapi, bukan berarti aku melepaskan anak ini begitu saja. Karena dia merupakan naga spiritual, aku masih bisa memanggilnya melalui dimensi Hydra.


"Aku sangat berterima kasih atas tawarannya, Master. Tetapi, saya sudah berjanji untuk menjadi pelayan Anda, saya akan selalu menjaga janji ini dan melayani Anda untuk selamanya. Selain itu, hidup di sekitar Anda benar-benar membuat hidup saya berubah."


Luminous tersenyum cerah setelah menyelesaikan kalimatnya.


Sungguh, aku ingin mengatakan "Jangan tersenyum seperti itu bila sedang berada di depan kedua istriku!!", dan membuang dia jauh-jauh.


Bahkan dengan pakaian butler seperti itu, dia masihlah seorang pria tampan. Itu sangat membuat aku merasa tidak nyaman.


Mungkin alasan kenapa aku memperbolehkan dia tinggal di sini karena faktor itu juga, aku melakukannya dengan naluri.


Terlepas dari itu semua, setidaknya dia merupakan hamba yang setia. Aku akan menantikan kesetiaan itu ketika perang benar-benar terjadi.


Dilanjutkan dengan tim ketiga, dipimpin oleh Saber. Pada Harvest Festival pertama, pria ini menunjukkan kinerja yang sangat bagus. Anggota dari tim ini terdiri dari Damara, Diego, Delzzy, dan Criptor.


""Tolong kerja samanya.""


Damara dan Diego berkata seperti itu kepada Saber. Sebagai balasan, Saber hanya mengatakan "Umu" tanpa basa-basi apapun.


Tim mereka terlihat agak kaku dan canggung, tapi setelah berburu mereka pasti bisa akrab satu sama lain.


Terakhir, tim keempat, dipimpin oleh Alfred. Seorang pria perfeksionis dengan pakaian tidak pernah kotor dan bertubuh atletis. Anggota timnya adalah Veronika, Raphael, Fero dan dua rekannya.


"Um~, kenapa aku tidak bersama dengan tuan Albert?"


"Ah~, aku ingin berboncengan dengan tuan Albert."


Veronika dan Raphael mengeluh.


Aku mulai bertanya-tanya kenapa mereka bisa berani mengatakan hal seperti itu padahal ada Merlin dan Freya di dekatku.


Menyerahkan mereka berdua kepada Alfred mungkin adalah pilihan yang benar. Karena Alfred terlihat seperti pria berpendidikan dan bisa mengatasi masalah apapun.


Sebagai gantinya, kali ini kami membawa Mozes si Mammoth Es.


Bentuknya seperti gajah tetapi dengan bulu panjang lebat berwarna putih, gading putih panjang melengkung, dan belalai.


Selain itu, dia memiliki tubuh lebih besar daripada gajah umum, yaitu setinggi 5 meter, dan lebih berotot. Aku menyukainya karena terlihat keren.


Mozes ikut bersama dengan timku karena tujuan kedua kami adalah untuk bertamasya. Kami hanya akan berjalan dengan kecepatan standar agar Mozes bisa mengikuti.


Oh, aku lupa memberi tahu satu hal kalau Eliza, Kaguya, dan Titania duduk diatas Mozes. Aku dengan Rainer, Atla dengan Freya, Eren dengan Merlin, lalu sisanya menunggangi kuda mereka masing-masing, kecuali Niks.


Karena Titania sudah memiliki tubuh jasmani, dia bisa membentuk penghalang agar aura iblisnya tidak tercampur dengan energi alam dunia Roh.


Entitas spiritual tercipta di tempat dan dunia berbeda bukan karena tanpa alasan. Mereka pasti akan merasa tidak nyaman bila berada di dunia berbeda.


Sama halnya ketika Freya berada di dunia Iblis, dia selalu mengeluh karena energi sihir di sana sangat buruk bagi spiritual atribut Suci seperti dirinya.


Titania, tidak menyampaikan hal ini kepadaku. Hanya ketika Hydra mengingatkan, aku menjadi tahu.


Sebagai pelayan, mungkin tidak sopan untuk mengeluh tentang sesuatu di depan tuannya. Itu sebabnya dia hanya diam tanpa mengatakan apapun, bahkan jika itu adalah hal penting bagi kehidupannya.


Sikap itu sangat bagus, oleh karena itu aku harus merawatnya dengan baik.


Setelah memberi semangat, para Familiar berteriak dan memulai perburuan.


Ada aturan dimana kita tidak boleh membunuh makhluk lemah dibawah peringkat C. Aku tidak ingin mereka "membinasakan" seluruh makhluk yang mereka temui seperti sebelumnya.


Itu juga bertujuan untuk melestarikan ekosistem alam karena kami masih membutuhkan keberadaan mereka di masa mendatang.


Seperti yang diharapkan dari dunia pararel, dunia ini juga memiliki matahari. Meski tidak memiliki kompas, kami masih bisa menentukan arah dengan matahari sebagai patokan.


Jadi, tim pertama pergi ke arah selatan, tim kedua ke arah barat, tim ketiga ke arah utara, dan tim keempat ke arah timur.


Mengesampingkan tim lain, kami berlari dengan kecepatan rata-rata 50-55 km/jam. Itu cukup cepat, atau mungkin sangat cepat? Mozes tidak diduga sangat tangguh.


Setiap langkah Mozes menciptakan getaran yang sangat menakjubkan, oleh karena itu para kuda tidak bisa berlari di darat.


Yah, selama kami tiba di lokasi tujuan dengan cepat, semua tidak akan menjadi masalah.

__ADS_1


Sambil diarahkan oleh Hydra, kami akhirnya tiba di sebuah gua besar. Lokasinya berada di bawah bukit rerumputan, jadi sangat mudah untuk diakses.


Perjalanan memakan waktu hingga 4-5 jam. Meski tidak mendapatkan halangan dari monster karena mereka semua selalu ditangani oleh Leon, kami masih mendapat halangan dari topografi sekitar.


"Tempat apa ini?"


Merlin bertanya, mewakili semua orang.


Sebenarnya, aku juga tidak tahu tentang lokasi kita saat ini. Tapi, aku tidak mungkin mengatakan hal itu kepada mereka. Bagaimanapun, aku yang telah mengarahkan mereka ke sini.


«Ini adalah lokasi tempat "dia" tinggal. Kita mungkin akan mendapatkan sedikit masalah di sini, tetapi kita harus masuk agar bisa bertemu dengannya.»


«Semakin ke sini, kenapa jadi seperti teka-teki?»


«Yah, Master hanya perlu masuk ke dalam. Setelah itu saya bisa menjelaskan semuanya.»


Lebih baik jika aku melihatnya secara langsung... Begitu, ya?


Yah, aku mengerti itu, aku mulai turun dari kuda dan mengumpulkan semua orang.


Setelah aku mengatakan "Jalan di depan mungkin akan berbahaya" kepada mereka, Atla dan Eren terlihat ketakutan.


Perjalanan ini memang berbahaya, aku mengerti ini sejak awal dan sudah memiliki tindakan antisipasi jika ada masalah serius.


"Tenanglah, kalian harus percaya kepada kami, ok?"


Mereka berdua mengangguk.


Aku pikir, ini merupakan kegiatan tamasya paling berdebar-debar yang pernah ada.


Sekali lagi, kami menaiki tunggangan kami dan masuk ke dalam gua besar tersebut.


Seperti yang diharapkan dari gua bawah tanah, tidak ada pencahayaan sama sekali. Kami harus menggunakan sihir untuk mengatasi penerangan.


Berjalan sangat lama menyusuri lorong gua sampai kami bertemu dengan tempat luas yang dihiasi oleh tiang-tiang penyangga.


Namun, tidak ada apa-apa di sana, atau mungkin ada beberapa monster tetapi karena keberanian Mozes mereka tidak berani untuk keluar dari tempat persembunyian.


Nah, itu sangat wajar. Kami pernah melakukan hal ini saat sedang mencari tumbuhan langka.


"Tuan Albert."


Leon tiba-tiba berbicara.


"Ada apa?"


"Apakah ini Dungeon?"


Hmm? Dungeon? Aku tidak benar-benar mengetahuinya.


«Begitu, ya. Dungeon. Aku rasa kata itu sangat cocok untuk tempat ini.»


«Kamu hanya lupa kata yang bagus untuk menggambarkan tempat ini? Jadi, kita benar-benar berada di Dungeon?»


«Ya, kita akan menyebut tempat ini sebagai "Dungeon", dan kita harus sampai ke ujung Dungeon agar bisa bertemu dengannya.»


Tunggu sebentar. Jadi perasaan akrab ketika aku memasuki ruangan ini karena ini adalah Dungeon.


Aku memang belum pernah masuk ke Dungeon sungguhan, tetapi di dalam game atau manga, Dungeon sangat sering dijumpai.


Aku tidak menyangka bahwa aku bisa bertemu dengan Dungeon di dunia ini, sangat mengesankan!!


"Benar, Leon. Tujuan kita sekarang menuju ke pusat Dungeon ini, kita akan bertemu seseorang di sana. Tetapi kita masih harus menghadapi bahaya monster, jadi kalian harus berhati-hati."


Aku memperingati mereka sambil tersenyum. Dan entah kenapa, semua mantan NPC ikut tersenyum.


Siapa yang mengira bahwa kami bisa menemukan Dungeon di dunia seperti ini?


Meski ini dunia sihir, Dungeon masihlah merupakan tempat ajaib dengan penuh keanehan di dalamnya.


Kemunculannya dan terciptanya Dungeon masih tidak dapat dipikirkan menggunakan akal sehat, bahkan dengan wawasan sihir.


Sekarang, kami bertemu dengan tempat ajaib ini dan sedang memasukinya. Tentu saja, kami dalam keadaan sangat senang. Bagaimanapun, kami suka berpetualang di dalam Dungeon.


"K-Kalian benar-benar sangat aneh, sigh."


Freya menghela nafas berat setelah melihat reaksi kami.


"Kamu mengetahui sesuatu tentang ini?"


"Bagaimana aku tidak mengetahuinya? Dungeon sangat terkenal sejak jaman dulu. Meski keberadaan tempatnya tidak pernah diketahui, catatan mengenai mereka masih tetap tersimpan dan sering disebut-sebut sebagai "Tempat Harta Karun". Tapi, bukan itu yang membuat aku kagum. Aku hanya heran kenapa kamu bisa langsung mengetahui tempat tersembunyi seperti ini dengan cepat?"

__ADS_1


Freya bertanya dengan wajah lelah.


Tidak hanya Freya, dua gadis Kaguya dan Titania sepertinya juga ingin mengetahui jawaban dari pertanyaan itu.


__ADS_2